lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kabar tentang monyet di Ciamis kembali membuat warga resah. Gerombolan monyet liar turun ke kawasan pertanian warga dan merusak sejumlah tanaman yang sebentar lagi siap dipanen.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 4 Juli 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Tanaman jagung, kacang tanah, dan singkong milik petani menjadi sasaran. Dalam hitungan menit, kebun yang sebelumnya menjadi harapan panen berubah berantakan. Petani hanya bisa melihat hasil kerja berbulan-bulan dirusak tamu tak diundang dari arah pepohonan.
Petani Resah, Tanaman Siap Panen Dirusak
Serangan monyet di Ciamis itu membuat petani semakin khawatir. Bukan hanya karena tanaman rusak, tetapi juga karena jumlah kawanan yang datang diduga semakin banyak dari waktu ke waktu.
Salah seorang petani setempat, Agus Jipe, mengaku terganggu dengan keberadaan kawanan tersebut. Ia mengatakan serangan monyet membuat hasil panen warga tidak maksimal. Tanaman yang tinggal menunggu waktu panen justru lebih dulu dirusak, dipetik, bahkan dibawa kembali ke area hutan.
Agus menyebut, gerombolan monyet di Ciamis itu biasanya turun dari pepohonan di sekitar kawasan hutan. Setelah sampai ke kebun warga, kawanan tersebut langsung memetik jagung yang sudah berisi, lalu kembali menjauh.
“Dulu, sekitar tahun 2023, saat saya sering memancing di Sungai Citanduy, saya memang sering melihat monyet-monyet itu. Jumlahnya sekitar 14 ekor, tidak sebanyak sekarang,” ungkap Agus.
Namun, kondisi sekarang berbeda. Agus mengaku pernah mengamati langsung saat kawanan tersebut menyerang lahan pertanian. Jumlahnya jauh lebih banyak dari yang pernah ia lihat beberapa tahun lalu.
“Namun, pernah saya mengintip saat monyet menyerang perkebunan. Jumlahnya sangat banyak, lebih dari 50 ekor,” lanjutnya.
Kondisi ini membuat petani Ciamis resah. Mereka menduga kawanan monyet turun karena sumber makanan di kawasan hutan semakin berkurang. Akibatnya, kebun warga yang ditanami jagung, kacang tanah, dan singkong menjadi sasaran paling mudah.
Dari dokumentasi warga, tampak tanaman jagung rusak di Ciamis setelah diserang kawanan monyet liar. Beberapa batang jagung terlihat roboh, sementara sebagian tongkol jagung tampak berserakan di tanah. Pemandangan itu membuat petani semakin cemas karena kerusakan terjadi saat tanaman sudah mendekati masa panen.
Sudah Dilaporkan, Warga Diminta Tidak Menyerang Balik
Keluhan serupa disampaikan Asep Rohman, pemilik lahan yang pada musim ini menanami sawahnya dengan kacang tanah. Ia mengatakan tanaman kacang tanah miliknya berantakan. Banyak tanaman tercabut akibat ulah kawanan monyet tersebut.
Asep bahkan pernah menyaksikan monyet-monyet itu dengan santai mengupas kacang tanah miliknya sebelum kembali masuk ke arah hutan. Bagi petani, kejadian itu jelas menyakitkan. Kacang belum sempat dijual, sudah lebih dulu dinikmati rombongan yang tidak pernah ikut mencangkul. Kalau ikut rapat kelompok tani pun, mungkin mereka hanya datang saat konsumsi.
Menurut Asep, kejadian ini sebelumnya sudah diketahui oleh petugas Damkar. Petugas disebut telah tiga kali datang ke lokasi untuk melihat kondisi di lapangan.
Namun, warga mendapat arahan agar kawanan monyet tidak diserang balik atau dibunuh. Hal itu karena satwa tersebut dikhawatirkan termasuk jenis satwa yang dilindungi. Warga pun diminta mengusir kawanan monyet dengan cara menakut-nakuti, bukan dengan tindakan yang membahayakan.
Beberapa cara yang disarankan antara lain menyalakan petasan atau menggunakan alat menyerupai senapan yang diisi karbit. Cara itu diharapkan dapat membuat kawanan monyet menjauh dari area kebun warga.
Sayangnya, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Serangan monyet di Ciamis masih terus terjadi. Bahkan, warga menduga jumlah kawanan semakin banyak sehingga ancaman terhadap lahan pertanian juga semakin besar.
Persoalan monyet menyerang kebun di Ciamis ini akhirnya bukan hanya soal kerugian hasil panen. Sebagian warga, terutama petani perempuan, juga merasa takut ketika harus melintasi area sekitar kebun. Mereka khawatir berpapasan dengan kawanan monyet dalam jumlah besar.
Lokasi kejadian berada di Dusun Sukamanah, Desa Imbanagara, Kabupaten Ciamis. Di kawasan inilah kebun warga di Ciamis yang ditanami jagung, kacang tanah, dan singkong kembali diserang kawanan monyet liar.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan mencari solusi yang aman. Petani tidak ingin kawanan monyet dibunuh, tetapi mereka juga tidak ingin terus mengalami kerugian setiap musim tanam. Penanganan yang tepat diperlukan agar konflik antara warga dan satwa liar tidak semakin melebar.
Bagi petani, monyet liar di Ciamis kini bukan lagi sekadar pemandangan di pinggir hutan. Kawanan itu sudah menjadi ancaman nyata bagi hasil panen, rasa aman, dan keberlangsungan usaha pertanian warga. (AI/AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
