lintaspriangan.com, BERITA DUNIA. Survei warga AS terbaru memperlihatkan satu kecemasan yang sulit diabaikan: mayoritas masyarakat Amerika Serikat tidak lagi melihat perang dengan Iran sebagai bentrokan yang akan selesai dalam hitungan minggu. Mereka bersiap menghadapi konflik panjang—dan tagihan yang ikut memanjang.
Hasil survei Reuters/Ipsos yang dipublikasikan pada Selasa pagi, 14 Juli 2026 WIB, menunjukkan 79 persen responden memperkirakan keterlibatan militer Amerika Serikat di Iran akan berlangsung dalam waktu lama. Hanya 18 persen yang percaya perang dapat berakhir relatif cepat dalam beberapa pekan.
Survei Warga AS Menunjukkan Kecemasan Membesar
Angka 79 persen tersebut meningkat tajam dibandingkan survei pada akhir Maret 2026. Saat itu, sebanyak 65 persen responden memperkirakan perang akan berkepanjangan.
Kenaikan 14 poin persentase itu menjadi sinyal bahwa optimisme publik terhadap penyelesaian konflik semakin menipis. Perang yang awalnya mungkin dianggap sebagai operasi militer terbatas kini mulai dipandang sebagai lorong panjang dengan pintu keluar yang belum terlihat.
Survei warga AS tersebut dilaksanakan selama tiga hari dan selesai pada Minggu, 12 Juli 2026. Reuters/Ipsos melibatkan 1.019 orang dewasa di seluruh Amerika Serikat dengan margin kesalahan sekitar empat poin persentase.
Hasil lainnya juga memperlihatkan dukungan masyarakat terhadap operasi militer pemerintah belum dominan. Hanya 37 persen responden yang menyetujui serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran.
Artinya, banyak warga memperkirakan perang akan berlangsung lama, tetapi tidak semuanya mendukung jalan militer yang ditempuh Washington. Di titik inilah tekanan terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump berpotensi semakin berat: konflik terus bergerak, sementara kepercayaan publik tidak ikut berbaris penuh di belakangnya.
Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada 26 Juni 2026. Washington menyatakan serangan tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Ketegangan kembali meningkat setelah Trump menyatakan Amerika Serikat akan memberlakukan kembali blokade terhadap pelayaran Iran di kawasan Teluk. Perkembangan itu sekaligus memperlemah harapan terhadap kesepakatan sementara yang sebelumnya ditujukan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menghentikan perang selama proses perundingan berlangsung.
Ketakutan Berpindah dari Medan Perang ke Pompa Bensin
Bagi masyarakat Amerika, perang Iran tidak hanya hadir melalui gambar rudal, kapal perang, atau ledakan di layar televisi. Dampaknya mulai terasa lebih dekat: di pompa bensin, rak kebutuhan pokok, dan pengeluaran rumah tangga.
Sebanyak 60 persen responden memperkirakan harga bensin akan memburuk selama satu tahun mendatang akibat perang. Separuh responden juga menilai konflik tersebut tidak sebanding dengan biaya yang harus ditanggung.
Temuan itu menjelaskan mengapa survei warga AS ini memiliki bobot politik besar. Ketika perang di luar negeri mulai menaikkan biaya hidup di dalam negeri, perdebatan tidak lagi hanya berbicara tentang strategi pertahanan atau kekuatan militer.
Pertanyaannya berubah menjadi lebih sederhana dan lebih menusuk: berapa lama perang akan berlangsung, dan berapa mahal harga yang harus dibayar masyarakat?
Kekhawatiran terhadap kenaikan harga bensin juga dapat menjadi masalah serius bagi Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat pada November 2026. Reuters melaporkan para ahli strategi Republik mulai memperingatkan bahwa kenaikan biaya hidup dapat mengikis keuntungan politik yang sebelumnya diharapkan dari kebijakan pemotongan pajak pemerintahan Trump.
Partai Republik menghadapi risiko kehilangan mayoritas di DPR Amerika Serikat, bahkan kemungkinan menghadapi tekanan dalam perebutan kursi Senat. Karena itu, perang Iran bukan hanya ujian militer bagi Washington, tetapi juga ujian ekonomi dan elektoral.
Senjata mungkin ditembakkan ribuan kilometer dari rumah warga Amerika. Namun suara politiknya dapat terdengar langsung dari meja makan, tagihan bulanan, dan bilik suara. (AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
