lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Kebakaran lahan di Sumedang dilaporkan terjadi di sedikitnya tiga lokasi berbeda pada Sabtu (24/10/2026). Salah satu kejadian berada di kawasan Gerbang Tol Keluar Ujungjaya pada ruas Tol Cisumdawu. Dua kejadian lainnya tercatat di sekitar Jalan Lingkar Utara Jatigede dan kawasan kebun bambu di Kecamatan Pamulihan.
Ketiga kejadian tersebut diketahui dari laporan penanganan yang dipublikasikan melalui akun Facebook Damkar Kabupaten Sumedang. Lokasinya berjauhan dan memiliki karakteristik lahan berbeda, mulai dari kawasan infrastruktur jalan hingga kebun bambu di lingkungan permukiman.
Kebakaran Lahan di Sumedang Terjadi di Tiga Lokasi
Laporan pertama berasal dari kawasan Tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu). Dalam unggahan penanganan kebakaran, Damkar Sumedang menyebut lokasi kejadian berada di Gerbang Tol Keluar Ujungjaya.
Kejadian di sekitar akses jalan tol tersebut mendapat perhatian karena lokasi kebakaran berdekatan dengan infrastruktur transportasi. Meski demikian, belum ada keterangan terverifikasi mengenai kemungkinan gangguan lalu lintas, luas lahan yang terbakar, maupun durasi penanganannya.
Pada hari yang sama, petugas juga melaporkan penanganan kebakaran lahan di Jalan Lingkar Utara Jatigede, tepatnya Blok Cikadu, Desa Cigintung, Kecamatan Cisitu.
Lokasi tersebut dicantumkan secara spesifik dalam laporan Damkar Sumedang bertanggal 24 Oktober 2026.
Sementara itu, kejadian ketiga berlangsung di Dusun Segel, RT 001/RW 002, Desa Ciptasari, Kecamatan Pamulihan.
Berbeda dengan dua lokasi sebelumnya, laporan penanganan di Pamulihan secara khusus menyebut kebakaran kebun bambu.
Dengan demikian, sedikitnya tiga lokasi kebakaran masuk dalam laporan penanganan Damkar Sumedang pada Sabtu tersebut. Jumlah ini merujuk pada tiga laporan yang berhasil diperiksa, bukan rekapitulasi seluruh kejadian kebakaran di Kabupaten Sumedang.
Kebakaran Lahan di Sumedang dan Ancaman Berulang di Kawasan Terbuka
Kebakaran di kawasan Tol Cisumdawu bukan peristiwa yang sama sekali baru.
Pada 5 September 2026, kebakaran lahan juga pernah terjadi di sekitar akses Tol Cisumdawu, antara lain di wilayah Cimalaka dan Conggeang. Peristiwa saat itu sempat menimbulkan kepulan asap yang mengganggu jarak pandang pengendara.
Namun, kejadian tersebut berbeda lokasi dan waktu dengan laporan terbaru di Gerbang Tol Keluar Ujungjaya pada 24 Oktober 2026.
Berulangnya laporan kebakaran menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap kawasan yang memiliki vegetasi mudah terbakar, terutama di sekitar jalan utama, lahan terbuka, dan permukiman.
Pencegahan juga memerlukan keterlibatan masyarakat. Aktivitas pembakaran sampah di ruang terbuka dan pembuangan puntung rokok yang masih menyala merupakan risiko yang perlu dihindari, khususnya ketika vegetasi dalam kondisi kering.
Hingga Minggu pagi (25/10/2026), keterangan pada tiga unggahan Damkar yang diperiksa belum memerinci penyebab masing-masing kebakaran, total luas lahan terdampak, maupun kemungkinan korban dan kerugian material.
Keterangan lanjutan dari instansi terkait diperlukan untuk mengetahui penyebab kebakaran, hasil penanganan, serta langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak berulang.
(AA)






