Polres Garut Bongkar Penjualan Miras COD, 84 Botol Disita

Polres Garut membongkar penjualan miras COD, menyita 84 botol dan menahan pelaku di Pasar Ciawitali.

lintaspriangan.com, BERITA GARUT – Kepolisian Resor Garut membongkar praktik penjualan miras COD yang dinilai menimbulkan keresahan warga. Dalam operasi yang digelar Selasa malam, petugas mengamankan 84 botol minuman beralkohol berbagai merek dari transaksi langsung di Pasar Ciawitali. Penangkapan ini dilakukan karena model distribusi minuman keras lewat bayar di tempat menyulitkan pengawasan dan dianggap mengganggu ketertiban umum.

Kepala Satuan Narkoba Polres Garut, AKP Usep Sudirman, menyampaikan pengungkapan ini menjadi peringatan bahwa distribusi miras secara ilegal masih bergerak dinamis. โ€œKami menyita 84 botol minuman beralkohol yang diduga akan diedarkan kepada masyarakat,โ€ katanya di Garut, Rabu. Polisi menangkap seorang pria berinisial SS, 36 tahun, warga Desa Haurpanggung, Tarogong Kidul, saat pelaku menyerahkan barang pesanan kepada pembeli.

Polisi langsung membawa SS dan barang bukti ke Markas Polres Garut untuk pemeriksaan. Menurut Usep, praktik penjualan miras COD ini sudah lama menjadi jalur distribusi alternatif yang sulit dilacak karena pelaku tidak membuka toko atau tempat transaksi tetap. Barang diserahkan secara langsung di titik yang disepakati pembeli sehingga penegakan hukum sering terlambat.


Modus COD dan Gangguan Ketertiban

Penjualan miras COD bukan sekadar pelanggaran perizinan. Polres Garut menilai pola ini berpotensi memicu konflik, gangguan keamanan, hingga konsumsi berlebihan alkohol yang berdampak pada keselamatan publik. Sistem transaksi cepat tanpa perantara membuat pembeli tidak terverifikasi usia dan pelaku dapat berpindah lokasi dengan mudah.

Penangkapan SS menjadi bagian dari operasi rutin pemberantasan minuman keras ilegal. Targetnya bukan hanya pelaku, tetapi jaringan peredaran yang beroperasi secara sembunyi. Polisi menemukan minuman berbagai merek, yang biasanya beredar melalui toko gelap atau penjualan daring. Di tingkat lapangan, model COD dianggap memperluas konsumen karena pembeli tidak perlu datang ke lokasi distribusi.

Usep menegaskan, peredaran minuman keras tanpa izin melanggar aturan daerah. Pemerintah Kabupaten Garut sebelumnya menerapkan pembatasan miras untuk menjaga stabilitas sosial, khususnya di wilayah pasar dan area publik. โ€œAktivitas peredaran minuman keras itu dinilai dapat memicu gangguan kamtibmas serta meresahkan masyarakat,โ€ kata Usep.


Tekanan Operasi Kepolisian dan Dampaknya ke Publik

Operasi kepolisian bukan hanya respons atas satu pelaku. Tim Polres Garut menyusun strategi untuk melacak pola distribusi miras yang bergerak fleksibel. Penyitaan di Pasar Ciawitali menjadi indikator bahwa pasar-pasar tradisional rawan dijadikan lokasi transaksi bagi konsumen yang tidak ingin terdeteksi. Model COD memanfaatkan kerumunan, sehingga pelaku mudah berbaur.

Baca juga: Dua Remaja Tewas, Polisi Telusuri Miras Oplosan di Tasikmalaya

Bagi aparat, tantangannya terletak pada fakta bahwa perdagangan skala kecil sulit dipetakan. Penjual biasanya bergantung pada permintaan spontan. Pelaku COD kerap berpindah titik dalam rentang waktu singkat, membuat polisi harus bekerja secara simultan, dari pemantauan media sosial hingga operasi langsung. Penegakan hukum mengunggulkan kecepatan agar distribusi tidak berpindah ke jaringan lain.

Kejadian ini juga memperlihatkan konsekuensi sosial. Masyarakat yang merasa terganggu sering enggan melapor karena transaksi berlangsung cepat dan anonim. Ketika barang sudah dibeli, efeknya melebar: konsumsi alkohol tanpa pengawasan, potensi kriminalitas, hingga gesekan antar warga. Inilah alasan aparat menekankan operasi rutin untuk menjaga ruang publik tetap aman.

Usep menambahkan, pihaknya akan memperluas operasi ke wilayah rawan lain. โ€œOperasi seperti ini akan terus kami lakukan untuk mencegah peredaran miras dan penyalahgunaan narkoba di masyarakat,โ€ ujarnya. Penindakan berkelanjutan dianggap sebagai langkah meredam jaringan distribusi sebelum berkembang menjadi pasar ilegal yang lebih besar.

Polres Garut mengungkap praktik penjualan miras COD, menyita 84 botol dan menangkap pelaku saat transaksi, menegaskan penindakan akan terus diperkuat untuk menjaga keamanan masyarakat. (MD)


Berita lainnya:

Bejat! Ayah di Garut Rudapaksa Anak Kandung 11 Tahun

lintaspriangan.com.ย BERITA GARUT. Kasus yang melibatkan seorang ayah di Garut ini mengguncang rasa kemanusiaan publik. Seorang pria berinisial S (43),...

Monster Berkedok Ayah Rudapaksa Anak Kandung di Garut

lintaspriangan.com. BERITA GARUT. Seorang pria berinisial S (43) diamankan Satreskrim Polres Garut setelah diduga melakukan tindak kekerasan seksual terhadap...

Mobil Oleng Tabrak Warung Nasi Goreng di Garut, Pedagang Tewas

lintaspriangan.com,ย BERITA GARUT.ย Kecelakaan tragis terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sebuah mobil oleng menabrak warung nasi goreng di Garut hingga...

Terbaru

Di Tangan Bupati Herdiat, Ternyata Begini Kondisi Ketahanan Pangan Ciamis

lintaspriangan.com.ย BERITA CIAMIS. Pagi di Lakbok selalu dimulai dari sawah....

Terlindungi: Bocoran UTBK 2026 Hari Pertama: PK Sulit, Ini Tips Menghadapinya

lintaspriangan.com,ย BERITA NASIONAL. Bocoran UTBK 2026 pada hari pertama pelaksanaan...

Kewaspadaan Bencana Banjir Berbasis Nilai Pancasila: Penguatan Sosialisasi 3R di Pasar Kordon Kota Bandung dalam Perspektif SDGs

lintaspriangan.com,ย KAJIAN. RINGKASAN: Banjir di Pasar Kordon berkaitan dengan pengelolaan sampah...

Konten Lokal Belum Diminati, KPID Jabar Libatkan Pers Mahasiswa

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID)...

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Sebut Pers Lokal Kunci Angkat Potensi Daerah

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky...

Tenda Aksi di Depan Balai Kota Tasikmalaya Dibongkar Satpol PP

Lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Tenda milik Komunitas Rakyat Peduli Lingkungan...

Cek, Nih! Bocoran UTBK SNBT 2026 dari Peserta yang Tes Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Pelaksanaan UTBK SNBT 2026 resmi dimulai pada Selasa...

Memasuki Kemarau, Ancaman Bencana Kota Tasikmalaya Tertinggi di Jabar, Waspada!

lintaspriangan.com.ย BERITA TASIKMALAYA.ย Musim kemarau mulai memasuki fase awal di sejumlah...

Bupati Herdiat Angkat Kebutuhan Petani Ciamis di Rakornas Pertanian 2026

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Bupati Ciamis Herdiat Sunarya membawa isu...

Tiga Besar Daerah Rawan Bencana Jabar, BPBD Kabupaten Tasikmalaya Siaga

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Kabupaten Tasikmalaya kembali masuk dalam tiga...

Priangan Timur

Di Tangan Bupati Herdiat, Ternyata Begini Kondisi Ketahanan Pangan Ciamis

lintaspriangan.com.ย BERITA CIAMIS. Pagi di Lakbok selalu dimulai dari sawah....

Konten Lokal Belum Diminati, KPID Jabar Libatkan Pers Mahasiswa

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID)...

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Sebut Pers Lokal Kunci Angkat Potensi Daerah

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky...

Tenda Aksi di Depan Balai Kota Tasikmalaya Dibongkar Satpol PP

Lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Tenda milik Komunitas Rakyat Peduli Lingkungan...

Memasuki Kemarau, Ancaman Bencana Kota Tasikmalaya Tertinggi di Jabar, Waspada!

lintaspriangan.com.ย BERITA TASIKMALAYA.ย Musim kemarau mulai memasuki fase awal di sejumlah...

Bupati Herdiat Angkat Kebutuhan Petani Ciamis di Rakornas Pertanian 2026

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Bupati Ciamis Herdiat Sunarya membawa isu...

Tiga Besar Daerah Rawan Bencana Jabar, BPBD Kabupaten Tasikmalaya Siaga

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Kabupaten Tasikmalaya kembali masuk dalam tiga...

Bejat! Ayah di Garut Rudapaksa Anak Kandung 11 Tahun

lintaspriangan.com.ย BERITA GARUT. Kasus yang melibatkan seorang ayah di Garut...

Perspektif

Popular Categories