lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Perjalanan Spanyol menuju final Piala Dunia 2026 dimulai dengan kebuntuan, lalu berubah menjadi demonstrasi penguasaan bola dan pertahanan nyaris sempurna. La Roja belum pernah kalah dalam tujuh pertandingan dan hanya kebobolan satu gol.
Tim asuhan Luis de la Fuente tidak selalu menang besar. Namun, mereka mampu menyesuaikan permainan terhadap karakter setiap lawan. Ketika penguasaan bola tidak cukup, kedalaman skuad dan pemain pengganti menjadi pembeda. Kini Argentina menjadi rintangan terakhir dalam perburuan gelar dunia kedua.
Bangkit setelah Ditahan Tanjung Verde
Spanyol mengawali Grup H dengan hasil mengejutkan. Juara Eropa tersebut ditahan Tanjung Verde tanpa gol. Dominasi penguasaan bola tidak menghasilkan banyak peluang bersih karena pertahanan rapat tim debutan asal Afrika itu.
Kebuntuan tersebut memaksa De la Fuente mengubah pendekatan. Spanyol tampil lebih vertikal dan agresif ketika menghadapi Arab Saudi. Hasilnya terlihat sejak menit awal.
Lamine Yamal membuka keunggulan pada menit ke-10 sekaligus mencetak gol pertamanya di Piala Dunia. Mikel Oyarzabal menambahkan dua gol, sementara gol bunuh diri Hassan Altambakti melengkapi kemenangan 4-0. Spanyol tidak hanya menguasai bola, tetapi juga lebih cepat menyerang ruang di belakang pertahanan lawan. (Reuters)
Uruguay memberikan tekanan fisik lebih kuat pada pertandingan terakhir grup. Alex Baena akhirnya menjadi pemecah kebuntuan melalui tendangan keras pada menit ke-42. Kemenangan 1-0 mengantarkan Spanyol ke fase gugur sebagai juara Grup H dengan tujuh poin.
La Roja mencetak lima gol dan tidak kebobolan selama fase grup. Hasil itu menjadi fondasi penting dalam perjalanan Spanyol, terutama ketika tingkat kesulitan pertandingan terus meningkat.
Merino Jadi Pembeda, Prancis Dibuat Tak Berdaya
Austria menjadi lawan Spanyol pada babak 32 besar. Mikel Oyarzabal mencetak dua gol, sedangkan Pedro Porro menyumbangkan satu gol dalam kemenangan 3-0. Austria bahkan tidak mampu mencatatkan satu tembakan tepat sasaran. (Associated Press)
Derbi Iberia melawan Portugal pada babak 16 besar menghadirkan ujian berbeda. Spanyol menguasai permainan, tetapi berkali-kali digagalkan pertahanan Portugal dan penyelamatan Diogo Costa.
Saat pertandingan terlihat akan memasuki perpanjangan waktu, pemain pengganti Mikel Merino muncul sebagai penentu. Ia mencetak gol pada menit ke-91, hanya enam menit setelah masuk ke lapangan. Kemenangan 1-0 sekaligus mengakhiri perjalanan Cristiano Ronaldo dalam Piala Dunia. (Reuters)
Merino kembali menentukan hasil ketika Spanyol menghadapi Belgia pada perempat final. Fabián Ruiz membawa La Roja unggul, tetapi Charles De Ketelaere menyamakan kedudukan. Gol tersebut menjadi satu-satunya yang bersarang di gawang Spanyol sepanjang turnamen.
De la Fuente memasukkan Merino pada menit ke-86. Dua menit kemudian, gelandang tersebut menyambar bola yang gagal diamankan kiper pengganti Senne Lammens. Spanyol menang 2-1 dan kembali ke semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi juara pada 2010.
Prancis menunggu pada babak empat besar dengan membawa lini serang berbahaya yang dipimpin Kylian Mbappé. Namun, Spanyol justru mengendalikan pertandingan melalui penguasaan bola, tekanan terorganisasi, dan disiplin dalam menutup jalur umpan.
Oyarzabal mencetak gol melalui penalti pada menit ke-22. Porro menggandakan keunggulan pada menit ke-58 setelah bertukar umpan dengan Dani Olmo. Prancis hanya mampu menghasilkan dua tembakan tepat sasaran dan harus menerima kekalahan 0-2. (Reuters)
Kemenangan tersebut menyempurnakan perjalanan Spanyol dengan enam kemenangan, satu hasil imbang, 13 gol, serta hanya satu kali kebobolan. La Roja juga mencapai 37 pertandingan tanpa kekalahan dan kini berjarak satu kemenangan dari gelar Piala Dunia kedua. (NS/AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
