lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Perumda Air Minum Tirta Galuh Ciamis memasuki usia ke-38 pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Hampir empat dekade bukan sekadar perjalanan sebuah badan usaha milik daerah, tetapi sejarah panjang menjaga kebutuhan paling mendasar masyarakat: memastikan air tersedia ketika keran dibuka.
Momentum hari jadi tahun ini terasa semakin relevan karena datang di tengah musim kemarau. Hingga penghujung Juli 2026, Tirta Galuh memastikan pasokan air kepada pelanggan masih berlangsung normal selama 24 jam. Debit Sungai Citanduy memang mulai menurun, tetapi ketersediaan air baku dinilai masih mencukupi untuk mempertahankan pelayanan.
Tirta Galuh resmi berdiri pada 1 Agustus 1988 berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 9 Tahun 1988. Setelah beberapa kali mengalami perubahan dasar hukum, perusahaan tersebut kini berstatus Perusahaan Umum Daerah berdasarkan Perda Kabupaten Ciamis Nomor 4 Tahun 2022.
Di balik angka 38 tahun itu terdapat perjalanan memperluas jaringan, menambah sambungan rumah, menjaga instalasi produksi, memperbaiki pipa, dan merespons gangguan yang terkadang baru terasa penting ketika aliran air berhenti.
Pelanggan Bertambah Hampir 5.000 Sambungan
Salah satu jejak pertumbuhan Tirta Galuh terlihat dari jumlah pelanggan. Data RPJMD Kabupaten Ciamis 2025–2029 menunjukkan pelanggan aktif meningkat dari 31.915 sambungan pada 2020 menjadi 36.881 sambungan pada akhir 2024.
Artinya, dalam empat tahun jumlah pelanggan bertambah 4.966 sambungan atau sekitar 15,56 persen. Pertumbuhan itu menunjukkan semakin banyak rumah tangga yang mempercayakan kebutuhan airnya kepada jaringan perpipaan Tirta Galuh.
Pelayanan perusahaan kini menjangkau 13 kecamatan melalui lima cabang, yakni Ciamis, Sindangkasih, Kawali, Cisaga, dan Purwadadi, serta satu unit pelayanan di Panumbangan. Cakupan tersebut tentu belum menutup seluruh kebutuhan Kabupaten Ciamis yang wilayahnya luas dan sebagian masyarakatnya masih mengandalkan sumur maupun sumber air setempat.
Namun, arah perluasan layanan terus dijaga. Pada 2026, Tirta Galuh menargetkan tambahan 1.460 pelanggan baru. Prioritas pengembangan diarahkan antara lain ke wilayah pelayanan Ciamis dan Cisaga yang masih memiliki kapasitas produksi untuk menerima sambungan baru.
Upaya memperluas akses juga dilakukan melalui program pemasangan dengan harga khusus. Saat Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 pada Juni 2026, misalnya, biaya sambungan baru diturunkan menjadi Rp384 ribu dari harga normal sekitar Rp1,4 juta. Program semacam ini bukan hanya promosi, melainkan jalan untuk mendekatkan layanan air perpipaan kepada keluarga yang sebelumnya terkendala biaya awal pemasangan.
Tetap Mengalir di Tengah Kemarau
Ujian perusahaan air justru datang ketika hujan lama tidak turun. Pada musim kemarau, tantangannya bukan hanya mengolah dan mendistribusikan air, tetapi juga membaca perubahan debit sungai agar gangguan dapat diantisipasi lebih dini.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Galuh Ciamis, Amsi Yudi Purwanto, mengatakan perusahaan terus memantau sumber air baku dari Sungai Citanduy. Sampai akhir Juli 2026, pelanggan masih menerima pasokan normal setiap hari.
Tirta Galuh juga telah menyiapkan skenario apabila kemarau berlangsung panjang dan debit air turun signifikan. Langkah antisipasi ini penting karena pelayanan air tidak boleh bekerja dengan pola menunggu masalah datang. Air mungkin mengalir diam-diam, tetapi pengelolaannya tidak boleh berjalan sambil merem.
Secara lebih luas, akses rumah tangga terhadap air minum layak di Kabupaten Ciamis meningkat dari 89,12 persen pada 2020 menjadi 92,29 persen pada 2024. RPJMD menyebut kemajuan itu ditopang antara lain oleh penambahan sambungan rumah, pembangunan intake, serta pemeliharaan jaringan utama dan distribusi yang dilakukan Tirta Galuh.
Hasil evaluasi juga menempatkan kinerja Tirta Galuh dalam predikat Sehat dengan skor 3,20 pada 2024. Status itu menjadi modal penting untuk terus memperkuat kualitas pelayanan, meningkatkan efisiensi operasional, dan menjaga keberlanjutan perusahaan.
Memasuki usia ke-38, ukuran keberhasilan Tirta Galuh bukan semata berapa panjang pipa yang telah ditanam atau berapa banyak sambungan yang tercatat. Ukuran paling nyata justru berada di rumah-rumah warga: air tersedia untuk diminum, memasak, mandi, menjalankan usaha, dan menjaga keluarga tetap sehat.
Selama air itu terus mengalir, kerja Tirta Galuh mungkin tidak selalu terlihat. Namun, manfaatnya hadir setiap hari. (NS/AS)
