Diki Albadar: “Indikasi Korupsi di Disdik Jabar, Polanya Amatiran!”

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Salah satu kegiatan belanja di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat itu, di atas kertas, tampak rapi. Tujuannya peningkatan kapasitas, pesertanya ribuan, dan dananya berada di kisaran miliaran rupiah. Namun, ketika rangkaian datanya dibedah, gambaran yang muncul justru jauh dari kesan profesional.

Data dan informasi yang dihimpun Albadar Institute menunjukkan adanya pola yang bukan hanya janggal, tetapi juga mengarah pada indikasi persekongkolan. Bahkan, pola tersebut terkesan kasar dan mudah dilacak.
“Kuat sekali aroma persekongkolan, dan cara mainnya amatiran. Jejaknya terlalu terang. Lebih pantas jadi kasus di pemerintahan desa yang memang belum terlalu faham regulasi, ketimbang di dinas besar di tingkat provinsi,” ujar Diki Samani, aktivis Albadar Institute.

Menurut Diki, persoalan utamanya sudah mulai bisa diendus sejak awal anggaran dirancang, dikunci, dan dipertanggungjawabkan. Dari sana, rangkaian indikasi korupsi di Disdik Jabar begitu telanjang, terlihat satu per satu.

Harga Dikunci, Kompetisi Diabaikan

Indikasi awal terlihat sejak tahap perencanaan. Berdasarkan penelusuran Albadar Institute, Harga Perkiraan Sendiri (HPS) diduga disusun dengan mengacu pada harga yang diajukan satu pihak vendor, tanpa pembandingan memadai dengan harga pasar atau penyedia lain yang sejenis.

“Dalam pengadaan yang sehat, HPS itu pagar. Di sini pagarnya justru mengikuti arah kendaraan,” kata Diki.

Informasi lainnya semakin memperkuat aroma persekongkolan, ketika tidak ditemukan pula upaya komunikasi langsung dengan perusahaan induk yang secara faktual memiliki kewenangan atas layanan tersebut. Padahal, justru dari pihak perusahaan induk itulah seharusnya harga dasar dan mekanisme pelaksanaan diverifikasi.

Akibatnya, harga dalam kontrak berada di atas kewajaran, dengan selisih yang jika dihitung secara kasar mencapai kisaran miliaran rupiah. Selisih ini semakin sulit dijelaskan ketika dibandingkan dengan biaya riil yang dikeluarkan di lapangan.

Menurut Diki, pada titik ini, unsur perbuatan melawan hukum sudah mulai tampak. “Ketika mekanisme resmi diabaikan dan harga dikondisikan, itu bukan lagi soal salah hitung, ini sudah harus sudah jadi target APH,” ujarnya.

Kegiatan Jalan Dulu, Unsur Korupsi Lengkap

Indikasi berikutnya lebih terang benderang. Albadar Institute menemukan bahwa kegiatan diduga telah dilaksanakan sebelum kontrak pengadaan ditandatangani. Proses administrasi dan penetapan penyedia menyusul belakangan.

“Secara logika, kelakuan begini harus sudah masuk ranah hukum. Negara membayar sesuatu yang dasar hukumnya datang setelah pekerjaan selesai. Memangnya pakai duit warisan,” kata Diki.

Dalam praktik hukum, pola semacam ini kerap disebut kontrak proforma, yang sering muncul dalam perkara korupsi pengadaan. Dari titik ini, Diki menilai unsur-unsur tindak pidana korupsi mulai lengkap secara indikatif.

Pertama, unsur perbuatan melawan hukum, terlihat dari penyimpangan mekanisme pengadaan dan pelaksanaan kegiatan tanpa dasar kontraktual yang sah.
Kedua, unsur penyalahgunaan kewenangan, karena keputusan-keputusan strategis diambil dengan mengabaikan prinsip kehati-hatian dan tata kelola.
Ketiga, unsur memperkaya pihak lain, tercermin dari selisih signifikan antara nilai kontrak dan biaya riil.
Keempat, unsur kerugian keuangan negara, yang secara logis muncul dari selisih anggaran tersebut.

“Kalau dirangkai, ini bukan lagi potensi. Indikasi unsur-unsurnya sudah terpenuhi,” ujar Diki.

Ia menilai pola ini terlalu berlapis untuk disebut kebetulan, dan benar-benar ceroboh. “Biasanya, persekongkolan itu disamarkan. Ini malah meninggalkan jejak di setiap tahapan. Amatiran,” katanya.

Atas dasar itu, Diki secara terbuka mendesak Kejaksaan Tinggi Provinsi Jawa Barat agar tidak menunggu bola. Menurutnya, data dan indikasi yang ada sudah cukup menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk bergerak.

“Kami berharap Kejati Jabar segera bertindak. Unsurnya sudah terlihat, tinggal kemauan untuk menelusuri,” kata Diki.

Ia menegaskan, sektor pendidikan seharusnya menjadi wilayah yang paling dijaga integritasnya. “Kalau anggaran pendidikan bocor dengan pola seperti ini dan dibiarkan, publik akan kehilangan kepercayaan. Dan itu kerugian yang jauh lebih besar,” ujarnya. (AS)

Berita lainnya:

  • iklan display lintas priangan - akun zoom premium

Terbaru

SIARAN PERS: Lintas Priangan Tidak Pernah Dilibatkan dalam Muskorda Aliansi Jurnalis Tasikmalaya

lintaspriangan.com, RILIS.  Redaksi Lintas Priangan menyampaikan klarifikasi resmi terkait pencantuman...

Indonesia Open 2026 Pastikan Wakil Ganda Putra ke Final

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Kabar menggembirakan datang dari ajang Indonesia...

Ular Sanca di Ciamis Sepanjang 2,2 Meter Serang Kandang Ayam

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Warga Dusun Sarayuda, Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing,...

JAZIRAH x CCE 2026 Ciamis Jadi Panggung UMKM Halal Priangan Timur

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Gelaran JAZIRAH x CCE 2026 Ciamis menjadikan...

Tenggelam di Sungai Ciseel, Dua Anak Bantardawa Ciamis Meninggal

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peristiwa memilukan terjadi di Sungai Ciseel, Dusun Bantarsari,...

JMSI Lampung Siapkan Festival Keris Pusaka Nusantara di Pringsewu

lintaspriangan.com, RILIS. Jaringan Media Siber Indonesia atau JMSI Provinsi Lampung...

Prediksi Indonesia vs Oman Nanti Malam di FIFA Matchday

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Prediksi Indonesia vs Oman menjadi salah satu...

Operasi Lodaya Polres Tasikmalaya Dimulai 8 Juni, Ini Sasarannya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pengguna jalan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya mulai...

Indonesia Open 2026: Jonatan dan Tiga Ganda Putri Bertahan

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Peluang Indonesia menambah wakil di babak...

Lowongan Driver di Tasikmalaya dan Ciamis, Lulusan SMA Bisa Daftar

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kabar baik datang bagi warga yang...

Priangan Timur

SIARAN PERS: Lintas Priangan Tidak Pernah Dilibatkan dalam Muskorda Aliansi Jurnalis Tasikmalaya

lintaspriangan.com, RILIS.  Redaksi Lintas Priangan menyampaikan klarifikasi resmi terkait pencantuman...

Ular Sanca di Ciamis Sepanjang 2,2 Meter Serang Kandang Ayam

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Warga Dusun Sarayuda, Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing,...

JAZIRAH x CCE 2026 Ciamis Jadi Panggung UMKM Halal Priangan Timur

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Gelaran JAZIRAH x CCE 2026 Ciamis menjadikan...

Tenggelam di Sungai Ciseel, Dua Anak Bantardawa Ciamis Meninggal

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peristiwa memilukan terjadi di Sungai Ciseel, Dusun Bantarsari,...

Operasi Lodaya Polres Tasikmalaya Dimulai 8 Juni, Ini Sasarannya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pengguna jalan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya mulai...

Lowongan Driver di Tasikmalaya dan Ciamis, Lulusan SMA Bisa Daftar

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kabar baik datang bagi warga yang...

Promo HUT Ciamis 384 Diserbu Warga, Pasang Air Bersih Cuma Rp384 Ribu

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Promo HUT Ciamis 384 yang digelar Perumdam...

Garut Terbaik Pengendalian Inflasi Jawa-Bali, Bupati Beberkan Kuncinya

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Pemerintah Kabupaten Garut meraih penghargaan Terbaik I...

Perspektif

Popular Categories