Innalillahi… Zaidan Ditemukan Meninggal

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Harapan itu akhirnya berhenti pada Minggu pagi. Setelah dua hari pencarian, Zaidan—anak enam tahun yang dilaporkan hilang saat hujan deras di Kelurahan Tugujaya—ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Kabar itu menyebar pelan, namun dampaknya menghantam keras. Kota Tasikmalaya kembali berduka.

Jasad Zaidan ditemukan pada Minggu (4/1/2026) di aliran Sungai Cikalang, tepatnya di sekitar wilayah perbatasan Kecamatan Tawang dengan Kecamatan Cibeureum. Lokasi penemuan itu berjarak cukup jauh dari titik terakhir Zaidan terlihat, memperlihatkan betapa luas dan kompleksnya bentang air yang harus dilalui tim pencari.

Pihak keluarga telah memastikan identitas jasad tersebut. Setelah proses identifikasi, jenazah Zaidan dibawa ke RSUD dr Soekardjo untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur. Isak tangis keluarga pecah, mengakhiri penantian panjang yang sejak awal dipenuhi kecemasan.

- Advertisement -

Sebelumnya, Zaidan dilaporkan hilang setelah pamit jajan di sekitar Kantor Kelurahan Tugujaya saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Saat itu, tidak ada kesimpulan yang ditarik. Aparat masih melakukan penyelidikan, dan pemberitaan memilih berhenti pada fakta: anak itu hilang, hujan turun, drainase meluap, dan pencarian dilakukan. Kekhawatiran tentang air yang mengalir hanya menjadi peringatan logis, bukan tuduhan.

Baca berita Zaidan sebelumnya: Kota Tasik Hari Ini, Anak Jajan saat Hujan Harus Dianggap Bahaya

Kini, dengan ditemukannya jasad Zaidan di aliran sungai, dugaan bahwa korban terseret arus menguat. Namun aparat tetap menegaskan bahwa proses pendalaman tetap berjalan untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh. Tidak ada kesimpulan yang disampaikan secara tergesa-gesa.

Di tengah duka itu, suara refleksi muncul dari warga. Seorang ibu yang enggan disebutkan namanya, dengan mata berkaca-kaca, menyampaikan kegelisahan yang kini dirasakan banyak orang tua.

Ia mengatakan bahwa dulu hujan sering dianggap wahanan bermain bagi anak-anak. Genangan air adalah ruang bermain, bukan ancaman. Namun kini, menurutnya, lingkungan sudah berubah. Saluran air tak lagi jinak, aliran semakin deras, dan orang tua dipaksa untuk jauh lebih waspada terhadap hal-hal yang sebelumnya dianggap biasa.

Pernyataan itu sederhana, namun menyimpan makna besar. Bukan tentang rasa bersalah, melainkan tentang perubahan ruang hidup. Kota bertumbuh, permukaan tanah berubah, saluran air menyempit atau tertutup, dan hujan yang sama kini membawa risiko berbeda.

Duka juga disampaikan oleh Diki Samani dari Albadar Institute. Ia menyebut peristiwa ini sebagai tragedi kemanusiaan yang tidak boleh berhenti pada belasungkawa semata. Menurutnya, kejadian ini harus menjadi bahan refleksi serius bagi para pengambil keputusan, terutama di bidang lingkungan hidup dan infrastruktur.

Diki menegaskan bahwa ketika persoalan lingkungan dan infrastruktur tidak ditangani dengan keseriusan di level tertinggi, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar kenyamanan Kota Tasikmalaya, melainkan nyawa warga. Anak-anak, kata dia, adalah kelompok paling rentan yang pertama kali menanggung akibat dari kelalaian struktural.

Pernyataan itu tidak bernada tudingan, melainkan peringatan. Tragedi Zaidan memperlihatkan bahwa relasi antara hujan, air, dan kota bukanlah soal alam semata, tetapi soal kesiapan sistem. Drainase, selokan, sungai, dan ruang publik membentuk satu kesatuan yang, jika rapuh, dapat berubah menjadi ancaman nyata.

Tulisan sebelumnya pernah mengingatkan bahwa “anak jajan saat hujan harus dianggap bahaya”. Kini, kalimat itu tidak lagi sekadar refleksi, melainkan peringatan yang dibayar mahal. Bukan untuk membenarkan kekhawatiran, tetapi untuk menyadarkan bahwa kehati-hatian bukan sikap berlebihan, melainkan kebutuhan di kota yang terus berubah.

Zaidan telah pergi. Ia tidak lagi bisa dikembalikan. Namun kota masih bisa belajar. Tragedi ini meninggalkan pesan sunyi namun jelas: ketika hujan turun dan air mengalir tanpa kendali, yang diuji bukan hanya kesiapsiagaan relawan bencana, tetapi bagaimana sebuah kota melindungi warganya—terutama anak-anak—dalam situasi paling sehari-hari.

Yang paling merasakan duka ini sudah pasti keluarga almarhum Zaidan. Tetapi pelajaran di baliknya, adalah milik semua. “Innalillahi wa innailaihi ra’jiuun… Selamat jalan, Zaidan.” (AS)

Abiba Booster
Produk

Abiba Booster

Abiba Booster – Bikin Website WordPress Lebih Ringan, Cepat, dan Hemat Penyimpanan! Hosting cepat penuh? Website terasa berat?…

Rp119.000Beli Sekarang
Abiba SEO
Produk Digital

Abiba SEO

Abiba SEO – Optimalkan Website WordPress agar Lebih Siap Bersaing di Google! Ingin website dan artikel lebih mudah…

Rp199.000Beli Sekarang
Kost Pria
Properti

Kost Pria

Kota Tasikmalaya, Jawa Barat · Mitra · Sewa-kontrak

Kost mahasiswa dekat unsil

Rp300.000Hubungi Pemilik
WAStore
Produk Digital

WAStore

WASTore – Bikin Toko Online Profesional, Terima Pesanan Langsung via WhatsApp! Punya produk tapi belum punya toko online…

Rp240.000Beli Sekarang

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Karhutla Ciamis Bakar 2,254 Hektare di Tiga Desa, Api Sudah Padam

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Karhutla Ciamis membakar sekitar 2,254 hektare...

Kecelakaan di Kalipucang, Truk Mundur Tabrak Dua Mobil

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Kecelakaan di Kalipucang melibatkan sebuah truk...

Hari Jadi Pangandaran ke-14, Jejak Pemekaran dari Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Hari Jadi Pangandaran ke-14 jatuh pada...

Tahfidz Supercamp Tasikmalaya Dijadwalkan 24–25 Oktober di Parung

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Tahfidz Supercamp Tasikmalaya yang digagas Forum...

Promo Tirta Sukapura hingga 25 Oktober, Sambungan Baru Rp639 Ribu

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Promo Tirta Sukapura untuk sambungan baru...

JAWA BARAT

Jambore Batik Jawa Barat Digelar 24–25 Oktober di Bandung

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Jambore Batik Jawa Barat berlangsung pada...

Polisi Selidiki Penyerangan Pasar Caringin, Satu Petugas Parkir Tewas

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Polisi masih menyelidiki Penyerangan Pasar Caringin...

Pemadaman Karhutla Gunung Ciremai Berlanjut, OMC Disiapkan

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Penanganan Karhutla Gunung Ciremai masih berlangsung...

Pertamina SMEXPO Cirebon 2026 Masuki Hari Terakhir, 32 UMKM Bidik Pasar Baru

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Pertamina SMEXPO Cirebon 2026 memasuki hari...

Saat Ciremai Terbakar, Siaga Darurat Karhutla Majalengka Berlaku hingga 31 Oktober

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Status siaga darurat karhutla Majalengka ditetapkan...

Tiga Kebakaran Lahan di Sumedang Ditangani Sehari, Salah Satunya di Tol Cisumdawu

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Kebakaran lahan di Sumedang dilaporkan terjadi...

Keamanan Digital UMKM Jadi Fokus ITB Cyber Clinic, Pendampingan Gratis untuk Cegah Penipuan Online

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Keamanan digital UMKM menjadi perhatian Institut...

Road to Give Bandung 2026, Lari Amal untuk Mendukung Penyintas Kanker

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Road to Give Bandung 2026 mengajak...

Olahraga

Kategori Populer