Kecamatan Paling Rawan Bencana di Kabupaten Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kabupaten Tasikmalaya kembali dihadapkan pada kenyataan bahwa ancaman bencana masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Sepanjang tahun 2025, wilayah ini mencatat 328 kejadian bencana alam, sebuah angka yang tidak bisa dianggap sepele. Dari ratusan kejadian tersebut, tanah longsor menjadi jenis bencana yang paling mendominasi dan sekaligus menegaskan karakter geografis Tasikmalaya yang rawan.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan, kerawanan tidak tersebar merata. Ada kecamatan-kecamatan tertentu yang berulang kali terdampak, baik akibat kondisi alam, curah hujan tinggi, maupun faktor lingkungan lainnya. Dari seluruh wilayah, Sodonghilir, Cigalontang, dan Sukahening tercatat sebagai tiga kecamatan dengan jumlah kejadian bencana terbanyak sepanjang 2025.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa pembahasan bencana di Kabupaten Tasikmalaya tidak cukup hanya berhenti pada angka, tetapi juga harus menyentuh wilayah dan masyarakat yang hidup berdampingan langsung dengan risiko tersebut.

Sodonghilir, Kecamatan dengan Kejadian Bencana Terbanyak

Sepanjang 2025, Kecamatan Sodonghilir menempati posisi teratas sebagai wilayah paling rawan bencana di Kabupaten Tasikmalaya. Total 29 kejadian bencana tercatat terjadi di kecamatan ini dalam kurun satu tahun.

Dari jumlah tersebut, tanah longsor mendominasi dengan 27 kejadian, disusul 1 kejadian angin kencang dan 1 kejadian banjir. Tingginya frekuensi longsor di Sodonghilir tidak lepas dari kondisi topografi perbukitan serta intensitas hujan yang kerap tinggi, terutama pada musim penghujan.

Bagi warga Sodonghilir, bencana bukan sekadar peristiwa sesaat. Longsor kerap berdampak pada akses jalan, lahan pertanian, hingga aktivitas ekonomi warga. Tidak jarang, masyarakat harus bergotong royong membuka akses jalan atau membersihkan material longsor sebelum bantuan tiba.

Kondisi ini menjadikan Sodonghilir sebagai salah satu titik prioritas dalam upaya pengurangan risiko bencana di Kabupaten Tasikmalaya, baik melalui mitigasi struktural maupun peningkatan kesiapsiagaan warga.

Cigalontang dan Sukahening, Wilayah dengan Kerawanan Tinggi

Di posisi kedua, Kecamatan Cigalontang mencatat 23 kejadian bencana sepanjang 2025. Rinciannya terdiri dari 16 kejadian tanah longsor, 5 angin kencang, serta masing-masing 1 kejadian pergerakan tanah dan bencana lain-lain.

Cigalontang dikenal memiliki wilayah perbukitan yang cukup luas, dengan permukiman dan lahan pertanian yang berada di lereng-lereng rawan. Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dan durasi panjang, risiko longsor dan pergerakan tanah meningkat secara signifikan.

Sementara itu, Kecamatan Sukahening berada di urutan ketiga dengan 21 kejadian bencana. Jenis bencana yang terjadi di wilayah ini cukup beragam, mulai dari 13 tanah longsor, 3 angin kencang, 2 banjir, 2 pergerakan tanah, hingga 1 kejadian bencana lain-lain.

Variasi jenis bencana di Sukahening menunjukkan bahwa kerawanan tidak hanya berasal dari satu faktor. Selain kondisi tanah dan kontur wilayah, sistem drainase, tutupan lahan, serta aktivitas manusia turut memengaruhi tingkat risiko yang dihadapi masyarakat.

Peringatan Dini dan Kesiapsiagaan Warga Jadi Kunci

Tingginya kejadian bencana di tiga kecamatan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa bencana di Kabupaten Tasikmalaya bukan sekadar isu musiman. Perubahan cuaca, kondisi alam, dan tekanan lingkungan membuat risiko bencana bisa terjadi kapan saja.

Peningkatan kewaspadaan menjadi langkah paling realistis yang dapat dilakukan bersama. Mulai dari mengenali tanda-tanda awal longsor, menjaga saluran air tetap bersih, hingga tidak melakukan aktivitas yang memperparah kerusakan lingkungan di wilayah rawan.

Di sisi lain, data bencana ini juga menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan mitigasi yang lebih tepat sasaran. Penanganan wilayah rawan tidak hanya membutuhkan respons darurat, tetapi juga perencanaan jangka panjang yang melibatkan masyarakat secara aktif.

Pada akhirnya, kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petugas kebencanaan. Kesadaran warga, kepedulian terhadap lingkungan, serta budaya saling mengingatkan menjadi fondasi penting agar Kabupaten Tasikmalaya semakin tangguh menghadapi bencana di masa mendatang.

Karena satu hal yang pasti, bencana mungkin tidak bisa dicegah sepenuhnya, tetapi dampaknya selalu bisa dikurangi—jika semua pihak waspada sejak awal. (AR)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Oknum Aparat dan Ormas Diduga Bekingi Miras di Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peredaran minuman keras (miras) di Kabupaten...

560 Liter Pertalite dan 6 Barcode Nelayan: Ada Apa di Balik Kasus SL?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA — Kasus dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi...

BPBD Catat Kebakaran Lahan Cibenda Sekitar 1 Hektare di Dua Dusun

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mencatat...

Agenda Budaya Ciamis: Merlawu Gandoang 28 Agustus, Nyangku Panjalu 7 September

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Agenda budaya Ciamis memasuki rangkaian berikutnya setelah...

GUNTARA dan GEMAS Digelar di Garut Hari Ini, Peserta dari 27 Daerah

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Puncak GUNTARA dan GEMAS tingkat Jawa Barat...

JAWA BARAT

Harpernas 2026, Rumah Layak Huni Indramayu Tertinggi di Jabar; 2.200 Rutilahu Ditargetkan Dibedah

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Peringatan Hari Perumahan Nasional (Harpernas), Selasa, 25 Agustus...

Perubahan RKPD Purwakarta 2026 Berlaku, Jadi Acuan Penyusunan APBD Perubahan

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA.  Perubahan RKPD Purwakarta 2026 tercatat sebagai salah...

Eagle Fight Championship Digelar di Cirebon 23 Agustus, 80 Petarung Dijadwalkan Berlaga

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Eagle Fight Championship dijadwalkan digelar di Wahaha...

Sumedang Swimming Sprint Masuki Hari Terakhir 23 Agustus, 1.556 Atlet Berlaga

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Sumedang Swimming Sprint KA IV dijadwalkan memasuki...

Pameran Alutsista Bekasi Berlanjut 23 Agustus, Panser Anoa Bisa Dilihat Warga

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Pameran alutsista Bekasi masih dijadwalkan berlangsung di...

Bandung Art Month 9 Mulai 23 Agustus, Berlangsung Sebulan di Berbagai Ruang Seni

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Bandung Art Month 9 memasuki periode penyelenggaraan mulai...

Gempa M5,8 Guncang Sumur Banten, Disusul M3,8: Warga agar Waspada

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,8...

Bandung Great Sale Mulai 21 Agustus, Lebih dari 700 Pelaku Usaha Terlibat

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Bandung Great Sale 2026 dijadwalkan mulai Jumat,...

Olahraga

Popular Categories