Tokopedia PHK 90 Persen Karyawan, Kemnaker Turun Tangan

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL  Kabar Tokopedia PHK 90 persen karyawan membuat pemerintah mulai turun tangan. Kementerian Ketenagakerjaan atau Kemnaker menyatakan tim Mediator Hubungan Industrial sedang menelusuri rumor pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan TikTok dan Tokopedia yang ramai beredar sejak awal Juli 2026.

Isu ini menjadi sorotan karena angka 90 persen bukan angka kecil. Jika memakai gambaran dari halaman LinkedIn PT Tokopedia, terdapat 6.164 profil yang tercatat sebagai karyawan, sedangkan ukuran perusahaan ditampilkan pada rentang 5.001–10.000 karyawan. Pada bagian profil perusahaan yang sama, Tokopedia juga menyebut memiliki lebih dari 3.800 Nakama di beberapa wilayah. Artinya, secara hitungan kasar, 90 persen dari 3.800 orang setara sekitar 3.420 orang, sedangkan 90 persen dari 6.164 profil setara sekitar 5.548 orang. Namun angka ini hanya gambaran matematis, bukan data resmi jumlah karyawan yang terkena PHK.

Angka 90 Persen Belum Dikonfirmasi Perusahaan

TikTok Indonesia sebelumnya sudah memberikan respons atas kabar Tokopedia PHK massal tersebut. Perusahaan membenarkan sedang melakukan penyesuaian organisasi, khususnya pada fungsi riset dan pengembangan atau R&D, tetapi belum membuka jumlah karyawan maupun divisi yang terdampak.

- Advertisement -

Dalam keterangannya, TikTok menyebut penyesuaian dilakukan agar organisasi R&D lebih selaras dengan strategi bisnis jangka panjang. Perusahaan juga menyatakan keputusan tersebut bukan keputusan mudah dan fokus memberi dukungan kepada karyawan yang terdampak selama masa transisi.

Karena itu, klaim Tokopedia PHK 90 persen karyawan masih harus dibaca sebagai kabar yang beredar, bukan angka final dari perusahaan. Kontan yang mengutip Kompas.com juga mencatat, hingga berita tersebut ditayangkan, belum ada keterangan resmi yang menguatkan klaim bahwa 90 persen karyawan Tokopedia terdampak.

Meski begitu, sejumlah laporan media menyebut gelombang efisiensi terbaru menyasar unit teknologi. CNBC Indonesia, misalnya, melaporkan berdasarkan narasumber bahwa TikTok Shop-Tokopedia merumahkan lebih dari 450 karyawan di unit teknologi dalam gelombang PHK terakhir.

Angka lebih dari 450 orang ini membuat isu tersebut tetap besar, meskipun belum cukup untuk menyimpulkan bahwa 90 persen seluruh karyawan Tokopedia benar-benar terkena PHK. Dengan kata lain, angka 90 persen boleh menjadi perhatian publik, tapi tetap harus diperlakukan seperti kabel charger pinjaman: dipakai boleh, diklaim milik sendiri jangan dulu.

Kemnaker Cari Fakta dari Dua Sisi

Kemnaker menyatakan belum menerima laporan resmi terkait rumor PHK karyawan TikTok dan Tokopedia hingga Sabtu, 4 Juli 2026. Kepala Biro Humas Kemnaker Faried Abdurrahman Nur Yuliono mengatakan tim Mediator Hubungan Industrial masih menelusuri informasi tersebut dan berharap ada kabar resmi dari Tokopedia pada Senin berikutnya.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal juga menyatakan akan menindaklanjuti isu PHK Tokopedia dan TikTok. Ia menekankan pemerintah tidak boleh hanya mendengar dari satu sisi dan perlu memperoleh gambaran utuh sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Said Iqbal menyebut dirinya sedang mengatur waktu untuk bertemu langsung dengan pekerja maupun pihak perusahaan. Menurutnya, sektor ekonomi digital memiliki karakter berbeda dari industri manufaktur, sehingga persoalan ketenagakerjaan di sektor ini harus dilihat secara menyeluruh.

Dari sisi korporasi, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GOTO menyatakan menghormati langkah yang diambil manajemen Tokopedia. Dalam keterbukaan informasi yang dikutip detikFinance, GOTO disebut menggenggam 24,99 persen saham Tokopedia, sedangkan ByteDance sebagai induk TikTok memegang mayoritas saham sebesar 75,01 persen.

GOTO juga memastikan tidak terdapat dampak material terhadap capaian laba bersih maupun biaya layanan e-commerce yang diterima perseroan dari Tokopedia. Investasi GOTO di Tokopedia dicatat menggunakan metode ekuitas sesuai PSAK 228, sehingga potensi dampak keuangan terhadap perseroan disebut terbatas.

Isu Tokopedia PHK 90 persen karyawan kini menjadi perhatian karena menyangkut masa depan pekerja di sektor ekonomi digital. Di satu sisi, perusahaan menyebut penyesuaian organisasi sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Di sisi lain, pemerintah mulai mencari fakta agar prosesnya tetap sesuai aturan dan tidak mengabaikan perlindungan pekerja.

Sampai ada angka resmi dari perusahaan atau hasil penelusuran pemerintah, jumlah pasti karyawan Tokopedia yang terdampak PHK belum dapat dipastikan. Namun dengan adanya laporan lebih dari 450 orang di unit teknologi dan kabar 90 persen yang beredar luas, isu ini sudah cukup besar untuk diawasi serius oleh publik. (AS)

[abiba_quick_ads id="38307"]

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Ciamis Bidik Juara Umum Porsadin Jabar 2026, 28 Peserta Turun di 14 Lomba

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kabupaten Ciamis membidik gelar juara umum...

PEPATAH MANIS Ciamis Hadirkan 58 Layanan di Sukamantri, Warga Bisa Urus Dokumen hingga Beli Pangan Murah

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis menghadirkan 58 jenis...

Hari Santri 2026 Pangandaran, PCNU dan Pemkab Rencanakan Upacara Bersama serta Berbagai Perlombaan

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten...

Upacara Hari Jadi Pangandaran ke-14 Digelar 24 Oktober di Lapangan Parigi, Ini Rangkaian Acaranya

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pemerintah Kabupaten Pangandaran menjadwalkan upacara Hari...

Pangandaran Fest 2026 Berlangsung hingga 24 Oktober, Puluhan Stan UMKM Disiapkan

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pangandaran Fest 2026 dijadwalkan berlangsung hingga...

JAWA BARAT

Perizinan Dapur MBG di Depok, Data PBG dan Pengawasan SPPG Perlu Dibuka

lintaspriangan.com, BERITA DEPOK. DEPOK — Perizinan bangunan dapur program...

BMKG Peringatkan Banjir Rob Jawa Barat hingga Awal November 2026, Ini Wilayah yang Berpotensi Terdampak

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Motor Trail di Lahan Kosong Bekasi Bikin Heboh, Siapa Pemilik Sebenarnya?

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Deretan sepeda motor trail yang terparkir...

103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan, Orang Tua Menanti Kepastian Penyebabnya

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kekhawatiran menyelimuti keluarga siswa SMP Negeri...

BPKH Bahas Dana Haji di Bandung, Kelolaan Capai Rp185,72 Triliun

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) membahas...

Angkot Bandung Diusulkan Tanpa Setoran, Sopir Didorong Jadi Pemilik Kendaraan Sendiri

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan...

Wakil Bupati Indramayu Ditahan, Terungkap Dugaan Rekayasa Tunjangan DPRD Rp18,79 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. BANDUNG – Wakil Bupati Indramayu ditahan...

Pinjaman Pemprov Jabar Tak Direstui Kemendagri, Pemborong Pekerjaan 2026 Siap-Siap Gigit Jari

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Rencana pinjaman Pemprov Jabar sebesar Rp3,4...

Olahraga

Kategori Populer