Fenomena Quiet Quitting Nge-Trend di Kalangan ASN Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.  Istilah quiet quitting kini tak hanya ramai di kalangan pekerja swasta atau generasi muda di kota besar. Fenomena ini mulai terasa di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Tasikmalaya. Sejumlah pegawai mengakui, mereka tetap bekerja seperti biasa, namun memilih membatasi diri hanya pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi), tanpa lagi “all out” seperti dulu.

Fenomena ini dikenal sebagai Quiet Quitting, sebuah pola kerja di mana pegawai tidak benar-benar berhenti, tetapi juga tidak lagi memberikan upaya ekstra di luar kewajibannya. Mereka hadir, menyelesaikan pekerjaan, tetapi tidak lagi mengejar pengakuan yang dianggap tak sebanding dengan usaha.

Seorang PNS di Kota Tasikmalaya mengungkapkan perubahan sikap kerjanya setelah belasan tahun mengabdi. Ia mengaku pernah bekerja dengan semangat tinggi di awal kariernya, namun realitas sistem membuatnya berpikir ulang.

“Di awal-awal jadi PNS, saya kerja dengan semangat 45, tapi ketika sistem ternyata tidak mengapresiasi kinerja secara utuh, daripada ngebatin, mending tidak usah berharap banyak,” ujarnya kepada Lintas Priangan, Jumat (27/03/2026).

Pernyataan tersebut mencerminkan kekecewaan yang tidak meledak dalam bentuk protes terbuka, melainkan berubah menjadi sikap kerja yang lebih datar dan terukur. Bagi sebagian ASN, ini bukan bentuk kemalasan, melainkan cara bertahan.

Hal senada disampaikan PNS lainnya di Kota Tasikmalaya. Sebagai seorang ibu rumah tangga, ia justru melihat perubahan ini sebagai sesuatu yang membawa dampak positif bagi kehidupan pribadinya.

“Alhamdulillah, sekarang punya waktu yang lebih untuk keluarga. Peran saya sebagai ASN juga bisa saya laksanakan dengan berkegiatan dengan masyarakat, di majelis taklim dan ibu-ibu PKK di lingkungan. Kalau di kantor, fokus pada tugas-tugas pribadi saja. Dulu pernah kerja kenceng, lembur terus, tapi rasanya sama saja dengan yang kerja biasa,” katanya.

Fenomena serupa juga terjadi di kabupaten. Seorang PNS di Kabupaten Tasikmalaya menilai, semakin tinggi posisi, justru risiko yang dihadapi semakin besar, termasuk potensi tekanan kepentingan politik.

“Makin tinggi jabatan, risiko malah makin besar, belum lagi intervensi politik. Kita kerja sesuai tupoksi saja,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber lain mengungkap sisi lain yang lebih sensitif, yakni soal akses dan dinamika kekuasaan dalam birokrasi.

“Dulu sih sempet punya mimpi, punya jabatan, jujur saja, sempet juga ‘ikhtiar’ ke sana kemari. Tapi ya begitulah, ujung-ujungnya kinerja nomor berapa, yang lebih menentukan akses,” tuturnya.

Fenomena quiet quitting sendiri bukan berarti ASN berhenti bekerja atau menurunkan kualitas secara drastis. Mereka tetap menjalankan tugas sesuai standar, namun tidak lagi memberikan tenaga ekstra yang tidak mendapat penghargaan yang setimpal.

Secara konsep, quiet quitting berbeda dengan sikap malas. Jika malas berarti bekerja di bawah standar, maka quiet quitting justru bekerja sesuai standar—tanpa tambahan usaha yang dianggap tidak berdampak signifikan terhadap karier maupun kesejahteraan.

Fenomena ini sering dipicu oleh beberapa faktor, seperti burnout, ketidakpuasan terhadap sistem penghargaan, hingga ketidakseimbangan antara beban kerja dan kehidupan pribadi. Dalam konteks birokrasi, faktor struktural dan budaya kerja juga turut memengaruhi.

Di satu sisi, fenomena ini bisa menjadi alarm bagi institusi untuk memperbaiki sistem manajemen kinerja dan penghargaan. Namun di sisi lain, jika dibiarkan, Quiet Quitting ASN Tasikmalaya berpotensi menurunkan inovasi dan inisiatif dalam pelayanan publik.

Di tengah tuntutan reformasi birokrasi dan pelayanan yang semakin cepat serta adaptif, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri. Apalagi, ASN merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat yang diharapkan tidak hanya bekerja sesuai aturan, tetapi juga mampu berinovasi.

Fenomena Quiet Quitting ASN Tasikmalaya ini seolah menjadi pesan diam dari dalam sistem: bahwa ada jarak antara harapan dan realitas yang dirasakan para pelaksana di lapangan.

Quiet quitting, pada akhirnya, bukan sekadar tren. Ia adalah refleksi—bahwa di balik rutinitas kantor yang terlihat normal, ada perubahan cara pandang terhadap kerja, loyalitas, dan makna pengabdian itu sendiri.

Dan seperti biasa dalam birokrasi, perubahan terbesar seringkali tidak dimulai dari rapat besar, melainkan dari sikap kecil yang perlahan menjadi kebiasaan. (AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

BPBD Catat Kebakaran Lahan Cibenda Sekitar 1 Hektare di Dua Dusun

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mencatat...

Agenda Budaya Ciamis: Merlawu Gandoang 28 Agustus, Nyangku Panjalu 7 September

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Agenda budaya Ciamis memasuki rangkaian berikutnya setelah...

GUNTARA dan GEMAS Digelar di Garut Hari Ini, Peserta dari 27 Daerah

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Puncak GUNTARA dan GEMAS tingkat Jawa Barat...

Peringati Maulid Nabi 1448 H, Kapolres Tasikmalaya Tekankan Akhlak Rasulullah dalam Pelayanan Publik

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW...

SDN 1 Gerba Ciamis Terbakar, Api Muncul Saat Anak Bermain Layangan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Bangunan SDN 1 Gerba di Dusun...

JAWA BARAT

Eagle Fight Championship Digelar di Cirebon 23 Agustus, 80 Petarung Dijadwalkan Berlaga

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Eagle Fight Championship dijadwalkan digelar di Wahaha...

Sumedang Swimming Sprint Masuki Hari Terakhir 23 Agustus, 1.556 Atlet Berlaga

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Sumedang Swimming Sprint KA IV dijadwalkan memasuki...

Pameran Alutsista Bekasi Berlanjut 23 Agustus, Panser Anoa Bisa Dilihat Warga

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Pameran alutsista Bekasi masih dijadwalkan berlangsung di...

Bandung Art Month 9 Mulai 23 Agustus, Berlangsung Sebulan di Berbagai Ruang Seni

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Bandung Art Month 9 memasuki periode penyelenggaraan mulai...

Gempa M5,8 Guncang Sumur Banten, Disusul M3,8: Warga agar Waspada

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,8...

Bandung Great Sale Mulai 21 Agustus, Lebih dari 700 Pelaku Usaha Terlibat

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Bandung Great Sale 2026 dijadwalkan mulai Jumat,...

Warga Perbatasan Kuningan-Cirebon Siaga Kebakaran Bentuk MPA

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Masyarakat di kawasan perbatasan Kabupaten Kuningan...

Pemuda Kabupaten Bogor Punya Usaha? Kesempatan Emas Program Inkubasi, Kuota Terbatas

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kabar baik bagi pemuda Kabupaten Bogor...

Olahraga

Popular Categories