lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Warga Jawa Barat mendapat kesempatan istimewa untuk cek arah kiblat secara sederhana, tetapi memiliki tingkat ketepatan tinggi. Momentum itu berlangsung hari ini, Rabu, 15 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB ketika Matahari berada di atas Kakbah.
Tidak dibutuhkan kompas digital maupun alat ukur yang rumit. Warga hanya perlu menyiapkan tongkat yang berdiri tegak, permukaan datar, penanda, dan jam yang telah disesuaikan dengan waktu resmi. Bayangan Matahari akan menjadi petunjuk alami menuju Kakbah.
Bayangan Menjadi Penunjuk Alami Arah Kakbah
Fenomena ini dikenal sebagai Rashdul Qiblat atau Istiwa A‘zam. Peristiwa tersebut terjadi ketika posisi Matahari berada tepat atau sangat dekat di atas Kakbah. Dalam kondisi itu, arah datangnya cahaya Matahari dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat dari wilayah yang masih mendapatkan sinar Matahari.
Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat mengumumkan bahwa fenomena tersebut dapat diamati pada 15 dan 16 Juli 2026. Waktu pengukuran untuk wilayah Jawa Barat ditetapkan pukul 16.27 WIB.
Momentum ini penting, terutama bagi masjid, musala, sekolah, pesantren, kantor, hotel, maupun rumah yang arah kiblatnya ditentukan menggunakan metode lama. Peralatan yang kurang presisi, perubahan konstruksi, renovasi bangunan, hingga kesalahan saat membuat garis saf dapat menyebabkan patokan kiblat di dalam bangunan tidak lagi akurat.
Arah menuju Kakbah sebenarnya tidak berpindah. Namun, garis atau penanda yang digunakan manusia bisa saja meleset atau bergeser. Perbedaan kecil sering tidak terlihat dengan mata, tetapi baru diketahui setelah dilakukan pengukuran ulang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menjelaskan, fenomena Matahari di atas Kakbah dapat terjadi karena letak Kakbah masih berada dalam wilayah lintasan semu tahunan Matahari. Peristiwa ini umumnya berlangsung dua kali dalam setahun, yakni sekitar akhir Mei dan pertengahan Juli.
Tahun ini, momentum tersebut juga menjadi bagian dari Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Kementerian Agama menargetkan verifikasi arah kiblat di 1.448.000 titik di seluruh Indonesia.
Cara Mengukur agar Tidak Salah Menarik Garis
Untuk cek arah kiblat, warga harus memilih lokasi terbuka yang terkena sinar Matahari secara langsung. Tongkat atau benda lurus kemudian diletakkan dalam posisi benar-benar tegak di atas permukaan yang rata.
Warga disarankan mulai menyiapkan peralatan sejak pukul 16.20 WIB. Jam yang digunakan perlu disinkronkan dengan waktu resmi agar tidak terlalu cepat atau terlambat.
Tepat pukul 16.27 WIB, tandai ujung bayangan tongkat. Setelah itu, tarik garis lurus dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat. Arah dari ujung bayangan menuju pangkal itulah arah menuju Kakbah.
Tahapan tersebut tidak boleh terbalik. Jika garis ditarik dari pangkal menuju ujung bayangan, arah yang diperoleh justru berlawanan dengan arah kiblat.
Ketepatan posisi tongkat juga sangat menentukan. Tongkat yang miring, lantai yang tidak rata, jam yang tidak sesuai, atau bayangan dari bangunan lain dapat membuat hasil pengukuran meleset.
Cuaca menjadi faktor penting lainnya. Matahari tetap berada pada posisi yang telah diperhitungkan meskipun langit Jawa Barat tertutup awan. Namun, pengukuran sulit dilakukan apabila bayangan tongkat tidak terlihat dengan jelas.
Warga yang gagal melakukan pengukuran hari ini tidak perlu khawatir. Kesempatan kedua masih tersedia pada Kamis, 16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB. Prakiraan cuaca setempat dapat diperiksa lebih dahulu melalui kanal resmi BMKG.
Apabila hasil pengukuran menunjukkan perbedaan besar dengan garis saf masjid atau musala, pengurus tidak disarankan langsung mengubahnya. Pengukuran sebaiknya diulang, didokumentasikan, kemudian dikonsultasikan kepada KUA atau petugas hisab rukyat Kementerian Agama setempat.
Momentum yang hanya datang pada waktu tertentu ini menjadi kesempatan untuk memastikan arah ibadah dengan cara yang mudah. Satu tongkat, satu bayangan, dan beberapa menit perhatian dapat membantu mengoreksi penanda kiblat yang mungkin selama bertahun-tahun tidak pernah diperiksa kembali. (AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
