lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS – Desa Beber, Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis, ternyata menyimpan sejarah yang jauh lebih tua dari yang banyak diketahui masyarakat. Berdasarkan penelusuran sejarah yang dihimpun pemerintah desa, Desa Beber telah tercatat dalam arsip Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) sejak tahun 1686. Fakta tersebut kembali diangkat dalam peringatan Milangkala ke-340 Desa Beber, Minggu (5/7/2026), sebagai upaya mengenalkan sejarah desa kepada generasi muda sekaligus memperkuat identitas budaya yang telah diwariskan selama lebih dari tiga abad.
Peringatan hari jadi desa tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Pemerintah Desa Beber menjadikannya sebagai momentum untuk mengingat kembali perjalanan panjang desa, mulai dari masa awal berdirinya hingga berkembang menjadi salah satu desa di Kecamatan Cimaragas seperti saat ini.
Sejarah Desa Beber Ciamis Berawal dari Arsip VOC Tahun 1686
Kepala Desa Beber, Abdul Wahid Miftah Sofa, mengatakan hasil penelusuran sejarah menunjukkan Desa Beber telah eksis sejak abad ke-17 sebagai bagian dari Distrik Galuh Kawasen.
Dalam catatan tersebut, wilayah Beber kala itu dipimpin oleh tokoh yang dikenal sebagai Eyang Wirayuda Beber dan dihuni sekitar 12 kepala keluarga.
Komoditas utama masyarakat saat itu adalah lada dan kapulaga yang menjadi hasil bumi penting pada masa perdagangan VOC. Sementara penyebaran ajaran Islam di wilayah tersebut dilakukan oleh seorang ulama bernama Mama Barhida, yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang menetapkan batas wilayah Desa Beber.
Milangkala ini kami laksanakan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan terhadap sejarah panjang Desa Beber. Kami ingin generasi sekarang mengetahui siapa pendiri desa dan bagaimana perjalanan desa ini hingga menjadi seperti sekarang,” ujar Miftah.
Dari Permukiman Kecil Menjadi Desa yang Terus Berkembang
Perjalanan Desa Beber terus mengalami perubahan seiring perkembangan zaman.
Menurut Miftah, pada tahun 1880 Desa Beber resmi dibentuk sebagai pemerintahan desa dengan Raden Mas Cakra Jayasantana sebagai kepala desa pertama.
Pusat pemerintahan desa awalnya berada di Pasirgintung, sebelum dipindahkan ke Pasirnangka atau Sirnarasa pada tahun 1943 yang hingga kini masih menjadi pusat pemerintahan desa.
Perubahan juga terjadi pada wilayah administratif.
Awalnya Desa Beber terdiri dari lima dusun, kemudian berkembang menjadi enam, tujuh, hingga delapan dusun.
Pada tahun 2008 dilakukan pemekaran wilayah sehingga kini Desa Beber terdiri atas empat dusun, yaitu Sirnarasa, Pasirnangka, Goler, dan Mekarsari, sementara sebagian wilayah lainnya menjadi Desa Jayaraksa.
Ziarah ke Makam Leluhur Jadi Bagian Milangkala
Dalam rangkaian Milangkala ke-340, Pemerintah Desa Beber menggelar sejumlah kegiatan religius dan budaya.
Selain Khotmil Qur’an, masyarakat bersama pemerintah desa melakukan ziarah ke 29 makam tokoh masyarakat serta mantan kepala desa sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu.
Ziarah juga dilakukan ke makam para tokoh pendiri Desa Beber, di antaranya Mama Barhida, Eyang Wirayuda, Mbah Garung, dan Mama Mulya.
Menurut Miftah, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan desa tidak bisa dipisahkan dari jasa para pendahulu yang telah meletakkan fondasi kehidupan masyarakat hingga saat ini.
Kami ingin masyarakat tidak melupakan sejarah. Desa yang besar adalah desa yang menghargai jasa para leluhurnya,” katanya.
Milangkala Jadi Media Edukasi Sejarah
Pemerintah Desa Beber berharap peringatan hari jadi desa tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata.
Milangkala diharapkan menjadi ruang edukasi agar sejarah lokal tetap hidup dan dikenal generasi muda di tengah derasnya perkembangan zaman.
Kini, setelah lebih dari 340 tahun perjalanan sejarahnya, Desa Beber yang berpenduduk sekitar 3.017 jiwa terus berkembang tanpa meninggalkan identitas serta nilai-nilai sejarah yang menjadi bagian penting dari perjalanan masyarakatnya.
Perjalanan panjang dari sebuah permukiman kecil yang telah tercatat dalam arsip VOC hingga menjadi desa yang terus membangun menjadi pengingat bahwa sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi fondasi bagi arah pembangunan di masa depan. (FSL/HS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
