Pemasangan APK di Pohon Jalur Hijau Menuai Kritikan

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. Di Kota Banjar, pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) di beberapa titik, terutama di pohon jalur hijau di Jalan Grilya, telah menimbulkan reaksi keras dari berbagai aktivis lingkungan hidup.

Asep Nurdin, seorang aktivis dari Bale Rahayat yang juga anggota WALHI Jawa Barat, menyatakan ketidakpuasannya terhadap cara pemasangan tersebut.

Asep Nurdin menjelaskan bahwa tindakan memaku APK ke pohon adalah bentuk perusakan lingkungan yang jelas-jelas bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Lanjut Asep calon kepala daerah seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami dari Paguyuban Bale Rahayat menolak keras kepada seluruh pasangan calon yang memasang APK dengan cara merusak pohon,” ujarnya dalam wawancara melalui aplikasi WhatsApp.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut menunjukkan kurangnya perhatian terhadap isu lingkungan yang semakin penting.

Dede Supriadi, ketua Forum Aliansi Kedaulatan Rakyat (AKAR), turut menyampaikan pendapatnya. Ia berpendapat bahwa cara pemasangan APK tersebut jelas merusak kelestarian lingkungan hidup. Dalam pandangannya, calon kepala daerah seharusnya memberikan teladan yang baik.

“Ini contoh buruk untuk calon pemimpin. Mereka harus menunjukkan kepada masyarakat betapa pentingnya menjaga lingkungan,” tegas Dede, yang akrab disapa Dede Utik.

Menanggapi kritik tersebut, Eri Wardhana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar, menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan upaya pencegahan dengan memberikan imbauan untuk tidak memasang APK dengan cara merusak pohon.

“Sebenarnya boleh-boleh saja memasang baliho atau spanduk, tetapi jangan sampai merusak pohon.” jelasnya.

Di sisi lain, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjar juga memberikan tanggapan mengenai pemasangan APK di jalur hijau.

Ketua KPU, Muhamad Mukhlis, menjelaskan bahwa mereka telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk DLH dan Satpol PP, untuk memastikan pemasangan APK dilakukan di lokasi yang telah disepakati.

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan semua pihak terkait, jadi untuk penindakan atau teguran itu bukan lagi ranah kami.” tegasnya.

Sejak awal, KPU Kota Banjar sudah berkomitmen untuk menjaga integritas pemilu dan memastikan bahwa semua calon kepala daerah mematuhi peraturan yang ada. Namun, dengan adanya keluhan dari aktivis lingkungan, isu ini semakin mendapat sorotan.

Eri Wardhana berharap agar calon pemimpin lebih sadar akan tanggung jawab mereka terhadap lingkungan.

BACA JUGA: Pameran Kepemudaan 2024 di Ciamis Angkat Kreativitas

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Banjar mengenai pemasangan APK yang dilakukan dengan cara yang dianggap merusak.

Masyarakat pun terus mengikuti perkembangan situasi ini, berharap ada tindakan yang tegas terhadap para calon yang mengabaikan kelestarian lingkungan demi kepentingan politik.

Sementara itu, aktivis lingkungan hidup berencana untuk terus menyuarakan pentingnya perlindungan terhadap lingkungan hidup, terutama menjelang pemilu yang semakin dekat.

PRIANGAN TIMUR

Galunggung untuk Pemula: Pilih 510 atau 620 Anak Tangga?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Akhir pekan pada Minggu, 2 Agustus 2026,...

38 Tahun Tirta Galuh Ciamis, Menjaga Air Tetap Mengalir

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Perumda Air Minum Tirta Galuh Ciamis memasuki...

Hilang Sejak Sore, Seorang Kakek Ditemukan Meninggal di Bendungan Panawangan Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Harapan keluarga untuk menemukan Eman (81)...

Lansia 70 Tahun Tolak Pengakuan Bersalah, Sidang Dugaan Penipuan Rumah di Banjar Memanas

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Sidang perdana kasus dugaan penipuan rumah...

Lolos Enam Lapis Seleksi, Dua Pelajar Kota Tasikmalaya Menuju Paskibraka Jabar

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Enam lapis seleksi telah dilewati. Kini, Muhammad...

JAWA BARAT

Agustus Jadi Puncak Kemarau, Daerah Mana di Jabar Paling Rawan?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Memasuki Sabtu, 1 Agustus 2026, Jawa Barat...

Sekolah Rakyat Cirebon Resmi Beroperasi, 540 Anak dari Empat Daerah Mulai Tempati Asrama

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Program Sekolah Rakyat Cirebon resmi memasuki...

127.206 Mahasiswa PTS Nonaktif, Alarm Serius Jabar-Banten

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Sebanyak 127.206 mahasiswa PTS nonaktif masih...

Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabar Hari Ini, Mana Saja?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Hujan lebat dan angin kencang di Jabar...

9 Indikasi Korupsi Kabupaten Karawang Paling Telanjang, Belum Ada yang Digelandang?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Barang tidak pernah dikirim, tetapi dana BOS tetap...

Pemprov Setop Tambang Kapur, Bagaimana Nasib 95 Industri Pengolahan?

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Hingga Rabu (29/7/2026), penghentian sementara produksi dan...

Tiga Bulan Warga Bogor Jadi Sandera di Somalia, Siapa Bertanggung Jawab?

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Komisi I DPR RI pada Rabu (29/7/2026)...

Pilkades Sumedang Tak Sepenuhnya Digital, 337 TPS Tetap Manual

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Pilkades Sumedang 2026 mulai memasuki babak digital....

Olahraga

Popular Categories