Teror Ajag di Pangandaran, Sudah Ratusan Ternak Jadi Korban

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Teror Anjing Liar Resahkan Warga Pangandaran.

Warga di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tengah dilanda keresahan akibat serangkaian serangan anjing liar yang memangsa ternak milik mereka. Sejak pertengahan tahun 2024 hingga Februari 2025, ratusan ekor domba dan kambing dilaporkan tewas akibat gigitan anjing liar, dan menimbulkan kerugian ekonomi dan kekhawatiran di kalangan peternak.

Rentetan Serangan di Berbagai Kecamatan

Serangan anjing liar alias ajag di Pangandaran pertama kali dilaporkan pada Juni 2024, di Kecamatan Parigi, di mana puluhan ekor kambing menjadi korban keganasan kawanan anjing liar. Tak berselang lama, fenomena serupa kemudian terjadi di Kecamatan Langkaplancar dan Parigi, dengan total sekitar 70 ekor domba mati akibat gigitan anjing liar pada Juli 2024.

Memasuki tahun 2025, serangan anjing liar kembali marak. Pada Januari 2025, Dinas Pertanian Pangandaran menerima laporan serangan anjing liar terhadap ternak domba di Desa Sukajaya, Kecamatan Cimerak. Hingga Februari 2025, tercatat 19 ekor domba mati dimangsa anjing liar dalam kurun waktu sepekan di wilayah yang sama.

Upaya Penanganan oleh Pemerintah dan Masyarakat

Menanggapi situasi ini, pemerintah desa dan pihak kepolisian setempat mengadakan musyawarah untuk mencari solusi atas teror anjing liar yang meresahkan warga. Selain itu, Dinas Pertanian Pangandaran juga melakukan pemantauan dan koordinasi dengan masyarakat untuk mengatasi masalah ini.

Namun, hingga pertengahan Februari 2025, serangan anjing liar belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Warga berharap adanya tindakan konkret dari pemerintah daerah untuk menangani permasalahan ini secara tuntas, guna mencegah kerugian lebih lanjut dan memastikan keamanan ternak mereka.

Dampak Ekonomi dan Psikologis

Serangan anjing liar ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil bagi peternak, tetapi juga berdampak pada psikologis warga. Ketakutan akan serangan yang terus berlanjut membuat peternak khawatir akan keberlangsungan usaha mereka. Selain itu, kerugian ekonomi akibat kematian ternak mencapai puluhan juta rupiah, mengingat harga seekor domba atau kambing yang cukup tinggi di pasaran.

Untuk mengatasi permasalahan ini, edukasi kepada masyarakat mengenai cara pencegahan serangan anjing liar menjadi sangat penting. Langkah-langkah seperti memperkuat kandang ternak, menjaga kebersihan lingkungan, dan melaporkan keberadaan anjing liar kepada pihak berwenang dapat membantu meminimalisir risiko serangan.

Selain itu, program sterilisasi dan vaksinasi anjing liar dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengendalikan populasi dan mencegah penyebaran penyakit yang mungkin dibawa oleh anjing liar. Kerja sama antara pemerintah, organisasi pecinta hewan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan lingkungan yang aman bagi manusia dan hewan ternak.

Teror anjing liar di Pangandaran merupakan permasalahan serius yang memerlukan penanganan segera dan komprehensif. Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci dalam mengatasi ancaman ini. Dengan langkah-langkah preventif dan edukatif yang tepat, diharapkan serangan anjing liar dapat dihentikan, sehingga ketenangan dan kesejahteraan warga Pangandaran dapat kembali terjaga. (Lintas Priangan)

JEJAK HEROIK JABAR

Jejak Heroik Jabar: Dari Kabupaten Bandung, Suara Proklamasi Menembus Batas Negara

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Pagi 17 Agustus 1945, Soekarno dan...

Jejak Heroik Jabar: Perempuan-Perempuan LASWI di Balik Bandung Lautan Api

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Malam 23 Maret 1946, Bandung tidak sedang...

Bandung Lautan Api: Saat Kota Dibakar demi Republik

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Malam itu, Bandung tidak sedang kalah. Kota...

Ketika Bahasa Sunda Menolak Negara Boneka

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Pada Mei 1947, Belanda mencoba...

PRIANGAN TIMUR

PSGC Rakit Skuad, Siapa Dua Pemain Asingnya?

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. PSGC Ciamis mulai merakit kekuatan untuk menghadapi...

Mulai Hari Ini RSIA Sayang Bunda Tasikmalaya Layani BPJS, Bagaimana Alur Rujukannya?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. RSIA Sayang Bunda Tasikmalaya mulai melayani peserta BPJS...

Konser Besar di Cilembang, Lalu Lintas hingga Sampah Diuji

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Konser musik berskala besar akan berlangsung di kawasan...

Galunggung untuk Pemula: Pilih 510 atau 620 Anak Tangga?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Akhir pekan pada Minggu, 2 Agustus 2026,...

38 Tahun Tirta Galuh Ciamis, Menjaga Air Tetap Mengalir

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Perumda Air Minum Tirta Galuh Ciamis memasuki...

JAWA BARAT

Satu Tahun Buaya Muara Teror Situ Habibie Sukabumi, Warga Desak Penanganan Segera

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Teror kawanan buaya muara di Situ...

Farhan Geram Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Bandung, Ancam Bawa Kasus ke Ranah Pidana

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan geram...

Agustus Jadi Puncak Kemarau, Daerah Mana di Jabar Paling Rawan?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Memasuki Sabtu, 1 Agustus 2026, Jawa Barat...

Sekolah Rakyat Cirebon Resmi Beroperasi, 540 Anak dari Empat Daerah Mulai Tempati Asrama

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Program Sekolah Rakyat Cirebon resmi memasuki...

127.206 Mahasiswa PTS Nonaktif, Alarm Serius Jabar-Banten

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Sebanyak 127.206 mahasiswa PTS nonaktif masih...

Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabar Hari Ini, Mana Saja?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Hujan lebat dan angin kencang di Jabar...

9 Indikasi Korupsi Kabupaten Karawang Paling Telanjang, Belum Ada yang Digelandang?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Barang tidak pernah dikirim, tetapi dana BOS tetap...

Pemprov Setop Tambang Kapur, Bagaimana Nasib 95 Industri Pengolahan?

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Hingga Rabu (29/7/2026), penghentian sementara produksi dan...

Olahraga

Popular Categories