lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Gelaran Kirab Binokasih dalam rangka Milangkala Tatar Sunda membawa berkah bagi warga Ciamis. Ribuan pengunjung yang memadati kawasan Astana Gede, Kecamatan Kawali, Minggu (03/05/2026), turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.
Kegiatan budaya yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini tidak hanya menyuguhkan napak tilas sejarah Pajajaran, tetapi juga berdampak langsung pada pelaku usaha kecil, pedagang, hingga pengelola penginapan.
Mahkota Binokasih yang diarak menggunakan kereta kencana menjadi daya tarik utama. Iring-iringan kesenian dari 27 kabupaten/kota dengan melibatkan sekitar 600 pelaku seni semakin menyedot perhatian masyarakat.
Mantan Kepala Dinas Pariwisata Ciamis, Budi Kurnia, menyebut kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah.
“Selama kegiatan berlangsung, tingkat hunian hotel dan homestay di Ciamis dan daerah sekitar meningkat. Ini menunjukkan event budaya mampu menggerakkan ekonomi,” katanya, Senin (04/05/2026).
Lonjakan pengunjung juga dirasakan oleh para pelaku UMKM. Pedagang makanan, minuman, hingga kerajinan lokal mengalami peningkatan penjualan dibanding hari biasa.
Selain dampak ekonomi, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk lebih mengenal sejarah dan budaya Sunda, khususnya terkait Mahkota Binokasih yang merupakan peninggalan penting Kerajaan Sunda.
“Mahkota ini diperkirakan dibuat pada abad ke-14 dengan kandungan emas sekitar 18,8 karat, dan memiliki nilai historis tinggi,” jelas Budi.
Baca Juga : O2SN SD Ciamis Digelar Olahraga Instrumen Bentuk Karakter Siswa
Kirab Binokasih menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milangkala Tatar Sunda yang ke-1.357 tahun. Momentum ini juga diiringi rencana penetapan 18 Mei sebagai Hari Jadi Tatar Sunda, merujuk pada berdirinya Kerajaan Sunda pada tahun 669 M.
Ke depan, kegiatan napak tilas Pajajaran direncanakan menjadi agenda tahunan. Selain melestarikan budaya, pemerintah berharap kegiatan ini terus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (NID)
