Pengukuran Lahan PDAM di Mandalare Banjar Diprotes, SPP Soroti Prosedur dan Status Lahan

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Rencana pembangunan fasilitas penampungan air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di kawasan Mandalare, Kota Banjar, menuai protes dari para petani penggarap. Keberatan muncul setelah proses pengukuran lahan dan pembukaan area disebut dilakukan tanpa koordinasi maupun pemberitahuan kepada warga yang selama ini menggarap lahan tersebut.

Aktivitas teknis yang berlangsung pada Sabtu dan Minggu itu juga disebut mengakibatkan sejumlah pohon pisang milik salah seorang petani, Sudarto, rusak akibat proses pembukaan lahan.

SPP Nilai PDAM Abaikan Komunikasi dengan Petani

Dewan Penasehat Serikat Petani Pasundan (SPP) Kota Banjar, Gus Jawad, menyayangkan langkah PDAM yang dinilai tidak mengedepankan komunikasi dengan para penggarap sebelum memulai kegiatan di lapangan.

Menurutnya, para petani sebenarnya mengetahui adanya rencana pembangunan fasilitas penampungan air untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat. Namun, yang dipersoalkan adalah tidak adanya koordinasi maupun izin kepada warga yang selama ini menggarap lahan tersebut.

“Kami mendengarkan bahwa memang sudah ada beberapa kali perencanaan dari PDAM untuk membangun fasilitas penampungan air demi pelayanan masyarakat. Yang menjadi kendala bagi kami, mereka menggarap lahan tanpa ada perizinan terlebih dahulu,” ujar Gus Jawad, Selasa (28/7/2026).

Ia menilai persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut kerusakan tanaman atau nilai ganti rugi, melainkan penghormatan terhadap etika bermasyarakat serta keterbukaan dalam menjalankan kegiatan di lapangan.

Menurutnya, kejadian serupa juga bukan kali pertama terjadi. Bahkan, terkait kerusakan tanaman pisang milik warga, para petani disebut tidak menjadikan kompensasi materi sebagai tuntutan utama.

Persoalkan Koordinasi dengan Perhutani

Selain menyoroti proses komunikasi, Gus Jawad juga mempertanyakan langkah PDAM yang disebut hanya berkoordinasi dengan pihak Perhutani.

Menurutnya, status penguasaan lahan masih menjadi persoalan yang perlu diperjelas. Ia berpendapat Perhutani hanya memiliki hak pengelolaan berdasarkan kontrak yang masa berlakunya telah berakhir.

“Kok izinnya kepada pengontrak? Itu yang pertama. Yang kedua, kontrak mereka terkait HGU juga sudah habis. Jadi keliru sekali kalau PDAM hanya berkoordinasi dengan Perhutani,” katanya.

Ia juga mengutip kaidah dalam hukum Islam mengenai pemanfaatan tanah yang telah dihidupkan atau diproduktifkan oleh masyarakat. Selain itu, Gus Jawad mengingatkan bahwa pengelolaan sumber daya alam sebagaimana diamanatkan konstitusi harus berorientasi pada sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Petani Dukung Proyek Penampungan Air

Meski mengkritisi proses yang dilakukan, SPP Kota Banjar menegaskan tidak menolak pembangunan fasilitas penampungan air tersebut.

Menurut Gus Jawad, para petani memahami bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari pelayanan publik yang dibutuhkan masyarakat luas. Bahkan, pihaknya mengaku siap membantu mencari solusi agar pembangunan tetap berjalan tanpa menimbulkan konflik.

“Kalau tujuannya untuk fasilitas masyarakat, kami sangat mendukung. Kami bahkan bersiap menunjukkan atau memberikan opsi area lahan yang belum digarap, misalnya di tempat yang lebih tinggi agar distribusi air bisa efisien memanfaatkan gaya gravitasi,” ujarnya.

Ia mengatakan kedua belah pihak telah melakukan pertemuan atau tabayun yang dimediasi Polres Banjar guna menyamakan persepsi.

Melalui komunikasi tersebut, masyarakat berharap proses pembangunan dapat dilanjutkan dengan mengedepankan koordinasi, transparansi, serta menghormati keberadaan petani penggarap agar kepentingan pelayanan publik tetap berjalan tanpa mengabaikan hak-hak warga. (I/HS)

PRIANGAN TIMUR

Peringkat Sentimen Negatif Enam Pemda di Priangan Timur, Siapa Teratas?

lintaspriangan.com, BERITA PRIANGAN. Enam pemerintah daerah, 166 konten bernada...

Dua Film Indonesia Baru Tayang di Bioskop Tasikmalaya Hari Ini

lintaspriangan.com, HIBURAN. Dua film Indonesia terbaru resmi meramaikan bioskop...

Sidang Praperadilan ARM Ditunda, Polres Banjar Tak Hadir di Persidangan Perdana

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Sidang perdana permohonan praperadilan yang diajukan...

Rapor Merah Kota Tasikmalaya, Sentimen Negatif Tertinggi di Priangan Timur

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kota Tasikmalaya menjadi daerah dengan sentimen negatif...

Hotel Singacala Ciamis Diluncurkan Hari Ini 

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Hotel Singacala dijadwalkan resmi diluncurkan Pemerintah...

JAWA BARAT

127.206 Mahasiswa PTS Nonaktif, Alarm Serius Jabar-Banten

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Sebanyak 127.206 mahasiswa PTS nonaktif masih...

Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabar Hari Ini, Mana Saja?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Hujan lebat dan angin kencang di Jabar...

9 Indikasi Korupsi Kabupaten Karawang Paling Telanjang, Belum Ada yang Digelandang?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Barang tidak pernah dikirim, tetapi dana BOS tetap...

Pemprov Setop Tambang Kapur, Bagaimana Nasib 95 Industri Pengolahan?

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Hingga Rabu (29/7/2026), penghentian sementara produksi dan...

Tiga Bulan Warga Bogor Jadi Sandera di Somalia, Siapa Bertanggung Jawab?

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Komisi I DPR RI pada Rabu (29/7/2026)...

Pilkades Sumedang Tak Sepenuhnya Digital, 337 TPS Tetap Manual

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Pilkades Sumedang 2026 mulai memasuki babak digital....

32 Angkot Listrik Bandara Husein Masih Tunggu Lampu Hijau

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Sebanyak 32 angkot listrik Bandara Husein disiapkan...

Job Fair Bandung Barat: Ada Lowongan Kerja Dalam dan Luar Negeri

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG.  Job Fair Bandung Barat digelar di Aula...

Olahraga

Popular Categories