Kultum Aparatur 22: “Musyawarah, Kekuatan Keputusan”

lintaspriangan.com, KULTUR. Menjelang Perang Uhud, Rasulullah ﷺ menghadapi situasi yang tidak mudah. Pasukan Quraisy dari Makkah sedang bergerak menuju Madinah dengan kekuatan besar. Kaum Muslimin harus menentukan strategi: bertahan di dalam kota atau keluar menghadapi musuh di medan terbuka.

Rasulullah ﷺ sebenarnya memiliki pandangan untuk bertahan di Madinah. Strategi ini dinilai lebih aman karena memungkinkan kaum Muslimin mempertahankan kota dengan posisi yang lebih kuat. Namun sebelum keputusan diambil, Rasulullah ﷺ mengumpulkan para sahabat untuk bermusyawarah.

kultum aparatur ramadhan lintas priangan

Para sahabat menyampaikan pandangan mereka dengan terbuka. Sebagian besar, terutama generasi muda yang belum ikut Perang Badar, mengusulkan agar pasukan Muslim keluar dari Madinah dan menghadapi musuh secara langsung di medan Uhud.

Setelah mendengar berbagai pendapat, Rasulullah ﷺ menerima keputusan hasil musyawarah tersebut, meskipun berbeda dengan pandangan awal beliau.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa dalam kepemimpinan Islam, keputusan yang baik tidak selalu lahir dari satu pikiran saja. Ia lahir dari kebersamaan dalam mempertimbangkan berbagai pandangan.

Musyawarah menjadi kekuatan kolektif dalam mengambil keputusan.


Prinsip Musyawarah dalam Islam

Allah SWT berfirman:

وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ
Wa amruhum syūrā bainahum

“Dan urusan mereka diputuskan dengan musyawarah di antara mereka.”
(QS. Asy-Syura: 38)

Ayat ini menjelaskan bahwa musyawarah adalah prinsip penting dalam kehidupan bermasyarakat. Para ulama menjelaskan bahwa syura (musyawarah) mencerminkan sikap saling menghargai, keterbukaan terhadap pendapat orang lain, serta kesadaran bahwa kebenaran sering kali muncul dari pertukaran gagasan.

Musyawarah juga mencerminkan kerendahan hati seorang pemimpin. Ia tidak merasa paling benar, tetapi bersedia mendengarkan pandangan orang lain demi kebaikan bersama.

Ramadhan menjadi momentum untuk menumbuhkan sikap rendah hati dan keterbukaan dalam mengambil keputusan.


Musyawarah dalam Lingkungan Aparatur

Dalam kehidupan aparatur negara, banyak keputusan yang berdampak luas bagi masyarakat. Karena itu, proses pengambilan keputusan tidak seharusnya dilakukan secara sepihak.

Musyawarah membantu memperkaya perspektif.
Pendapat yang beragam dapat memperkuat kualitas kebijakan.
Diskusi yang terbuka dapat mencegah kesalahan yang mungkin luput dari satu sudut pandang.

Budaya musyawarah juga memperkuat rasa memiliki dalam organisasi. Ketika aparatur dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan, mereka akan merasa menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar pelaksana.

Musyawarah bukan tanda kelemahan kepemimpinan. Justru ia menunjukkan kedewasaan dalam memimpin.


Demokrasi dan Partisipasi Kebangsaan

Nilai kebangsaan dari musyawarah adalah demokrasi dan partisipasi.

Indonesia memiliki tradisi musyawarah yang kuat dalam kehidupan sosial. Dari tingkat desa hingga tingkat nasional, musyawarah menjadi sarana untuk mencapai keputusan yang adil dan diterima bersama.

Dalam konteks pemerintahan modern, partisipasi publik menjadi bagian penting dalam memperkuat legitimasi kebijakan. Kebijakan yang lahir dari proses yang terbuka dan partisipatif akan lebih mudah diterima oleh masyarakat.

Dengan demikian, musyawarah bukan hanya nilai budaya, tetapi juga fondasi penting dalam kehidupan berbangsa.


Refleksi 22 Ramadhan

Ramadhan hari kedua puluh dua mengajak kita merenung:

Apakah kita sudah terbuka terhadap pendapat orang lain?
Apakah kita menghargai pandangan yang berbeda?
Apakah keputusan yang kita ambil sudah melalui pertimbangan bersama?

Karena sering kali, keputusan terbaik lahir dari kebijaksanaan kolektif.

Ramadhan mengajarkan: musyawarah memperkuat keputusan. Dari dialog yang jujur dan terbuka, lahir kebijakan yang adil bagi bangsa.


Rubrik Kultum Aparatur Ramadhan atau Kultur merupakan rubrik asuhan Abu Qinan.


kultum aparatur ramadhan lintas priangan

PRIANGAN TIMUR

Sambutan Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya Akui Sempat Ingin Mundur

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sambutan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat...

Berhenti Saat Sambutan, Bupati Herdiat Tegur Bawahannya Gara-Gara Ini

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Momen tak biasa terjadi saat Bupati...

BPKPD Banjar Akui Dana Khusus Rp5,38 Miliar Dipakai Tidak Sesuai Peruntukan

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah atau...

Sebanyak 98 Titik dan 27.825 Warga Terdampak Krisis Air Bersih Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Krisis air bersih mulai meluas di...

5 Berita Positif Kabupaten Ciamis Sepanjang Juli 2026

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Di tengah tekanan fiskal dan sejumlah persoalan yang...

JAWA BARAT

9 Indikasi Korupsi Kabupaten Karawang Paling Telanjang, Belum Ada yang Digelandang?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Barang tidak pernah dikirim, tetapi dana BOS tetap...

Pemprov Setop Tambang Kapur, Bagaimana Nasib 95 Industri Pengolahan?

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Hingga Rabu (29/7/2026), penghentian sementara produksi dan...

Tiga Bulan Warga Bogor Jadi Sandera di Somalia, Siapa Bertanggung Jawab?

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Komisi I DPR RI pada Rabu (29/7/2026)...

Pilkades Sumedang Tak Sepenuhnya Digital, 337 TPS Tetap Manual

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Pilkades Sumedang 2026 mulai memasuki babak digital....

32 Angkot Listrik Bandara Husein Masih Tunggu Lampu Hijau

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Sebanyak 32 angkot listrik Bandara Husein disiapkan...

Job Fair Bandung Barat: Ada Lowongan Kerja Dalam dan Luar Negeri

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG.  Job Fair Bandung Barat digelar di Aula...

Sekolah Nasional Terintegrasi, Apa Bedanya dari Sekolah Biasa?

Kabupaten Cianjur menjadi salah satu daerah yang mulai menjalankan...

Nyuhun Buhun Tiba di Ujung Genteng Sukabumi Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Semangat pelestarian tradisi Sunda bertajuk nyuhun buhun...

Olahraga

Popular Categories