lintaspriangan.com, BERITA BULU TANGKIS. Macau Open 2026 memasuki hari kedua, Rabu (17/6/2026), dengan sorotan besar tertuju pada perjuangan tiga tunggal putra Indonesia di babak 16 besar Macau Open Men. M. Yusuf, Shujiwo P. B., dan Richardo R. D. sama-sama membawa misi penting, tetapi datang dengan tantangan yang tidak seragam.
Di atas kertas, jadwal Macau Open 2026 hari kedua ini bukan sekadar deretan nama di papan pertandingan. Ada duel yang terlihat menguntungkan dari sisi ranking BWF, ada laga yang rawan karena tren lawan sedang lebih segar, dan ada pertandingan yang membuka peluang kejutan bagi wakil Indonesia di Macau Open.
M. Yusuf Punya Jalur Terbuka, Tapi Tetap Harus Menekan Sejak Awal
Duel M. Yusuf melawan Kuo K. L. dari Taiwan menjadi salah satu laga yang paling menarik untuk dibaca dari sisi peluang. M. Yusuf tercatat berada di peringkat BWF 52, jauh di atas Kuo K. L. yang berada di ranking 115. Selisih ini membuat tunggal putra Indonesia tersebut punya modal angka yang lebih kuat sebelum masuk lapangan.
Namun, badminton tidak pernah selesai hanya dengan ranking. Data lima pertandingan terakhir menunjukkan M. Yusuf belum datang dengan grafik yang sepenuhnya stabil. Ia mencatat dua kemenangan dan tiga kekalahan dalam lima laga terakhir. Dua kemenangan itu didapat atas Tsai C. dari Taiwan dan Lau J. H. M. dari Singapura. Sementara tiga kekalahan datang dari Sun C., Teeraratsakul P., dan Wang P.
Di sisi lain, Kuo K. L. juga sedang tidak berada dalam tren terbaik. Dari lima pertandingan terakhir, wakil Taiwan itu hanya meraih satu kemenangan dan menelan empat kekalahan. Salah satu kekalahan Kuo bahkan terjadi saat menghadapi wakil Indonesia lainnya, Shujiwo P. B., dengan skor 0-2.
Situasi ini membuat M. Yusuf layak ditempatkan sebagai pemain yang punya peluang lebih besar. Kuncinya ada pada keberanian menekan sejak reli awal. Jika Yusuf memberi ruang terlalu banyak, lawan yang secara ranking lebih rendah tetap bisa menemukan ritme. Dalam badminton, pemain yang terlambat panas sering baru sadar ketika angka di papan sudah keburu jauh. Raket memang ringan, tapi akibat lengahnya bisa berat.
Laga M. Yusuf vs Kuo K. L. juga bisa menjadi pembuka psikologis penting bagi tunggal putra Indonesia di Macau Open 2026. Kemenangan dari laga ini akan memberi nada positif bagi dua wakil Indonesia lain yang tampil setelahnya.
Shujiwo Hadapi Ujian Mental, Richardo Berburu Momentum
Laga Shujiwo P. B. melawan Lee Z. J. dari Malaysia punya karakter berbeda. Secara ranking BWF, Shujiwo unggul. Ia berada di peringkat 43, sementara Lee Z. J. menempati ranking 63. Artinya, dari sisi posisi dunia, Shujiwo punya dasar yang cukup kuat untuk lebih percaya diri.
Tetapi tren pertandingan terakhir memberi sinyal bahwa laga ini tidak boleh dibaca terlalu sederhana. Shujiwo memang menang atas Choi J. dan mendapat satu kemenangan walkover atas Park S. Y., tetapi ia juga menelan kekalahan dari Jeon H. J., Tanaka Y., dan Sun C. Tiga kekalahan itu datang dari pemain Korea Selatan, Jepang, dan China, negara-negara dengan tradisi tunggal putra yang kuat.
Sementara itu, Lee Z. J. datang dengan catatan tiga kemenangan dari lima laga terakhir. Ia menang atas Watanabe K., Daniswara A. G., dan Dalvi N. Meski sempat kalah dari Lee C. H. dan Dubovenko D., tren kemenangan Lee tetap memberi alarm bagi Shujiwo. Ranking memang berpihak kepada Indonesia, tetapi ritme pertandingan terakhir membuat duel ini berpotensi ketat.
Bagi Shujiwo, laga ini akan menjadi ujian pengelolaan tekanan. Ia tidak hanya harus menang angka, tetapi juga harus menang tempo. Jika mampu memegang kendali reli, memaksa lawan bergerak lebar, dan mengurangi kesalahan sendiri, peluang Shujiwo tetap terbuka besar.
Sementara itu, Richardo R. D. menghadapi tantangan berbeda saat bertemu George K. dari India. Dari sisi ranking BWF, Richardo berada di posisi 71, sedangkan George K. berada di ranking 51. Artinya, wakil India lebih unggul secara peringkat.
Namun, data lima pertandingan terakhir justru membuat laga ini menarik. George K. hanya mencatat satu kemenangan dari lima pertandingan terakhir. Ia kalah dari Hoh J., Lanier A., Shetty A., dan Gunawan J. Satu-satunya kemenangan dalam periode tersebut datang atas Loh K. Y.
Sebaliknya, Richardo datang dengan tren yang lebih hidup. Ia mencatat tiga kemenangan dan dua kekalahan dalam lima laga terakhir. Kemenangan atas Yimyit T., Zuidika L., dan Rajawat P. memperlihatkan bahwa Richardo punya modal momentum, meski secara ranking masih berada di bawah George.
Duel ini bisa menjadi peluang bagi Richardo untuk merusak hitungan di atas kertas. Jika mampu menjaga start, tidak terburu-buru menyerang, dan sabar membangun reli, ia punya kesempatan menekan George yang sedang tidak dalam performa terbaik.
Secara keseluruhan, Macau Open 2026 hari kedua menghadirkan tiga wajah berbeda bagi tunggal putra Indonesia. M. Yusuf membawa peluang paling terbuka. Shujiwo P. B. membawa keunggulan ranking, tetapi harus menjawab ancaman tren lawan. Richardo R. D. datang sebagai penantang yang bisa memanfaatkan momentum.
Dari tiga laga ini, Indonesia tidak hanya berburu tiket ke babak berikutnya, tetapi juga mencari penegasan bahwa sektor tunggal putra masih punya ruang bersaing di level Macau Open Men. Hari kedua akan menjadi ujian kecil, tapi maknanya besar. Sebab dalam turnamen seperti Macau Open 2026, satu kemenangan bisa membuka jalan; satu kelengahan bisa langsung menutup pintu.
Ikuti Tebak Tim & Skor Final 2026
Tebak dua tim finalis, skor akhir, dan juara. Tebakan tercepat dan paling akurat berpeluang menjadi pemenang.

