Buat Ayah di Tasikmalaya: Coba Sempetin ke XXI, Tonton Ini!

lintaspriangan.comBERITA TASIKMALAYA. Di tengah ritme hidup yang makin cepat, ayah di Tasikmalaya sering kali terjebak dalam rutinitas tanpa sadar kehilangan satu hal penting: kehadiran emosional untuk keluarga. Bekerja, pulang, beristirahat, lalu mengulang hari berikutnya. Semua terlihat berjalan normal, tetapi ada ruang yang perlahan kosong.

Lewat film Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? yang tayang di jaringan bioskop Cinema XXI, cerita tentang ruang kosong itu disampaikan dengan cara yang jujur dan terasa dekat. Film drama keluarga ini bukan sekadar hiburan, tetapi potret realitas yang sering terjadi tanpa disadari dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak ayah di Tasikmalaya mungkin merasa sudah cukup hadir: bekerja keras, memenuhi kebutuhan, memastikan keluarga tetap berjalan. Namun film ini mengajak melihat lebih dalam—bahwa kehadiran tidak hanya soal fisik. Ada sisi emosional yang jika diabaikan, bisa menciptakan jarak yang tak terlihat, tetapi terasa nyata dalam hubungan ayah dan anak.

Fenomena ini dikenal sebagai fatherless secara emosional. Ayah tetap ada, tetapi komunikasi terasa kaku, kedekatan memudar, dan anak tumbuh dengan perasaan yang tidak sepenuhnya dipahami. Film ini merangkainya tanpa dramatisasi berlebihan, justru dengan kesederhanaan yang membuatnya terasa semakin mengena dan relevan dengan kondisi keluarga modern.

Dari sisi sinematografi, film ini memperkuat emosi lewat pendekatan visual yang tenang dan intim. Banyak adegan menggunakan teknik close-up untuk menangkap ekspresi wajah yang jujur—tatapan kosong, ragu, hingga keinginan berbicara yang tertahan. Pencahayaan dibuat natural dengan tone hangat yang perlahan berubah menjadi lebih dingin saat konflik muncul, seolah menggambarkan hubungan yang ikut merenggang.

Pergerakan kamera yang minim membuat penonton seperti berada di dalam ruang yang sama dengan para karakter. Tidak ada distraksi berlebihan, setiap adegan dibiarkan mengalir dan memberi ruang bagi emosi untuk tumbuh. Dalam beberapa momen sunyi, justru di situlah pesan terasa paling kuat dan mengendap.

Dari sisi akting, film ini diperkuat oleh penampilan Dwi Sasono yang menghadirkan sosok ayah dengan emosi yang tidak meledak-ledak, tetapi terasa dalam dan realistis. Sementara itu, Mawar Eva de Jongh tampil sebagai anak yang rapuh namun kuat, membangun dinamika yang sangat dekat dengan pengalaman banyak penonton.

Bagi ayah di Tasikmalaya, menonton film ini bisa menjadi pengalaman reflektif. Bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk menyadari bahwa peran ayah bukan hanya soal tanggung jawab materi, tetapi juga kehadiran emosional. Anak tidak selalu membutuhkan jawaban besar, sering kali mereka hanya ingin didengar dan ditemani.

Menonton di bioskop seperti Cinema XXI memberi pengalaman yang lebih dalam. Dalam ruang gelap tanpa distraksi, cerita terasa lebih dekat, bahkan bisa memantik kesadaran yang selama ini tertunda.

Judul film ini memang bertanya tentang arah. Namun bagi banyak keluarga, jawabannya sederhana: kembali hadir. Duduk bersama, membuka percakapan, dan memperbaiki hal-hal kecil yang selama ini terlewat.

Bagi para ayah, termasuk ayah di Tasikmalaya, mungkin ini saat yang tepat untuk tidak hanya mencari arah hidup, tetapi juga memperbaiki arah hubungan. Karena pada akhirnya, keluarga bukan sekadar tempat pulang, melainkan alasan utama untuk tetap berjalan.

Di Tasikmalaya, film ini masih dapat disaksikan di bioskop Cinema XXI, baik di Asia Plaza maupun Transmart, hari ini, Minggu (26/04/2026).

Informasi teknis film:
Film ini disutradarai oleh sineas Indonesia dengan pendekatan drama realistis yang kuat, berdurasi sekitar dua jam dengan alur yang tenang namun emosional. Genre yang diusung adalah drama keluarga, dengan kekuatan pada naskah yang sederhana, akting yang solid, serta sinematografi yang intim. Film ini juga merupakan adaptasi dari novel populer yang telah memiliki basis pembaca luas, sehingga mampu membangun kedekatan emosional sejak awal penayangan.

Jika biasanya akhir pekan diisi dengan tontonan ringan, mungkin kali ini ada baiknya mencoba sesuatu yang berbeda. Karena siapa tahu, dari satu film, lahir satu percakapan yang selama ini tertunda di rumah. (AS)

Korban Kebakaran Rumah di Panjalu- lintas priangan

Kebakaran Rumah di Panjalu, Pemilik Alami Luka Bakar 75 Persen

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran Rumah di Panjalu menghanguskan sebuah rumah tinggal di Dusun Reumalega, Desa Kertamandala, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Sabtu 19 September 2026...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Rumah Ambruk di Cihaurbeuti, 3 Keluarga Terdampak dan Butuh Bantuan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sebuah Rumah Ambruk di Cihaurbeuti, tepatnya...

Kebakaran Rumah di Panjalu, Pemilik Alami Luka Bakar 75 Persen

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran Rumah di Panjalu menghanguskan sebuah...

Haornas ke-43 di Ciamis, Warga Diajak Tidak ‘Mager’

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Olahraga tidak harus selalu identik dengan...

Logo Hari Jadi Tasikmalaya Dipilih dari 55 Karya, Abdul Hasim Jadi Pemenang

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Logo Hari Jadi Tasikmalaya ke-25 resmi menggunakan karya...

Kebakaran Bojonggambir Hanguskan Tiga Rumah, Kerugian Ditaksir Rp185 Juta

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kebakaran Bojonggambir menghanguskan tiga rumah panggung di Kampung...

JAWA BARAT

Gara-gara Pilkades, Ruang Bupati Bekasi Digembok Massa

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Suasana menjelang pelaksanaan Pilkades Kabupaten Bekasi...

PPPK Kementerian PU Tanam Ganja, Alasannya Bikin Geleng Kepala

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Sulit mendapatkan ganja membuat seorang pegawai...

Danny Setiawan Berpulang, Dedi Mulyadi Kenang Jejaknya di Jabar

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Kabar duka datang dari Jawa...

Tambang Karawang Ditutup setelah Tiga Peringatan, Empat Syarat Harus Dipenuhi

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menutup operasional tambang Karawang...

Kebakaran Pabrik Losarang Padam Setelah Penanganan Berjam-jam, Penyebab Belum Dipastikan

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Kebakaran pabrik Losarang melanda Gedung 3 PT Food...

Pendakian Gunung Gede Pangrango Masih Ditutup, Belum Ada Jadwal Pembukaan

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Pendakian Gunung Gede Pangrango masih berada...

Rute Medan-Bandung Dibuka, 140 Penumpang Turun di Bandara Husein

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Rute Medan-Bandung yang dilayani Super Air Jet...

Pocari Run Bandung Diikuti 15 Ribu Pelari, Jalan Buka-Tutup Mulai Pukul 05.00 WIB

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pocari Run Bandung mulai digelar Sabtu, 19...

Olahraga

Popular Categories