Media SWAKKA Siap Tentukan Sikap, Jadi Relasi Pemda atau Kontrol Sosial

lintaspriangan.com, TAJUK LINTAS. Komunitas Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif (SWAKKA) bersiap menggelar rapat tahunan perdananya. Agenda ini menjadi momen penting untuk menentukan masa depan organisasi yang kini sedang bersemangat untuk tumbuh. Rapat Tahunan Perdana SWAKKA diproyeksikan menjadi panggung evaluasi sekaligus perumusan arah baru ekosistem pers dan konten kreator di daerah.

SWAKKA saat ini mewadahi 17 media online, sementara untuk konten kreator masih dalam proses penjajagan dan penyamaan visi agar kolaborasi berjalan sehat dan produktif. Meski usianya masih sangat muda, SWAKKA langsung melompat pada isu-isu strategis yang selama ini menjadi ganjalan banyak media lokal, salah satunya tentang relasi yang tidak seimbang dengan pemerintah daerah.

Rapat tahunan perdana rencananya digelar 20–21 Desember di Kota Tasikmalaya, setelah sebelumnya dijadwalkan 16 Desember. Agenda yang akan dibahas pun tidak main-main: mulai dari status kelembagaan SWAKKA hingga posisi media anggota dalam konteks hubungan dengan pemerintah daerah.

Salah satu topik krusial yang akan dibahas adalah apakah SWAKKA akan tetap menjadi komunitas, atau diformalisasi melalui notaris dan Kemenkumham. Keputusan ini penting, sebab pilihan bentuk kelembagaan akan berpengaruh pada legalitas kerja sama, akses program, serta posisi tawar SWAKKA dalam dialog dengan pemangku kebijakan.

Mukhlis dari portaloka.com menyebut, selain status lembaga, salah satu diskusi paling menarik adalah penentuan posisi media anggota SWAKKA terhadap pemerintah daerah.

“Skema relasi dengan pemda ini penting. Apakah nanti kita jadi mitra, netral, atau justru fokus di posisi sosial kontrol,” ujarnya.

Ali Bhakti dari kanalberita.com menilai, posisi ini harus disepakati bersama agar media anggota SWAKKA memiliki orientasi yang sama. Ia menyoroti minimnya perhatian pemerintah terhadap pertumbuhan media lokal.

“Kalau perhatian pemerintah selama ini hanya sekadarnya, mungkin posisi sebagai kontrol sosial justru lebih relevan,” katanya.

Senada dengan itu, Diki Samani dari albadarpost menambahkan. Menurutnya, cara pandang sebagian pemerintah daerah terhadap pers masih jauh dari ideal.

“Pers sering dianggap gangguan. Mayoritas SKPD tidak ada anggaran relasi media. Artinya, mereka merasa tak perlu membangun hubungan yang sehat dengan media. Aneh, di era disrupsi informasi seperti hari ini, SKPD masih banyak yang tidak punya anggaran relasi media. Masih mending kalau website atau medsos mereka dikelola profesional, yang ada kebanyakan mati suri. Paling hanya Kominfo saja, itu pun terseok-seok sekali,” tegasnya.

Menurut Diki, hampir mustahil media lokal berkembang jika hanya mengandalkan Kominfo. Karena perusahaan swasta di daerah pun masih sangat terbatas. Pada akhirnya pilihan bagi media cuma dua: jadi mitra pemerintah meski sekadarnya, atau fokus menjadi sosial kontrol.

Pandangan ini juga diperkuat oleh Eko Nugraha dari Lintas Priangan. Ia mengatakan, banyak sekali materi SKPD yang sebenarnya sangat layak menjadi berita penting bagi publik, tetapi entah kenapa, jangankan masalah anggaran relasi, sekedar komunikasi saja susahnya bukan main. Eko menambahkan, pembangunan infrastruktur itu banyak, pengadaan barang, bibit tanaman, dan lain-lain itu juga sangat banyak, tapi kenapa tidak mau dipublikasi. Padahal bisa dikemas jadi berita positif untuk citra pemerintah.

Pembahasan mengenai posisi media terhadap pemerintah sejatinya selaras dengan amanat UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, khususnya Pasal 3 Ayat 1 yang menyebut empat fungsi pers: informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Karena itulah, isu posisi strategis media dalam ekosistem pemerintahan menjadi topik yang tidak bisa dihindari.

Semua Akan Dibahas Tuntas di Rapat SWAKKA

SWAKKA menegaskan, seluruh isu krusial ini akan dikupas tuntas dalam rapat tahunan pertama. Mulai dari kelembagaan, arah gerak komunitas, relasi dengan pemda, hingga strategi membangun ekosistem media dan konten kreator yang sehat di Priangan Timur.

“Yang pasti, semuanya akan kita bahas tuntas di rapat tahunan perdana SWAKKA. Kita tunggu saja hasilnya,” ujar Mukhlis.

Rapat perdana ini diperkirakan menjadi langkah awal pembentukan peta jalan media lokal yang lebih kuat, lebih solid, dan lebih berdaulat, baik sebagai mitra pemerintah maupun sebagai pilar kontrol sosial yang kritis dan independen.

JEJAK HEROIK JABAR

Ledakan di Kabupaten Bandung yang Mengguncang Pertahanan Belanda

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR.  Sebuah ledakan dahsyat mengguncang Dayeuhkolot pada...

Jejak Heroik Jabar: Dari Kabupaten Bandung, Suara Proklamasi Menembus Batas Negara

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Pagi 17 Agustus 1945, Soekarno dan...

Jejak Heroik Jabar: Perempuan-Perempuan LASWI di Balik Bandung Lautan Api

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Malam 23 Maret 1946, Bandung tidak sedang...

Bandung Lautan Api: Saat Kota Dibakar demi Republik

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Malam itu, Bandung tidak sedang kalah. Kota...

Ketika Bahasa Sunda Menolak Negara Boneka

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Pada Mei 1947, Belanda mencoba...

PRIANGAN TIMUR

PSGC Rakit Skuad, Siapa Dua Pemain Asingnya?

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. PSGC Ciamis mulai merakit kekuatan untuk menghadapi...

Mulai Hari Ini RSIA Sayang Bunda Tasikmalaya Layani BPJS, Bagaimana Alur Rujukannya?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. RSIA Sayang Bunda Tasikmalaya mulai melayani peserta BPJS...

Konser Besar di Cilembang, Lalu Lintas hingga Sampah Diuji

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Konser musik berskala besar akan berlangsung di kawasan...

Galunggung untuk Pemula: Pilih 510 atau 620 Anak Tangga?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Akhir pekan pada Minggu, 2 Agustus 2026,...

38 Tahun Tirta Galuh Ciamis, Menjaga Air Tetap Mengalir

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Perumda Air Minum Tirta Galuh Ciamis memasuki...

JAWA BARAT

Satu Tahun Buaya Muara Teror Situ Habibie Sukabumi, Warga Desak Penanganan Segera

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Teror kawanan buaya muara di Situ...

Farhan Geram Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Bandung, Ancam Bawa Kasus ke Ranah Pidana

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan geram...

Agustus Jadi Puncak Kemarau, Daerah Mana di Jabar Paling Rawan?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Memasuki Sabtu, 1 Agustus 2026, Jawa Barat...

Sekolah Rakyat Cirebon Resmi Beroperasi, 540 Anak dari Empat Daerah Mulai Tempati Asrama

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Program Sekolah Rakyat Cirebon resmi memasuki...

127.206 Mahasiswa PTS Nonaktif, Alarm Serius Jabar-Banten

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Sebanyak 127.206 mahasiswa PTS nonaktif masih...

Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabar Hari Ini, Mana Saja?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Hujan lebat dan angin kencang di Jabar...

9 Indikasi Korupsi Kabupaten Karawang Paling Telanjang, Belum Ada yang Digelandang?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Barang tidak pernah dikirim, tetapi dana BOS tetap...

Pemprov Setop Tambang Kapur, Bagaimana Nasib 95 Industri Pengolahan?

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Hingga Rabu (29/7/2026), penghentian sementara produksi dan...

Olahraga

Popular Categories