Pancasila Harus Berubah tapi Tak Boleh Diubah

lintaspriangan.com, WASBANG. Pertanyaan tentang mengubah Pancasila kerap jadi diskusi yang menarik. Meski kebanyakan, berakhir dengan ujung yang membayang, alias kurang jelas.

Pancasila itu memang harus berubah. Karena kalau tidak, ia akan jadi ideologi usang yang ketinggalan zaman. Bagaimana ia bisa jadi dijadikan pedoman, jika tidak bisa relevan dengan tuntutan zaman. Dan memang, Pancasila selama ini pun sudah berubah. Dulu, sampai tahun 1990-an, Pancasila hanya berisi 36 butir nilai. Tapi sekarang, isinya sudah bertambah jauh lebih banyak, jadi 45 butir. Perubahan ini terjadi karena apa? Karena era-nya berubah. Dan Pancasila harus bisa mengimbangi perubahan yang terjadi.

Tapi Pancasila juga tak boleh diubah. Karena kalau diubah, bukan mustahil kelak anak perempuan kesayangan kita, akan tinggal serumah dengan kekasihnya, lalu melahirkan cucu kita, tanpa diikat oleh tali pernikahan yang sah. Atau, anak laki-laki kebanggaan kita, bisa menegak minuman beralkohol karena minuman tersebut dijual bebas, dan tidak ada lagi pembatasan apalagi larangan dari negara.

Jadi, Pancasila itu ada yang harus berubah, tapi ada yang tidak bisa diubah. Ini topik yang sederhana sekali sebetulnya. Hanya perkara, apanya yang harus berubah, dan dimana yang tidak boleh diubah.

Pancasila itu mengandung tiga jenis nilai di dalamnya. Ada nilai dasar, ada nilai instrumental, dan ada nilai praksis. Apa pengertian dari setiap nilai tersebut? Kita kupas.

Nilai dasar adalah nilai fundamental atau nilai asas. Bung Karno mengistilahkan hal ini dengan terminologi philosofische grondslag. Nilai ini tidak boleh berubah. Bahwa Indonesia itu bertuhan, menjungjung tinggi kemanusiaan, menjaga persatuan, mengutamakan musyawarah, dan memperjuangkan keadilan. Lima nilai ini tidak boleh berubah. Nilai dasar ini yang jadi landasan untuk dua nilai lainnya.

Nilai instrumental adalah nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam berbagai aturan yang ada di Indonesia. Intinya. Tidak boleh ada satupun aturan di Indonesia, yang bertentangan dengan nilai-nilai dasar Pancasila. Tapi nilai instrumental ini justru harus berubah, harus berkembang, mengikuti tuntutan zaman. Undang-undang atau peraturan harus terus di-update, agar sesuai dengan kebutuhan. Tapi, perubahan yang terjadi, tidak boleh tercerabut dari nilai dasar.

Lalu nilai praksis, ini adalah nilai-nilai Pancasila dalam perilaku atau dalam tindakan. Nilai yang satu ini juga pasti berkembang. Dulu, mungkin kita tak perlu membahas bagaiman etika perilaku berinteraksi di dunia maya, karena dunia tersebut belum ada. Tapi hari ini, dinamika di dunia maya dan dunia nyata, sama riuhnya. Karena itu Pancasila harus hadir juga di sana.

Perubahan dan pengembangan nilai instrumental dan nilai praksis, harus terus terjadi, agar ideologi Pancasila bisa tetap relevan. Tapi, keduanya harus tetap berpijak di atas nilai dasar.

Yang tidak boleh itu, mengubah nilai dasar. Tadinya percaya Tuhan, jadi tidak. Tadinya menjunjung tinggi kemanusiaan, jadi tidak, dan seterusnya. Ini bahaya. Karena ketika nilai dasar berubah, nilai instrumental dan praksisnya akan berubah. Nikah menjadi tidak wajib, minuman keras beredar luas, pornografi dan pornoaksi merajalela, adalah contoh-contoh fenomena yang akan terjadi ketika nilai dasar Pancasila diubah. Emang mau anak cucu kita hidup dalam dunia seperti itu? Na’udzubillahi min dzalik! (Lintas Priangan)

Berita lainnya:

Aku Mencintaimu, Tapi Aku Harus Bersama Bangsaku

lintaspriangan.com, WASBANG. Batavia, 1908. Langit pagi di atas sekolah dokter pribumi, STOVIA, masih kelabu, seakan mencerminkan kegelisahan di dada...

5 Jejak Perjuangan Kemerdekaan di Tasikmalaya

lintaspriangan.com, WASBANG. Tasikmalaya, sebuah kota di Jawa Barat, memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Perlawanan masyarakat dan tokoh-tokoh...

Indonesia, Si Paling “Unity in Diversity”

lintaspriangan.com, WASBANG. Amerika Serikat adalah sebuah negara yang terdiri dari banyak negara bagian. Ada 50 negara bagian di dalamnya....

Terbaru

80 Tahun Belum Pernah Diaspal Jalan Cireundeu Akan Diperbaiki

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Jalan poros yang menghubungkan Desa Bojongkapol,...

Sidak DPRD Tasikmalaya Temukan SPPG Beroperasi Tanpa Izin

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya menemukan...

Prediksi Contoh Soal Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026, Cek di Sini!

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL Contoh soal seleksi Manajer Koperasi Merah Putih menjadi...

Polsek Banyuresmi Tertibkan Pelajar Bolos Sekolah

lintaspriangan.com. BERITA GARUT - Polsek Banyuresmi menertibkan pelajar yang...

KPID Jabar dan Kampus Tingkatkan Kompetensi Jurnalis serta Mahasiswa di Priangan Timur

Lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Ketua KPID Jawa Barat, Dr. Adiyana...

Tinggal 2 Hari Lagi! Rekrutmen Koperasi Merah Putih Segera Ditutup

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL Program rekrutmen Koperasi Merah Putih tahun 2026...

Di Tangan Bupati Herdiat, Ternyata Begini Kondisi Ketahanan Pangan Ciamis

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Pagi di Lakbok selalu dimulai dari sawah....

Terlindungi: Bocoran UTBK 2026 Hari Pertama: PK Sulit, Ini Tips Menghadapinya

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Bocoran UTBK 2026 pada hari pertama pelaksanaan...

Kewaspadaan Bencana Banjir Berbasis Nilai Pancasila: Penguatan Sosialisasi 3R di Pasar Kordon Kota Bandung dalam Perspektif SDGs

lintaspriangan.com, KAJIAN. RINGKASAN: Banjir di Pasar Kordon berkaitan dengan pengelolaan sampah...

Konten Lokal Belum Diminati, KPID Jabar Libatkan Pers Mahasiswa

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID)...

Priangan Timur

80 Tahun Belum Pernah Diaspal Jalan Cireundeu Akan Diperbaiki

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Jalan poros yang menghubungkan Desa Bojongkapol,...

Sidak DPRD Tasikmalaya Temukan SPPG Beroperasi Tanpa Izin

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya menemukan...

KPID Jabar dan Kampus Tingkatkan Kompetensi Jurnalis serta Mahasiswa di Priangan Timur

Lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Ketua KPID Jawa Barat, Dr. Adiyana...

Di Tangan Bupati Herdiat, Ternyata Begini Kondisi Ketahanan Pangan Ciamis

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Pagi di Lakbok selalu dimulai dari sawah....

Konten Lokal Belum Diminati, KPID Jabar Libatkan Pers Mahasiswa

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID)...

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Sebut Pers Lokal Kunci Angkat Potensi Daerah

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky...

Tenda Aksi di Depan Balai Kota Tasikmalaya Dibongkar Satpol PP

Lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Tenda milik Komunitas Rakyat Peduli Lingkungan...

Memasuki Kemarau, Ancaman Bencana Kota Tasikmalaya Tertinggi di Jabar, Waspada!

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Musim kemarau mulai memasuki fase awal di sejumlah...

Perspektif

Popular Categories