Beranda blog Halaman 95

Tugu Pahlawan di Kota Tasikmalaya Terbengkalai, Cermin Pemkot yang Abai dan Bebal

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kondisi tugu pahlawan di Kota Tasikmalaya yang terbengkalai mengundang kritik pedas dari warga dan pegiat sosial. Tugu pahlawan yang menjadi sorotan tersebut terutama Tugu Pahlawan K.H. Zainal Mustofa, yang berlokasi di Lingkar Bypass, Linggajaya, Kota Tasikmalaya.

“Kondisinya parah, tidak terawat. Pagar besi yang mengelilingi tugu sudah rusak, sebagiannya hilang. Tepian trotoar yang mengelilinginya juga sudah tidak nyaman dipandang. Belum lagi kebersihan dan tanaman yang ada di dalamnya. Kalau dalam bahasa Sunda mah sareukseuk lah,” terang Asep (52), warga

Kondisi Tugu Pahlawan di Kota Tasikmalaya yang terbengkalai tersebut sudah berlangsung cukup lama. Menurut Asep, sebagai taman yang memiliki air mancur dan tata lampu, sudah lama tidak berfungsi.

“Seingat saya mungkin sudah ada sekitar setahun ya. Lampu-lampunya juga tidak nyala,” tambah Asep.

Tak hanya Asep, tugu pahlawan di Kota Tasikmalaya yang terbengkalai itu juga menuai kritik dari Diki Sam Ani, salah seorang pegiat sosial keagamaan di Tasikmalaya. Menurut Diki, Tugu KH. Zainal Mustofa yang terbengkalai merupakan cermin dari Pemkot Tasikmalaya yang abai dan bebal.

“Ya, dalam hal ini, kata yang paling tepat buat Pemkot Tasikmalaya itu ada dua, abai dan bebal. Silahkan cek di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI –red), arti abai itu tidak memedulikan. Kondisi tugu yang rusak dan tidak terawat itu kan sudah cukup lama, tapi mereka tidak peduli, anteng-anteng saja,” terang Diki.

Tak hanya abai, Diki menambahkan, Pemkot Tasikmalaya juga terkesan bebal. Lagi-lagi ia menjelaskan pengertian berdasarkan KBBI.

“Selain abai, Pemkot Tasikmalaya juga terkesan bebal. Arti bebal ini kalau kata KBBI adalah sukar mengerti, atau tidak cepat menanggapi sesuatu. Kondisi rusak seperti itu kan tidak terjadi dalam satu-dua hari. Kalau bahasa anak Gen-Z mah, nggak gercep (gerak cepat –red),” tambah Diki.

Diki mengaku seringkali heran dengan kinerja pemerintah yang hari ini masih terkesan lamban, apalagi abai dan bebal. Mengingat, pihak pemerintah itu memiliki semua sumber daya. Dari mulai SDM, anggaran, regulasi, dan lain sebagainya. Belum lagi dengan banyaknya dukungan teknologi di dalam penerapan sistem informasi manajemen.

“Semua sumber daya mereka miliki. Dukungan teknologi juga sudah sedemikian kuat dalam sistem pemerintahan. Harusnya hal-hal sepele seperti ini tidak perlu terjadi. Kreatif sedikit saja, pasti bisa punya solusi. Peupeuriheun masalah nu kompleks atuh,” ujar Diki.

Diki juga mengingatkan, bagaimana masyarakat Kota Tasikmalaya khususnya dari kalangan ulama, memiliki perhatian khusus terhadap tugu pahlawan tersebut. Ia memberi contoh, peristiwa akhir tahun lalu, sekitar bulan Desember 2023, ketika pagar tugu tersebut dipenuhi oleh alat peraga kampanye.

“Akhir tahun lalu, ketika tugu tersebut dipenuhi spanduk kampanye, para ulama yang ketika itu diwakili KH Yanyan Albayani sebagai Ketua Forum Silaturahmi Lembaga dan Organisasi Keagamaan Kecamatan Mangkubumi meminta agar dilakukan penertiban. Para ulama mengingatkan untuk sama-sama menjaga tugu tersebut,” tambahnya.

Jadi menurut Diki, bukan sekedar menjaga fungsi, regulasi dan estitika. Tugu pahlawan di Kota Tasikmalaya yang terbengkalai itu adalah Tugu KH. Zainal Mustofa, monumen yang dibangun sebagai apresiasi kepada pahlawan nasional dari Tasikmalaya, yang notabene ulama besar.

“Silahkan Anda tanya pada warga Tasikmalaya, mau di kota atau kabupaten, tanyakan siapa pahlawan dari Tasikmalaya. Pasti salah satu nama yang mereka sebut adalah KH. Zainal Mustofa. Mau bertanya ke anak remaja ataupun orang tua, pasti menyebut nama tersebut. Ini realitas tentang bagaimana warga Tasikmalaya begitu ngamumule pahlawan dan ulama dari daerahnya. Atau jangan-jangan pejabat di Pemkot Tasikmalaya sekarang banyak yang tidak tahu siapa KH. Zainal Mustofa?” pungkas Diki. (Deni Heryanto/Lintas Priangan)

Karang Taruna Galuh Wiyasa Gelar Temu Karya

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Karang Taruna Galuh Wiyasa Kelurahan Ciamis melaksanakan Pemilihan Ketua Karang Taruna (Temu Karya) periode 2024-2029. Ada dua kandidat calon ketua yaitu Sendy Hemafitriana yang merupakan Ketua Karang Taruna Kelurahan Ciamis periode 2019-2024 dan Widodo.

Dalam pemilihan yang dilaksanakan secara demokrasi di Aula Kantor Kelurahan Ciamis, Sabtu (28/12/2024), Widodo terpilih menjadi Ketua Karang Taruna Kelurahan Ciamis untuk periode 2024-2029 dengan mendapatkan 33 suara, sedangkan Sendy mendapat 15 suara dari total 48 suara.

Ketua Panitia Pelaksana, Andi Tasman mengatakan, dilaksanakannya pemilihan ini karena ketua dan kepengurusan Karang Taruna Kelurahan Ciamis sudah habis. Sebelum pelaksanaan pihaknya membuka pendaftaran calon ketua yang dimulai dari tanggal 21-25 Desember 2024.

“Dari hasil pendaftaran ditetapkan dua orang calon yaitu Sendy dan Widodo. Tahapan selanjutnya tanggal 28 Desember 2024 kita laksanakan pemilihan Ketua Karang Taruna Kelurahan Ciamis secara terbuka dan secara langsung,” ungkapnya.

Andi Tasman juga menjelaskan, dalam proses pemilihan tersebut diwakili hak pengguna suara yaitu setiap RW mengutus dua orang perwakilan dan membawa mandat suara dari ketua RW nya, dan yang datang ke kelurahan ada 48 orang, ditambah tiga orang yaitu Ketua Karang Taruna Kelurahan, LPM dan satu suara dari Kelurahan jadi total semua 51 suara.

“Untuk perolehan suara, calon nomor satu yaitu Sendy mendapatkan 15 suara dan calon nomor urut 2 Widodo mendapatkan 36 suara, yang terpilih menjadi ketua adalah Widodo,” katanya..

Sebagai ketua panitia pelaksana, Andi Tasman juga sangat mengapresiasi kepada semua pihak yang telah membantu berjalannya pemilihan ketua karang taruna Kelurahan Ciamis aman damai dan kondusif.

“Kami juga sangat berterima kasih kepada Ibu Anggia Herfianti yang sudah datang ke acara pemilihan Ketua Karang Taruna Galuh Wiyasa Kelurahan Ciamis ini,” ungkapnya.

Andi Tasman juga berharap, dengan ketua karang taruna yang baru semoga bisa menggali potensi pemuda pemudi di wilayah Kelurahan Ciamis untuk bisa berkarya dan berjiwa sosial dalam membantu masyarakat di wilayah Kelurahan Ciamis.

Lurah Ciamis, Muhlaso Dian Adinata, S.STP., sangat mengapresiasi kegiatan tersebut yang pelaksanaannya berjalan aman, tertib dan lancar. Dengan terpilihnya Ketua Karang Taruna Kelurahan Ciamis yang baru diharapkan dapat lebih bersinergi dengan pihak kelurahan untuk membantu membangun wilayah Kelurahan Ciamis dalam melaksanakan berbagai program pemerintah.

“Selamat pa Widodo semoga dapat membawa Karang Taruna Kelurahan Ciamis ke arah yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Menurutnya acara pemilihan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan dan kemajuan khususnya di Kelurahan Ciamis. Dengan terpilihnya ketua yang baru, diharapkan Karang Taruna dapat semakin berkontribusi positif bagi masyarakat.

Karang Taruna merupakan organisasi kepemudaan yang bertujuan untuk memajukan wilayah kelurahan/desa. Untuk itu pihaknya berharap agar karang taruna dan perangkat kelurahan harus bekerja sama untuk memajukan Kelurahan Ciamis.

“Karang Taruna juga harus proaktif untuk mengadakan berbagai kegiatan positif bagi kepemudaan,” katanya.

Muhlaso juga mengucapkan terimakasih kepada ketua karang taruna sebelumnya, Sendy yang telah bersinergi, berbakti dan mengabdi selama menjadi Ketua Karang Taruna Kelurahan Ciamis pada periode 2019-2024.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Ciamis, Kang Utis juga sangat mengapresiasi atas terlaksananya pemilihan Ketua Karang Taruna Kelurahan Ciamis periode 2024-2029. Pihaknya sangat berterima kasih atas terselenggaranya Temu Karya Karang Taruna Kelurahan Ciamis yang berjalan lancar.

“Selamat kepada ketua yang baru semoga, Karang Taruna Kelurahan Ciamis bisa lebih baik lagi, lebih bersinergi dengan berbagai pihak untuk memajukan Kelurahan Ciamis ini,” ujarnya

Kang Utis juga menyampaikan, seorang ketua karang taruna harus mendapat dukungan penuh dari segenap pengurus. Dengan begitu, implementasi visi dalam bentuk program kegiatan bisa sejalan dan berjalan lancar.

BACA JUGA: Periode Desember 2024, 263 Desa dan Kelurahan di Ciamis Sudah ODF

“Peran serta karang taruna dalam mendukung program pemerintah khususnya di wilayah Kelurahan Ciamis sangat diperlukan,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Karang Taruna Kelurahan Ciamis terpilih, Widodo mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berkomitmen untuk menjalankan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya.

“Saya akan terus bersinergi dengan pihak kelurahan dan menjalin komunikasi, koordinasi, serta konsultasi dengan para tokoh masyarakat Kelurahan Ciamis untuk merumuskan program-program yang dapat memberdayakan pemuda dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, sebagai langkah awal setelah dilantik dan dikukuhkan kepengurusan Karang Taruna Kelurahan Ciamis yang baru, Ia akan lebih bersinergi dengan pihak kelurahan, dan pihak lainnya. Ia juga akan membenahi karang taruna unit yang ada di Kelurahan Ciamis.

“Yang sudah aktif ada sekitar 10 berarti tinggal 22 unit lagi yang belum aktif. Kita juga akan menyamakan persepsi dengan kelurahan, agar bersinergi dalam segala hal, segala bidang untuk kemajuan Kelurahan Ciamis,” jelasnya. (Nank Irawan/lintaspriangan.com).

Misteri Mayat di Sungai Citanduy Akhirnya Terungkap

lintaspriangan.com. BERITA BANJAR. Misteri penemuan mayat yang mengapung di Sungai Citanduy akhirnya terungkap. Kepastian identitas korban diperoleh setelah pihak keluarga mendatangi Instalasi Pemulasaraan Jenazah (IPJ) di RSUD Kota Banjar, Jumat, (27/12/2024).

Korban diketahui bernama Dewi Siti Marhamah (47), warga Lingkungan Parung Lesang, Kelurahan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat. Kabar tersebut sontak mengejutkan keluarga yang sebelumnya telah melakukan pencarian sejak pagi hari.

Seperti diketahui sebelumnya, Warga Kota Banjar digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas yang mengambang di Sungai Citanduy pada, Jumat (27/12/2024) sore.

Insan Kamil, menantu korban mengatakan, mertuanya itu meninggalkan rumah sekitar pukul 09.00 WIB tanpa memberi tahu tujuan kepergiannya.

“Tadi pagi beliau pergi dari rumah sekitar jam sembilan, dan tidak ada yang tahu pergi kemana,” kata Insan saat ditemui awak media di rumah sakit.

Dijelaskan Insan pihak keluarga langsung berusaha mencari Dewi ketika menyadari sampai siang hari Ia tidak kunjung pulang. Keluarga sudah menyisir berbagai lokasi di sekitar rumah, termasuk daerah terminal, namun tidak ada tanda-tanda keberadaan Dewi. Bahkan, keluarga diluar kota, termasuk yang berada di Ciamis, turut dihubungi untuk memastikan apakah Dewi mungkin berada disana.

“Kami sudah mencari kemana-mana, lingkungan sekitar, terminal, dan keluarga di Ciamis juga dihubungi. Tapi semuanya tidak ada yang tahu keberadaan beliau,” jelas Insan.

Lebih lanjut, Insan mengungkapkan, Dewi memiliki riwayat penyakit kejiwaan yang sudah dideritanya sejak tahun 2010. Selama ini, Dewi tengah menjalani proses pengobatan untuk mengatasi kondisinya.

“Ibu memang memiliki riwayat penyakit kejiwaan sejak lama, sekitar tahun 2010. Kemarin-kemarin juga masih dalam tahap pengobatan,” ungkap Insan dengan nada lirih.

Keluarga akhirnya memastikan kalau mayat yang ditemukan di Sungai Citanduy adalah Dewi setelah mengenali ciri-ciri fisiknya. Meskipun kejadian ini sangat mengejutkan dan menyedihkan, keluarga memilih untuk menerima musibah ini dengan ikhlas.

Menurutnya, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah Dewi. Keluarga sudah cukup yakin dengan penyebab kematian Dewi dan tidak ingin proses lebih lanjut yang dianggap tidak perlu.

“Kami memutuskan untuk tidak melakukan otopsi pada jenazah. Kami menerima ini sebagai musibah dan sudah ikhlas,” katanya.

Setelah identitas Dewi dipastikan, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga, dan langsung dibawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan.

Salah seorang warga setempat yang ikut membantu pencarian, Asep (40), mengatakan bahwa kabar hilangnya Dewi memang sempat membuat warga sekitar turut membantu pencarian. Ia merasa lega ketika akhirnya korban ditemukan meskipun dalam keadaan yang tidak diharapkan.

“Warga juga ikut mencari tadi pagi, tapi tidak ada yang menduga kalau beliau akan ditemukan di sungai,” ujar Asep.

BACA JUGA: Proyek SMP IT Miftahul Huda II Ciamis Molor, Transparansi Dipertanyakan

Penemuan mayat Dewi di Sungai Citanduy sempat membuat geger warga Kota Banjar. Apalagi, kondisi sungai saat itu cukup deras akibat hujan deras pada malam sebelumnya, yang membuat proses evakuasi menjadi lebih sulit.

Pihak kepolisian dan petugas terkait juga sudah memastikan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa kematian Dewi murni akibat kecelakaan.

Sementara itu, pihak keluarga berharap masyarakat dapat memahami kondisi ini dan tidak berspekulasi lebih jauh terkait penyebab kematian Dewi. Mereka juga memohon doa agar almarhumah dapat beristirahat dengan tenang.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat, terutama keluarga yang memiliki anggota dengan kondisi kesehatan mental tertentu, untuk terus memberikan perhatian ekstra. Dukungan keluarga dan pengawasan yang baik sangat penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Jenazah Dewi akhirnya dimakamkan di pemakaman umum setempat pada Jumat sore dengan dihadiri oleh keluarga, kerabat, dan tetangga yang turut berbelasungkawa. Prosesi pemakaman berlangsung dengan khidmat dan penuh haru.

Keluarga besar Dewi Siti Marhamah berharap agar kejadian serupa tidak terulang dimasa mendatang dan meminta masyarakat untuk lebih peduli terhadap keluarga yang memiliki kondisi kesehatan serupa. (Johan/lintaspriangan.com)

Periode Desember 2024, 263 Desa dan Kelurahan di Ciamis Sudah ODF

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Berdasarkan laporan yang terima, kondisi Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) di Kabupaten Ciamis sampai Bulan Desember 2024 mencapai 99,2% atau 263 desa/kelurahan sudah ODF.

Demikian dikatakan Sekertaris Daerah Sekda Kabupaten Ciamis, Dr. H Andang Firman Triyadi dalam sambutannya di acara Verifikasi dan Deklarasi ODF atau SBS tingkat Kecamatan Ciamis, Jumat (27/12/2024) di Halaman Kantor Kecamatan Ciamis.

Kegiatan dihadiri oleh empat kelurahan yaitu Kelurahan Ciamis, Kertasari, Sindangrasa dan Kelurahan Maleber. Deklarasi dibacakan oleh Camat Ciamis dan masing-masing lurah.

ODF adalah program yang bertujuan untuk menghentikan praktik Buang Air Besar (BAB) sembarangan dan mewujudkan kesehatan masyarakat.

“Dari 265 desa/kelurahan, yang masih OD tinggal dua desa di Kecamatan Panawangan,” katanya.

Dijelaskannya, ODF atau yang dikenal dengan istilah Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) adalah suatu kondisi ketika seluruh masyarakat buang air besar ditempat yang sudah memenuhi syarat (Jamban Sehat).

Dikatakan Andang, yang menjadi dasar percepatan dari setiap kabupaten/kota untuk melakukan peningkatan percepatan ODF adalah surat edaran Kemendagri No.600.10.5/8931/Bangda tahun 2023.

“Dalam deklarasi Jakarta disebutkan, seluruh provinsi di Indonesia termasuk Jawa Barat berkomitmen dalam upaya percepatan stop buang air besar sembarangan menuju air minum dan sanitasi aman untuk Indonesia sehat,” jelasnya.

Andang juga menyampaikan, banyak keuntungan yang didapat dari ODF diantaranya, menurunnya angka penyakit berbasis lingkungan, meningkatnya cakupan masyarakat yang sudah melakukan buang air besar di jamban sehat, meningkatnya akses jamban di masyarakat, adanya kerjasama dan sifat kebersamaan di masyarakat.

“Kita juga dapat mengikuti penyelenggaraan kabupaten/kota sehat dengan ketentuan yaitu untuk Swasti Saba Padapa minimal ODF 80%, Swasti Saba Wiwerda minimal ODF 90%, dan Swasti Saba Wistara dengan ODF 100%,” ungkapnya.

Menurutnya, dari hasil advokasi tim Provinsi Jawa Barat kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis, yang diterima langsung Asda 1 dan tim Kabupaten Ciamis, diperoleh kesepakatan untuk Kabupaten Ciamis ODF diakhir tahun 2024.

“Mari kita semua pertahankan dan tingkatkan capaian ini di tahun depan dan tahun-tahun berikutnya untuk Ciamis sehat dan sejahtera,” ajaknya.

Menurut Andang, kondisi di Kecamatan Ciamis sampai tanggal 23 Desember 2024 kemarin sebanyak tiga kelurahan dan lima desa sudah ODF dan masih tersisa empat kelurahan lagi. Hari ini ada empat kelurahan yang melaksanakan deklarasi ODF yaitu, Kelurahan Ciamis, Kertasari, Maleber dan Sindangrasa, sehingga seluruh desa dan kelurahan yang berada di Kecamatan Ciamis sudah ODF.

BACA JUGA: Buka P2KB Tingkat Madya, Kang Agun: Kader SOKSI Pelopor Menjaga Nilai Kebangsaan

“Ini patut diapresiasi bersama sebagai bentuk rasa tanggungjawab kita untuk kesehatan masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Ciamis, khususnya di Kecamatan Ciamis,” jelasnya.

Sementara itu Camat Ciamis, Dedi Mulyana menambahkan, Kecamatan Ciamis memiliki tujuh kelurahan, namun dalam deklarasi ini diikuti oleh empat kelurahan yaitu Kelurahan Ciamis, Kertasari, Maleber dan Kelurahan Sindangrasa, karena yang tiga kelurahan sebelumnya sudah melaksanakan deklarasi.

“Alhamdulillah Kecamatan Ciamis sudah ODF, dari 5 desa 7 kelurahan sudah mendeklarasikan ODF. Jadi sudah Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” katanya.

Dikatakannya, untuk STBM pihaknya sudah mempunyai pengalaman dari covid salah satunya menyediakan tempat cuci tangan di lingkungan kecamatan, menggunakan air bersih, jamban sehat, menjaga lingkungan sekitarnya, dan ketika ada masyarakat ibu hamil dan mempunyai balita rajin periksa ke posyandu.

Menurutnya, banyak program yang dilaksanakan setiap kelurahan, salah satunya program Kekasih Hati yang digelar Kelurahan Sindangrasa dengan mengadakan perlombaan dan ada program anak asuh bagi balita stunting.

“Program anak asuh balita stunting ini melibatkan para pegawai kelurahan, contohnya para kasi yang menjadi orang tua asuh,” pungkasnya. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Warga Desa Cigayam Desak Transparansi Pengelolaan Dana Desa

0

lintaspriangan.com BERITA CIAMIS. Puluhan warga Desa Cigayam, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, menggelar aksi protes di kantor desa. Mereka menuntut transparansi dalam pengelolaan Dana Desa 2024, yang selama ini dianggap tidak jelas. Protes ini dipicu oleh ketidakjelasan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan mangkraknya pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran desa.

Koordinator aksi, Yanto, menyatakan bahwa ketidakjelasan alokasi anggaran Dana Desa selama tahun berjalan menjadi titik utama protes warga. Menurutnya, banyak program pembangunan infrastruktur yang terhenti tanpa alasan yang jelas. Selain itu, penyaluran BLT yang seharusnya sudah diterima masyarakat sejak beberapa bulan lalu, hingga kini belum juga disalurkan.

“Banyak proyek infrastruktur yang mangkrak, dan yang paling menyedihkan, BLT yang seharusnya menjadi hak masyarakat pun belum disalurkan hingga sekarang,” tegas Yanto.

Pernyataan ini menggambarkan keresahan mendalam yang dirasakan oleh warga, yang merasa hak-haknya diabaikan. Jumat,  (27/12/2024),

Tidak hanya itu, Yanto menambahkan bahwa warga sangat mendesak agar pemerintah desa memberikan penjelasan terbuka mengenai siapa yang bertanggung jawab atas penggunaan anggaran Dana Desa.

Mereka ingin mengetahui alokasi anggaran secara jelas, tanpa ada yang disembunyikan. “Kami meminta kepala desa dan perangkatnya untuk terbuka soal siapa saja yang terlibat dalam pengelolaan anggaran Dana Desa. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” katanya dengan tegas.

Puncak tuntutan warga adalah agar kepala desa dan perangkatnya bertanggung jawab penuh atas pengelolaan anggaran. Jika tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah ini, mereka meminta kepala desa dan perangkat desa mundur dari jabatannya.

“Jika tidak ada perubahan, kami mendesak kepala desa dan perangkatnya untuk mundur. Namun sebelum itu, mereka harus mempertanggungjawabkan apa yang telah mereka lakukan,” tegas Yanto.

Menanggapi tuntutan ini, Kepala Desa Cigayam, Dodi Heryadi, mengakui bahwa pengelolaan Dana Desa di desanya memang sedang kacau. Ia secara terbuka meminta maaf kepada seluruh warga atas ketidakjelasan pengelolaan anggaran yang dipercayakan kepadanya.

“Saya meminta maaf kepada masyarakat Desa Cigayam atas ketidakjelasan pengelolaan anggaran Dana Desa, baik untuk BLT maupun infrastruktur,” ujarnya.

Dodi juga mengungkapkan bahwa dana yang seharusnya dialokasikan untuk BLT dan pembangunan infrastruktur kini sudah tidak ada lagi di kas desa.

“Saya tidak sanggup menyalurkan BLT atau melanjutkan pembangunan infrastruktur karena dananya memang sudah tidak ada,” jelasnya dengan penyesalan.

Lebih lanjut, Dodi menyatakan bahwa ia menyerahkan sepenuhnya keputusan tentang nasibnya kepada masyarakat.

“Saya serahkan nasib saya kepada masyarakat. Jika harus mundur, saya siap. Jika ada konsekuensi lain, saya juga akan menerimanya dengan lapang dada,” kata Dodi, menunjukkan sikap menerima segala keputusan yang diambil oleh warga.

Meski Dodi mengakui kesalahannya, ia belum dapat memberikan penjelasan rinci mengenai ke mana aliran dana tersebut. Ia hanya bisa memastikan bahwa dana untuk BLT dan infrastruktur sudah tidak ada.

“Intinya, dana untuk BLT maupun infrastruktur sudah tidak ada. Saya siap bertanggung jawab atas semuanya,” katanya dengan tegas.

Aksi protes ini sempat memanas, namun mediasi antara kepala desa dan warga akhirnya menghasilkan kesepakatan. Pemerintah Desa Cigayam berjanji untuk menyalurkan BLT tahap empat pada 31 Desember 2024. Namun, terkait pembangunan infrastruktur, Dodi mengakui bahwa pihaknya tidak sanggup untuk menyelesaikannya dalam waktu dekat.

“Untuk pembangunan infrastruktur, saya harus akui kami tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikannya saat ini,” ujar Dodi.

Mewakili warga, Yanto menegaskan bahwa masyarakat akan terus memantau janji penyaluran BLT tersebut.

BACA JUGA: 85 Warga Dawagung Terima Sertifikat Tanah Melalui Program PTSL

“Kami akan terus mengawasi janji ini. Jika pada 31 Desember nanti BLT tidak disalurkan, kami akan melakukan aksi yang lebih besar,” ujarnya dengan penuh tekad.

Aksi protes ini bukan hanya menunjukkan ketidakpuasan terhadap pengelolaan Dana Desa, tetapi juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan desa.

Masyarakat Desa Cigayam berharap masalah ini bisa segera diselesaikan dengan tindakan nyata dan bukan hanya sekadar janji. Jika tidak ada perubahan, mereka siap melanjutkan perjuangan mereka untuk mendapatkan keadilan dan transparansi. (Rizky, Revan/lintaspriangan.com)

85 Warga Dawagung Terima Sertifikat Tanah Melalui Program PTSL

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Desa Dawagung, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, menyerahkan sertifikat tanah kepada 85 warga melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pada Jumat (27/12/2024). Acara yang digelar di GOR Desa Dawagung ini dihadiri langsung oleh warga penerima sertifikat dengan penuh antusias.

Kepala Desa Dawagung, H. Trio Wibowo Budi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa program ini merupakan upaya pemerintah pusat untuk memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah bagi masyarakat. Menurutnya, sertifikat tanah ini memiliki banyak manfaat, mulai dari administrasi hingga akses permodalan.

“Kami berharap dengan adanya sertifikat ini, masyarakat bisa lebih tenang dan memanfaatkannya untuk kepentingan ekonomi maupun kebutuhan lainnya,” ujar H. Trio Wibowo.

Ia juga menambahkan bahwa program ini tidak hanya sebatas pemberian sertifikat, tetapi juga sebagai upaya pencegahan konflik lahan yang sering terjadi akibat tumpang tindih kepemilikan.

Diketahui, awalnya terdapat 95 bidang tanah yang diajukan dalam program PTSL tahun ini. Namun, hanya 85 bidang yang berhasil mendapatkan sertifikat. Sisanya masih terkendala masalah teknis seperti ketidaksesuaian data bidang tanah, tumpang tindih sertifikat, atau dokumen yang belum lengkap.

“Kami terus berupaya menyelesaikan kendala yang ada agar pengajuan yang tersisa bisa diselesaikan dengan baik di tahap berikutnya,” jelas Kepala Desa Dawagung.

Proses penerbitan sertifikat melalui program PTSL memang memerlukan waktu yang cukup panjang. Namun, berkat kerja sama antara pemerintah desa, Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan partisipasi aktif warga, proses tersebut akhirnya berhasil diselesaikan dengan baik untuk sebagian besar pengajuan.

Yudi (45), salah satu warga penerima sertifikat, mengungkapkan rasa syukur atas kepemilikan dokumen legalitas tanah miliknya. “Alhamdulillah, sekarang tanah saya sudah memiliki sertifikat resmi. Ini membuat kami lebih tenang dan merasa aman,” ujarnya dengan wajah penuh senyum.

Senada dengan itu, Ibu Siti (50), warga lainnya, juga merasa lega setelah menerima sertifikat yang telah lama dinantikan. “Dulu kami sering merasa was-was soal kepemilikan tanah ini. Tapi sekarang semuanya sudah jelas dan ada buktinya,” katanya sambil menunjukkan sertifikat miliknya.

H. Trio Wibowo menegaskan bahwa Program PTSL adalah bagian dari upaya mendukung reforma agraria yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Program ini diharapkan mampu mengurangi ketimpangan kepemilikan tanah serta memberikan kejelasan hukum bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Kepala Desa Dawagung berharap program ini dapat terus berjalan dan mencakup lebih banyak bidang tanah yang belum bersertifikat di masa mendatang. “Kami akan terus bekerja sama dengan pihak terkait agar program ini berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Desa Dawagung,” tutupnya.

Acara penyerahan sertifikat diakhiri dengan penyerahan simbolis kepada beberapa perwakilan warga. Momen tersebut menjadi simbol keberhasilan Program PTSL di Desa Dawagung.

BACA JUGA: Minibus Nyaris Masuk Jurang di Jalur Batukaras

Dengan adanya sertifikat tanah ini, diharapkan masyarakat lebih percaya diri dalam memanfaatkan aset tanah mereka untuk keperluan produktif. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih tertib dalam administrasi pertanahan di wilayah Desa Dawagung.

Program PTSL di Desa Dawagung bukan sekadar seremonial belaka, melainkan menjadi tonggak penting dalam memberikan kepastian hukum dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Harapan besar kini disematkan agar program ini terus berlanjut dan lebih banyak warga dapat merasakan manfaatnya di masa depan. (Ipan/lintaspriangan.com)

Minibus Nyaris Masuk Jurang di Jalur Batukaras

lintasptiangan.com, BERITA PANGANDARAN.  Sebuah mobil minibus berwarna putih nyaris masuk jurang di tanjakan ekstrem jalur wisata Batukaras-Madasari Kabupaten Pangandaran pada Kamis (26/12/2024). Insiden ini kembali menyoroti kondisi jalan yang dikenal dengan tanjakan curam, tikungan tajam, dan pandangan terbatas akibat rumput liar yang menjulang tinggi di pinggir jalan.

Jalur yang menghubungkan kawasan wisata Pantai Batukaras dan Madasari ini memang terkenal indah namun penuh tantangan. Banyak wisatawan memilih jalur ini untuk menikmati pemandangan alam Pangandaran, tetapi medan yang sulit sering kali menjadi ujian berat bagi pengemudi, terutama kendaraan roda empat.

Janika, seorang wisatawan asal Tasikmalaya, menjadi saksi mata kejadian tersebut. Saat itu, ia bersama keluarganya tengah melintasi jalur tersebut dengan sepeda motor. Menurutnya, mobil minibus putih itu terlihat kesulitan saat mencoba melewati tanjakan curam.

“Awalnya mobil itu tampak baik-baik saja. Tapi tiba-tiba terdengar suara mesin yang kehilangan tenaga dan mobil mulai mundur perlahan,” ungkap Janika.

Situasi semakin mencekam ketika mobil bergerak mundur mendekati jurang di sisi kiri jalan. Janika, yang berada persis di belakang mobil tersebut, mengaku panik dan khawatir ikut terseret jika mobil itu benar-benar jatuh.

“Saya hanya bisa berdoa. Sebelah kiri jurang, sebelah kanan ada pasir. Untungnya, pengemudi tetap tenang dan berhasil mengarahkan mobil ke tumpukan pasir di kanan jalan,” tambahnya.

Setelah mobil berhenti dengan posisi miring di atas tumpukan pasir, para pengguna jalan yang berada di lokasi segera membantu memeriksa kondisi pengemudi dan penumpang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, meskipun bagian belakang mobil mengalami kerusakan ringan akibat benturan dengan pasir.

Janika menilai jalur ini memang membutuhkan perhatian serius dari pihak terkait. Menurutnya, keberadaan rumput liar yang tumbuh tinggi sangat mengganggu pandangan, terutama di tikungan dan tanjakan yang curam.

“Kalau pandangan terhalang rumput, kita jadi sulit memperkirakan posisi kendaraan lain di depan. Ini sangat berbahaya,” jelasnya.

Pengamatan di lokasi menunjukkan bahwa rumput liar yang tidak terawat serta kurangnya rambu-rambu keselamatan menjadi faktor risiko di jalur ini. Selain itu, kondisi jalan yang sempit semakin menambah tantangan bagi pengemudi, terutama kendaraan roda empat yang berukuran besar.

Seorang pengendara motor lain yang melintas di jalur tersebut juga mengungkapkan keluhannya. Ia berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan untuk membersihkan rumput liar dan memasang tanda peringatan di titik-titik rawan.

“Kalau ada rambu dan jalannya lebih bersih, pasti risiko kecelakaan bisa dikurangi,” katanya.

Insiden ini menambah catatan panjang kecelakaan di jalur ekstrem Batukaras-Madasari. Penyebab utamanya adalah kombinasi antara medan jalan yang menantang, minimnya perawatan rutin, dan pandangan yang terhalang oleh rumput liar.

BACA JUGA: Proyek SMP IT Miftahul Huda II Ciamis Molor, Transparansi Dipertanyakan

Dengan liburan Tahun Baru 2025 yang semakin dekat, arus wisatawan diperkirakan akan meningkat di jalur ini. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret guna memastikan keselamatan para pengendara.

“Kami berharap sebelum musim liburan puncak, jalur ini bisa lebih diperhatikan. Jangan sampai insiden seperti ini terulang dengan dampak yang lebih fatal,” pungkas Janika. (KMP/lintasptiangan.com)


Proyek SMP IT Miftahul Huda II Ciamis Molor, Transparansi Dipertanyakan

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Proyek pembangunan SMP IT Miftahul Huda II di Kabupaten Ciamis yang menelan anggaran Rp1,673 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD 2024 kini menjadi sorotan publik. Proyek yang dikerjakan oleh CV Restu Ibu dengan pengawasan CV Mega Utama Karya Nusantara seharusnya rampung pada 15 November 2024. Namun, hingga kini, pembangunan belum juga selesai.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Erwan, memastikan pihaknya terus memantau perkembangan proyek tersebut meski keterlambatan terjadi. Ia optimis bahwa pekerjaan akan selesai paling lambat pada 31 Desember 2024.

“Pekerjaan pasti selesai pada waktunya, kita tunggu hasilnya,” ujar Erwan dengan nada tegas.

Erwan juga menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan sebenarnya bukan pihak yang bertanggung jawab langsung atas pelaksanaan proyek. Menurutnya, tugas dinas hanya sebatas menerima hasil pembangunan. Namun, pihaknya tetap turun ke lapangan untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana.

“Dinas selalu berada di lapangan walau sebenarnya bukan tugas kami. Tugas kami hanya menerima hasil,” tegasnya.

Lebih lanjut, Erwan menegaskan bahwa jika proyek tersebut tidak selesai sesuai tenggat waktu, langkah tegas akan diambil. Ia menyebut opsi pemutusan kontrak dan sanksi blacklist bagi pelaksana sudah dipersiapkan.

“Kami hormati dulu kontrak yang ada. Namun, jika tidak selesai, tindakan tegas pasti diambil,” kata Erwan lagi.

Tomas, selaku konsultan pengawas dari CV Mega Utama Karya Nusantara, memaparkan penyebab keterlambatan proyek. Ia menyebut bahwa masalah keuangan di pihak CV Restu Ibu menjadi faktor utama tersendatnya penyelesaian pekerjaan.

“Saya sebagai konsultan pengawas sudah melaksanakan tugas dengan baik. Tapi kalau pihak pelaksana keuangannya bermasalah, kita bisa apa?” ucap Tomas dengan nada kecewa.

Untuk mengejar ketertinggalan, pihaknya telah menambah jumlah tenaga kerja menjadi 22 orang. Tomas berharap langkah ini dapat mempercepat proses penyelesaian proyek sebelum batas akhir yang telah ditentukan.

Di sisi lain, perhatian datang dari masyarakat Peduli Ciamis. Prima Pribadi, salah satu perwakilan, menyoroti transparansi dalam pengelolaan proyek ini. Ia mempertanyakan apakah tahapan peringatan seperti SP1, SP2, dan SP3 sudah dijalankan sesuai prosedur.

“Apakah tahapan SP ini sudah ditempuh? Jika sudah, bisakah kami melihatnya?” tanyanya dengan nada kritis.

Prima juga mendesak aparat penegak hukum untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan tidak ada penyimpangan anggaran.

“Saya mohon aparat penegak hukum segera bertindak. Jangan sampai proyek ini menjadi celah bagi penyimpangan anggaran,” tegasnya.

Menurut Prima, jika keterlambatan ini terus berlarut-larut, dampaknya tidak hanya pada kerugian anggaran, tetapi juga mengecewakan masyarakat yang berharap memiliki fasilitas pendidikan yang layak.

Proyek SMP IT Miftahul Huda II memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Ciamis. Oleh karena itu, pengawasan dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun aparat hukum, menjadi sangat krusial.

BACA JUGA: Buka P2KB Tingkat Madya, Kang Agun: Kader SOKSI Pelopor Menjaga Nilai Kebangsaan

Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis memastikan akan terus memantau jalannya proyek dan segera mengatasi hambatan yang muncul di lapangan. Erwan kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan tegas jika ditemukan kelalaian dari pihak pelaksana.

Semua pihak kini berharap proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai standar yang ditetapkan. Jika tidak, proyek ini berpotensi menambah daftar panjang pekerjaan mangkrak di Kabupaten Ciamis. Masyarakat pun menanti jawaban dari komitmen para pihak terkait untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan bermanfaat bagi pendidikan di daerah tersebut. (Koes/lintaspriangan.com)

Buka P2KB Tingkat Madya, Kang Agun: Kader SOKSI Pelopor Menjaga Nilai Kebangsaan

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), yang juga Anggota Komisi XI DPR RI, Dr. Agun Gunandjar Sudarsa (Kang Agun), membuka kegiatan Pendidikan Politik Kader Bangsa (P2KB) Tingkat Madya.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Hotel Priangan, Ciamis, Kamis (26/12/2024) itu diikuti 102 orang peserta terdiri dari Kota/Kabupaten Tasikmalaya 20 orang, Kabupaten Ciamis 47 orang, Kota Banjar 20 orang dan Kabupaten Pangandaran 18 orang.

Dalam kesempatan itu Kang Agun menjelaskan, pandangannya terkait kurikulum pendidikan politik yang harus terus diperbarui agar relevan dengan tantangan global dan nasional.

Menurutnya, revitalisasi Ideologi Pancasila ditengah derasnya pengaruh kebebasan tanpa batas yang berdampak pada degradasi moral dan etika sangat penting.

“Kader SOKSI harus menjadi pelopor dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, sekaligus memperkuat peran ekonomi dan sosial di masyarakat,” katanya

Dijelaskannya, Pendidikan kader dengan pemahaman politik global, Ideologi Pancasila, dan kemampuan komunikasi politik yang kuat merupakan hal yang penting agar bangsa Indonesia mampu menempatkan diri dalam peta politik dunia.

“Pendidikan Politik Kader Bangsa Tingkat Madya ini sangat diperlukan untuk membangun kader bangsa yang berintegritas, sehingga dapat bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.

Kang Agun menyampaikan, selain materi politik, para peserta diberikan pelatihan pemberdayaan ekonomi dan pemuda, dengan harapan para kader dapat ikut berpartisipasi dalam membangun bangsa yang mandiri dan berdaya saing.

“Kegiatan ini menjadi bukti komitmen SOKSI dalam mencetak kader bangsa yang mampu menghadapi tantangan zaman sekaligus memperkuat eksistensi ideologi Pancasila di tengah masyarakat,” ucapnya

Dengan adanya pendidikan politik diharapkan dapat melahirkan kader yang mampu memperjuangkan gagasan politik berbasis kepentingan nasional, serta berdaya saing di tingkat internasional.

“Jawa Barat telah menunjukkan konsistensi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi. Saya yakin kader-kader SOKSI akan terus menjadi yang terbaik dan membawa manfaat besar bagi bangsa dan negara,” harapnya.

BACA JUGA: Cetak Kader Unggulan, SOKSI Jabar Gelar P2KB di Ciamis

Sementara itu Sekretaris Depidar SOKSI Jawa Barat, H Yomanius Untung, S.Pd., MM, mengatakan, pada dasarnya P2KB merupakan ikhtiar untuk menyiapkan kader SOKSI menjadi kader-kader potensial bagi bangsa.

“Melalui pendidikan ini, kita sesungguhnya sedang menyiapkan kader bangsa, bukan hanya kader SOKSI. Makanya namanya pun adalah Pendidikan Politik Kader Bangsa atau P2KB,” katanya

Menurutnya, tidak semua kader dapat mengikuti P2KB. Peserta harus memenuhi syarat, yaitu pengurus SOKSI atau kader yang sudah menyelesaikan pendidikan politik tingkat Pratama.

“Untuk menjadi kader bangsa, seorang kader SOKSI harus menjadi manusia unggul yang berdisiplin tinggi dan memiliki rasa nasionalisme tinggi,” tegasnya.

“Pelaksanaan P2KB tingkat Madya ini merupakan bagian dari sistem pembinaan kader bertingkat yang diterapkan oleh SOKSI,” pungkasnya. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Cetak Kader Unggulan, SOKSI Jabar Gelar P2KB di Ciamis

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Dalam rangka mencetak kader unggulan, Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Jawa Barat (Jabar) menggelar Pendidikan Politik Kader Bangsa (P2KB) tingkat Madya yang digelar di Hotel Priangan Ciamis, Kamis (26/12/2024).

Kegiatan itu diikuti 102 orang peserta terdiri dari Kota/Kabupaten Tasikmalaya 20 orang, Kabupaten Ciamis 47, Kota Banjar 20 dan Kabupaten Pangandaran 18 orang.

Sekretaris Depidar SOKSI Jawa Barat, H Yomanius Untung, S.Pd., MM, yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan, pada dasarnya P2KB merupakan ikhtiar untuk menyiapkan kader SOKSI menjadi kader-kader potensial bagi bangsa.

“Melalui pendidikan ini, kita sesungguhnya sedang menyiapkan kader bangsa, bukan hanya kader SOKSI. Makanya namanya pun adalah Pendidikan Politik Kader Bangsa atau P2KB,” katanya

Dijelaskannya, seorang kader yang disiapkan melalui jenjang pendidikan dan pelatihan, dipastikan akan memiliki wawasan yang lebih luas. Sehingga bisa memiliki pemikiran yang benar untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi organisasinya.

“Untuk menjadi kader bangsa, seorang kader SOKSI harus menjadi manusia unggul yang berdisiplin tinggi dan memiliki rasa nasionalisme tinggi,” jelasnya.

Menurutnya, tidak semua kader dapat mengikuti P2KB. Peserta harus memenuhi syarat, yaitu pengurus SOKSI atau kader yang sudah menyelesaikan pendidikan politik tingkat Pratama.

“Pelaksanaan P2KB tingkat Madya ini merupakan bagian dari sistem pembinaan kader bertingkat yang diterapkan oleh SOKSI,” ujarnya.

Dijelaskan Untung, pendidikan dimulai dari tingkat Pratama, Madya, Utama, hingga Paripurna. Kegiatan ini bukan hanya sekadar pendidikan, tetapi strategi sistematis mencetak kader unggul yang siap menghadapi tantangan politik.

Para peserta tidak hanya dibekali dengan materi tentang doktrin karyawanisme dan sejarah SOKSI, tetapi juga diajarkan cara mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Doktrin ini sangat diperlukan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara, berupa penyiapan manusia yang mampu berkarya, produktif dan bersifat mandiri, sekaligus memiliki jiwa patriotisme atau nasionalisme tinggi.

“Kami tidak fokus pada penghargaan seperti sertifikat, tetapi pada pemahaman dan kesiapan kader untuk berkarya di masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga berharap agar para peserta dapat menerapkan materi yang didapat dalam P2KB ini dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Sementara itu Ketua SOKSI Kabupaten Ciamis, Uus Jayusman menekankan pentingnya kaderisasi sebagai pembeda SOKSI dengan organisasi lain. Pihaknya lebih mengutamakan pendekatan kader dibanding pendekatan massa.

P2KB diikuti 102 orang peserta dari berbagai kota/kabupaten yang hadir di Ciamis, seperti Tasikmalaya, Banjar, Pangandaran. Kegiatan ini sekaligus menutup rangkaian pendidikan politik tingkat Madya tahun 2024.

BACA JUGA: Polres Ciamis Pastikan Perayaan Natal Berlangsung Aman

“P2KB merupakan trade mark SOKSI, yang digelar secara rutin untuk mencetak kader SOKSI, Partai Golkar dan kader bangsa pada umumnya,” jelas Uus..

Bagi organisasi, terlebih lagi partai politik, menyiapkan kader adalah sebuah keniscayaan, sesuatu yang teramat penting demi kemajuan dan keberlangsungan organisasi.

“P2KB ini dinilai strategis karena menjadi langkah persiapan menghadapi momentum politik besar dimasa depan, seperti pemilu 2029 mendatang,” tandasnya.

Uus juga mengatakan, sepanjang tahun 2024, hampir 400 kader di Jawa Barat telah mengikuti program P2KB di berbagai daerah, seperti Majalengka, Karawang, Kota Bandung, dan Kota Tasikmalaya.

“Kami berharap, kader yang sudah mengikuti pendidikan ini mampu menjadi insan unggul di lingkungannya dan menjadi bagian dari kader bangsa yang berkontribusi nyata untuk masyarakat,” pungkasnya. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Mau Sukses? Jangan Biasakan Tepat Waktu!

0

lintaspriangan.com, INSPIRATIF. Tulisan ini akan mengupas tentang sebuah pengalaman, yang mungkin akan mengubah cara pandang kita tentang manajemen waktu. Selama ini, on time atau tepat waktu, dianggap suatu hal yang positif. Karena itu tidak salah, jika kemudian banyak yang berfikir, kalau mau sukses itu harus disiplin dalam manajemen waktu. Maksudnya, biar selalu bisa on time atau tepat waktu. Tapi ternyata, pengalaman baru yang penulis dapati beberapa waktu lalu, justru memastikan sebaliknya: “Kalau mau sukses, jangan tepat waktu!”

Lho, kok bisa? Pengalaman ini berawal ketika penulis mengikuti sebuah kegiatan lomba lari maraton yang digelar oleh salah satu pasangan calon pada pilkada di sebuah daerah. Secara umum, lari maraton bisa dikategorikan jadi dua jenis. Yang pertama maraton profesional, yaitu ketika semua pesertanya atlet. Biasanya maraton profesional digelar dalam event-event resmi seperti olimpiade. Yang kedua sering disebut maraton fun run. Ini jenis maraton yang bisa diikuti oleh masyarakat umum, dan tentu saja para atlet profesional. Jadi kalau maraton profesional itu hanya bisa diikuti oleh atlet profesional. Tapi kalau maraton fun run, boleh diikuti oleh siapapun.

Mungkin karena hadiahnya cukup menggiurkan, maraton fun run yang digelar salah satu pasangan calon kepala daerah beberapa waktu itu berhasil menghadirkan ribuan peserta. Sejak jam enam pagi, warga yang akan mengikuti lari maraton mulai berdatangan. Padahal lari yang satu ini bukan main-main, meski bukan maraton profesional, tapi pasti sangat melelahkan karena jarak tempuhnya mencapai puluhan kilometer.

Tepat jam 08.00, calon kepala daerah mengibaskan bendera start, diiringi dengan raungan sirine dari soundsystem yang ada di lokasi acara. Ini pertanda, maraton dimulai. Ribuan peserta pun mulai berlari melewati garis start.

Singkat cerita, sekitar jam 1 siang, beberapa pelari berhasil tiba di garis finish. Disusul oleh para pelari lain, hingga satu jam kemudian, barulah lokasi start yang sejak pagi tadi kosong, dipenuhi lagi oleh ribuan orang.

Ada yang menarik pada lomba tersebut. Belasan pelari yang tiba di garis finish paling awal, ternyata memiliki banyak kesamaan. Misalnya, kesamaan yang pertama adalah, ketika di garis start, mereka menyengaja untuk berada di barisan terdepan. Lalu kesamaan yang kedua, belasan peserta yang menginjak garis finish lebih awal itu, sebelum lomba dimulai, mereka terlihat melakukan pemanasan ringan. Ini jelas berbeda dengan mayoritas peserta lain, yang bahkan diantaranya ada yang asyik jajan dan santai sebelum lomba dimulai.

Kesamaan ketiga, dan ini yang cukup mencolok, belasan peserta itu ternyata mengenakan outfit yang relatif mirip. Dari mulai jenis kaos dan celana, hingga sepatu yang mereka pakai, tentu tidak sama persis, tapi jenisnya sama. Jauh berbeda dengan peserta yang ada di barisan tengah atau belakang. Banyak yang mengenakan training atau kaos biasa, sebagian diantaranya memakai jaket, sweater dan topi. Dari outpit ini bisa dipastikan, yang berada di barisan terdepan adalah para atlet yang turut memanfaatkan maraton fun run sebagai ajang latihan. Niat mereka berbeda dengan kebanyakan orang. Mereka berencana serius menyelesaikan jarak yang harus ditempuh, bahkan dengan target waktu yang sudah mereka tentukan sebelumnya.

Karena niat mereka lebih serius, jadilah mereka pemenang. Merekalah yang datang paling awal di garis finish. Belasan pelari yang sukses jadi juara ini tidak datang tepat waktu. Mereka datang sekitar 1-2 jam sebelum waktu maraton dimulai. Mereka sadar, untuk sukses mereka harus datang lebih awal. Mereka faham, mereka butuh pemanasan ringan, butuh waktu juga untuk memakai seperangkat outfit khusus pelari, mereka juga mungkin harus menyerap aura lokasi lomba terlebih dulu, dan lain sebagainya.

Kalau kita cermati, fenomena seperti ini dapat kita temui di semua ajang perlombaan atau pertandingan. Siapapun yang ingin sukses jadi juara, tidak pernah datang tepat waktu. Mereka pasti datang lebih awal. Tepat waktu itu baik, tapi tak cukup untuk membuat seseorang sukses. Karena tepat waktu sebenarnya hanya sebuah pemenuhan kewajiban. Jadi kalau mau sukses, jangan biasakan tepat waktu!

Polres Ciamis Pastikan Perayaan Natal Berlangsung Aman

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Perayaan Natal tahun 2024 di wilayah hukum Polres Ciamis berjalan aman, tertib, dan penuh khidmat pada Rabu (25/12/2024). Sejumlah gereja di Kabupaten Ciamis melaksanakan ibadat Natal dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian dan pihak terkait untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Pelaksanaan ibadat dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 09.40 WIB. Fokus pengamanan diarahkan ke dua lokasi utama, yakni Gereja Paroki St. Yohanes Ciamis dan Gereja Kristen Indonesia (GKI).

Di Gereja Paroki St. Yohanes Ciamis, ibadat Natal bertema “Perayaan Ekaristi Natal Pagi” dipimpin oleh Pastor Rd. Mikael Adi Siswanto. Sekitar 150 jemaat hadir dalam perayaan yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Sementara itu, di Gereja Kristen Indonesia (GKI), ibadat bertema “Yesus Bersama Kita” dipimpin oleh Pendeta Nike Kusumawati dan dihadiri sekitar 100 jemaat.

Polres Ciamis bekerja sama dengan Kodim 0613 Ciamis untuk memastikan ibadat berjalan aman dan lancar. Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup dengan menempatkan personel di titik-titik strategis. Pengawasan langsung dilakukan oleh Dir Tahti Polda Jabar, AKBP Hardianur, S.I.K., serta Kabag Infolog Polda Jabar, AKBP Abdul Sobur.

Kapolres Ciamis, AKBP Akmal, S.H., S.I.K., M.H., menyatakan bahwa kehadiran aparat kepolisian bertujuan untuk memastikan seluruh umat Nasrani dapat merayakan Natal dengan tenang dan nyaman. Menurutnya, pengamanan ini adalah wujud dari komitmen kepolisian dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di wilayah Ciamis.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa umat Nasrani dapat merayakan Natal dengan aman dan damai. Ini adalah tugas kami sebagai pelayan masyarakat,” ujar Kapolres.

Selain di sekitar gereja, pengamanan juga dilakukan di jalur-jalur utama menuju lokasi ibadat untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan terkendali.

Pengamanan yang ketat namun humanis dari aparat kepolisian mendapatkan apresiasi dari para jemaat. Maria Lestari, salah seorang jemaat di Gereja Paroki St. Yohanes, menyampaikan rasa terima kasihnya atas pengamanan yang diberikan.

“Kami merasa sangat aman dan nyaman selama ibadat berlangsung. Terima kasih kepada pihak kepolisian yang sudah menjaga kami dengan baik,” ungkap Maria.

Ia menambahkan bahwa kehadiran aparat kepolisian di sekitar gereja memberikan rasa tenang, terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak kecil.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Pendeta Nike Kusumawati. Menurutnya, pengamanan yang dilakukan berjalan dengan sangat baik dan profesional. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari pihak kepolisian dan semua pihak yang telah membantu menjaga keamanan selama ibadat berlangsung,” ujarnya.

Keberhasilan pengamanan  tempat ibadah Natal di Kabupaten Ciamis tidak lepas dari sinergi yang solid antara Polres Ciamis, Kodim 0613, dan pihak gereja. Setiap pihak memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran acara dan memastikan seluruh rangkaian ibadat berjalan sesuai rencana.

Kapolres Ciamis juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat yang turut mendukung terciptanya suasana yang kondusif. Menurutnya, kerjasama seperti ini menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah keberagaman.

“Keamanan ini bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga melibatkan seluruh elemen masyarakat. Kami sangat mengapresiasi dukungan dan kerja sama semua pihak,” tegas Akmal.

Perayaan Natal di Ciamis bukan sekadar ibadat keagamaan, tetapi juga menjadi simbol toleransi dan keharmonisan antarumat beragama. Pengamanan yang diberikan aparat kepolisian mencerminkan komitmen kuat dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang beragam.

Kapolres Ciamis menegaskan bahwa kepolisian akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dalam menjaga keamanan di setiap kegiatan keagamaan. Ia berharap semangat kebersamaan dan toleransi dapat terus tumbuh di Kabupaten Ciamis.

BACA JUGA: Pemdes Neglasari Genjot Infrastruktur Jalan Desa

“Kami akan terus memastikan setiap acara keagamaan berjalan aman dan damai, sebagai bagian dari komitmen kami untuk menjaga harmoni di tengah masyarakat,” pungkas Kapolres.

Dengan pengamanan yang optimal dan sinergi yang kuat antarinstansi, perayaan Natal tahun ini berjalan lancar tanpa hambatan. Hal ini menjadi bukti bahwa keamanan dan kedamaian dapat terwujud melalui kerja sama, toleransi, dan rasa saling menghargai di tengah keberagaman masyarakat. (Eddy/infopriangan.com)

Pemdes Neglasari Genjot Infrastruktur Jalan Desa

0

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Pemerintah Desa (Pemdes) Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan desa sebagai upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendukung perekonomian masyarakat.

Pada tahun 2024, salah satu fokus utama pembangunan adalah pengerasan jalan DKM 7 di Dusun Warung Buah, yang kini sudah dapat digunakan oleh warga setempat.

Kepala Desa Neglasari, Setiaman, menjelaskan bahwa pembangunan jalan desa ini didanai melalui Alokasi Dana Desa (ADD) dengan tambahan dukungan dari swadaya masyarakat. Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan bukan sekadar membuka akses, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

“Semoga dengan jalan yang bagus, masyarakat akan lebih giat dan bersemangat dalam menjalankan berbagai aktivitasnya, sekaligus menopang lancarnya roda perekonomian warga,” ujar Setiaman, Selasa (24/12/2024).

Setiaman menambahkan bahwa perbaikan jalan desa tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga mempermudah distribusi hasil pertanian dan produk lokal ke pasar. Dengan akses yang lebih baik, para petani dan pedagang tidak lagi kesulitan mengangkut hasil panen atau barang dagangan mereka ke pusat kota.

Salah seorang warga Dusun Warung Buah, Ahmad, mengaku bersyukur dengan kondisi jalan yang kini lebih baik. Menurutnya, jalan yang mulus membuat aktivitas sehari-hari lebih lancar.

“Sekarang jalannya sudah bagus, kami tidak lagi kesulitan membawa hasil panen ke pasar. Anak-anak juga bisa pergi ke sekolah tanpa khawatir jalan licin atau berlubang,” ungkap Ahmad.

Pembangunan jalan di Desa Neglasari melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk Kepala Seksi Kesejahteraan dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa. Proses pengerjaan juga tidak lepas dari semangat gotong royong warga setempat.

Salah satu anggota TPK Desa Neglasari menyampaikan bahwa antusiasme warga sangat tinggi dalam mendukung pembangunan ini.

“Warga sangat antusias membantu pembangunan jalan ini. Ada yang membawa alat, ada yang ikut mengangkut material, bahkan ada yang menyumbangkan makanan dan minuman untuk para pekerja,” ujarnya.

Partisipasi aktif warga ini tidak hanya mempercepat proses pengerjaan, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan di antara mereka. Gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga wadah untuk membangun solidaritas sosial di desa.

Dengan adanya jalan yang baik, berbagai sektor di Desa Neglasari diharapkan turut berkembang. Akses menuju sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan menjadi lebih mudah dijangkau. Anak-anak dapat pergi ke sekolah dengan lebih aman, para pedagang bisa membawa barang dagangan lebih cepat, dan warga yang membutuhkan layanan kesehatan tidak lagi terkendala kondisi jalan yang rusak.

Setiaman menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan desa akan terus menjadi prioritas di tahun-tahun mendatang. Ia berharap pemerintah daerah dan pihak terkait terus mendukung program ini agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk tidak hanya membangun jalan, tetapi juga merawatnya agar fasilitas ini dapat bertahan lama dan dinikmati oleh generasi mendatang,” tegasnya.

Bagi masyarakat Desa Neglasari, pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol harapan untuk masa depan yang lebih baik. Infrastruktur yang memadai diharapkan dapat membawa perubahan positif di berbagai lini kehidupan masyarakat desa.

BACA JUGA: Penetapan DPKG Garut 2024-2029 Molor Tanpa Kepastian

Melalui sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak terkait, Desa Neglasari optimis bahwa pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan akan membawa kesejahteraan bagi seluruh warga.

Dengan konektivitas yang lebih baik, roda perekonomian akan berputar lebih lancar, membuka peluang usaha baru, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Desa Neglasari pun diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mewujudkan pembangunan yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama. (Yayat/infopriangan.com)

Penetapan DPKG Garut 2024-2029 Molor Tanpa Kepastian

0

lintaspriangan.com, BERITA GARUT.  Hingga akhir Desember 2024, anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Garut (DPKG) periode 2024-2029 belum juga ditetapkan oleh Pj. Bupati Garut. Padahal, masa bakti anggota DPKG periode sebelumnya telah berakhir pada 6 Desember 2024. Akibatnya, hingga saat ini, posisi DPKG mengalami kekosongan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proses penjaringan dan seleksi calon anggota DPKG sebenarnya telah selesai sejak 24 November 2024. Panitia Seleksi (Pansel) telah meloloskan 22 calon untuk mengikuti tahap akhir, yakni penetapan dan pelantikan oleh bupati. Nantinya, dari 22 calon tersebut akan dipilih 11 orang yang secara resmi akan ditetapkan dan dilantik.

Pansel sendiri sudah menyerahkan daftar 22 calon tersebut ke Pemerintah Kabupaten Garut untuk diproses lebih lanjut. Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi dari Pj. Bupati Garut terkait penetapan dan pelantikan anggota DPKG baru..

Keterlambatan penetapan ini mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan, termasuk aktivis, praktisi pendidikan, dan masyarakat umum. Mereka mempertanyakan alasan di balik lambatnya proses penetapan tersebut, meskipun seluruh tahapan seleksi sudah selesai.

Ketua Serikat Guru Indonesia (SEGI) Garut Selatan, Nurul Agustiana, menyampaikan pendapatnya mengenai keterlambatan ini. Menurutnya, Panitia Seleksi sudah bekerja secara transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Pansel telah melaksanakan tugasnya dengan baik dan sudah sesuai dengan Peraturan Bupati Garut Nomor 736 Tahun 2013. Sekarang tinggal bagaimana Pj. Bupati menyelesaikan tugasnya,” tegas Nurul.

Lebih lanjut, Nurul menegaskan bahwa penetapan DPKG seharusnya tidak ditunda-tunda karena bisa menimbulkan spekulasi negatif di tengah masyarakat.

“Seharusnya Pj. Bupati segera menetapkan dan melantik anggota DPKG agar tidak ada kecurigaan terkait alasan di balik keterlambatan ini,” ujarnya.

Selain itu, Nurul juga mengingatkan bahwa kekosongan DPKG berpotensi menimbulkan kesan bahwa pemerintah daerah mengabaikan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Dewan Pendidikan. Menurutnya, keberadaan Dewan Pendidikan sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

Kekosongan posisi DPKG dinilai dapat berdampak negatif pada pengelolaan pendidikan di Kabupaten Garut. Tanpa adanya Dewan Pendidikan, berbagai program dan pengawasan terkait dunia pendidikan bisa terhambat.

Seorang praktisi pendidikan di Garut yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa DPKG memiliki peran krusial dalam memastikan kebijakan pendidikan berjalan dengan baik.

“Dewan Pendidikan adalah jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam memastikan mutu pendidikan yang baik. Jika posisi ini kosong terlalu lama, dampaknya akan sangat dirasakan di lapangan,” ujarnya.

Di sisi lain, masyarakat juga berharap agar Pj. Bupati Garut segera mengambil langkah konkret. Salah seorang orang tua siswa, Ahmad, menyatakan kekecewaannya terhadap lambatnya proses ini.

“Kami berharap pemerintah segera menetapkan DPKG baru. Jangan sampai pendidikan di Garut terganggu hanya karena masalah administrasi yang berlarut-larut,” tuturnya.

Keterlambatan ini tentu menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah. Penetapan DPKG bukan hanya soal administratif, tetapi juga terkait komitmen pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan.

Aktivis pendidikan di Garut berharap Pj. Bupati segera memberikan kepastian terkait pelantikan anggota DPKG periode 2024-2029. Mereka menilai bahwa semakin lama kekosongan ini dibiarkan, semakin besar dampaknya terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Garut.

BACA JUGA: Banjir Sungai Cibalungbang Rendam Sawah Petani

Masyarakat dan para pemangku kepentingan berharap masalah ini bisa segera diselesaikan sebelum awal tahun 2025. Dengan adanya DPKG yang aktif dan berfungsi optimal, diharapkan berbagai persoalan pendidikan di Kabupaten Garut dapat ditangani dengan lebih baik dan terarah.

“Kami hanya ingin kepastian. Pendidikan adalah hal yang sangat penting, jangan sampai terabaikan,” pungkas Nurul Agustiana. (Liklik/ lintaspriangan.com)

Banjir Sungai Cibalungbang Rendam Sawah Petani

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Baregbeg sejak Selasa malam menyebabkan Sungai Cibalungbang meluap dan merendam puluhan hektare sawah di Desa Petir Hilir, Dusun Pasir Kadu, RW 7 Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis.

Banjir mulai merendam lahan pertanian sejak Rabu (25/12/2024) sekitar pukul 16.00 WIB dan hingga malam hari, air belum juga menunjukkan tanda-tanda akan surut.

Endang, Ketua RW setempat yang juga seorang petani, menyampaikan bahwa banjir kali ini cukup parah dan merata di beberapa titik sawah produktif di wilayahnya.

Endang juga menjelaskan bahwa luapan air berasal dari aliran Sungai Cibalungbang yang tidak mampu menampung tingginya debit air. Selain itu, saluran selokan dari Desa Sukamaju yang seharusnya mengalirkan air ke kolam warga juga tersumbat dan meluap ke area persawahan.

“Sawah kami mulai terendam sejak sore tadi, dan sampai sekarang air belum juga surut. Sebagian besar sawah sudah ditanami padi, bahkan ada yang usianya baru satu bulan dan hampir dua bulan,” ujar Endang saat ditemui di lokasi banjir.

Menurutnya, kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena mayoritas petani baru saja selesai menanam padi beberapa minggu lalu. Jika air tidak segera surut, bibit padi yang terendam air dalam waktu lama dipastikan akan membusuk dan gagal panen.

Endang juga menjelaskan bahwa ada dua titik saluran utama yang menyebabkan air meluap. Saluran tersebut biasanya berfungsi untuk mengalirkan air hujan dan sisa irigasi dari Desa Sukamaju ke kolam penampungan. Namun, derasnya aliran kali ini membuat selokan dan gorong-gorong tidak mampu menampung air, sehingga meluap ke sawah warga.

“Air datang begitu cepat, dan saluran pembuangan tidak mampu menampung. Ini seperti bencana tahunan yang selalu berulang, tapi kali ini lebih parah dari biasanya,” tambahnya.

Beberapa petani terlihat pasrah melihat lahan sawah mereka yang tenggelam. Mereka hanya bisa berdiri di tepi sawah sambil memantau kondisi tanaman padi yang semakin terendam.

Sejumlah petani di Dusun Pasir Kadu mengaku resah dengan kondisi ini. Salah satu petani, Asep, mengatakan bahwa dirinya baru saja menanam padi sekitar tiga minggu lalu. Jika banjir tidak segera surut, ia khawatir hasil panennya akan gagal total.

“Saya baru tiga minggu menanam padi. Kalau terendam lebih lama, bisa dipastikan bibit akan mati dan kami harus mulai dari awal lagi. Biaya tanam juga tidak sedikit,” keluh Asep.

Kerugian yang diderita petani akibat banjir ini diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Selain modal tanam, para petani juga harus memikirkan biaya tambahan untuk pemulihan lahan setelah banjir surut.

Endang berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk membantu menangani masalah ini, terutama dalam memperbaiki saluran irigasi dan gorong-gorong yang sering menjadi penyebab luapan air.

“Kami butuh solusi jangka panjang. Jika dibiarkan seperti ini, petani akan selalu merugi setiap musim hujan tiba,” ujar Endang dengan nada penuh harap.

Para petani berharap ada upaya cepat dari pemerintah daerah untuk menangani banjir ini. Selain bantuan darurat seperti logistik dan peralatan pertanian, mereka juga berharap ada perbaikan saluran air untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

BACA JUGA: Dispora Banjar Gelar Pembinaan Penggiat Wisata Desa

Hingga saat ini, warga bersama aparat desa masih terus memantau perkembangan banjir dan berusaha membuka beberapa saluran air secara manual untuk mempercepat surutnya genangan di area persawahan.

Musibah banjir ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa pengelolaan infrastruktur irigasi dan saluran air yang baik sangat penting untuk mencegah kerugian besar di sektor pertanian. Petani Desa Petir Hilir berharap agar pemerintah daerah segera memberikan perhatian serius agar bencana serupa tidak terus berulang di tahun-tahun mendatang. (Edi Supriatna/lintaspriangan.com)


Dispora Banjar Gelar Pembinaan Penggiat Wisata Desa

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR.  Untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan destinasi wisata di tingkat desa dan kelurahan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banjar melalui Bidang Pariwisata menggelar kegiatan pembinaan bagi para penggiat wisata. Acara ini berlangsung di objek wisata Situ Leutik, Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, Jawa Barat, pada Selasa (24/12/2024).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan destinasi pariwisata untuk tahun anggaran 2024. Acara ini melibatkan berbagai pihak terkait, mulai dari penggiat wisata, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), hingga pejabat daerah setempat.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai desa dan kelurahan di Kota Banjar, di antaranya Desa Langensari dan Batulawang. Sementara itu, Desa Cibeureum dan Sukamukti masih dalam tahap proses penyusunan Surat Keputusan (SK) Wali Kota untuk penggiat wisatanya.

Rd. Maya Dewi, Kepala Bidang Pariwisata Dispora Kota Banjar, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas para penggiat wisata agar mampu mengelola potensi wisata di daerahnya masing-masing dengan lebih baik.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para penggiat wisata, sehingga mereka mampu mengelola potensi wisata di desanya dengan lebih optimal,” ujar Maya kepada awak media di sela acara.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, penggiat wisata, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan. Menurutnya, dukungan penuh dari semua pihak sangat dibutuhkan untuk memastikan setiap potensi wisata di Kota Banjar dapat dikelola secara profesional.

“Kami optimistis kegiatan ini akan memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata di Kota Banjar. Semoga setiap desa dapat semakin maju dan mandiri dalam mengelola potensi wisatanya,” tambah Maya.

Acara pembinaan ini turut menghadirkan Deni Rismayadi, seorang pengelola dan pendamping desa wisata dari Kabupaten Tasikmalaya, sebagai narasumber utama. Dalam sesi pemaparannya, Deni menjelaskan berbagai aspek penting dalam pengelolaan desa wisata yang efektif dan berkelanjutan.

“Desa wisata bukan hanya soal potensi alam semata, tetapi juga bagaimana kita memahami dan memiliki konsep yang jelas untuk mengangkat kearifan lokal serta memberdayakan masyarakat setempat,” ujar Deni.

Menurutnya, pengelolaan desa wisata harus dimulai dengan perencanaan yang matang, strategi promosi yang efektif, dan fokus pada keberlanjutan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa desa wisata tidak hanya berkembang dalam jangka pendek, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial dalam jangka panjang.

Dalam sesi dialog, peserta pembinaan diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan narasumber. Banyak pertanyaan yang diajukan, mulai dari strategi pemasaran destinasi wisata hingga cara meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan wisata desa.

Seorang peserta dari Desa Langensari mengungkapkan bahwa pelatihan seperti ini sangat membantu mereka dalam memahami langkah-langkah konkret dalam mengelola destinasi wisata.

“Kami merasa lebih paham bagaimana memaksimalkan potensi wisata yang ada di desa kami,” ujarnya.

Selain itu, diskusi juga membahas berbagai tantangan yang dihadapi oleh para penggiat wisata di lapangan, seperti keterbatasan dana, kurangnya pelatihan berkelanjutan, serta minimnya promosi yang efektif.

BACA JUGA: BNN Kota Tasikmalaya Bukukan Prestasi Gemilang, 308 Program Tuntas di 2024

Melalui kegiatan ini, Dispora Kota Banjar berharap setiap desa dan kelurahan dapat lebih mandiri dalam mengelola destinasi wisata yang ada di wilayahnya masing-masing. Dengan pengelolaan yang baik, potensi wisata diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.

“Kami berharap para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dari kegiatan ini di desa masing-masing. Jika dikelola dengan baik, destinasi wisata di Kota Banjar pasti akan berkembang pesat,” tutup Rd. Maya Dewi.

Acara ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan materi pembinaan kepada para peserta. Para penggiat wisata juga  tampak antusias dan optimistis dapat membawa perubahan positif bagi sektor pariwisata di Kota Banjar. (Johan/lintaspriangan com)


Pohon Rambutan Tumbang Timpa Rumah Warga

lintaspriangan com. BERITA BANJAR.  Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Banjar pada Selasa (24/12/2024) sore menyebabkan sebuah pohon rambutan berukuran besar tumbang dan menimpa rumah milik Rodi (62) di Dusun Cimanggu, RT/RW 05/02, Desa Batulawang, Kecamatan Pataruman. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 14.46 WIB, ketika cuaca ekstrem melanda kawasan tersebut.

Pada saat kejadian, rumah tersebut hanya dihuni oleh Restu (25), anak Rodi. Sementara Rodi dan istrinya, Titin, sedang berada di luar kota. Restu menceritakan bahwa ketika pohon mulai tumbang, ia mendengar suara gemuruh yang sangat keras dari arah depan rumah.

“Ketika pohon tumbang, saya langsung lari ke luar rumah untuk menyelamatkan diri dan meminta tolong kepada warga sekitar,” ungkap Restu dengan wajah masih terlihat cemas.

Pohon tersebut menimpa bagian teras rumah yang menggunakan baja ringan dan menyebabkan kerusakan yang cukup parah. Genteng serta sebagian rangka baja ringan ambruk akibat beban berat dari batang pohon yang tumbang.

Melihat kondisi tersebut, warga sekitar langsung berdatangan untuk membantu evakuasi sementara sambil menunggu petugas tiba.

Tak lama setelah laporan diterima, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar bersama relawan Jabar Bergerak tiba di lokasi kejadian. Mereka langsung berkoordinasi dengan warga untuk memulai proses evakuasi dan pembersihan puing-puing pohon.

Ketua Jabar Bergerak Kota Banjar, Ari Faturohman, menjelaskan bahwa pihaknya langsung bergerak begitu menerima laporan.

“Setelah mendapat laporan, kami bergerak cepat bersama tim BPBD untuk mengevakuasi pohon tumbang. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini meskipun kerusakan cukup parah,” ujar Ari.

Proses evakuasi tidak berjalan mudah karena ukuran pohon yang sangat besar. Batang pohon yang melintang di atas atap rumah memerlukan pemotongan secara bertahap agar bisa dipindahkan dengan aman. Tim BPBD bersama relawan Jabar Bergerak menggunakan gergaji mesin dan alat lainnya untuk mempercepat proses evakuasi.

Meski membutuhkan waktu berjam-jam, akhirnya pohon berhasil dipindahkan dari struktur bangunan yang rusak. Kolaborasi antara tim BPBD, relawan, dan warga sekitar terbukti efektif dalam menangani situasi tersebut.

Setelah proses evakuasi selesai, petugas melakukan penilaian terhadap kerusakan yang terjadi. Diperkirakan kerugian materi akibat kejadian ini mencapai jutaan rupiah. Meski demikian, keluarga Rodi bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Ari Faturohman juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan tiba. Ia mengingatkan pentingnya memangkas pohon yang sudah tua dan berpotensi tumbang.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk rutin memangkas pohon besar di sekitar rumah demi menghindari kejadian serupa. Cuaca ekstrem seperti ini bisa terjadi kapan saja, jadi kewaspadaan harus selalu ditingkatkan,” jelas Ari.

Selain itu, BPBD Kota Banjar juga mengingatkan warga untuk segera melaporkan kejadian darurat atau potensi bencana agar bisa ditangani dengan cepat dan tepat. Respons cepat seperti yang terjadi dalam insiden ini menjadi bukti pentingnya sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat.

Restu, yang masih terlihat syok dengan kejadian yang menimpa rumahnya, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada tim BPBD, relawan Jabar Bergerak, dan warga sekitar yang telah sigap membantu keluarganya.

BACA JUGA:

“Terima kasih banyak kepada semua yang sudah membantu. Saya benar-benar bersyukur tidak ada yang terluka,” ujar Restu sambil tersenyum tipis.

Musim hujan yang disertai angin kencang masih berpotensi terjadi dalam beberapa minggu ke depan. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan dari semua pihak menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah risiko bencana serupa.

Dengan adanya kolaborasi antara tim BPBD, relawan Jabar Bergerak, dan masyarakat, diharapkan setiap bencana dapat ditangani dengan lebih cepat dan efektif. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan di tengah kondisi cuaca yang semakin tidak menentu. (Johan/lintaspriangan.com)


Optimalkan Destinasi Desa Dispora Kota Banjar Gelar Bina Penggiat Wisata

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR.  Untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan destinasi wisata di tingkat desa dan kelurahan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banjar melalui Bidang Pariwisata menggelar kegiatan pembinaan bagi para penggiat wisata. Acara ini berlangsung di objek wisata Situ Leutik, Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, Jawa Barat, pada Selasa (24/12/2024).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan destinasi pariwisata untuk tahun anggaran 2024. Acara ini melibatkan berbagai pihak terkait, mulai dari penggiat wisata, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), hingga pejabat daerah setempat.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai desa dan kelurahan di Kota Banjar, di antaranya Desa Langensari dan Batulawang. Sementara itu, Desa Cibeureum dan Sukamukti masih dalam tahap proses penyusunan Surat Keputusan (SK) Wali Kota untuk penggiat wisatanya.

Rd. Maya Dewi, Kepala Bidang Pariwisata Dispora Kota Banjar, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas para penggiat wisata agar mampu mengelola potensi wisata di daerahnya masing-masing dengan lebih baik.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para penggiat wisata, sehingga mereka mampu mengelola potensi wisata di desanya dengan lebih optimal,” ujar Maya kepada awak media di sela acara.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, penggiat wisata, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan. Menurutnya, dukungan penuh dari semua pihak sangat dibutuhkan untuk memastikan setiap potensi wisata di Kota Banjar dapat dikelola secara profesional.

“Kami optimistis kegiatan ini akan memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata di Kota Banjar. Semoga setiap desa dapat semakin maju dan mandiri dalam mengelola potensi wisatanya,” tambah Maya.

Acara pembinaan ini turut menghadirkan Deni Rismayadi, seorang pengelola dan pendamping desa wisata dari Kabupaten Tasikmalaya, sebagai narasumber utama. Dalam sesi pemaparannya, Deni menjelaskan berbagai aspek penting dalam pengelolaan desa wisata yang efektif dan berkelanjutan.

“Desa wisata bukan hanya soal potensi alam semata, tetapi juga bagaimana kita memahami dan memiliki konsep yang jelas untuk mengangkat kearifan lokal serta memberdayakan masyarakat setempat,” ujar Deni.

Menurutnya, pengelolaan desa wisata harus dimulai dengan perencanaan yang matang, strategi promosi yang efektif, dan fokus pada keberlanjutan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa desa wisata tidak hanya berkembang dalam jangka pendek, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial dalam jangka panjang.

Dalam sesi dialog, peserta pembinaan diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan narasumber. Banyak pertanyaan yang diajukan, mulai dari strategi pemasaran destinasi wisata hingga cara meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan wisata desa.

Seorang peserta dari Desa Langensari mengungkapkan bahwa pelatihan seperti ini sangat membantu mereka dalam memahami langkah-langkah konkret dalam mengelola destinasi wisata.

“Kami merasa lebih paham bagaimana memaksimalkan potensi wisata yang ada di desa kami,” ujarnya.

Selain itu, diskusi juga membahas berbagai tantangan yang dihadapi oleh para penggiat wisata di lapangan, seperti keterbatasan dana, kurangnya pelatihan berkelanjutan, serta minimnya promosi yang efektif.

BACA JUGA:

Melalui kegiatan ini, Dispora Kota Banjar berharap setiap desa dan kelurahan dapat lebih mandiri dalam mengelola destinasi wisata yang ada di wilayahnya masing-masing. Dengan pengelolaan yang baik, potensi wisata diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.

“Kami berharap para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dari kegiatan ini di desa masing-masing. Jika dikelola dengan baik, destinasi wisata di Kota Banjar pasti akan berkembang pesat,” tutup Rd. Maya Dewi.

Acara ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan materi pembinaan kepada para peserta. Para penggiat wisata juga  tampak antusias dan optimistis dapat membawa perubahan positif bagi sektor pariwisata di Kota Banjar. (Johan/lintaspriangan com)


Pemdes Dewasari dan Mahasiswa STIKes Muhammadiyah Ciamis Gelar Gebyar Kesehatan

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Pemerintahan Desa (Pemdes) Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis bersama Mahasiswa D3 Teknologi Laboratorium Medik (TLM) dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah menggelar Gebyar Kesehatan.

Kegiatan yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Ibu itu berlangsung di Halaman Kantor Desa Dewasari, Selasa (24/12/2024). Gebyar Kesehatan diisi dengan pengecekan Kesehatan seperti cek asam urat, tensi darah, pemeriksaan golongan darah, pengukuran tinggi dan berat badan, donor darah, senam bersama serta lomba mewarnai.

Untuk pemeriksaan kesehatan Desa Dewasari berkoordinasi bersama Mahasiswa D3 Teknologi Laboratorium Medik (TLM) dari STIKES Muhammadiyah.

Kepala Desa Dewasari, Ninding Badrul Munir mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan tersebut merupakan rangkaian dari puncak peringatan Hari Ibu tahun 2024 yang dimulai sejak 2 Minggu yang lalu.

“Para kader PKK mengadakan berbagai kegiatan salah satunya senam bersama,” katanya.

Dijelaskannya, untuk kegiatan pemeriksaan kesehatan, pihak Desa Dewasari berkoordinasi dengan Mahasiswa D3 TLM dari STIKES Muhammadiyah, sedangkan donor darah pihaknya bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ciamis.

“Selama dua pekan, mahasiswa telah membantu kami dalam bidang kesehatan. Puncak kegiatan hari ini sangat meriah, dengan digelarnya senam kesehatan, donor darah dan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat. Selain itu digelar juga perlombaan edukatif seperti hafalan Al-Qur’an, cerdas cermat, dan mewarnai untuk anak-anak,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi suatu momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan.

“Alhamdulillah antusiasme masyarakat sangat tinggi, ini menunjukkan kepedulian mereka terhadap kesehatan pribadi maupun lingkungan,” ucapnya.

Ninding juga mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa STIKes Muhammadiyah Ciamis yang telah melaksanakan Program Praktek Pembangunan Kesehatan Masyarakat (PPKM) di Desa Dewasari.

“Semoga kedepannya STIKes Muhammadiyah Ciamis bisa kembali hadir untuk mendukung Desa Dewasari menjadi desa yang sehat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Ia juga menjelaskan terkait salah satu program Desa Dewasari dalam bidang kesehatan sesuai yang menjadi prioritas yaitu penurunan angka stunting.

“Alhamdulillah jumlah angka stunting di Desa Dewasari menurun, awalnya berjumlah 14 orang di tahun 2023, sekarang ada 7 orang dengan rentang usia 3 sampai 4 tahunan,” jelasnya.

BACA JUGA: Warga Sadewata Apresiasi Respon Cepat Polsek Kawali Tangani ODGJ

Sementara itu Ketua PPKM STIKes Muhammadiyah Ciamis, Firdaus Nur Rohman, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara kampus dan pemerintah desa yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat, termasuk pencegahan penyakit, penyuluhan, dan pemeriksaan kesehatan.

“Adanya kegiatan ini kami berharap dapat mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat Desa Dewasari,” ucapnya.

Firdaus juga mengatakan, dalam kegiatan PPKM ada 72 orang mahasiswa yang dilibatkan dalam program tersebut. Mereka merupakan mahasiswa tingkat akhir prodi D3 Teknologi Laboratorium Medik (TLM).

“Kami berharap adanya program PPKM ini dapat membantu masyarakat dalam bidang kesehatan, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi dan layanan kesehatan yang kami laksanakan,” pungkasnya. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Kementerian ATR/BPN dan Pertamina Perkuat Sinergi Tata Ruang dan Pertanahan

0

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) kembali menjalin kerja sama dengan PT Pertamina (Persero) dalam pengelolaan pertanahan dan tata ruang.

Kesepakatan ini tertuang dalam Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, dan Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, di Grha Pertamina, Jakarta, Selasa (24/12/2024).

Dalam sambutannya, Menteri Nusron menekankan bahwa sinergi antara kementerian dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memegang peranan penting untuk mendukung visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dua program prioritas yang menjadi perhatian adalah swasembada energi dan hilirisasi industri.

“Kita harus bekerja sebagai satu tim untuk memastikan program swasembada energi, swasembada pangan, dan hilirisasi berjalan dengan baik. Kementerian ATR/BPN wajib mendukung, bukan malah menghambat,” ujar Nusron Wahid dengan tegas.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Nusron juga menyampaikan bahwa ada 192 perusahaan yang akan mengajukan izin dan pelayanan ke Kementerian ATR/BPN. Proses ini mencakup sertipikasi tanah, Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD), penyelesaian sengketa pertanahan, pertimbangan teknis pertanahan (PERTEK), serta pengadaan tanah.

Ia menginstruksikan agar seluruh jajaran Kementerian ATR/BPN memberikan pelayanan yang profesional dan cepat. Menurutnya, keterlambatan pelayanan akan menimbulkan dampak negatif pada kredibilitas lembaga.

“MoU ini harus segera ditindaklanjuti dengan baik. Jika pelayanan masih lambat dan tidak optimal, kita akan merasa malu,” tegas Nusron.

Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyambut baik kesepakatan ini. Ia mengungkapkan bahwa kerja sama ini menjadi bukti nyata sinergi antara Pertamina dan Kementerian ATR/BPN untuk memastikan pengelolaan aset tanah berjalan dengan baik.

“Penandatanganan MoU ini adalah momen penting bagi kami. Dukungan dari Kementerian ATR/BPN sangat berarti untuk kelancaran pengelolaan aset tanah, terutama untuk proyek-proyek strategis Pertamina,” ujar Simon.

Menurut Simon, kepastian hukum dalam pengelolaan tanah akan memberikan dampak positif terhadap operasional distribusi energi di Indonesia.

Sebagai bagian dari kerja sama ini, Kementerian ATR/BPN menyerahkan 26 Sertipikat Elektronik Hak Guna Bangunan (HGB) kepada PT Pertamina. Sertipikat ini mencakup jalur pipa Bahan Bakar Minyak (BBM) sepanjang 81,5 km dari Fuel Terminal Boyolali hingga Fuel Terminal Pengapon di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Jalur pipa ini memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran distribusi BBM di Jawa Tengah. Dengan kepastian hukum atas lahan tersebut, Pertamina diharapkan dapat lebih fokus pada pengelolaan infrastruktur energi tanpa hambatan administratif.

BACA JUGA: Fokus BNNK Ciamis: Sosialisasi, Rehabilitasi, Sinergi

Kerja sama antara Kementerian ATR/BPN dan PT Pertamina bertujuan untuk memastikan pengelolaan tata ruang dan pertanahan yang lebih transparan, efisien, dan berlandaskan kepastian hukum. Pertamina, sebagai perusahaan yang berperan besar dalam distribusi energi nasional, membutuhkan dukungan penuh dalam hal pengelolaan aset tanah.

Tanah yang digunakan untuk infrastruktur energi, seperti pipa distribusi BBM, harus memiliki kejelasan status hukum agar tidak menimbulkan konflik di kemudian hari. Selain itu, percepatan proses administrasi diharapkan dapat mendukung pembangunan infrastruktur energi yang lebih efektif dan efisien.

Melalui MoU ini, kedua pihak berkomitmen untuk bekerja sama dalam menyelesaikan berbagai tantangan di bidang pertanahan dan tata ruang demi mendukung target swasembada energi nasional serta pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (Eddy/lintaspriangan.com)

Fokus BNNK Ciamis: Sosialisasi, Rehabilitasi, Sinergi

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sepanjang tahun 2024, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ciamis secara aktif melaksanakan berbagai program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Program ini meliputi kegiatan sosialisasi, rehabilitasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kerja sama lintas sektor demi menekan angka penyalahgunaan narkoba di wilayah Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.

Sosialisasi P4GN di Berbagai Lingkungan

BNNK Ciamis rutin melakukan kegiatan sosialisasi P4GN setiap bulan dengan sasaran yang beragam, mulai dari lingkungan pendidikan, instansi pemerintah, hingga masyarakat umum.

Kepala BNNK Ciamis, Yaya Suriadijaya, S.H., menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya menyebarkan pemahaman tentang bahaya narkoba di semua lini masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus menyebarkan pemahaman tentang bahaya narkoba melalui berbagai kegiatan di semua lini masyarakat,” tegas Yaya.

Pada Mei 2024, BNNK Ciamis melaksanakan 13 kegiatan sosialisasi, dengan rincian lima kegiatan di lingkungan pendidikan dan delapan kegiatan di lingkungan masyarakat. Sementara itu, pada Juni 2024, tercatat delapan kegiatan sosialisasi yang melibatkan berbagai instansi, termasuk pemerintahan dan pendidikan.

Puncak kegiatan sosialisasi terjadi pada Oktober 2024 dengan 19 kegiatan yang melibatkan berbagai pihak.

Melalui kegiatan ini, BNNK berharap dapat menciptakan kesadaran kolektif tentang bahaya narkoba dan pentingnya peran aktif semua pihak dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

Di bidang pemberantasan, Seksi Pemberantasan BNNK Ciamis Asep Taufik mengatakan telah melaksanakan berbagai kegiatan yang tidak termasuk dalam anggaran DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran).

Salah satu kegiatan utamanya adalah pelaksanaan asesmen terpadu bagi tersangka tindak pidana narkotika yang dimohonkan oleh penyidik dari Polres Ciamis, Polres Banjar, dan Polres Pangandaran.

Selama tahun 2024, sebanyak 43 klien telah menjalani asesmen terpadu. Dari jumlah tersebut, 34 klien menjalani rehabilitasi rawat jalan di Klinik Pratama BNNK Ciamis, sementara sisanya dirujuk ke Balai Rehabilitasi BNN Lido dan lembaga rehabilitasi swasta.

Selain itu, tim pemberantasan juga aktif melakukan pemetaan wilayah yang rawan terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Mereka juga berpartisipasi dalam Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) yang dibentuk oleh Kantor Imigrasi Kelas I Tasikmalaya untuk memastikan tidak ada peredaran narkoba yang melibatkan jaringan internasional.

Dalam menjalankan program P4GN, BNNK Ciamis menjalin kerja sama erat dengan berbagai pihak, termasuk Kejaksaan Negeri Ciamis, Polres Ciamis, Kodim 0613 Ciamis, dan instansi terkait lainnya. Sinergi ini dinilai penting untuk menciptakan strategi yang lebih efektif dalam memerangi narkoba.

Tidak hanya itu, BNNK Ciamis juga meluncurkan inovasi layanan melalui “Si Biru Mobile”. Kendaraan ini dirancang untuk memberikan layanan P4GN seperti informasi, konseling, dan layanan tes narkoba kepada masyarakat di wilayah terpencil.

“Si Biru Mobile diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjauhi narkoba,” ujar Yaya Suriadijaya.

Selain itu, BNNK Ciamis juga fokus pada ancaman narkotika jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS) yang semakin marak beredar. Ancaman ini memerlukan langkah-langkah serius dan koordinasi yang kuat di semua level.

Di akhir tahun, Kepala BNNK Ciamis memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program P4GN di Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.

BACA JUGA: Posko ORARI Kota Banjar Siap Amankan Arus Nataru 2025

Yaya juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah daerah, kepolisian, kejaksaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan media yang telah membantu menyebarkan informasi tentang bahaya narkoba.

“Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan stakeholder terkait menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Kami harap semua pihak terus berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba,” tutup Yaya.

Melalui berbagai program yang telah dilaksanakan, BNNK Ciamis optimis dapat terus menekan angka penyalahgunaan narkoba dan menciptakan lingkungan yang lebih aman, sehat, dan bebas dari narkoba menuju visi “Indonesia Bersinar”. (Eddy/lintaspriangan.com)

Posko ORARI Kota Banjar Siap Amankan Arus Nataru 2025

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kota Banjar kembali mendirikan posko pengamanan di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, tepatnya di Cijolang, Kota Banjar.

Posko tersebut akan beroperasi mulai 24 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025 sebagai bagian dari upaya memastikan kelancaran arus mudik dan balik selama periode liburan.

Ketua ORARI Lokal Kota Banjar, Yana S. Bachyan, menjelaskan bahwa pendirian posko ini sudah menjadi agenda tahunan ORARI, terutama pada momen penting seperti Idul Fitri dan Nataru. Menurutnya, keberadaan posko ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengendara yang melintas di jalur tersebut.

“Ini sudah menjadi agenda kami tiap tahun. Kami hanya ingin memastikan para pengendara yang melintas di perbatasan ini merasa aman dan nyaman selama perjalanan mereka, khususnya dalam momen mudik dan arus balik Nataru,” ujar Yana. Selasa, (23/12/2024).

Yana menambahkan bahwa posko ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi, tetapi juga sebagai tempat istirahat bagi pengendara yang menempuh perjalanan jauh. Fasilitas yang disediakan di posko bertujuan untuk membantu pengendara menjaga kondisi fisik agar tetap prima selama perjalanan.

“Posko ini nantinya tidak hanya sebagai posko pantau dan informasi, tetapi kami menyediakan fasilitas istirahat yang memadai agar para pengendara dapat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan mereka. Ini penting untuk menjaga keamanan dan mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan,” jelasnya lagi.

Selain menyediakan tempat istirahat, posko ini juga dilengkapi dengan peralatan komunikasi modern yang memungkinkan tim ORARI untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian, dinas perhubungan, dan instansi terkait lainnya. Teknologi ini memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat selalu akurat dan terkini.

Menurut Yana, posko tersebut juga berperan sebagai pusat koordinasi dalam situasi darurat. Pengendara yang membutuhkan bantuan dapat langsung mendatangi posko atau menghubungi tim ORARI melalui saluran komunikasi yang telah disediakan.

“Jika ada situasi darurat atau kebutuhan informasi, pengendara dapat langsung menghubungi tim kami di posko. Kami siap membantu semaksimal mungkin, termasuk memberikan informasi terkait kondisi jalan, cuaca, atau bahkan potensi bencana,” ungkapnya.

Selain fokus pada pengamanan dan kenyamanan perjalanan, ORARI juga akan terus memantau arus lalu lintas di sekitar perbatasan Cijolang. Tim akan memberikan laporan berkala terkait kondisi jalan untuk membantu pengendara memilih jalur yang paling aman dan lancar.

Yana berharap keberadaan posko ini dapat berkontribusi positif dalam memastikan perjalanan masyarakat selama periode liburan berjalan lancar dan aman. Ia juga mengimbau para pengendara untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik, dan beristirahat ketika merasa lelah.

“Kami berharap para pengendara memanfaatkan fasilitas yang tersedia di posko ini dengan sebaik-baiknya. Jangan memaksakan diri untuk terus berkendara jika merasa lelah atau mengantuk. Keselamatan adalah yang utama,” pesannya.

BACA JUGA: Jadwal Lengkap Libur Bank BRI Mandiri BCA dan BSI Selama Nataru 2024-2025

Pendirian posko pantau oleh ORARI Kota Banjar ini menunjukkan komitmen organisasi dalam mendukung kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat selama momen penting seperti Nataru. Dengan koordinasi yang baik antara ORARI, pihak kepolisian, dan dinas terkait, diharapkan risiko kecelakaan dan kendala di perjalanan dapat diminimalisir.

Sebagai penutup, Yana menegaskan bahwa ORARI akan terus siaga di posko selama periode operasi Nataru. Setiap informasi penting yang diterima dari jalur komunikasi akan segera disampaikan kepada masyarakat agar perjalanan dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

Dengan adanya posko pengamanan ini, masyarakat diharapkan dapat merasa lebih tenang dan terbantu selama perjalanan liburan Nataru 2025. ORARI Kota Banjar siap menjadi garda terdepan dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. (Johan/lintaspriangan.com)

Jadwal Lengkap Libur Bank BRI, Mandiri, BCA, BNI, dan BSI Selama Nataru 2024/2025

0

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Sejumlah bank di Indonesia, seperti BRI, Mandiri, BCA, dan BNI, telah merilis jadwal operasional mereka selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

Informasi jadwal libur bank akhir tahun ini dapat menjadi panduan bagi Anda yang ingin melakukan transaksi selama momen Nataru.

Berikut rincian jadwal operasional bank pada Desember 2024.

  1. Jadwal Operasional Bank BRI Nataru 2024/2025

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) akan membuka layanan operasional jaringan konvensional secara terbatas untuk memenuhi kebutuhan nasabah selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Direktur Retail Funding and Distribution BRI, Andrijanto, menyampaikan pada Senin (23/12/2024) bahwa operasional jaringan konvensional akan disesuaikan. Namun, layanan digital BRI tetap tersedia dan berfungsi penuh sepanjang periode liburan.

Mengutip dari Antara, kantor cabang BRI tidak beroperasi pada 25 Desember 2024 dan 1 Januari 2025.
kemudian layanan kantor cabang dijadwalkan kembali beroperasi pada 27 Desember, 30-31 Desember 2024, serta 2 Januari 2025.
Dan pada 26 Desember, BRI akan membuka layanan terbatas di 33 kantor cabang yang tersebar di berbagai wilayah. Selain itu, layanan weekend banking reguler juga tetap beroperasi pada 28-29 Desember 2024 di 65 lokasi.

  1. Jadwal Operasional BCA Nataru 2024/2025

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) akan menyesuaikan jadwal operasional kantor cabangnya selama periode libur dan cuti bersama Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

Penyesuaian operasional kantor cabang BCA mengikuti jadwal libur dan cuti bersama yang ditetapkan pemerintah, yakni pada 25-26 Desember 2024 dan 1 Januari 2025.

Berikut rincian penyesuaian operasional kantor cabang BCA selama akhir pekan, libur, dan cuti bersama Nataru 2024/2025:
Rabu dan Kamis, 25-26 Desember 2024: Tidak beroperasi
Jumat, 27 Desember 2024: Layanan kantor cabang beroperasi
Sabtu dan Minggu, 28-29 Desember 2024: Layanan weekend banking beroperasi di cabang tertentu
Senin dan Selasa, 30-31 Desember 2024: Layanan kantor cabang beroperasi
Rabu, 1 Januari 2025: Tidak beroperasi.

Layanan kantor cabang BCA dijadwalkan beroperasi kembali pada Kamis, 2 Januari 2025.

Dilansir dari Kompas.com, Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, menjelaskan bahwa selama libur Nataru 2024/2025, nasabah tetap dapat melakukan transaksi melalui layanan digital, seperti myBCA, BCA mobile, internet banking (KlikBCA), serta jaringan ATM BCA yang tersedia di seluruh Indonesia.

  1. Jadwal Operasional Mandiri Nataru 2024/2025

Bank Mandiri akan tetap membuka beberapa cabang untuk melayani kebutuhan khusus pada tanggal 25, 26, 28, 29 Desember 2024, serta 1 Januari 2025.

Untuk memenuhi kebutuhan transaksi selama libur, nasabah Bank Mandiri dapat memanfaatkan layanan digital seperti Livin’ by Mandiri.
Untuk transaksi tunai di atas Rp100 juta, nasabah terdaftar dapat menggunakan Layanan Antar Jemput Uang (LAJU) melalui platform Kopra by Mandiri.
Selain itu, transaksi juga dapat dilakukan melalui e-channel Bank Mandiri, seperti ATM, CRM, dan CSM yang tersedia di seluruh Indonesia.

Untuk mengetahui kantor cabang mana saja yang beroperasi bisa dicek di sini.

  1. Jadwal Operasional BNI Nataru 2024/2025

Bank Negara Indonesia (BNI) akan menyesuaikan jadwal operasionalnya selama periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Dan berikut jadwal operasional BNI selama libur Nataru:

25 Desember 2024: Seluruh kantor cabang BNI libur dan tidak beroperasi.
26 Desember 2024: Sebanyak 23 outlet akan beroperasi secara terbatas pada pukul 10.00–12.00 waktu setempat.
1 Januari 2025: Sebanyak 21 outlet akan beroperasi secara terbatas pada pukul 10.00–12.00 waktu setempat.

  1. Jadwal Operasional BSI Nataru 2024/2025

Bank Syariah Indonesia (BSI) juga akan menyesuaikan jadwal operasionalnya sepanjang libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Wakil Direktur Utama BSI, Bob T. Ananta, mengungkapkan bahwa layanan akan dibuka secara terbatas di 637 outlet weekend BSI di seluruh Indonesia.

Berikut adalah jadwal operasional BSI selama periode libur Nataru 2024/2025:
1-29 Desember 2024: Operasional terbatas di 637 outlet weekend banking di seluruh Indonesia (08.00-14.00 waktu setempat).
25-26 Desember 2024 dan 1 Januari 2025: Operasional kantor tutup.
Layanan operasional terbatas dan weekend banking BSI meliputi:

Transaksi pembayaran Pertamina dan institusi
Setoran tunai/cek atau BG non-kliring
Penarikan tunai/cek atau BG non-kliring
Pembukaan rekening Complaint handling
Layanan gadai dan cicil emas (outlet tertentu).

Kapalnya Karam, Semua Temannya Tenggelam, Ia Terdampar Sendirian

0

lintaspriangan.com, INSPIRATIF. “Memangnya apa salahku pada-Mu?” Bibir laki-laki itu terus menggumamkan pertanyaan pada Tuhannya. Kepalanya menunduk, menyembunyikan wajahnya yang basah oleh airmata. Lalu ia mendongak, melihat kobaran api yang masih saja bersemangat melahap gubuk miliknya. Gubuk yang sudah lumayan membuatnya aman dan nyaman. Gubuk yang ia bangun dengan sangat susah payah selama hampir empat bulan, di sebuah pulau terpencil tempat ia terdampar.

“Hhh… Apa salahku pada-Mu?!” kali ini dengan nada geram, sembari menggeleng-gelengkan kepala.

Laki-laki itu bernama Hari. Sudah sekitar lima bulan ia terdampar di sebuah pulau antah-berantah. Seonggok kayu yang mengapung di lautan membawanya ke pulau ini. Ia beruntung sendirian, karena tujuh orang temannya tak selamat, semuanya tenggelam, bersamaan dengan kapal mereka yang karam.

Sejak terdampar, Hari sempat pasrah. hatinya memilih menyerah daripada berjuang agar nyawanya bisa bertahan. Ia tak peduli dengan perutnya yang keroncongan. Tubuhnya mengigil saat diterpa hujan. Atau beberapa kali ia bertemu ancaman dari hewan liar. Ia memilih diam, dan berharap segera dijemput ajal. Tapi anehnya, ia tak kunjung mati.

Boleh jadi, ia masih bertahan lantaran masih ada secercah harapan yang terselip dalam hati. Setiap saat ia membayangkan wajah istrinya. Wanita yang paling ia cintai itu baru saja mendapat kabar tentang kehamilan pertamanya, beberapa hari sebelum Hari pergi melaut bersama teman-temannya. Ya, saat pergi melaut, istrinya tengah hamil bulan ketiga.

“Hati-hati ya, Mas. Jangan lupa berdoa, Sekarang harus lebih hati-hati, kan kita mau punya bayi,” kata istri tercintanya ketika Hari pamit untuk pergi melaut.

“Tenang sayang, ini kan bukan kegiatan baru. Sudah berapa kali kami melaut, sudah cukup pengalaman,” jawab Hari menenangkan istrinya.

Dialog pendek itulah yang selalu menyelimuti benak Hari. Mungkin karena harapan inilah dia belum mati. Dia ingin sekali bertemu lagi dengan istrinya. Apalagi, ia akan menimang buah hati, darah dagingnya sendiri.

Lagi-lagi Hari terlihat menggelengkan kepala. Wajahnya semakin basah. Air mata kerinduan, sekaligus kemarahan. Ya, ia marah pada Tuhan. Kenapa Tuhan tak henti-hentinya “menzalimi” dirinya. Kapalnya sudah karam, semua temannya meninggal, dan ia terdampar sendirian. Lalu, setelah membangun gubuk selama berbulan-bulan, malam tadi semua kelelahan itu habis terbakar. Ia tertidur lelap di atas pasir pantai, ketika api unggun yang ia buat, merembet hingga membakar gubuk yang ia dirikan.

Nanar matanya melihat gubuknya sudah menjadi abu. Gubuk itu membuat Hari nyaman, dan punya semangat untuk menanam harapan. Berbeda dengan sekitar satu bulan pertama saat terdampar. Karena tak punya tempat tinggal, ia benar-benar merasa tersiksa. Gubuk itu yang membuat angin laut tidak terus-terusan menghantam tubuh Hari. Gubuk itu juga yang membuat Hari tak harus kuyup ketika hujan. Bahkan gubuk ini pula yang membuat Hari aman dari sekelompok serigala dan babi hutan yang sesekali mengancam. Gubuk yang ia bangun berbulan-bulan, lalu jadi abu hanya dalam waktu setengah malam.

Ia masih bertanya, kenapa Tuhan begitu zalim padanya. Ia berusaha keras mengingat, doa besar apa yang pernah ia perbuat. Lalu untuk kesekian kalinya, kepalanya lagi-lagi menggeleng. Pertanda ia tak menemukan alasan, kenapa Tuhan masih terus menyiksanya. Ia terus bertanya-tanya hingga fajar tiba, hingga sebuah suara menyapa dia…

“Assalamu’alaikum… Apakah Kamu baik-baik saja?”

Hari tertegun sejenak. Perlahan ia menoleh ke arah suara. Rupanya, gubuknya yang terbakar membuat Hari terlalu hanyut dalam kesedihan dan amarah yang mendalam, hingga ia tak menyadari ada beberapa orang yang menghampirinya.

“Ka… kalian siapa? Dari mana?” tanya Hari, sedikit terbata. Maklum, sudah sekitar setengah tahun ia tak bertemu manusia.

“Kami nelayan. Tadi malam, dari kejauhan kami lihat ada api yang berkobar besar. Kami kira ada kapal yang terbakar, jadi kami langsung menuju ke sini”.

“Allohuakabar…”. Hati Hari memekik takbir.

Hari tak kuasa lagi menjawab pertanyaan orang yang tadi menjelaskan. Seketika tubuhnya ambruk dalam sujud. Bibirnya berulang-ulang menggumamkan takbir. Rasanya ia ingin melesat ke angkasa, menerobos lapisan langit-langit, untuk memohon ampun kepada-Nya. Terutama karena amarah dan prasangka buruk pada-Nya.

“Ternyata Dia membakar gubukku, karena akan mengantarku pulang,” batin Hari, seraya tak berhenti menggumamkan takbir dan hamdalah.

Pagi itu juga, Hari berkemas. Sekelompok nelayan kemudian mengantarnya menyeberani lautan, Beberapa hari kemudian, Hari tiba di rumahnya, tepat di saat istrinya tengah melahirkan anak pertema mereka.

Warga Sadewata Apresiasi Respon Cepat Polsek Kawali Tangani ODGJ

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Sebagai bentuk respons cepat terhadap laporan warga yang merasa resah dengan keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berkeliaran di Desa Sadewata, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, Kapolsek Kawali, AKP Hj. Iis Yeni Idaningsih, SH., MH., segera turun ke lokasi untuk menanganinya, Senin (23/12/2024).

Dalam penanganan ODGJ tersebut, Hj Iis Yenii didampingi Camat Lumbung, H Elan Suherlan, Danramil Kawali, Kapten Inf Sumadi, Bhabinkamtibmas Desa Sadewata, Aiptu Dede Supriatna, SH., tim dari Polres Ciamis, Satpol PP, Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, UPTD Kesehatan Lumbung dan perangkat Desa Sadewata berhasil menanganinya,

ODGJ tersebut langsung mendapatkan pemeriksaan kesehatan dari UPTD Kesehatan Lumbung. Setelah itu, Hj Iis Yeni memimpin tindakan humanis, termasuk memotong rambut, memandikan, mengganti pakaian, dan memberikan makanan kepada ODGJ tersebut.

Hj Iis Yeni mengatakan, langkah yang dilakukan tersebut sejalan dengan komitmen Kapolres Ciamis, AKBP Akmal, S.H., S.I.K., M.H., dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

“Ini adalah bagian dari tugas Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat termasuk dalam penanganan kasus seperti ini,” katanya.

Dijelaskannya, untuk mengidentifikasi asal-usul ODGJ tersebut, dilakukan oleh tim Identifikasi Polres Ciamis dengan menggunakan alat mambis (Sidik Jari). Dari hasil sidik jari, baik identitas maupun alamat ODGJ tidak dapat ditemukan.

“Hasil tes tidak menemukan hasil, makanya kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Satpol PP Kabupaten Ciamis untuk mengevakuasi ODGJ tersebut ke Yayasan Mentari Hati di Tamansari, Tasikmalaya, yang khusus menangani kasus serupa,” ungkapnya.

BACA JUGA: Dinkes Ciamis Gelar Sosialisasi KTR untuk PHRI dan Retailer

Warga Desa Sadewata sangat mengapresiasi dan memberikan tanggapan positif atas penanganan ODGJ dengan cepat dan humanis yang dilakukan Polsek Kawali bersama pihak terkait

“Kami sangat mengapresiasi tindakan Kapolsek dan jajaran. Penanganannya tidak hanya cepat, tetapi juga sangat memperhatikan kemanusiaan. Ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi kami,” kata salah seorang warga.

Dengan kegiatan ini, Polsek Kawali menunjukkan profesionalisme dan kepedulian terhadap masalah sosial di wilayah hukumnya, sekaligus memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Panen Cabai Keriting di Sekolah Lapang Kalijaya

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Penjabat (PJ) Bupati Ciamis, Budi Waluya, menghadiri kegiatan panen cabai keriting di Sekolah Lapang Tematik yang berlokasi di Desa Kalijaya, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, acara ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Ciamis dan unsur Forkopimda. Senin, (23/12/2024).

Dalam kegiatan tersebut, PJ Bupati Budi Waluya bersama rombongan berkesempatan memanen langsung cabai keriting dari kebun. Beliau tampak antusias dan menyampaikan apresiasinya terhadap hasil panen yang dinilai sangat memuaskan.

“Kami sangat mengapresiasi hasil panen cabai keriting di Sekolah Lapang Tematik ini. Hasilnya cukup baik dan tentu ini merupakan bukti bahwa pertanian di Ciamis memiliki potensi besar untuk terus berkembang,” ujar Budi Waluya di sela-sela kegiatan panen.

Lebih lanjut, Budi Waluya menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan panen cabai, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan peningkatan kapasitas petani. Menurutnya, Sekolah Lapang Tematik bukan hanya tempat untuk bercocok tanam, tetapi juga ruang untuk panen ilmu dan pengetahuan.

“Dengan adanya Sekolah Lapang Tematik ini, besar harapan kami agar tidak hanya panen cabai yang dihasilkan, tetapi juga panen ilmu yang dapat diterapkan untuk meningkatkan hasil pertanian di masa depan,” jelasnya.

PJ Bupati juga mengungkapkan bahwa menjelang Natal dan Tahun Baru, beberapa komoditas pertanian biasanya mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, termasuk cabai keriting. Kondisi ini seringkali berdampak pada daya beli masyarakat serta laju inflasi daerah.

“Dengan terselenggaranya panen cabai keriting ini, kami berharap mampu membantu menekan angka inflasi di Kabupaten Ciamis,” ujar Budi Waluya.

Cabai keriting, menurutnya, merupakan salah satu komoditas penting yang memiliki peran besar dalam perekonomian daerah dan nasional. Selain menjadi bumbu dapur yang vital, cabai juga memiliki dampak langsung pada kestabilan harga pangan.

“Fluktuasi harga cabai di pasaran seringkali memengaruhi daya beli masyarakat. Oleh karena itu, produksi yang stabil dan melimpah sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekonomi,” tambahnya.

Kabupaten Ciamis selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penyumbang cabai terbesar di Jawa Barat. Namun, Budi Waluya mengakui bahwa produksi cabai keriting di daerah ini masih mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk cuaca yang tidak menentu, keterbatasan teknologi, dan kurangnya regenerasi petani muda.

“Berbagai langkah terus kami lakukan untuk meningkatkan produksi cabai keriting di Ciamis. Salah satunya melalui program Sekolah Lapang Tematik ini, yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil panen,” jelas Budi Waluya.

Melalui program ini, diharapkan para petani, terutama petani muda, dapat menerapkan inovasi dan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas tanaman cabai. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mengedukasi petani tentang cara mengelola lahan secara optimal dan berkelanjutan.

BACA JUGA: Dinkes Ciamis Gelar Sosialisasi KTR untuk PHRI dan Retailer

Di akhir sambutannya, Budi Waluya mengajak generasi muda untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian. Menurutnya, pertanian bukanlah profesi yang kuno, tetapi sektor yang penuh potensi dan peluang besar di masa depan.

“Kami mengajak generasi muda untuk bersama-sama membangun sektor pertanian. Dengan semangat dan tekad yang kuat, kita bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan memajukan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Melalui kegiatan panen cabai keriting di Sekolah Lapang Tematik ini, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Ciamis semakin maju dan mampu menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah. Dukungan dari pemerintah daerah serta partisipasi aktif masyarakat dan generasi muda menjadi kunci kesuksesan dalam mencapai tujuan tersebut. (Rizky/lintaspriangan.com)

Dinkes Ciamis Gelar Sosialisasi KTR untuk PHRI dan Retailer

0

lintaspriangan com, BERITA CIAMIS.  Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis menggelar sosialisasi mengenai implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk retailer dan anggota Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Ciamis.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinkes Ciamis dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya penerapan KTR di lingkungan sekitar.

Dalam acara tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, H. Edis Herdis, S.Sos., MM, menyampaikan pentingnya keberadaan Kawasan Tanpa Rokok di tempat-tempat umum, termasuk di fasilitas hotel, restoran, dan toko ritel.

Menurutnya, KTR merupakan langkah konkret untuk melindungi kesehatan masyarakat dari dampak buruk asap rokok. Ia juga menekankan bahwa kebijakan ini harus dilaksanakan dengan tegas untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi semua orang.

Sebagai narasumber utama, Ketua NoTC (No Tobacco Community), Bambang Priyono, SEI, turut menjelaskan tentang pengaruh rokok terhadap kesehatan. Ia mengungkapkan bahwa tembakau mengandung zat adiktif yang berbahaya bagi tubuh, dan penerapan KTR sangat penting untuk mengurangi dampak negatifnya.

Bambang Priyono menambahkan bahwa implementasi KTR bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk para pelaku usaha, untuk mendukung kebijakan ini.

Sosialisasi ini diikuti oleh berbagai pihak terkait, seperti unsur Satpol PP, DKUKMP, Dinas Pariwisata, serta Dinas Kesehatan. Selain itu, hadir juga perwakilan dari PHRI Ciamis, yang terdiri dari pemilik hotel dan restoran di daerah tersebut. Beberapa perwakilan dari perusahaan ritel besar juga turut hadir, termasuk PT AKUR PRATAMA Store Yogya Ciamis, Alfamart, Indomaret, serta sejumlah toko lain seperti Yomart dan G-Mart.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai regulasi yang mendasari penerapan KTR. Beberapa landasan hukum yang dijadikan acuan adalah Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yang mengatur perlindungan kesehatan masyarakat dari zat berbahaya, termasuk rokok.

Selain itu, ada pula Peraturan Pemerintah No. 109 Tahun 2012 yang mengatur pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau. Salah satu poin penting yang disampaikan dalam sosialisasi ini adalah bahwa setiap individu, terutama mereka yang terlibat dalam usaha restoran, hotel, dan toko ritel, harus mematuhi peraturan tersebut demi menciptakan lingkungan yang bebas dari asap rokok.

Bupati Ciamis, dalam instruksinya, mengungkapkan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok di daerah ini. Ia menyatakan bahwa dengan adanya regulasi yang tegas, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan bahaya rokok dan semakin banyak tempat umum yang bebas dari asap rokok.

Dalam sambutannya, Bupati juga mengingatkan bahwa setiap individu memiliki hak untuk hidup sehat, termasuk dalam lingkungan yang bebas rokok. Senin, (23/12/2024),

Bambang Priyono jug amenegaskan bahwa kawasan yang dinyatakan sebagai KTR adalah area yang dilarang untuk merokok, serta untuk kegiatan terkait rokok, seperti produksi, penjualan, iklan, dan promosi rokok. Ia menyebutkan bahwa ruang khusus untuk merokok tetap disediakan, namun hanya di area yang sudah ditentukan dengan pengawasan yang ketat.

BACA JUGA: Kapolres Banjar Lakukan Pengecekan Pos Pam Operasi Lilin Jelang Natal 2024

Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh peserta dapat memahami pentingnya implementasi Kawasan Tanpa Rokok, serta menyadari peran mereka dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap, dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, penerapan KTR di daerah ini akan berjalan dengan lancar dan membawa dampak positif bagi kesehatan masyarakat. (Eddy/lintaspriangan.com)


Kapolres Banjar Lakukan Pengecekan Pos Pam Operasi Lilin Jelang Natal 2024

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR.  Menjelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Kapolres Banjar AKBP Danny Yulianto melakukan pengecekan kesiapan personel di Pos Pengamanan (Pospam) Operasi Lilin Lodaya. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan seluruh elemen pengamanan siap menjaga kondusivitas Kota Banjar selama periode libur akhir tahun.

Pengecekan dimulai dari Pos Terpadu Alun-alun Kota Banjar, dilanjutkan ke Pospam Banjar Atas, Jalan Buntu, dan Pos Pam Alun-alun Langensari. Setiap pos tersebut menjadi titik pengamanan strategis untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

Melalui Kasubsi PIDM Si Humas Polres Banjar, Bripka Didik Rahmat, Kapolres menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh masyarakat Kota Banjar, terutama umat Nasrani yang akan menjalankan ibadah Natal.

“Dengan digelarnya personel di pos-pos pengamanan tersebut, kami ingin memastikan umat Nasrani dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Kami juga siap melayani masyarakat yang bepergian atau melakukan perjalanan selama libur akhir tahun,” ujar Didik Rahmat. Senin, (23/12/2024).

Operasi Lilin Lodaya tahun ini tidak hanya berfokus pada pengamanan tempat ibadah, tetapi juga memastikan kelancaran arus lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Pos-pos pengamanan telah ditempatkan di lokasi strategis untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, baik dari masyarakat lokal maupun pendatang.

Menurut Didik Rahmat, keberadaan personel di pos pengamanan juga bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat kepolisian. Masyarakat diharapkan merasa aman dan terlindungi selama melakukan aktivitas di masa libur panjang ini.

“Kami mengimbau masyarakat yang hendak bepergian agar memeriksa kondisi kendaraan terlebih dahulu. Pastikan rem berfungsi dengan baik, ban dalam kondisi prima, dan selalu patuhi rambu lalu lintas demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Selain itu, ia juga meminta masyarakat untuk selalu menjaga barang bawaan mereka dan memastikan rumah dalam keadaan terkunci jika ditinggalkan untuk bepergian dalam waktu lama.

Selama periode Operasi Lilin Lodaya, personel Polres Banjar akan ditempatkan di gereja-gereja untuk memastikan rangkaian ibadah Natal berjalan dengan lancar. Pemeriksaan keamanan akan dilakukan sebelum acara dimulai, termasuk pengecekan barang bawaan dan pengawasan di sekitar lokasi ibadah.

Selain tempat ibadah, ruang publik seperti alun-alun dan pusat perbelanjaan juga menjadi fokus pengamanan. Kepolisian berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pengunjung merasa nyaman dan terhindar dari potensi tindakan kriminal.

“Kami juga bekerja sama dengan instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan dan Satpol PP, untuk memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan dengan baik dan terkoordinasi,” ujar Didik.

Melalui Operasi Lilin Lodaya, Kapolres Banjar berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban semakin meningkat. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan tidak segan melaporkan hal-hal mencurigakan kepada petugas di pos pengamanan terdekat.

BACA JUGA: PJ Bupati Ciamis Cek Stok Bahan Pokok Menjelang Natal di Ciamis

“Keselamatan bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Mari bersama-sama kita ciptakan suasana Natal dan Tahun Baru yang aman dan kondusif,” pesan Didik Rahmat.

Operasi Lilin Lodaya 2024 akan berlangsung mulai 21 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025. Selama periode tersebut, personel akan terus bersiaga di pos-pos pengamanan dan lokasi strategis lainnya.

Dengan upaya pengamanan yang maksimal, diharapkan Kota Banjar dapat melalui perayaan Natal dan Tahun Baru dengan suasana yang damai dan penuh kebahagiaan. Masyarakat diharapkan dapat merayakan momen spesial ini dengan perasaan aman dan nyaman. (Johan/lintaspriangan.com)


PJ Bupati Ciamis Cek Stok Bahan Pokok Menjelang Natal di Ciamis

0

intaspriangan.com, BERITA CIAMIS.  Dalam rangka menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru, Pejabat (PJ) Bupati Ciamis, Budi Waluya, melakukan pengecekan terhadap ketersediaan stok bahan pokok serta harga komoditi di Pasar Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis.

Kegiatan tersebut dilakukan pada Senin, 23 Desember 2024, bersama dengan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Ciamis, serta Camat Banjarsari.

Menurut PJ Bupati Ciamis, tujuan dari pengecekan ini adalah untuk memastikan bahwa stok barang pangan di pasar menjelang perayaan hari besar dapat mencukupi kebutuhan masyarakat.

Budi Waluya mengungkapkan, setelah melakukan pengecekan langsung ke beberapa pedagang di pasar, ia menemukan bahwa sebagian besar komoditi pangan masih dalam kondisi aman. Beberapa barang yang diperiksa meliputi sayuran, telur, beras, daging, hingga minyak.

Budi Waluya menjelaskan bahwa meskipun secara umum ketersediaan bahan pangan terpantau stabil, terdapat beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga, terutama pada komoditi telur dan daging. Namun, dia menegaskan bahwa kenaikan tersebut tidak signifikan dan masih bisa diatasi.

“Beberapa komoditi pangan seperti telur dan daging mengalami kenaikan, namun setelah kami cek, ketersediaan komoditi tersebut relatif aman,” ungkapnya.

PJ Bupati juga menambahkan, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, harga bahan pokok memang cenderung meningkat. Hal ini sering kali dipengaruhi oleh peningkatan permintaan yang tinggi, sementara ketersediaan barang bisa terbatas. Meskipun demikian, Budi Waluya merasa optimistis bahwa keadaan ini masih bisa dikendalikan.

“Biasanya, menjelang hari besar, harga bahan pokok selalu naik dan barang pun sulit ditemukan. Namun, saat ini, situasi tersebut masih bisa dikendalikan dengan baik,” jelasnya.

Salah satu komoditi yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan adalah telur. Salah seorang pedagang telur di Pasar Banjarsari, Yayat, mengatakan bahwa harga telur di pasaran sudah mengalami kenaikan sejak awal bulan Desember.

Yayat mengatakan bahwa sebelumnya harga telur berada di angka Rp 26.000 per kilogram, namun kini melonjak menjadi Rp 31.000 per kilogram.

“Kenaikan harga telur terjadi pada tanggal 5 Desember lalu. Saya berharap tidak ada kenaikan lebih lanjut,” ujar Yayat.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu pedagang daging ayam di pasar tersebut, Ilham. Ia mengatakan bahwa harga daging ayam juga mengalami kenaikan, yang sebelumnya berada di harga Rp 32.000 per kilogram, kini sudah mencapai Rp 35.000 per kilogram.

Meskipun ada kenaikan, ia tetap berharap harga dapat kembali stabil dalam waktu dekat. “Semula harga daging ayam itu Rp 32.000 per kilogram, sekarang sudah naik menjadi Rp 35.000 per kilogram. Mudah-mudahan tidak ada kenaikan lagi,” ungkapnya.

Mengenai harga komoditi lainnya, seperti bumbu dapur, cabai, dan bawang, PJ Bupati Budi Waluya mengonfirmasi bahwa harga-harga tersebut masih dalam kondisi stabil.

Budi juga mengatakan bahwa baik stok maupun harga bahan-bahan tersebut masih terpantau aman dan tidak ada lonjakan harga yang signifikan.

“Untuk harga bumbu dapur seperti cabai dan bawang, serta stoknya, masih terpantau stabil. Kami berharap hal ini bisa bertahan hingga perayaan nanti,” ujar Budi Waluya.

Pengecekan tersebut juga bertujuan untuk memastikan bahwa kebutuhan masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru bisa terpenuhi dengan harga yang wajar dan stok yang cukup.

Masih menurut Budi Waluya, pemerintah daerah terus berupaya untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan barang, agar tidak ada kelangkaan yang menyebabkan keresahan di masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Ciamis dalam memastikan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan harga yang tidak terkendali.

BACA JUGA: Jelang Nataru Dishub Kota Banjar Laksanakan Ramp Check

PJ Bupati mengimbau kepada seluruh pedagang dan masyarakat untuk tetap menjaga kestabilan harga dan saling bekerja sama dalam menjaga kelancaran distribusi barang.

“Kami berharap dengan kerja sama semua pihak, baik pedagang, pemerintah, maupun masyarakat, dapat menjaga kestabilan harga dan pasokan barang selama perayaan,” pungkas Budi Waluya.

Dengan adanya pengecekan ini, diharapkan para pedagang dan masyarakat Ciamis dapat merasa tenang menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, karena kebutuhan pangan dan bahan pokok dipastikan cukup tersedia dengan harga yang relatif stabil. (Revan/infopriangan.com)


Jelang Nataru Dishub Kota Banjar Laksanakan Ramp Check

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR.  Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, sejumlah pihak yang terdiri dari Kepolisian, Dinas Perhubungan (Dishub), dan petugas Terminal Kota Banjar, melakukan ramp check di Terminal Tipe A Banjar. Senin,( 23/13/2024).

Kapolres Banjar, AKBP Danny Yulianto, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bus yang beroperasi dalam kondisi yang layak jalan serta memastikan kesehatan pengemudi. Kegiatan ini dilaksanakan guna mengurangi potensi kecelakaan selama liburan yang panjang.

Kapolres Banjar yang didampingi oleh Wakapolres Banjar, Kompol Dani Prasetya, serta Kasat Lantas Polres Banjar, AKP Otong Rustandi, turut memantau langsung jalannya pemeriksaan. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek teknis kendaraan dan kesehatan pengemudi.

Otong menyebutkan bahwa untuk memastikan keselamatan penumpang, pihaknya akan memeriksa kondisi kendaraan mulai dari rem, mesin, ban, hingga lampu sen.

“Kami pastikan bahwa semua armada bus yang beroperasi sudah memenuhi standar kelayakan jalan,” ujarnya saat memberikan keterangan.

Pemeriksaan teknis dilakukan dengan memeriksa kelengkapan administrasi kendaraan seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Surat Izin Mengemudi (SIM), trayek, dan kartu pengawasan.

Selain itu, petugas juga memeriksa kondisi fisik kendaraan, seperti rem, mesin, ban, spion, dan lampu sen. Kapolres menambahkan bahwa pemeriksaan ini menjadi salah satu upaya preventif untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas. Ia menekankan pentingnya memastikan kendaraan dalam kondisi prima agar perjalanan liburan berlangsung dengan aman.

Tidak hanya itu, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan untuk memastikan pengemudi dalam keadaan fit dan tidak terpengaruh oleh narkoba. Tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar yang dibantu oleh Dokkes Polres Banjar, memeriksa kesehatan serta melakukan tes urin pada 10 pengemudi yang hadir.

Kapolres Banjar juga mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh pengemudi dalam kondisi sehat dan bebas dari narkoba.

“Ini kabar baik karena pengemudi yang sehat tentu lebih fokus dan waspada saat mengemudi,” jelasnya.

Selain memberikan perhatian kepada pengemudi, Kapolres juga mengimbau kepada penumpang untuk lebih berhati-hati dan mempersiapkan perjalanan dengan baik. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama perjalanan serta memastikan barang bawaan dalam kondisi aman.

“Kami juga mengingatkan penumpang untuk memperhatikan situasi jalan dan cuaca. Jika ada hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada petugas terdekat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjar menekankan bahwa kegiatan ramp check ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkret untuk memastikan keselamatan selama liburan.

Menurutnya, kegiatan ini rutin dilakukan setiap kali menjelang periode libur panjang. “Kami tidak ingin ada insiden yang merugikan penumpang atau pengemudi hanya karena kelalaian dalam perawatan kendaraan atau kesehatan pengemudi,” ujar Kepala Dishub.

Para pengemudi bus yang hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan apresiasi mereka terhadap upaya pemeriksaan yang dilakukan.

Salah satu pengemudi mengatakan bahwa pemeriksaan semacam ini sangat membantu mereka untuk lebih sadar akan pentingnya keselamatan berkendara.

“Kadang ada bagian kendaraan yang luput dari perhatian kami, jadi pemeriksaan seperti ini sangat membantu,” kata salah seorang pengemudi.

BACA JUGA: Ciamis Berhasil Tekan Stunting Hingga 12,4% di 2024

Dengan adanya pemeriksaan seperti ini, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan selama musim libur Natal dan Tahun Baru.

Kapolres Banjar menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan hingga puncak arus balik, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang bepergian menggunakan angkutan umum.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami,” tegasnya. (Johan/lintapriangan.com)