lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Budaya ngopi kini bukan lagi sekadar rutinitas, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat khususnya anak muda di Kabupaten Ciamis.
Di balik ramainya kafe dan kedai kopi, tersimpan peluang besar untuk mendorong Kopi Ciamis naik kelas sebagai identitas daerah.
Fenomena ini terlihat dari semakin menjamurnya tempat nongkrong yang dipadati generasi muda, mulai dari sekadar bersantai, bekerja dan berkarya.
Namun lebih dari itu, tren ini dinilai bisa menjadi pintu masuk bagi penguatan branding kopi lokal agar tak hanya dikenal di dalam daerah, tetapi juga di pasar yang lebih luas.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (BP2D) Kabupaten Ciamis, Endang Haris Juandana, menyebut pertumbuhan kafe menjadi indikator positif geliat ekonomi sekaligus peluang strategis bagi kopi lokal.

“Anak muda sekarang punya gaya hidup ngopi. Ini harus dimanfaatkan sebagai kekuatan untuk mengenalkan Kopi Ciamis agar punya nilai jual dan identitas yang kuat,” katanya, Selasa (13/04/2026).
Ngopi, Nongkrong, dan Identitas Lokal
Bagi anak muda, kafe kini bukan hanya tempat minum kopi, tetapi juga ruang ekspresi dan interaksi sosial. Di sinilah peran kopi lokal menjadi penting. Ketika kafe mulai menyajikan kopi asli Ciamis, secara tidak langsung terjadi proses branding yang kuat dan alami.
“Kalau anak muda terbiasa minum kopi lokal, itu akan membangun kebanggaan tersendiri. Dari situ brand Kopi Ciamis bisa tumbuh,” jelasnya.
Dari Lereng Gunung ke Meja Kafe
Kabupaten Ciamis memiliki kekayaan kopi yang tersebar di berbagai wilayah. Rajadesa dikenal sebagai sentra produksi yang sudah lama memasok pasar luar daerah.
Sementara Panjalu dan Panumbangan menawarkan karakter kopi robusta dengan cita rasa khas dari dataran tinggi.
Di Sukawening, potensi kopi terus berkembang dengan sentuhan budaya melalui tradisi “kopi godog” yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional (WTBN).
Selain itu, Kopi dari Kalijaya pun mulai dilirik dan masuk ke sejumlah kafe lokal, menandakan adanya pergeseran menuju penggunaan bahan baku daerah sendiri.
BACA JUGA: Waspada, Ngecas Hp di Tempat Umum Bisa Jadi Celah Pencurian Data
Menuju Brand “Kopi Ciamis”
Tren gaya hidup anak muda ini menjadi momentum emas untuk membangun branding Kopi Ciamis. Dengan dukungan pelaku usaha kafe, komunitas, hingga pemerintah, kopi lokal bisa tampil tidak hanya sebagai produk, tetapi juga sebagai identitas yang melekat.
Jika dikemas dengan baik mulai dari kualitas, cerita asal-usul, hingga penyajian, Kopi Ciamis berpotensi menjadi brand yang kuat dan kompetitif.
Tren ngopi anak muda pun tak lagi sekadar gaya hidup, melainkan menjadi gerakan kolektif yang mendorong kebangkitan produk lokal. (NID)

