Wabup: Data Anak Putus Sekolah di Tasikmalaya Harus Divalidasi

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Wakil Bupati Tasikmalaya menegaskan perlunya validasi menyeluruh terhadap angka anak putus sekolah yang selama ini beredar. Angka yang disebut sekitar 29 ribu anak dianggap belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya, terutama karena ada temuan di lapangan bahwa data tersebut berpotensi tumpang tindih dengan kelompok lain—termasuk para santri yang justru sedang aktif menimba ilmu di pesantren.

Data Harus Divalidasi

Wakil Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah tidak menolak angka yang muncul, namun menekankan bahwa keabsahannya harus diuji ulang. “Kita tidak menafikan jumlah itu. Tapi angka ini perlu dicermati lagi, jangan sampai kita panik padahal sumber datanya belum benar-benar bersih,” ujarnya.

Menurutnya, pendataan di beberapa kecamatan menunjukkan gejala berulang: anak yang tercatat putus sekolah ternyata sedang mondok. Karena proses pencatatan di pesantren tidak selalu terhubung dengan sistem pendidikan formal pemerintah, banyak santri secara otomatis masuk kategori drop out—padahal mereka mengikuti pendidikan penuh.

- Advertisement -

Wabup Asep menilai hal tersebut sebagai salah satu penyebab angka terlihat membengkak. “Mereka itu belajar. Mereka tidak menghilang dari dunia pendidikan. Tapi karena sistem pencatatan tidak saling nyambung, mereka masuk daftar putus sekolah,” katanya.

Situasi ini menimbulkan keprihatinan karena pemerintah harus mengambil kebijakan berdasarkan data. Jika datanya keliru, kebijakannya pun bisa meleset.

Perlu Sinkronisasi Pesantren–Pemerintah

Untuk mengurai persoalan ini, Wabup Asep mendorong agar ada sinkronisasi data antara pesantren, dinas pendidikan, dan aparat kecamatan. Ia menilai proses pendataan tidak boleh dilakukan terburu-buru, sebab menyangkut nasib ribuan anak dalam program intervensi pemerintah.

“Kalau kita tetap memakai angka 29 ribu, tetapi tidak memeriksa siapa saja yang termasuk di dalamnya, kita bisa salah langkah. Bisa jadi ribuan di antaranya santri aktif, bukan putus sekolah,” jelasnya.

Beberapa pesantren juga mengaku selama ini tidak pernah diminta memasukkan data santri ke dalam sistem pendidikan formal, sehingga tidak heran bila banyak nama muncul sebagai tidak sekolah. Ini bukan kesalahan pesantren, melainkan ketidakterhubungan sistem.

Wabup menambahkan bahwa pembacaan data harus lebih teliti, terutama dalam membedakan anak yang memang berhenti sekolah karena faktor ekonomi, pernikahan dini, atau tidak minat sekolah, dengan anak yang memilih jalur pendidikan nonformal berbasis pesantren.

“Kalau kita salah mengelompokkan, nanti intervensi kita tidak tepat sasaran. Yang seharusnya mendapat bantuan bisa tidak tersentuh, sementara yang sedang belajar malah ikut disasar,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah akan melakukan verifikasi faktual mulai dari desa hingga kecamatan. Aparat kewilayahan diminta untuk melakukan pengecekan nama per nama, termasuk memastikan apakah anak tersebut benar-benar berhenti sekolah atau sedang mengikuti pendidikan berbasis pesantren.

Dinas Pendidikan pun akan bekerja sama dengan Kementerian Agama untuk melakukan pemutakhiran data santri. Dengan begitu, para santri tidak lagi tercatat sebagai putus sekolah di sistem pemerintah.

“Saya ingin angka 29 ribu itu benar-benar mencerminkan realitas. Kalau setelah divalidasi ternyata turun karena banyak yang ternyata santri, itu kabar baik. Tapi kalau memang angka itu real, berarti kita tahu titik masalahnya dan bisa bergerak lebih cepat,” tegas Wabup.

Ia berharap proses validasi ini membuat kebijakan pendidikan lebih terarah, terutama dalam mencegah anak yang benar-benar rentan dari risiko putus sekolah.

Intinya, data itu fondasi. Kalau fondasinya goyah, bangunannya ikut goyah.

Dengan validasi data yang lebih rapi, pemerintah optimistis bisa membuat program intervensi yang lebih tepat, sekaligus memastikan bahwa setiap anak di Kabupaten Tasikmalaya, baik yang sekolah formal maupun mondok, terhitung dan terlayani sebagaimana mestinya.

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Seperempat Abad Kota Tasikmalaya, Aslim: Mungkin Berubah, tapi Tak Boleh Kehilangan Arah

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Dua puluh lima tahun bukan waktu...

Kejari Kota Banjar Jelaskan Perwalian Anak, Penetapan Pengadilan Jadi Dasar Perlindungan Hak

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjar menjelaskan pentingnya...

Sekolah Rakyat Permanen Kota Tasikmalaya Ditargetkan Dibangun Awal 2027, Pengadaan Lahan Belum Selesai

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kota Tasikmalaya menargetkan pembangunan Sekolah...

Cek Kesehatan Gratis Kota Tasikmalaya Dibuka 17 Oktober 2026 di Plaza Asia, Berlangsung Empat Hari

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kota Tasikmalaya menjadwalkan cek kesehatan...

BAZNAS Ciamis Kelola 417 UPZ, Bidik 15 Kampung Zakat untuk Perkuat Ekonomi Desa

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. – BAZNAS Kabupaten Ciamis mendorong pengelolaan...

JAWA BARAT

Warga Cisalada Purwakarta Terima Bantuan Air Bersih dari Polsek Jatiluhur dan BNPB

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Warga Kampung Cijambe, Desa Cisalada, Kecamatan...

Disnaker Indramayu Buka Pelatihan Gratis bagi Korban PHK, Pendaftaran hingga 19 Oktober 2026

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu membuka pendaftaran...

Gempa Bogor Magnitudo 2,5 Tercatat Jumat 16 Oktober 2026, Pusatnya di Barat Daya Kota Bogor

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Gempa Bogor berkekuatan magnitudo 2,5 tercatat dalam...

Penataan Kabel Udara Bandung Dihentikan 14 Hari, Internet di Tujuh Wilayah Masih Terganggu

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung menghentikan sementara penataan...

BPBD Jawa Barat Dijadwalkan Ikuti Simulasi Tanggap Darurat Bencana pada 16 Oktober 2026

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi...

Normalisasi Kali CBL Bekasi Baru Menjangkau 3,4 Kilometer dari Target 16 Kilometer

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Normalisasi Kali CBL (Cikarang Bekasi Laut)...

PMI Asal Bandung Barat Hilang Kontak di Dubai, Disnaker Surati Kemlu dan KP2MI

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten...

Sidak Underpass Cimahi Rp126 Miliar, Dedi Mulyadi Temukan Selisih Upah Pekerja hingga Rp20 Ribu

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menemukan...

Olahraga

Kategori Populer