lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kemampuan Ciamis menghasilkan beras, daging ayam, dan telur dalam jumlah berlebih patut dibanggakan. Namun di balik keberhasilan tersebut, kebutuhan sayur dan buah masyarakat ternyata belum sepenuhnya mampu dipenuhi oleh produksi lokal.
Kondisi itu menjadi salah satu catatan penting di Hari Krida Pertanian Kabupaten Ciamis ke-54. Perayaan yang berlangsung pada 13–15 Juli 2026 di Lapang Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti, tersebut tidak seharusnya berhenti sebagai pesta hasil panen. Ada tantangan besar yang harus dijawab: kesenjangan produksi hortikultura dan ancaman kemarau panjang.
Kegiatan ini diikuti 27 kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan atau KTNA. Mereka memamerkan beragam produk unggulan sekaligus memperlihatkan besarnya potensi pertanian yang tumbuh di berbagai wilayah Kabupaten Ciamis.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyebut lebih dari 60 persen penduduk Ciamis berprofesi sebagai petani dan buruh tani. Sektor pertanian pun dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat perdesaan.
Herdiat juga menyampaikan tingkat pengangguran di Ciamis turun dari 7,22 persen menjadi 4,07 persen. Kendati demikian, penurunan tersebut tidak bisa sepenuhnya diklaim sebagai dampak sektor pertanian tanpa melihat tahun pembanding dan kontribusi sektor ekonomi lainnya.
Surplus Beras, Ayam dan Telur
Kabupaten Ciamis saat ini diklaim telah mengalami surplus beras, daging ayam, dan telur ayam. Produksi ketiga komoditas tersebut bukan hanya memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, tetapi juga dipasarkan ke sejumlah daerah lain.
Kekuatan produksi beras Ciamis dapat dilihat dari data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat. Sepanjang 2025, luas panen padi di Kabupaten Ciamis mencapai 58.549 hektare.
Produktivitasnya tercatat 56,58 kuintal per hektare, sedangkan produksi padi mencapai 331.255 ton gabah kering giling.
Angka produksi tersebut memperlihatkan besarnya kapasitas pertanian Ciamis. Namun, untuk mengetahui jumlah surplus beras secara pasti, masih dibutuhkan data konversi gabah menjadi beras, total konsumsi masyarakat, kebutuhan industri, cadangan pangan, serta jumlah yang dikirim ke luar daerah.
Klaim surplus juga perlu diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi petani. Produksi yang melimpah belum tentu menjamin kesejahteraan apabila harga di tingkat petani rendah, biaya produksi meningkat, atau rantai distribusinya terlalu panjang.
Di sinilah Hari Krida Pertanian Kabupaten Ciamis ke-54 semestinya menghasilkan lebih dari sekadar pameran. Petani membutuhkan kepastian pasar, harga yang menguntungkan, akses pembiayaan, teknologi, serta perlindungan ketika produksi berlimpah tetapi harga justru jatuh.
Peluang pasar sebenarnya terbuka melalui Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Ribuan porsi makanan yang diproduksi setiap hari membutuhkan pasokan beras, sayuran, buah, telur, ayam, dan ikan secara berkelanjutan.
Pertanyaan pentingnya, berapa persen bahan pangan untuk dapur MBG di Ciamis yang sudah dibeli dari petani, peternak, dan kelompok usaha lokal?
Jika produksi lokal mampu diserap secara langsung, MBG tidak hanya menyediakan makanan untuk pelajar. Program tersebut juga bisa menjadi mesin baru ekonomi pertanian Ciamis.
Sayur dan Buah Masih Bergantung Pasokan Luar
Di tengah surplus beras dan unggas, Pemerintah Kabupaten Ciamis mengakui produksi sayur dan buah lokal baru mampu memenuhi sekitar 40–50 persen kebutuhan masyarakat.
Artinya, sekitar separuh kebutuhan hortikultura Ciamis masih harus dipenuhi dari daerah lain. Kondisi ini menjadi paradoks bagi sebuah kabupaten yang perekonomiannya sangat kuat ditopang sektor pertanian.
Masalah tersebut perlu dibedah lebih jauh. Apakah keterbatasan produksi sayur dan buah disebabkan kondisi lahan, kekurangan air, minimnya bibit unggul, lemahnya pendampingan, atau tidak adanya kepastian pasar?
Pemerintah juga perlu memetakan komoditas yang paling banyak didatangkan dari luar. Dari sana dapat dihitung potensi ekonomi yang selama ini keluar dari Ciamis dan peluang yang sebenarnya dapat diambil oleh petani lokal.
Selain kesenjangan produksi hortikultura, ancaman kemarau tidak boleh dipandang ringan. Ketua KTNA Jawa Barat Otong Wiranta mengingatkan bahwa kemarau panjang mulai menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah Jawa Barat.
Peringatan tersebut sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Juli hingga September 2026. Sebagian besar wilayah Jawa diprediksi mencapai puncak kemarau pada Agustus.
Kemarau 2026 juga diperkirakan lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal akibat pengaruh El Niño. Risiko kekurangan air dapat menekan produktivitas, mengganggu jadwal tanam, bahkan memicu gagal panen apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Pemerintah dan petani didorong menerapkan pompanisasi, mengatur ulang jadwal tanam, memilih varietas tahan kekeringan, serta menggunakan tanaman yang membutuhkan lebih sedikit air dan mempunyai masa panen lebih pendek.
Namun, masyarakat masih perlu mengetahui berapa hektare lahan pertanian Ciamis yang terancam kekeringan, kecamatan mana yang paling rawan, serta berapa unit pompa dan sumber air yang benar-benar siap digunakan.
Pemkab Ciamis juga menyebut lebih dari 200 hektare sawah telah beralih menggunakan pupuk organik. Penggunaan pupuk tersebut dinilai lebih murah, mudah diperoleh, dan berpotensi meningkatkan harga jual hasil panen.
Langkah itu positif, tetapi skalanya masih perlu diperluas. Dibandingkan secara kasar dengan luas panen padi Ciamis yang mencapai 58.549 hektare pada 2025, penerapan pupuk organik pada 200 hektare masih mencakup bagian sangat kecil.
Karena itu, Hari Krida Pertanian Kabupaten Ciamis ke-54 harus menjadi titik awal evaluasi yang jujur. Ciamis memang kuat dalam produksi beras, daging ayam, dan telur. Namun pekerjaan rumah masih terbentang pada produksi sayur-buah, kesiapan menghadapi kemarau, kepastian pasar, dan peningkatan kesejahteraan petani.
Sebuah daerah tidak cukup hanya disebut surplus pangan. Keberhasilan sesungguhnya terjadi ketika hasil panen melimpah, kebutuhan masyarakat terpenuhi, harga tetap terjangkau, dan petani memperoleh penghasilan yang layak.
Ikuti Lintas Priangan di Google News dan bergabunglah dengan Channel WhatsApp Lintas Priangan untuk mendapatkan berita terbaru dari Ciamis dan Priangan Timur. (NS/AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
