Kultum Aparatur 26: “Menjadi Aparatur yang Menyejukkan”

lintaspriangan.com, KULTUR. Dalam kehidupan masyarakat, konflik sering kali muncul bukan hanya karena persoalan besar, tetapi juga karena emosi yang tidak terkendali. Ketika perasaan marah mengambil alih, keputusan yang diambil sering kali justru memperkeruh keadaan.

Situasi seperti ini pernah terjadi jauh sebelum masa kenabian Rasulullah ﷺ, ketika masyarakat Makkah melakukan renovasi Ka’bah. Pada saat pembangunan hampir selesai, muncul persoalan besar: siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad kembali ke tempatnya.

kultum aparatur ramadhan lintas priangan

Bagi kabilah-kabilah Quraisy, kehormatan ini sangat besar. Masing-masing merasa paling berhak melakukannya. Ketegangan pun meningkat. Hampir saja terjadi pertumpahan darah karena setiap kelompok mempertahankan kehormatannya.

Di tengah situasi yang memanas, para pemuka Quraisy sepakat menyerahkan keputusan kepada orang pertama yang memasuki area Ka’bah keesokan harinya. Ternyata orang yang datang adalah Muhammad ﷺ, yang saat itu dikenal dengan gelar Al-Amīn, orang yang terpercaya.

Beliau tidak memihak satu kabilah saja. Dengan kebijaksanaan, beliau membentangkan kain, meletakkan Hajar Aswad di tengahnya, lalu meminta para pemimpin kabilah memegang setiap sisi kain tersebut dan mengangkatnya bersama-sama. Setelah itu, Rasulullah ﷺ sendiri menempatkan batu tersebut pada posisinya.

Dengan cara yang sederhana namun penuh kebijaksanaan, konflik besar berhasil diselesaikan tanpa pertikaian. Ketegangan yang hampir berubah menjadi konflik berubah menjadi kebersamaan.


Keutamaan Menahan Marah

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا تَغْضَبْ
Lā taghḍab.
“Janganlah engkau marah.”
(HR. Bukhari)

Dalam hadis ini, Rasulullah ﷺ mengulang nasihat tersebut beberapa kali kepada seorang sahabat yang meminta petunjuk. Para ulama menjelaskan bahwa larangan ini bukan berarti manusia tidak boleh memiliki emosi, tetapi agar seseorang mampu mengendalikan kemarahannya.

Dalam kitab Riyāḍuṣ Ṣāliḥīn, para ulama menegaskan bahwa menahan marah termasuk akhlak mulia yang dapat menjaga seseorang dari tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Pengendalian emosi adalah tanda kedewasaan jiwa dan kekuatan karakter.


Ramadhan Melatih Pengendalian Diri

Puasa tidak hanya melatih kita menahan lapar dan dahaga. Ramadhan juga melatih kemampuan untuk mengendalikan emosi.

Ketika seseorang mampu menahan diri dari hal-hal yang halal sekalipun selama berpuasa, maka seharusnya ia juga mampu menahan amarah dan sikap yang dapat melukai orang lain.

Inilah salah satu hikmah besar dari ibadah puasa: membentuk pribadi yang lebih tenang, sabar, dan menyejukkan bagi lingkungan sekitarnya.


Aparatur yang Menenangkan Masyarakat

Dalam kehidupan aparatur negara, kemampuan mengendalikan emosi memiliki peran yang sangat penting.

Aparatur sering berhadapan dengan berbagai situasi yang penuh tekanan: keluhan masyarakat, perbedaan pandangan, atau persoalan administrasi yang kompleks.

Jika emosi tidak terkelola dengan baik, pelayanan publik dapat berubah menjadi tegang dan tidak nyaman.

Sebaliknya, aparatur yang mampu bersikap tenang akan:

  • meredakan ketegangan,
  • menciptakan komunikasi yang sehat,
  • serta membantu menemukan solusi yang lebih baik.

Sikap yang menyejukkan sering kali menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat.


Harmoni Sosial dalam Kehidupan Berbangsa

Nilai kebangsaan dari pengendalian emosi adalah harmoni sosial.

Masyarakat yang harmonis tidak tercipta hanya melalui aturan dan kebijakan, tetapi juga melalui sikap dewasa dalam menyikapi perbedaan dan persoalan yang muncul.

Ketika para pemimpin dan aparatur mampu mengelola emosi dengan baik, masyarakat akan merasakan suasana yang lebih tenang dan kondusif.

Sebaliknya, emosi yang tidak terkendali sering kali menjadi pemicu konflik yang lebih besar.

Karena itu, ketenangan dalam bersikap adalah salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas kehidupan sosial.


Refleksi 26 Ramadhan

Ramadhan hari kedua puluh enam mengajak kita merenung:

Apakah kita mampu menahan emosi ketika menghadapi situasi yang sulit?
Apakah sikap kita dalam menghadapi masalah justru menyejukkan atau malah memperkeruh keadaan?
Apakah kita sudah berusaha menjadi pribadi yang membawa ketenangan bagi lingkungan sekitar?

Karena pada akhirnya, kekuatan seseorang tidak diukur dari kemampuannya meluapkan kemarahan, tetapi dari kemampuannya mengendalikan diri dalam situasi yang menegangkan.

Ramadhan mengajarkan bahwa aparatur yang menyejukkan adalah mereka yang mampu menjaga ketenangan di tengah tekanan. (AS)

PRIANGAN TIMUR

Sambutan Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya Akui Sempat Ingin Mundur

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sambutan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat...

Berhenti Saat Sambutan, Bupati Herdiat Tegur Bawahannya Gara-Gara Ini

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Momen tak biasa terjadi saat Bupati...

BPKPD Banjar Akui Dana Khusus Rp5,38 Miliar Dipakai Tidak Sesuai Peruntukan

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah atau...

Sebanyak 98 Titik dan 27.825 Warga Terdampak Krisis Air Bersih Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Krisis air bersih mulai meluas di...

5 Berita Positif Kabupaten Ciamis Sepanjang Juli 2026

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Di tengah tekanan fiskal dan sejumlah persoalan yang...

JAWA BARAT

9 Indikasi Korupsi Kabupaten Karawang Paling Telanjang, Belum Ada yang Digelandang?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Barang tidak pernah dikirim, tetapi dana BOS tetap...

Pemprov Setop Tambang Kapur, Bagaimana Nasib 95 Industri Pengolahan?

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Hingga Rabu (29/7/2026), penghentian sementara produksi dan...

Tiga Bulan Warga Bogor Jadi Sandera di Somalia, Siapa Bertanggung Jawab?

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Komisi I DPR RI pada Rabu (29/7/2026)...

Pilkades Sumedang Tak Sepenuhnya Digital, 337 TPS Tetap Manual

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Pilkades Sumedang 2026 mulai memasuki babak digital....

32 Angkot Listrik Bandara Husein Masih Tunggu Lampu Hijau

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Sebanyak 32 angkot listrik Bandara Husein disiapkan...

Job Fair Bandung Barat: Ada Lowongan Kerja Dalam dan Luar Negeri

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG.  Job Fair Bandung Barat digelar di Aula...

Sekolah Nasional Terintegrasi, Apa Bedanya dari Sekolah Biasa?

Kabupaten Cianjur menjadi salah satu daerah yang mulai menjalankan...

Nyuhun Buhun Tiba di Ujung Genteng Sukabumi Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Semangat pelestarian tradisi Sunda bertajuk nyuhun buhun...

Olahraga

Popular Categories