Jelang Nataru, Marak Pencurian Sapi di Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Menjelang Natal dan Tahun Baru 2025, suasana di sejumlah wilayah Tasikmalaya justru diwarnai keresahan. Dalam sepekan terakhir, laporan kehilangan hewan ternak kembali bermunculan. Yang paling menonjol terjadi di Kawalu, ketika empat ekor sapi limosin milik seorang warga raib digasak maling dalam satu malam.

Kasus itu seolah menjadi sinyal bahwa para pelaku kriminal mulai bergerak lebih agresif saat warga lengah menjelang masa liburan. Polisi juga mengakui bahwa pola ini bukan hal baru. Setiap mendekati akhir tahun, angka kejahatan ternak cenderung naik, terutama di wilayah yang kandangnya jauh dari permukiman.

Modus Lama yang Masih Ampuh

Kasus terbaru menunjukkan pelaku memanfaatkan waktu dini hari, sekitar pukul 03.00–05.00 WIB, Rabu (26/11/2025), saat penjagaan kandang cenderung longgar. Pelaku merusak engsel pintu, mengeluarkan sapi dari kandang, lalu mengangkutnya menggunakan truk.

Dalam kejadian di Cihonje, Karanganyar, pelaku diduga membawa enam ekor sapi keluar dari kandang. Rekaman CCTV warga memperlihatkan truk bak kayu melintas dengan muatan sapi. Namun hanya empat ekor yang berhasil dibawa kabur. Dua ekor sisanya ditemukan jatuh ke empang tak jauh dari kandang, diduga terlepas saat proses pengangkutan.

Agus, anak dari pemilik sapi, mengaku tidak menyangka pencuri beraksi seleherat itu. “Pintunya dijebol. Dua sapi jatuh ke kolam, mungkin gagal dibawa. Sisanya hilang,” ujarnya, sebagaimana dilansir Detik. Ia juga mengatakan para pelaku tampaknya sangat paham kondisi kandang karena memilih sapi-sapi terbesar.

Polisi menilai cara kerja pelaku menunjukkan mereka bukan pemain baru. Engsel dijebol rapi, sapi dikumpulkan di depan kandang, lalu diangkut dengan cepat. Aksi ini menunjukkan bahwa mereka telah menyiapkan peralatan serta kendaraan memadai.

Polisi Petakan Jam Rawan

Kapolsek Kawalu, AKP Yusuf Setyanto, menyebutkan ada dua jam rawan yang sering dimanfaatkan pelaku: pukul 01.00–03.00 dan pukul 03.00–05.00 WIB. Pada jam pertama lingkungan benar-benar lengang, sementara pada jam kedua beberapa penjaga kandang justru pulang untuk bersiap menjelang aktivitas pagi.

“Jam kritis itu sering dimanfaatkan para pelaku. Situasi sepi, kendaraan besar pun tidak menimbulkan kecurigaan,” kata AKP Yusuf sebagaimana diberitakan Kompas.

Selain itu, kandang-kandang yang berada di area persawahan atau pinggir kampung menjadi sasaran empuk. Minim penerangan, jauh dari rumah warga, dan tanpa CCTV membuat pelaku bisa bekerja leluasa.

Peringatan untuk Warga

Kapolsek mengimbau warga memperkuat keamanan kandang: memasang kunci ganda, menambah lampu sorot, dan jika memungkinkan memasang CCTV murah yang kini banyak tersedia. Ia juga menekankan perlunya penjagaan bergilir antara midnight dan menjelang Subuh, dua waktu yang paling sering dijadikan momentum pencuri.

“Kami sudah tingkatkan patroli, tapi penjagaan awal tetap harus dari warga,” kata Yusuf.

Sementara itu, peternak yang jadi korban berharap polisi segera menemukan jejak pelaku karena kerugian yang dialami tidak kecil. Harga sapi limosin besar mencapai sekitar Rp20–25 juta per ekor. Hilangnya empat ekor sapi artinya usaha peternakan bisa goyah dalam sekejap.

Kasus ini menambah daftar panjang pencurian ternak menjelang Nataru di Tasikmalaya. Polisi menegaskan penyelidikan masih berjalan, termasuk memeriksa kemungkinan keterlibatan sindikat.

PRIANGAN TIMUR

Galunggung untuk Pemula: Pilih 510 atau 620 Anak Tangga?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Akhir pekan pada Minggu, 2 Agustus 2026,...

38 Tahun Tirta Galuh Ciamis, Menjaga Air Tetap Mengalir

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Perumda Air Minum Tirta Galuh Ciamis memasuki...

Hilang Sejak Sore, Seorang Kakek Ditemukan Meninggal di Bendungan Panawangan Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Harapan keluarga untuk menemukan Eman (81)...

Lansia 70 Tahun Tolak Pengakuan Bersalah, Sidang Dugaan Penipuan Rumah di Banjar Memanas

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Sidang perdana kasus dugaan penipuan rumah...

Lolos Enam Lapis Seleksi, Dua Pelajar Kota Tasikmalaya Menuju Paskibraka Jabar

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Enam lapis seleksi telah dilewati. Kini, Muhammad...

JAWA BARAT

Agustus Jadi Puncak Kemarau, Daerah Mana di Jabar Paling Rawan?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Memasuki Sabtu, 1 Agustus 2026, Jawa Barat...

Sekolah Rakyat Cirebon Resmi Beroperasi, 540 Anak dari Empat Daerah Mulai Tempati Asrama

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Program Sekolah Rakyat Cirebon resmi memasuki...

127.206 Mahasiswa PTS Nonaktif, Alarm Serius Jabar-Banten

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Sebanyak 127.206 mahasiswa PTS nonaktif masih...

Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabar Hari Ini, Mana Saja?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Hujan lebat dan angin kencang di Jabar...

9 Indikasi Korupsi Kabupaten Karawang Paling Telanjang, Belum Ada yang Digelandang?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Barang tidak pernah dikirim, tetapi dana BOS tetap...

Pemprov Setop Tambang Kapur, Bagaimana Nasib 95 Industri Pengolahan?

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Hingga Rabu (29/7/2026), penghentian sementara produksi dan...

Tiga Bulan Warga Bogor Jadi Sandera di Somalia, Siapa Bertanggung Jawab?

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Komisi I DPR RI pada Rabu (29/7/2026)...

Pilkades Sumedang Tak Sepenuhnya Digital, 337 TPS Tetap Manual

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Pilkades Sumedang 2026 mulai memasuki babak digital....

Olahraga

Popular Categories