lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sore di Jalan Merdeka, Kota Tasikmalaya, pelan-pelan berubah jadi ramai. Motor berdatangan, obrolan mulai pecah di sudut-sudut meja, dan lampu-lampu hangat mulai mengambil alih cahaya matahari perlahan menguning. Di antara riuh itu, Atmé Coffee Tasikmalaya berdiri, bukan sekadar tempat ngopi, tapi ruang temu yang terasa hidup.
Buat banyak anak muda, mencari tempat nongkrong di Tasikmalaya itu sebenarnya sederhana: nyaman, cukup luas, dan bisa dipakai berlama-lama tanpa merasa “diusir halus”. Tapi begitu masuk ke Atmé Coffee Tasikmalaya, standar itu seperti naik satu level.
Ruangnya luas. Dua lantai full AC. Dan yang paling bikin beda, kapasitasnya sampai 400 orang.
Bukan angka kecil. Ini skala yang biasanya cuma kebayang di sebuah event, bukan coffee shop.
Reporter Lintas Priangan, Shem, sempat berbincang dengan Juna, Marketing Atmé Coffee Tasikmalaya, pada Jumat, 24 April 2026. Dari obrolan itu, ada satu hal yang jelas: Tasikmalaya bukan pilihan acak.
“Kalau ngomongin bisnis FnB di Priangan Timur, Tasikmalaya itu udah jadi top of mind ya. Itu juga berdasarkan hasil survei manajemen Atme. Selain itu, banyak brand besar yang sudah masuk duluan ke Tasik. Ini juga jadi salah satu pertimbangan Atme buat buka di sini,” ujar Juna.
Pilihan yang terasa masuk akal. Kota ini bukan cuma ramai, tapi juga punya ritme nongkrong yang unik, campuran antara santai dan produktif. Nongkrong, tapi sambil nugas. Ngopi, tapi tetap kerja.
Dan di titik itu, Atmé Coffee Tasikmalaya seperti mencoba menjawab semuanya sekaligus.
“FYI nih ya, Atmé Tasikmalaya ini memang cabang terbaru, yang ke-16. Tapi justru jadi yang paling besar dibanding cabang lain,” lanjut Juna.
Di kota lain, kapasitas Atme biasanya mentok di 100 sampai 150 orang. Di sini? Angkanya lompat jauh.
“Kalau di kota lain, kapasitas tempat duduk biasanya sekitar 100 sampai 150 orang. Nah, di Tasikmalaya sitting capacity kita sampai 400 orang.”
Dan, angka itu bukan cuma soal besar-besaran. Ada makna di baliknya.
Ini tentang ruang. Tentang kemungkinan. Tentang satu tempat yang bisa menampung banyak cerita dalam waktu bersamaan.
Di satu sisi, bisa jadi ada mahasiswa yang sibuk dengan laptop dan deadline. Di sisi lain, ada obrolan santai yang nggak punya rencana pulang cepat. Di sudut lain, mungkin ada keluarga yang sekadar ingin duduk dengan suasana kids friendly.
Makanya, nggak berlebihan kalau Atmé Coffee Tasikmalaya mulai dilihat sebagai salah satu coffee shop terbesar di Tasikmalaya, sekaligus cafe buat nugas di Tasikmalaya yang benar-benar nyaman.
Menariknya, Atmé nggak terlalu ingin sesumbar urusan menu unggulan.
“Kalau soal menu, takutnya jadi subjektif ya, selera orang kan beda. Jadi kami lebih fokus ke service yang harus tetap humble, terus vibes tempat juga kita jaga. Selain itu, tempat ini juga bisa dipakai untuk berbagai event karena kapasitasnya memang mendukung,” kata Juna.
Fokusnya bukan cuma apa yang diminum, tapi memberi kesan. Dan mungkin itu yang bikin tempat ini terasa beda.
Karena di sini, nongkrong bukan sekadar duduk. Tapi pengalaman. Ke depan, ruang besar itu bahkan direncanakan untuk lebih “hidup”.
“Ke depan, bukan nggak mungkin kita adain nobar PersibDay di sini. Konsepnya bisa nobar, live music, sampai event olahraga. Itu sudah jadi pembahasan internal kami, minimal bisa rutin weekly ya,” tambahnya.
Bayangin, ada satu malam di Kota Tasikmalaya, ratusan orang duduk bareng, sorak bareng, atau sekadar menikmati musik yang sama. Ada energi yang nggak bisa didapat dari tempat kecil.
Dan mungkin, di situlah kekuatan Atmé Coffee Tasikmalaya, bukan cuma besar, tapi sensasional!
Dalam rangka pembukaan, tempat ini juga menghadirkan promo spesial dari 24 sampai 26 April 2026. Tapi lebih dari itu, yang ditawarkan sebenarnya bukan sekadar diskon.
Melainkan alasan untuk datang, duduk, dan mungkin… betah lebih lama dari yang direncanakan.
Karena jujur saja, di kota seperti Tasikmalaya, tempat nongkrong yang bisa menampung 400 orang sekaligus bukan cuma langka. Tapi juga, sedikit mengejutkan! (AS)









