Rapor Merah Kota Tasikmalaya, Sentimen Negatif Tertinggi di Priangan Timur

lintaspriangan.comBERITA TASIKMALAYA. Kota Tasikmalaya menjadi daerah dengan sentimen negatif terbanyak di Priangan Timur selama April hingga Juni 2026. Penelusuran redaksi menemukan 34 pemberitaan dan unggahan publik yang berisi kritik terhadap pemerintah kota.

Kabupaten Garut menyusul dengan 31 sentimen negatif. Berikutnya, Kabupaten Ciamis 28, Kabupaten Tasikmalaya 27, Kota Banjar 24, dan Kabupaten Pangandaran 22. Secara keseluruhan, ditemukan 166 sentimen negatif yang mengarah kepada enam pemerintahan daerah.

Tiga Ihwal Paling Banyak Dikritik

Kritik terhadap Kota Tasikmalaya tidak berhimpun pada satu perkara. Namun, ada tiga ihwal yang paling sering mengemuka.

Sorotan terbanyak berkaitan dengan kinerja pemerintah, kemiskinan, dan penggunaan anggaran. Sedikitnya sembilan sentimen negatif ditemukan dalam kelompok persoalan ini.

Kritik menguat setelah mahasiswa menggelar demonstrasi di Bale Kota Tasikmalaya pada 8 Juni 2026. Mereka membawa sejumlah catatan mengenai pembangunan dan penggunaan uang daerah.

Salah satu yang dipersoalkan adalah anggaran makan dan minum rapat pada perangkat daerah. Nilainya disebut mencapai sekitar Rp140 juta dalam satu tahun.

Mahasiswa juga menyoroti anggaran jasa penatu atau laundry kepala daerah. Angkanya disebut berada di kisaran Rp40 juta per tahun.

Pokok soalnya bukan semata-mata nominal. Kritik lebih banyak menyasar nalar di balik penentuan prioritas anggaran.

Masyarakat masih berhadapan dengan kemiskinan, persoalan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Dalam keadaan seperti itu, setiap rupiah dalam APBD semestinya memiliki faedah yang terang.

Isu kedua adalah kondisi APBD 2026. Persoalan ini menghasilkan sedikitnya delapan sentimen negatif.

Kritik muncul setelah pemerintah melakukan pengendalian anggaran. Sebagian rekening belanja perangkat daerah juga diblokir.

Langkah tersebut dapat dipahami sebagai ikhtiar menjaga keuangan daerah. Namun, kebijakan itu sekaligus membuka pertanyaan tentang kecermatan pemerintah dalam menghitung pendapatan dan menyusun belanja.

Publik juga mencemaskan kelanjutan sejumlah program pembangunan. Sebab, anggaran bukan sekadar deretan angka. Di dalamnya ada jalan, sekolah, layanan kesehatan, dan hajat masyarakat yang menunggu ditunaikan.

Isu ketiga adalah pengelolaan parkir oleh pihak ketiga. Sedikitnya enam sentimen negatif muncul dari perkara ini.

Pemerintah menargetkan pendapatan parkir sekitar Rp2,5 miliar pada 2026. Sementara itu, setoran dari sejumlah titik yang dikelola pihak ketiga disebut hanya sekitar Rp110 juta per bulan.

Nisbah antara target dan perkiraan penerimaan tersebut memunculkan keraguan. Dasar penghitungan potensi parkir, isi kontrak, dan keuntungan bagi daerah turut dipertanyakan.

Kerja sama dengan pihak ketiga tentu bukan sebuah cela. Namun, kebijakan itu perlu menghasilkan manfaat yang terukur dan dapat diterangkan secara gamblang kepada masyarakat.

Kritik Tinggi Bukan Ukuran Mutlak Kinerja

Sebelas sentimen negatif lainnya tersebar dalam sejumlah persoalan. Di antaranya anak tidak sekolah, banjir, jalan rusak, pelayanan publik, dan keterbukaan informasi.

Masalah anak tidak sekolah menjadi salah satu yang paling menyita perhatian. Angka sekitar 4.000 anak sempat mengemuka dalam pembahasan publik.

Pemerintah kemudian menyatakan angka tersebut masih berubah dan perlu diselaraskan dengan data pusat. Penjelasan itu penting, tetapi belum memungkasi persoalan.

Pemerintah tetap memerlukan data yang kukuh. Tanpa data yang jernih, kebijakan mudah kehilangan arah dan program rawan meleset dari sasaran.

Penelusuran ini hanya menghitung materi yang secara jelas memuat kritik terhadap pemerintah daerah. Berita bencana, kriminalitas, kecelakaan, dan masalah sosial tidak serta-merta dimasukkan.

Berita tersebut baru dihitung apabila memuat kritik terhadap kebijakan, pelayanan, atau penanganan pemerintah. Materi yang sama persis juga tidak dihitung berulang.

Satu pemberitaan atau unggahan publik yang berbeda dihitung sebagai satu temuan. Dengan demikian, angka ini bukan hasil survei kepuasan masyarakat. Angka ini juga tidak mewakili seluruh percakapan di internet.

Posisi Kota Tasikmalaya tidak dapat serta-merta dimaknai sebagai bukti bahwa kinerja pemerintahnya paling buruk. Banyaknya kritik dapat dipengaruhi oleh geliat masyarakat, mahasiswa, pers, dan lembaga pengawasan.

Namun, 34 sentimen negatif tetap patut menjadi tengara. Di balik angka tersebut terdapat sederet masalah yang berulang kali dipersoalkan masyarakat.

Pemerintah dapat menjawabnya melalui data yang terbuka, kebijakan yang bernas, dan hasil kerja yang benar-benar terasa.

Sebab, kritik tidak selalu meminta uraian panjang. Ia lebih lekas reda ketika keadaan sungguh berubah. (NS/AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Hari Perdamaian Internasional, Gong Perdamaian Ciamis Jadi Pengingat dari Tatar Galuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peringatan Hari Perdamaian Internasional pada Senin, 21...

Rumah Ambruk di Cihaurbeuti, 3 Keluarga Terdampak dan Butuh Bantuan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sebuah Rumah Ambruk di Cihaurbeuti, tepatnya...

Kebakaran Rumah di Panjalu, Pemilik Alami Luka Bakar 75 Persen

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran Rumah di Panjalu menghanguskan sebuah...

Haornas ke-43 di Ciamis, Warga Diajak Tidak ‘Mager’

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Olahraga tidak harus selalu identik dengan...

Logo Hari Jadi Tasikmalaya Dipilih dari 55 Karya, Abdul Hasim Jadi Pemenang

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Logo Hari Jadi Tasikmalaya ke-25 resmi menggunakan karya...

JAWA BARAT

Sumur Bor Majalengka Layani 3.599 Warga di Empat Desa Saat Kemarau

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Empat sumur bor Majalengka kini melayani...

Kebakaran Lahan Purwakarta, Api di Sindangpanon Dipadamkan Polisi dan Warga

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Kebakaran lahan Purwakarta terjadi di kawasan Kampung...

KRL Bogor Tambah Empat Perjalanan Mulai 21 September, Kembali 392 Perjalanan per Hari

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. KRL Bogor kembali melayani 392 perjalanan per...

Gara-gara Pilkades, Ruang Bupati Bekasi Digembok Massa

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Suasana menjelang pelaksanaan Pilkades Kabupaten Bekasi...

PPPK Kementerian PU Tanam Ganja, Alasannya Bikin Geleng Kepala

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Sulit mendapatkan ganja membuat seorang pegawai...

Danny Setiawan Berpulang, Dedi Mulyadi Kenang Jejaknya di Jabar

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Kabar duka datang dari Jawa...

Tambang Karawang Ditutup setelah Tiga Peringatan, Empat Syarat Harus Dipenuhi

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menutup operasional tambang Karawang...

Kebakaran Pabrik Losarang Padam Setelah Penanganan Berjam-jam, Penyebab Belum Dipastikan

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Kebakaran pabrik Losarang melanda Gedung 3 PT Food...

Olahraga

Popular Categories