lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. SDN 2 Salakaria di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, hanya menerima satu murid baru pada tahun ajaran 2026/2027. Kondisi tersebut membuat hari pertama sekolah, Rabu, 15 Juli 2026, berlangsung jauh lebih lengang dibandingkan sekolah pada umumnya.
Satu-satunya murid kelas I itu bahkan belum dapat mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) karena sedang sakit. Meski ruang kelas belum terisi pada hari pertama, pihak sekolah memastikan layanan pendidikan tetap dipersiapkan secara maksimal.
Demografi Menyusut, Bukan karena Mutu Sekolah
Kepala SDN 2 Salakaria, Deni Purnama, menjelaskan bahwa awalnya terdapat dua calon murid yang mendaftar. Namun, satu calon murid kemudian mengikuti orang tuanya pindah ke luar daerah.
Dengan demikian, hanya tersisa satu murid baru yang tercatat memasuki kelas I pada tahun ajaran 2026/2027. Murid tersebut belum bisa hadir pada hari pertama karena kondisi kesehatannya.
Pihak sekolah mencatat jumlah keseluruhan peserta didik dari kelas I hingga kelas VI saat ini sekitar 32 orang. Proses pembelajaran dilayani oleh delapan tenaga pendidik.
Minimnya jumlah murid baru bukan pertama kali terjadi. SDN 2 Salakaria biasanya menerima sekitar lima peserta didik baru setiap tahun. Namun, jumlah tersebut turun tajam pada tahun ajaran kali ini.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, telah memantau langsung kondisi sekolah tersebut. Berdasarkan evaluasi lapangan, sedikitnya pendaftar dinilai bukan disebabkan oleh rendahnya kualitas pembelajaran.
Faktor utama yang memengaruhi penerimaan murid adalah kondisi demografi di lingkungan sekitar sekolah. Jumlah anak usia sekolah dasar di kawasan tersebut semakin terbatas.
Sebagian besar penduduk di sekitar sekolah telah memasuki usia lanjut. Selain itu, wilayah Salakaria dikenal sebagai salah satu kawasan Kampung Keluarga Berkualitas atau Kampung KB.
Kondisi tersebut membuat jumlah kelahiran dan populasi anak usia sekolah tidak sebanyak wilayah lain. Perpindahan penduduk usia produktif ke luar daerah juga turut memengaruhi ketersediaan calon peserta didik.
Disdik Ciamis menegaskan bahwa sedikitnya murid baru tidak dapat dijadikan ukuran tunggal untuk menilai kualitas sekolah. SDN 2 Salakaria tercatat pernah meraih prestasi pendidikan hingga tingkat Provinsi Jawa Barat.
Layanan Pendidikan Tetap Harus Berjalan
Kondisi SDN 2 Salakaria menjadi gambaran tantangan pendidikan dasar di wilayah dengan populasi anak yang terus menurun. Pemerintah daerah harus tetap menyediakan layanan meskipun jumlah peserta didiknya sangat sedikit.
Disdik Ciamis memastikan tidak akan membedakan pelayanan antara sekolah dengan ratusan murid dan sekolah yang hanya memiliki sedikit peserta didik. Setiap anak tetap mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas.
Jumlah murid yang sedikit bahkan dapat menjadi peluang bagi guru untuk memberikan pendampingan lebih intensif. Perhatian terhadap perkembangan belajar, karakter, dan kemampuan murid dapat dilakukan secara lebih personal.
Namun, kondisi ini tetap membutuhkan pemetaan jangka panjang. Pemerintah perlu mengetahui apakah penurunan jumlah murid hanya terjadi dalam satu tahun atau telah menjadi kecenderungan demografi yang berlangsung terus-menerus.
Pemetaan diperlukan untuk memastikan keberlanjutan sekolah, kebutuhan tenaga pendidik, efektivitas penggunaan fasilitas, dan pemerataan pelayanan pendidikan. Kebijakan tidak boleh hanya didasarkan pada jumlah murid, tetapi juga harus mempertimbangkan jarak sekolah, kondisi geografis, akses transportasi, serta kepentingan masyarakat setempat.
Disdik Ciamis menyebut fenomena sekolah dengan jumlah peserta didik sedikit tidak hanya ditemukan di Kecamatan Sukadana. Kondisi serupa juga terpantau di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Ciamis, meskipun jumlahnya tidak selalu serendah SDN 2 Salakaria.
Pada sisi lain, orang tua tetap memiliki hak untuk memilih sekolah negeri, sekolah swasta, atau madrasah bagi anaknya. Tugas pemerintah adalah memastikan seluruh pilihan tersebut tersedia, aman, dan mampu memberikan layanan pendidikan yang layak.
Bagi SDN 2 Salakaria, satu murid baru tetap harus diperlakukan sebagai generasi yang penting. Sepinya ruang kelas tidak boleh membuat semangat pendidikan ikut padam. ( SS/AS )
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
