Ledakan di Kabupaten Bandung yang Mengguncang Pertahanan Belanda

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR.  Sebuah ledakan dahsyat mengguncang Dayeuhkolot pada 11 Juli 1946. Api menyambar bangunan. Asap tebal membubung ke langit Bandung Selatan. Gudang amunisi yang digunakan untuk menopang kekuatan militer Belanda hancur bersama persenjataan di dalamnya.

Di balik dentuman itu terdapat dua nama: Mohamad Toha dan Mohamad Ramdan.

Keduanya gugur dalam misi penghancuran gudang amunisi Dayeuhkolot. Mereka pergi sebagai pejuang muda, menembus pertahanan lawan, lalu menyerahkan nyawa agar senjata di tempat itu tidak lagi diarahkan kepada Republik.

- Advertisement -

Setelah Bandung Ditinggalkan

Peristiwa Dayeuhkolot tidak berdiri sendiri.

Sekitar tiga setengah bulan sebelumnya, pada malam 23 Maret 1946, para pejuang dan penduduk meninggalkan Bandung bagian selatan. Bangunan-bangunan penting dibakar agar tidak dapat digunakan Sekutu dan Belanda sebagai markas maupun fasilitas militer.

Langit Bandung memerah. Ribuan orang berjalan menuju selatan dengan membawa barang yang masih sanggup diselamatkan. Sebagian bergerak ke Banjaran, Baleendah, Ciparay, Majalaya, dan kawasan lain di sekitarnya.

Namun, perpindahan itu bukan tanda menyerah.

Bersama arus pengungsi, pasukan Republik turut menggeser pertahanannya. Barisan disusun kembali. Persenjataan yang tersisa dikumpulkan. Jalur komunikasi dan perbekalan dibangun dari satu wilayah ke wilayah lain.

Bandung telah dikosongkan. Tapi, perang belum selesai.

Dayeuhkolot kemudian menjadi salah satu titik penting dalam pertahanan Bandung Selatan. Wilayah itu berada pada jalur yang menghubungkan Kota Bandung dengan basis-basis pejuang di selatan.

Karena letaknya strategis, kawasan tersebut dipertahankan dengan kuat oleh Belanda. Di sanalah berdiri gudang amunisi yang kemudian menjadi sasaran para pejuang.

jejak heroik jabar - banner kesbangpol

Baca juga: Menelisik Hibah Kesbangpol Kota Bandung untuk Kejari: dari Ruang Tamu hingga Isi Garasi

Gudang yang Harus Dihancurkan

Gudang itu menyimpan peluru, mesiu, dan perlengkapan perang.

Selama persediaan di dalamnya masih tersedia, pasukan Belanda dapat terus melancarkan serangan terhadap pertahanan Republik. Menghancurkannya berarti mengurangi kekuatan lawan langsung dari sumbernya.

Namun, gudang tersebut berada di wilayah yang dijaga ketat.

Para pejuang harus memasuki kawasan pertahanan lawan dengan persenjataan terbatas. Mereka tidak memiliki kendaraan lapis baja atau meriam untuk membuka jalan.

Mereka hanya mempunyai rencana, keberanian, dan kesediaan untuk menanggung risiko yang paling buruk. Mohamad Toha dan Mohamad Ramdan menjadi bagian dari pasukan yang menjalankan operasi itu.

Toha ketika itu masih berusia sekitar 19 tahun. Ramdan juga berada dalam barisan pejuang muda yang mempertahankan Bandung Selatan.

Masa depan seharusnya masih terbentang panjang di hadapan mereka.

Namun, revolusi tidak memberi banyak waktu kepada anak-anak muda untuk menjalani kehidupan secara biasa. Kemerdekaan yang baru diproklamasikan sedang berusaha direbut kembali. Pertempuran berlangsung di berbagai tempat. Setiap orang harus menentukan sikap.

Toha dan Ramdan memilih berdiri bersama Republik.

jejak heroik jabar - banner kemenhaj

Baca juga: Indikasi Korupsi Kesbangpol Jabar Bagian 1: Makan Minum Tak Dikerjakan tapi Dibayar

Bergerak Menuju Dayeuhkolot

Operasi menuju gudang amunisi disiapkan dengan hati-hati. Kawasan sasaran diamati. Penjagaan lawan diperhitungkan. Pasukan kemudian bergerak dalam kelompok kecil agar tidak mudah diketahui.

Toha dan Ramdan berjalan bersama rombongan menuju Dayeuhkolot.

Di hadapan mereka terdapat pos-pos pertahanan, tentara bersenjata, dan sebuah bangunan yang dipenuhi bahan peledak. Sekali operasi terbongkar, seluruh kawasan dapat berubah menjadi medan pertempuran.

Kesunyian akhirnya pecah oleh tembakan. Pasukan Belanda mengetahui adanya serangan. Kontak senjata berlangsung di sekitar pertahanan mereka. Para pejuang harus bergerak cepat sebelum jalur menuju gudang sepenuhnya ditutup.

Di tengah keadaan itulah Toha dan Ramdan melanjutkan misi. Mereka tidak sedang mengejar kemenangan untuk dirinya sendiri. Tidak pula sedang mencari nama agar dikenang setelah perang berakhir.

Hanya satu dalam benak mereka: sasaran di hadapan harus dihancurkan!

Itulah tugasnya. Dan tugas itu harus dituntaskan.

jejak heroik jabar - banner kominfo

Baca juga: Indikasi Korupsi Kesbangpol Sumedang: Lembaga Paling Pancasilais, Kok Kontraknya Begini?

Ledakan Mengguncang Pertahanan Belanda

Kemudian Dayeuhkolot berguncang.

Ledakan besar menghancurkan gudang amunisi. Api membakar persenjataan, sedangkan asap terlihat membubung dari kawasan pertempuran. Bangunan yang menjadi salah satu tumpuan logistik Belanda tidak lagi berdiri utuh.

Persediaan yang semula dipersiapkan untuk memperkuat serangan terhadap Republik justru meledak di pusat pertahanan mereka sendiri.

Misi berhasil. Namun, Mohamad Toha dan Mohamad Ramdan tidak kembali. Keduanya gugur dalam misi penghancuran gudang amunisi Dayeuhkolot pada 1946.

Bagi para pejuang, kabar keberhasilan itu datang bersama kehilangan. Gudang telah dihancurkan, tetapi dua rekan yang menjalankan tugas berbahaya tersebut tidak dapat diselamatkan.

Tidak ada kemenangan yang benar-benar tanpa harga pada masa revolusi. Di Dayeuhkolot, harga itu dibayar dengan dua nyawa pemuda.

Baca juga: 9 Indikasi Korupsi Kabupaten Karawang Paling Telanjang, Belum Ada yang Digelandang?

Dua Pemuda, Satu Pengorbanan

Mohamad Toha dan Mohamad Ramdan mengetahui bahwa operasi tersebut dapat merenggut nyawa mereka. Mereka mempunyai keluarga yang menunggu. Mereka mempunyai keinginan, cinta, dan masa depan yang mungkin dapat dijalani apabila perang berakhir.

Namun, pada saat bangsa membutuhkan keberanian, keduanya memilih mendahulukan tanah air. Pengorbanan mereka menjadi bukti bahwa kemerdekaan Indonesia tidak bertahan hanya karena pidato dan pernyataan politik.

Kemerdekaan dijaga oleh manusia-manusia yang bersedia mendatangi tempat paling berbahaya. Ia dipertahankan oleh mereka yang tetap bergerak ketika tembakan mulai terdengar. Ia diselamatkan oleh orang-orang yang menempatkan kepentingan bangsanya lebih tinggi daripada keselamatan sendiri.

Toha dan Ramdan adalah bagian dari keberanian itu. Keduanya bergerak dalam satu misi, menghadapi bahaya yang sama, dan gugur demi tujuan yang sama.

Karena itu, kisah Dayeuhkolot bukan hanya milik satu nama. Ia adalah kisah dua pemuda yang dipertautkan oleh satu pengorbanan.

Dentuman yang Melampaui Zaman

Ledakan Dayeuhkolot berlangsung dalam hitungan detik. Namun, maknanya hidup jauh lebih lama.

Peristiwa itu memperlihatkan bahwa mundurnya pasukan dari Kota Bandung bukan akhir perjuangan. Setelah Bandung Lautan Api, perlawanan tumbuh kembali di kawasan selatan.

Para pejuang menata kekuatan, menjaga jalur pertahanan, lalu menyerang fasilitas strategis lawan. Mereka mungkin kalah dalam jumlah dan persenjataan. Tetapi mereka tidak kehilangan keberanian.

Kini, Dayeuhkolot menjadi bagian dari Kabupaten Bandung yang terus berkembang. Jalan-jalan dipenuhi kendaraan, permukiman berdiri rapat, dan kehidupan bergerak seperti biasa.

Namun, tanah itu pernah bergetar oleh sebuah pengorbanan besar. Di sanalah Mohamad Toha dan Mohamad Ramdan menuntaskan tugas terakhirnya.

Mereka tidak sempat melihat Indonesia tumbuh sebagai negara merdeka. Tidak menyaksikan Merah Putih berkibar dari generasi ke generasi. Tidak menikmati negeri yang pernah mereka pertahankan dengan nyawa.

Namun, kemerdekaan yang kita jalani hari ini menyimpan jejak langkah mereka.

Asap ledakan Dayeuhkolot telah lama menghilang. Keberanian Mohamad Toha dan Mohamad Ramdan tetap lekat dalam ingatan.

Namun, dentuman Dayeuhkolot tidak hanya meninggalkan kisah tentang senjata dan pengorbanan. Di balik keberanian Mohamad Toha, tersimpan cinta kepada Euis—perempuan yang menunggu pernikahan setelah kemerdekaan benar-benar tercapai. Bagaimana kisah mereka berakhir sebelum sempat dimulai? Nantikan artikel selanjutnya: Romansa di Balik Ledakan Kabupaten Bandung.

“Jangan biarkan kisah para pejuang ini terkubur untuk kedua kalinya—bukan oleh tanah, melainkan oleh lupa. Bagikan kepada anak-anak, keluarga, sahabat, dan generasi muda, agar mereka mengerti bahwa Merah Putih tidak berkibar sekadar karena angin, tetapi karena darah, air mata, dan nyawa yang dikorbankan. Sekali Anda membagikan kisah ini, Anda ikut menjaga api perjuangan tetap menyala dari generasi ke generasi.”

lintaspriangan.com

PRIANGAN TIMUR

Aksi Solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya, Ketua MUI Ajak Kota Santri Bergerak

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ajakan aksi solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya...

Tiang WiFi Roboh Timpa Kabel Listrik di Ciamis, Tiga Pekerja Tersengat

LintasPriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemasangan tiang jaringan internet di...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

Jadwal PSS Sleman vs PSGC Ciamis Berubah, Kick-off Jam Berapa?

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Jadwal PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

JAWA BARAT

Atlet Muaythai Kota Cirebon Dilaporkan Raih Emas Perdana Porprov Jabar 2026

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Muaythai Kota Cirebon dilaporkan menyumbangkan medali...

Nasib Pedagang Bundaran Cibiru Usai 48 Bangunan Ditertibkan, Boleh Jualan tetapi Tanpa Relokasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Penertiban 48 bangunan di kawasan Bundaran...

Banjir dan Longsor Jawa Barat: 197 Kejadian Tercatat hingga November 2026

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Ancaman banjir dan longsor Jawa Barat...

Hujan Es di Kuningan Terjang Luragung, Angin Kencang Rusak Sejumlah Bangunan

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Hujan es di Kuningan disertai angin...

Video Viral Puskesmas Bantarujeg, Bupati Majalengka Datangi Pasien dan Siapkan Evaluasi

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Video viral Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengka,...

Berulangnya Insiden Gas Pindo Deli Karawang, Sejauh Mana Pengawasan Keselamatan Industri?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Insiden paparan bahan kimia di PT...

BMKG Perbarui Peringatan Cuaca Cianjur, Pasirkuda Masuk Wilayah Waspada Hujan

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Pemulihan Pascabencana Kuningan, Delapan Rumah Rusak Berat dan Dua Keluarga Mengungsi

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Pemulihan pascabencana Kuningan menjadi perhatian setelah...

Olahraga

Kategori Populer