Patut Diusut! Ratusan Milyar Anggaran Kota Tasikmalaya Tanpa Laporan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pengelolaan Anggaran Kota Tasikmalaya kembali patut jadi sorotan. Kali ini, perhatian datang dari Komunitas SWAKKA (Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif), menyusul adanya fakta belanja daerah bernilai lebih dari Rp145 miliar yang telah direalisasikan, namun belum didukung laporan serah terima yang sah.

Sekretaris Komunitas SWAKKA, Asep Ishak, menilai kondisi tersebut tidak bisa dipandang sebagai persoalan administratif biasa, terlebih ketika hal tersebut terjadi berulang sejak tahun 2022 dan melibatkan lebih dari satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Kalau anggaran sudah dibelanjakan, barang atau pekerjaan sudah dimanfaatkan, tapi laporan serah terimanya tidak ada atau tidak jelas, itu sudah masuk wilayah berisiko. Apalagi ini bukan kejadian satu kali, tapi berulang lintas tahun,” ujar Asep Ishak saat diwawancarai, Senin (09/02/2026).

Anggaran Keluar, Laporan Dipertanyakan

Menurut Asep, ketiadaan laporan serah terima atau Berita Acara Serah Terima (BAST) membuat alur pertanggungjawaban Anggaran Kota Tasikmalaya menjadi kabur. Ia menegaskan, BAST bukan sekadar dokumen formal, melainkan penanda sah bahwa barang atau pekerjaan telah diserahkan dan tanggung jawab hukumnya berpindah.

“Tanpa BAST, secara administrasi negara, belanja itu belum selesai. Uangnya sudah keluar, tapi laporannya tertinggal. Ini yang membuat status barang atau pekerjaan jadi abu-abu,” katanya.

Ia menyebutkan, persoalan tersebut tercatat terjadi pada pada beberapa SKPD, dengan salah satu contoh berada di Dinas Lingkungan Hidup. Meski demikian, SWAKKA menilai fokus utama bukan pada satu instansi tertentu, melainkan pada pola pengelolaan anggaran secara keseluruhan.

Risiko Korupsi hingga Penggelapan

Asep Ishak menjelaskan, belanja yang dibayarkan tanpa verifikasi akhir yang kuat membuka risiko korupsi, karena pembayaran dilakukan sebelum kepastian administrasi dan serah terima dinyatakan sah. Pada saat yang sama, menurutnya, risiko penggelapan juga tidak bisa diabaikan, sebab barang atau pekerjaan yang belum diserahterimakan secara resmi sangat rentan hilang dari pembukuan atau sulit ditelusuri keberadaannya.

“Ketika tidak ada laporan serah terima yang jelas, itu membuka ruang manipulasi. Barang bisa dicatat ganda, dipindahkan statusnya, dimanfaatkan secara pribadi, bahkan dihapus tanpa dasar yang kuat. Semua itu berawal dari dokumen yang tidak tertib,” ujarnya.

Ia menegaskan, yang dipersoalkan bukan semata-mata keberadaan fisik barang, melainkan ketiadaan laporan serah terima yang sah, yang membuat penggunaan anggaran publik tidak dapat dipertanggungjawabkan secara utuh.

Perlu Diusut Sampai Terang Benderang

Lebih jauh, Asep menilai berulangnya persoalan sejak 2022 menunjukkan adanya masalah tata kelola yang berpotensi sistematis. Karena itu, ia mendorong agar persoalan ini tidak hanya diselesaikan dengan pembenahan administrasi di atas kertas.

“Kalau sudah berulang lintas tahun, ini tidak cukup hanya dirapikan dokumennya. Harus diusut sampai terang benderang. Aparat pengawas dan penegak hukum perlu turun menelusuri alur anggarannya, dari pembayaran sampai kenapa laporan serah terimanya tidak pernah tuntas,” tegasnya.

Menurutnya, pengawasan internal pemerintah Kota Tasikmalaya dan mekanisme pengawasan eksternal negara harus diuji dalam kasus ini. Apakah benar-benar mampu menghentikan pola yang berulang, atau justru membiarkannya terus terjadi.

“Ini alarm keras. Kalau tidak ada pengusutan serius, praktik seperti ini akan dianggap normal. Padahal risikonya besar dan bisa menyeret daerah ke persoalan hukum yang lebih berat ke depan,” kata Asep.

Dorongan Transparansi dan Siap Aksi

SWAKKA, lanjut Asep, mendorong pemerintah daerah untuk membuka penjelasan secara transparan kepada publik terkait pengelolaan Anggaran Kota Tasikmalaya, khususnya belanja yang belum didukung laporan serah terima.

“Uang publik harus bisa dipertanggungjawabkan dengan jelas. Kalau tidak, wajar jika publik bertanya dan mendorong pengawasan lebih ketat. Dan kalau tidak ada transparansi, SWAKKA siap bergerak lebih jauh,” pungkasnya. (AS)

Berita lainnya:

Konten Lokal Belum Diminati, KPID Jabar Libatkan Pers Mahasiswa

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Barat menilai konten lokal di wilayah Priangan Timur...

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Sebut Pers Lokal Kunci Angkat Potensi Daerah

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, menegaskan pentingnya peran pers lokal sebagai garda terdepan dalam...

Tenda Aksi di Depan Balai Kota Tasikmalaya Dibongkar Satpol PP

Lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Tenda milik Komunitas Rakyat Peduli Lingkungan (KRPL) yang berdiri di depan Balai Kota Tasikmalaya selama hampir...

Terbaru

Tinggal 2 Hari Lagi! Rekrutmen Koperasi Merah Putih Segera Ditutup

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL Program rekrutmen Koperasi Merah Putih tahun 2026...

Di Tangan Bupati Herdiat, Ternyata Begini Kondisi Ketahanan Pangan Ciamis

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Pagi di Lakbok selalu dimulai dari sawah....

Terlindungi: Bocoran UTBK 2026 Hari Pertama: PK Sulit, Ini Tips Menghadapinya

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Bocoran UTBK 2026 pada hari pertama pelaksanaan...

Kewaspadaan Bencana Banjir Berbasis Nilai Pancasila: Penguatan Sosialisasi 3R di Pasar Kordon Kota Bandung dalam Perspektif SDGs

lintaspriangan.com, KAJIAN. RINGKASAN: Banjir di Pasar Kordon berkaitan dengan pengelolaan sampah...

Konten Lokal Belum Diminati, KPID Jabar Libatkan Pers Mahasiswa

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID)...

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Sebut Pers Lokal Kunci Angkat Potensi Daerah

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky...

Tenda Aksi di Depan Balai Kota Tasikmalaya Dibongkar Satpol PP

Lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Tenda milik Komunitas Rakyat Peduli Lingkungan...

Cek, Nih! Bocoran UTBK SNBT 2026 dari Peserta yang Tes Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Pelaksanaan UTBK SNBT 2026 resmi dimulai pada Selasa...

Memasuki Kemarau, Ancaman Bencana Kota Tasikmalaya Tertinggi di Jabar, Waspada!

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Musim kemarau mulai memasuki fase awal di sejumlah...

Bupati Herdiat Angkat Kebutuhan Petani Ciamis di Rakornas Pertanian 2026

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Bupati Ciamis Herdiat Sunarya membawa isu...

Priangan Timur

Di Tangan Bupati Herdiat, Ternyata Begini Kondisi Ketahanan Pangan Ciamis

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Pagi di Lakbok selalu dimulai dari sawah....

Konten Lokal Belum Diminati, KPID Jabar Libatkan Pers Mahasiswa

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID)...

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Sebut Pers Lokal Kunci Angkat Potensi Daerah

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky...

Tenda Aksi di Depan Balai Kota Tasikmalaya Dibongkar Satpol PP

Lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Tenda milik Komunitas Rakyat Peduli Lingkungan...

Memasuki Kemarau, Ancaman Bencana Kota Tasikmalaya Tertinggi di Jabar, Waspada!

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Musim kemarau mulai memasuki fase awal di sejumlah...

Bupati Herdiat Angkat Kebutuhan Petani Ciamis di Rakornas Pertanian 2026

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Bupati Ciamis Herdiat Sunarya membawa isu...

Tiga Besar Daerah Rawan Bencana Jabar, BPBD Kabupaten Tasikmalaya Siaga

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Kabupaten Tasikmalaya kembali masuk dalam tiga...

Bejat! Ayah di Garut Rudapaksa Anak Kandung 11 Tahun

lintaspriangan.com. BERITA GARUT. Kasus yang melibatkan seorang ayah di Garut...

Perspektif

Popular Categories