lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Gelombang Pangandaran diprakirakan meninggi bertepatan dengan akhir pekan, Sabtu–Minggu, 1–2 Agustus 2026. Berdasarkan prakiraan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG, tinggi gelombang di Perairan Pangandaran berpotensi mencapai 2,5 meter pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Kondisi tersebut patut menjadi perhatian wisatawan, nelayan, operator perahu, serta warga yang beraktivitas di kawasan pesisir Kabupaten Pangandaran. Langit yang terlihat cerah atau hanya berawan tidak otomatis menandakan laut aman. Data BMKG justru memperlihatkan gelombang cenderung meningkat sejak Jumat hingga mencapai kategori tinggi pada Minggu.
Gelombang Meningkat hingga 2,5 Meter
Prakiraan BMKG untuk Perairan Pangandaran berlaku mulai Jumat, 31 Juli 2026 pukul 00.00 WIB hingga Senin, 3 Agustus 2026 pukul 00.00 WIB.
Pada Jumat, tinggi gelombang diprakirakan berada di kisaran 2,2 meter sepanjang hari. Gelombang tersebut dikategorikan sedang, tetapi sudah cukup besar untuk menuntut kewaspadaan, terutama bagi perahu berukuran kecil.
Angin pada Jumat diprakirakan bertiup dari arah timur dengan kecepatan sekitar 11–13 knot. Hembusan angin sesaat atau gust berpotensi mencapai 21 knot pada pagi hari. Arus laut bergerak menuju barat dengan kecepatan yang pada beberapa jam diprakirakan melampaui dua knot.
Pada Sabtu, 1 Agustus 2026, gelombang Pangandaran diperkirakan berada pada rentang 2,2–2,4 meter. Ketinggian sekitar 2,4 meter diprakirakan terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Puncaknya diprediksi terjadi pada Minggu. Mulai pukul 00.00 hingga sekitar pukul 15.00 WIB, tinggi gelombang diprakirakan mencapai 2,5 meter, yang oleh BMKG sudah dimasukkan ke dalam kategori tinggi. Gelombang kemudian diperkirakan sedikit menurun menjadi sekitar 2,4 meter pada Minggu malam.
Pada Minggu pagi, hembusan angin juga diprediksi mencapai 20–21 knot. Kombinasi angin dan gelombang tersebut perlu menjadi pertimbangan sebelum melakukan aktivitas pelayaran, menangkap ikan, menaiki perahu wisata, maupun bermain terlalu jauh dari garis pantai.
Wisatawan dan Nelayan Diminta Tidak Mengabaikan Kondisi Laut
BMKG mengingatkan bahwa perahu nelayan memiliki risiko keselamatan ketika tinggi gelombang melampaui 1,25 meter atau kecepatan angin berada di atas 15 knot. Kapal tongkang perlu meningkatkan kewaspadaan ketika gelombang melebihi 1,5 meter, sedangkan kapal feri berisiko ketika gelombang berada di atas 2,5 meter.
Dengan prakiraan gelombang mencapai 2,2–2,5 meter, nelayan dan operator perahu di Pangandaran perlu memeriksa kondisi cuaca terbaru sebelum berangkat. Keputusan melaut atau menjalankan perjalanan wisata sebaiknya mempertimbangkan ukuran kapal, kapasitas penumpang, perlengkapan keselamatan, serta arahan petugas setempat.
Wisatawan juga perlu menaati rambu dan larangan berenang, tidak memaksakan diri masuk ke laut ketika gelombang membesar, serta mengawasi anak-anak yang bermain di sekitar garis air. Gelombang datang dalam rangkaian; bagian pantai yang semula terlihat tenang dapat berubah dalam waktu singkat.
Masyarakat disarankan terus memantau pembaruan BMKG karena prakiraan cuaca maritim dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer dan kondisi laut. Informasi petugas Balawista, Satpolairud, nelayan setempat, serta pengelola objek wisata juga perlu dijadikan rujukan sebelum melakukan aktivitas di pantai. (NS/AS)
