lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Karhutla Ciamis membakar sekitar 2,254 hektare lahan di tiga desa di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Berdasarkan pembaruan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu, 25 Oktober 2026 pukul 11.40 WIB, api telah berhasil dipadamkan sejak Sabtu, 24 Oktober, dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Kebakaran terjadi pada Jumat, 23 Oktober 2026 sekitar pukul 09.28 WIB. Lokasi terdampak berada di Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing, serta Desa Cidolog dan Desa Ambit di Kecamatan Cidolog. BNPB menyatakan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Luas Terbakar Masih Data Sementara
BNPB mencatat luas sementara Karhutla Ciamis sekitar 2,254 hektare. Angka tersebut belum dinyatakan sebagai luas final karena pendataan kawasan terdampak masih menjadi bagian dari proses penanganan setelah api dipadamkan.
Rilis BNPB belum merinci pembagian luas lahan terbakar di masing-masing desa. Jenis vegetasi, status kepemilikan lahan, maupun nilai kerugian material juga belum dicantumkan dalam laporan yang diterbitkan pada 25 Oktober.
Karena data tersebut belum tersedia, luas 2,254 hektare tidak dapat dipecah atau ditafsirkan lebih jauh sebagai kerugian pertanian, perkebunan, atau kawasan hutan tanpa keterangan resmi tambahan.
BNPB juga tidak menyebut adanya rumah atau fasilitas umum yang terbakar. Informasi yang terkonfirmasi dalam laporan terbaru terbatas pada luas lahan terdampak, lokasi kejadian, status pemadaman, dan nihil korban jiwa.
Pemadaman Libatkan Damkar hingga Warga
Dalam penanganan Karhutla Ciamis, BPBD Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Ciamis. BPBD Kabupaten Ciamis kemudian berkoordinasi dengan aparat setempat serta melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Ciamis, Babinsa, perangkat desa, dan masyarakat.
BNPB melaporkan kondisi mutakhir pada Sabtu, 24 Oktober menunjukkan api telah berhasil dipadamkan. Pendataan luas lahan terdampak tetap dilanjutkan setelah proses pemadaman.
Status api yang telah padam tidak berarti seluruh penanganan administrasi selesai. Data luas akhir, penyebab kebakaran, dan kemungkinan kerugian masih memerlukan pembaruan dari BPBD atau instansi terkait.
BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan, terutama saat kondisi kering. Warga diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, tidak meninggalkan api tanpa pengawasan, serta segera melapor apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi memicu kebakaran.
Dengan fakta yang tersedia saat ini, angle paling aman untuk Karhutla Ciamis adalah kondisi pascakebakaran: api sudah padam, sekitar 2,254 hektare lahan tercatat terdampak sementara, tidak ada korban jiwa, dan penyebab kejadian masih dalam penyelidikan. (NS/AS)






