lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kebakaran di Pakemitan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, terjadi pada Kamis, 4 Juni 2026, sekitar pukul 03.00 WIB. Api menghanguskan satu bangunan yang terdiri dari dua sekat usaha, yakni toko parfum dan Bank Mitra.
Peristiwa kebakaran dini hari tersebut sempat membuat warga sekitar panik. Api diduga berasal dari korsleting listrik, lalu membesar dan merusak bangunan di Kp. Pakemitan 1 RT 001 RW 001, Desa Pakemitan, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya.
Api Terlihat Saat Warga Masih Terlelap
Berdasarkan laporan sementara yang diterima petugas, kebakaran di Pakemitan Cikatomas pertama kali diketahui warga setelah terlihat asap dan kobaran api dari bangunan tersebut. Waktu kejadian yang berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB membuat suasana di sekitar lokasi sempat tegang.
Sebagian besar warga masih beristirahat saat api mulai terlihat. Namun, begitu menyadari ada kebakaran, warga sekitar segera bergerak melakukan upaya pemadaman awal. Kecepatan warga memberi respons menjadi salah satu faktor penting agar api tidak menjalar lebih luas ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Dalam laporan sementara, api diduga muncul akibat korsleting listrik. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pendalaman dari pihak berwenang. Dugaan korsleting listrik kerap menjadi salah satu pemicu kebakaran bangunan, terutama ketika instalasi listrik, beban perangkat, atau kondisi bangunan tidak lagi ideal.
Bangunan yang terdampak disebut mengalami kerusakan berat. Satu bangunan tersebut terdiri dari dua sekat usaha, yakni toko parfum dan Bank Mitra. Akibat peristiwa itu, aktivitas usaha di lokasi kejadian praktis terganggu.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Laporan sementara menyebut dampak korban nihil. Meski begitu, kerugian material diperkirakan tidak kecil karena bangunan yang terbakar mengalami kerusakan berat.
Petugas Gabungan Turun, Lokasi Diamankan
Setelah menerima laporan, unsur gabungan langsung bergerak ke lokasi kejadian. Pemadaman dilakukan bersama unsur Polsek, Pol PP, Koramil, Damkar, serta warga sekitar.
Petugas bersama masyarakat berupaya memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain. Selain melakukan pemadaman, petugas juga melakukan evakuasi dan pengamanan lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan untuk mencegah warga terlalu dekat dengan titik api maupun sisa bangunan yang berisiko membahayakan.
Kehadiran unsur gabungan di lokasi membantu mempercepat penanganan. Dalam situasi kebakaran, menit-menit awal menjadi sangat menentukan. Api yang tidak segera dikendalikan bisa menjalar cepat, terlebih bila di dalam bangunan terdapat material mudah terbakar.
Kasus kebakaran di Pakemitan Cikatomas ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha. Pemeriksaan berkala terhadap kabel, stop kontak, sambungan listrik, serta penggunaan alat elektronik perlu menjadi perhatian serius.
Bagi warga yang memiliki tempat usaha, risiko kebakaran perlu diantisipasi sejak awal. Apalagi, bangunan usaha biasanya memiliki peralatan listrik, stok barang, dan aktivitas harian yang lebih padat dibandingkan rumah biasa. Satu sambungan listrik yang bermasalah bisa berujung panjang. Api tidak pernah minta izin dulu sebelum bekerja lembur.
Hingga laporan sementara disampaikan, kebakaran tersebut dinyatakan tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, satu bangunan berisi toko parfum dan Bank Mitra mengalami kerusakan berat. Petugas masih melakukan penanganan dan pengamanan di sekitar lokasi kejadian.
Sumber informasi awal berasal dari warga setempat. Dokumentasi kejadian juga telah dilampirkan dalam laporan sementara yang disampaikan kepada Bupati Tasikmalaya melalui Kasatpol PP Kabupaten Tasikmalaya. (IS/AS)
























