lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Keamanan digital UMKM menjadi perhatian Institut Teknologi Bandung (ITB) ketika semakin banyak pelaku usaha mengandalkan WhatsApp, media sosial, dan marketplace untuk berjualan. Melalui program ITB Cyber Clinic, kampus tersebut menjadwalkan pendampingan gratis dengan pertemuan pertama pada Minggu (25/10/2026), di Kampus Ganesha, Kota Bandung.
Program yang diselenggarakan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB ini dirancang untuk membantu pelaku usaha mengenali risiko penipuan online, melindungi akun bisnis, menjaga keamanan transaksi, serta mencegah penyalahgunaan data pelanggan. Peserta tidak diwajibkan memiliki pengetahuan teknis tentang keamanan siber.
Keamanan Digital UMKM Penting di Tengah Ancaman Penipuan Online
Penggunaan teknologi digital telah memudahkan pelaku UMKM menjangkau konsumen. Pemesanan melalui WhatsApp, promosi di Instagram, hingga pembayaran melalui layanan digital kini menjadi bagian dari aktivitas perdagangan sehari-hari.
Namun, kemudahan tersebut juga membawa risiko. Tautan palsu yang menyerupai halaman resmi, pencurian kata sandi, hingga pengambilalihan akun bisnis dapat mengganggu operasional usaha dan merugikan pelanggan.
Persoalan inilah yang menjadi perhatian ITB melalui Cyber Clinic.
Program tersebut sebenarnya telah diluncurkan pada 25 Mei 2026 melalui kerja sama STEI ITB dengan The Asia Foundation, dengan dukungan APAC Cybersecurity Fund dari Google.org.
Dalam publikasi resminya, ITB menjelaskan bahwa ancaman seperti phishing atau penipuan untuk memperoleh informasi rahasia dan peretasan data tidak lagi terbatas pada perusahaan besar.
Pelaku usaha kecil juga menghadapi risiko serupa, meskipun kemampuan mereka dalam mengelola keamanan digital sering kali masih terbatas.
Gambaran tantangan tersebut disampaikan dalam peluncuran Cyber Clinic. Berdasarkan keterangan STEI ITB, perwakilan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memaparkan hasil survei terhadap 1.004 UMKM.
Sebanyak 64,1 persen dari sampel tersebut masuk kategori keamanan digital buruk dan sangat buruk. Angka ini menggambarkan kondisi responden survei, bukan seluruh UMKM Indonesia maupun khusus Kota Bandung.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, ITB menargetkan pelatihan bagi 100 mahasiswa pilihan yang selanjutnya diproyeksikan memberikan pendampingan keamanan siber kepada sekitar 200 UMKM digital.
Pendampingannya mencakup pemeriksaan risiko keamanan dasar, peningkatan kesadaran terhadap ancaman siber, serta bantuan teknis untuk melindungi perangkat dan infrastruktur usaha.
Keamanan Digital UMKM Diperkuat Lewat Lima Pertemuan Gratis
Berdasarkan agenda resmi ITB Cyber Clinic, pertemuan pertama dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026, pukul 08.00–13.00 WIB.
Kegiatan bertempat di Ruang Multipurpose, Gedung CRCS Lantai 3, Kampus ITB Ganesha, Jalan Ganesha Nomor 10, Kota Bandung.
Program ini terbuka bagi pelaku UMKM yang ingin meningkatkan keamanan digital usahanya dan bersedia mengikuti lima kali pertemuan pendampingan.
Materinya mencakup keamanan akun usaha, pencegahan penipuan digital, perlindungan data pelanggan, serta keamanan transaksi melalui platform digital.
Keempat pertemuan berikutnya akan dijadwalkan berdasarkan kesepakatan bersama antara penyelenggara dan peserta.
ITB juga menegaskan bahwa pendampingan diberikan secara gratis. Batas pendaftaran yang sebelumnya diperpanjang telah berakhir pada 23 Oktober 2026.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memahami risiko digital yang dihadapi usahanya sekaligus membangun kebiasaan menggunakan teknologi secara lebih aman.
Bagi pelaku UMKM, perlindungan digital dapat dimulai dari tindakan sederhana. Mengaktifkan verifikasi dua langkah, menjaga kerahasiaan kode OTP, memeriksa keaslian tautan, dan membatasi akses pengelola akun bisnis merupakan langkah pencegahan yang bisa diterapkan.
Keamanan juga berkaitan dengan kepercayaan pelanggan. Ketika akun bisnis disalahgunakan, persoalannya tidak berhenti pada kerugian pemilik usaha. Informasi pelanggan dan komunikasi transaksi juga berpotensi terdampak.
ITB Cyber Clinic menawarkan pendekatan pendampingan yang menghubungkan pengetahuan kampus dengan kebutuhan pelaku usaha. Manfaat nyata program ini selanjutnya akan bergantung pada penerapan kebiasaan keamanan digital dalam kegiatan bisnis sehari-hari.
(AA)





