MBG di Tasikmalaya Dipungut Iuran, Wali Kota Viman Langsung Bersuara

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sejumlah warga di beberapa kelurahan Kota Tasikmalaya mengeluhkan adanya pungutan dalam pembagian Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Isu MBG di Tasikmalaya dipungut iuran itu mulai mencuat sejak awal Oktober setelah beredar di media sosial dan grup pesan warga.

Seorang ibu penerima manfaat di wilayah Kecamatan Kawalu menuturkan bahwa dirinya diminta membayar Rp5.000 ketika mengambil paket MBG. Uang itu disebut sebagai โ€œbiaya operasionalโ€, namun tidak dijelaskan secara resmi. Keluhan serupa muncul dari warga di kelurahan lain. Mereka menganggap iuran tersebut tidak sesuai dengan semangat program yang seharusnya membantu keluarga kurang mampu tanpa beban biaya.

โ€œKatanya untuk kantong plastik dan bensin, tapi tidak semua warga sanggup bayar. Kalau tidak bayar, kadang tidak kebagian,โ€ ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Cerita seperti ini kemudian menyebar cepat dan membuat banyak penerima bertanya-tanya tentang aturan resmi program tersebut.


Viman Tegaskan: MBG Harus Gratis

Mengetahui laporan itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi langsung memberikan pernyataan tegas. Ia menegaskan bahwa MBG di Tasikmalaya dipungut iuran merupakan pelanggaran terhadap ketentuan program.

โ€œProgram MBG itu harus gratis. Tidak boleh ada pungutan dalam bentuk apa pun. Kalau memang ada yang memungut iuran, kami akan tindak,โ€ ujar Viman dalam keterangan tertulis, Senin (14/10/2025).

Ia menginstruksikan Dinas Sosial serta camat dan lurah untuk turun langsung ke lapangan. Tim pemeriksa ditugaskan menelusuri pihak yang melakukan pungutan serta memastikan distribusi berjalan sesuai prosedur. Viman juga meminta agar kader atau pelaksana program tidak menggunakan alasan biaya operasional untuk menarik uang dari warga.

โ€œPemerintah sudah menyiapkan anggaran operasional. Kalau masih ada pungutan, itu berarti ada penyimpangan. Kami akan perbaiki sistem distribusinya,โ€ tambahnya.


Dinas Sosial Turun Tangan

Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Rudi Hermawan, menyatakan pihaknya sedang melakukan klarifikasi bersama perwakilan BKKBN Jawa Barat dan pihak pelaksana MBG. Tim gabungan memeriksa laporan warga, bukti pungutan, dan daftar penerima bantuan.

Menurut Rudi, ada kemungkinan pungutan itu dilakukan oleh oknum di lapangan dengan alasan biaya tambahan distribusi. Namun ia menegaskan, semua biaya operasional sudah masuk dalam anggaran pusat dan daerah. โ€œKami sudah menerima laporan lengkapnya. Bila terbukti ada unsur pemaksaan, kami akan beri sanksi,โ€ katanya.

Selain memeriksa lokasi, Dinas Sosial juga membuka kanal pengaduan melalui nomor layanan resmi dan media sosial pemerintah kota. Warga yang merasa diminta iuran diminta melapor dengan menyertakan bukti seperti nota atau rekaman.


Klarifikasi di Lapangan dan Reaksi Warga

Di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kawalu, tim pengawas telah memanggil beberapa kader dan koordinator distribusi. Mereka mengakui adanya iuran sukarela dari penerima, namun menegaskan tidak ada unsur paksaan. Meskipun demikian, pemerintah menilai praktik itu tetap menyalahi aturan karena bisa menimbulkan persepsi negatif terhadap program MBG.

Beberapa warga menyambut baik langkah cepat pemerintah. โ€œBagus kalau langsung diselidiki. Program ini sangat membantu, jangan sampai dirusak oleh pungutan,โ€ ujar Wati, warga penerima MBG.

Namun ada juga warga yang berharap pemerintah memberikan solusi nyata bagi kader yang ikut bekerja di lapangan. โ€œKalau memang tidak boleh ada iuran, pemerintah sebaiknya menambah insentif bagi petugas,โ€ ujar salah satu kader posyandu.


Transparansi Jadi Kunci

Program MBG merupakan bagian dari upaya nasional untuk meningkatkan status gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Paket bantuan berisi bahan makanan pokok, telur, dan susu yang dibagikan setiap bulan. Pemerintah menargetkan tidak ada lagi keluarga miskin yang kesulitan memenuhi kebutuhan gizi anak.

Ketika MBG di Tasikmalaya dipungut iuran, kepercayaan masyarakat terhadap program sosial bisa menurun. Oleh karena itu, Pemkot Tasikmalaya menyiapkan langkah korektif, termasuk memperkuat pengawasan di tingkat kelurahan serta membuka laporan publik secara berkala.

Wali Kota Viman berjanji hasil evaluasi akan diumumkan terbuka. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap melapor bila menemukan praktik pungutan lain. โ€œProgram ini milik rakyat. Jangan biarkan niat baik pemerintah dicederai oleh oknum,โ€ tegasnya.


Warga Diminta Aktif Melapor

Pemerintah mengingatkan warga agar aktif melaporkan setiap bentuk pungutan pada pembagian bantuan sosial, termasuk MBG. Laporan dapat dikirim ke kantor kelurahan, Dinas Sosial, atau kanal resmi pemerintah kota.

Kasus MBG di Tasikmalaya dipungut iuran menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk menjaga transparansi dan kepercayaan publik. Pemerintah menegaskan bahwa setiap rupiah bantuan harus sampai utuh kepada penerima, tanpa potongan dan tanpa beban tambahan. (GPS)

PRIANGAN TIMUR

Hilang Sejak Sore, Seorang Kakek Ditemukan Meninggal di Bendungan Panawangan Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Harapan keluarga untuk menemukan Eman (81)...

Lansia 70 Tahun Tolak Pengakuan Bersalah, Sidang Dugaan Penipuan Rumah di Banjar Memanas

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Sidang perdana kasus dugaan penipuan rumah...

Lolos Enam Lapis Seleksi, Dua Pelajar Kota Tasikmalaya Menuju Paskibraka Jabar

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA. Enam lapis seleksi telah dilewati. Kini, Muhammad...

Hamil 5 Bulan, Dugaan Perkosaan Anak di Pangandaran Terbongkar

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Kasus dugaan perkosaan anak di Pangandaran...

Hujan Meteor Jumat Malam, Bisakah Terlihat dari Priangan Timur?

lintaspriangan.com,ย BERITA PRIANGAN. Langit Priangan Timur masih berpeluang memperlihatkan meteor...

JAWA BARAT

Sekolah Rakyat Cirebon Resmi Beroperasi, 540 Anak dari Empat Daerah Mulai Tempati Asrama

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Program Sekolah Rakyat Cirebon resmi memasuki...

127.206 Mahasiswa PTS Nonaktif, Alarm Serius Jabar-Banten

lintaspriangan.com,ย BERITA JABAR. Sebanyak 127.206 mahasiswa PTS nonaktif masih...

Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabar Hari Ini, Mana Saja?

lintaspriangan.com,ย BERITA JABAR. Hujan lebat dan angin kencang di Jabar...

9 Indikasi Korupsi Kabupaten Karawang Paling Telanjang, Belum Ada yang Digelandang?

lintaspriangan.com,ย BERITAย KARAWANG. Barang tidak pernah dikirim, tetapi dana BOS tetap...

Pemprov Setop Tambang Kapur, Bagaimana Nasib 95 Industri Pengolahan?

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. Hingga Rabu (29/7/2026), penghentian sementara produksi dan...

Tiga Bulan Warga Bogor Jadi Sandera di Somalia, Siapa Bertanggung Jawab?

lintaspriangan.com,ย BERITA BOGOR. Komisi I DPR RI pada Rabu (29/7/2026)...

Pilkades Sumedang Tak Sepenuhnya Digital, 337 TPS Tetap Manual

lintaspriangan.com,ย BERITA SUMEDANG. Pilkades Sumedang 2026 mulai memasuki babak digital....

32 Angkot Listrik Bandara Husein Masih Tunggu Lampu Hijau

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. Sebanyak 32 angkot listrik Bandara Husein disiapkan...

Olahraga

Popular Categories