Beranda blog Halaman 98

Siapkan Kafilah MTQH tingkat Jabar 2025, LPTQ Ciamis Gelar Rakor dan Pembinaan

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Dalam rangka mempersiapkan kafilah untuk Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2025 mendatang, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat Kabupaten Ciamis sekaligus Pembukaan Pembinaan Calon Peserta MTQH.

Kegiatan dilaksanakan di Aula Gedung PKK Kabupaten Ciamis, Kamis (12/12/2024) yang dibuka Pj Bupati Ciamis, Budi Waluyo S.E., M.M., dan dihadiri oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, yang juga sebagai Ketua LPTQ Kabupaten Ciamis, Dr. H Andang Firman Triyadi dan Kepala kementrian Agama Kabupaten Ciamis, Asep Lukman Hakim.

Dalam kesempatan itu Budi Waluya mengatakan, LPTQ sebagai wadah pembinaan, peningkatan dan pengembangan Tilawatil Quran, tidak hanya berperan untuk melaksanakan festivalisasi, tetapi lebih jauh bagaimana meningkatkan minat membaca Al-Quran bagi masyarakat Kabupaten Ciamis.

Menurutnya, pembinaan senantiasa diarahkan untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat dalam mempelajari dan memahami Al Quran, yang merupakan pedoman bagi umat Islam.

“Eksistensi LPTQ dalam melakukan pembinaan, peningkatan dan pengembangan Tilawatil Quran di Kabupaten Ciamis dapat kita rasakan,” katanya.

Dijelaskannya, pengabdian dan niat tulus pengurus LPTQ dalam mengembangkan, meningkatkan Tilawatil Quran di Kabupaten Ciamis harus diapresiasi. Hal ini menjadi komitmen, tanggungjawab untuk menjaga serta melestarikan ajaran Al-Quran dan Hadits.

“Untuk mendapatkan hasil maksimal dari para calon kafilah Kabupaten Ciamis menuju MTQH Provinsi Jawa Barat tahun 2025 mendatang, pembinaan harus dilakukan secara kontinuitas,” jelasnya

Budi juga menjelaskan, belajar merupakan kunci kesuksesan dalam meraih prestasi dan cita-cita. Untuk itu Ia berharap agar para peserta dapat mengikuti pembinaan ini dengan sungguh-sungguh, sabar, tekun, konsentrasi dan menjaga kesehatan.

“Hasil pembinaan ini diharapkan dapat melahirkan peserta yang berkesinambungan, melahirkan regenerasi berikutnya dan siap mengikuti musabaqoh disetiap gelaran MTQ,” ungkapnya.

Budi Waluya juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran pengurus LPTQ Kabupaten Ciamis yang telah berupaya untuk mensukseskan pengembangan Tilawatil Quran di Tatar Galuh Ciamis.

Ketua LPTQ Kabupaten Ciamis, Dr. H Andang Firman Triyadi mengatakan, digelarnya rakor ini selain ajang silaturrahim antar pengurus juga untuk memaksimalkan program. Rakor inipun menjadi bagian dari konsolidasi serta evaluasi perjalanan LPTQ Kabupaten Ciamis selama ini.

“Rakor ini juga dilaksanakan untuk merekonstruksi pembinaan dan manajemen pengelolaan LPTQ agar kedepannya menjadi lebih baik,” katanya.

Dijelaskan Andang, selain rakor pengurus LPTQ Kabupaten Ciamis bersama para Ketua LPTQ kecamatan, pihaknya juga akan melakukan pembinaan kepada calon peserta MTQH Kabupaten Ciamis yang nantinya akan mengikuti MTQH tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2025 mendatang.

BACA JUGA: Dusun Desa Bangunharja Raih Proklim Utama Nasional

Kegiatan tersebut dikuti 94 orang, terdiri dari 13 orang peserta pembinaan, 7 orang pembina dan 54 orang pengurus LPTQ Kabupaten beserta 27 orang Ketua LPTQ kecamatan se-Kabupaten Ciamis.

“Untuk kegiatan pembinaan, akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Quran Cijantung. Pembinaan calon peserta MTQH ini meliputi cabang Tartil, Tilawah, MHQ dan Hadits,” jelasnya.

Pada gelaran MTQH tahun lalu, Kabupaten Ciamis berhasil meraih prestasi. Ia berharap, di ajang MTQH tahun 2025 nanti Kabupaten Ciamis bisa berprestasi lebih baik lagi.

“Semoga pada MTQH tahun 2025 nanti Kabupaten Ciamis dapat berprestasi lebih baik. Target kita yaitu 2 mendali emas,” pungkasnya. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Tiga ABK Selamat dari Perahu Terbalik di Laut Pangandaran

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN.  Insiden laut kembali terjadi di perairan Pangandaran, Kamis (12/12/2024). Sebuah perahu nelayan yang membawa tiga anak buah kapal (ABK) terbalik dihantam ombak besar sekitar 15 mil dari PPI Cikidang, Pantai Timur Pangandaran. Ketiganya berhasil selamat setelah dievakuasi oleh tim relawan SAR Barakuda.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 05.00 pagi, tepat setelah waktu subuh. Saat itu, ketiga ABK tengah melaut untuk mencari bawal putih.

Ketua SAR Barakuda Pangandaran, Sakio Andrianto, menjelaskan bahwa kondisi laut saat kejadian sedang dilanda badai kencang dengan gelombang tinggi.

“Saat evakuasi, kami juga menghadapi kesulitan karena badai sangat kencang. Dokumentasi pun sulit dilakukan,” ungkap Sakio kepada wartawan.

Berdasarkan laporan tim pencarian, ketiga ABK berhasil dievakuasi ke perahu SAR Barakuda meskipun dalam kondisi lemas. Sakio mengatakan bahwa mereka langsung dibawa ke daratan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Alhamdulillah, semua ABK selamat meskipun kondisinya terlihat sangat kelelahan,” tambahnya.

Evakuasi perahu yang terbalik sendiri belum selesai dilakukan. Menurut Sakio, proses tersebut memerlukan perahu besar dan koordinasi dengan pihak terkait. Tim kedua yang melibatkan Satpol Airud Polres Pangandaran sudah diberangkatkan untuk menarik perahu nelayan tersebut ke daratan.

“Untuk menarik perahu nelayan yang terbalik, diperlukan alat dan perahu besar karena lokasinya cukup jauh dan ombak masih tinggi,” jelasnya.

Keberhasilan evakuasi ini tidak terlepas dari kerja keras tim relawan SAR Barakuda yang selalu siap siaga menghadapi situasi darurat di laut.

Sakio menegaskan bahwa penyelamatan di tengah badai bukanlah tugas yang mudah. Ia mengapresiasi keberanian timnya yang tetap bekerja keras meskipun menghadapi tantangan besar.

“Kami selalu berupaya memberikan yang terbaik dalam setiap penyelamatan. Namun, kondisi cuaca ekstrem seperti ini memang menjadi hambatan besar,” ujar Sakio.

Insiden ini kembali menyoroti risiko besar yang dihadapi para nelayan saat melaut. Kondisi laut yang tidak menentu, terutama selama musim hujan, menjadi ancaman serius bagi keselamatan mereka. Meski demikian, banyak nelayan yang tetap melaut demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Seorang nelayan setempat mengungkapkan bahwa gelombang tinggi dan badai sering kali terjadi di wilayah Pantai Timur Pangandaran. Namun, sebagian besar nelayan sudah terbiasa dengan kondisi tersebut.

“Kami tahu risikonya, tapi ini adalah cara kami mencari nafkah. Yang penting kami selalu waspada dan membawa perlengkapan keselamatan,” katanya.

Ketua SAR Barakuda berharap peristiwa ini menjadi pengingat bagi para nelayan untuk lebih memperhatikan faktor keselamatan saat melaut.

Sakio menyarankan agar para nelayan selalu memantau prakiraan cuaca sebelum berangkat dan melengkapi diri dengan alat keselamatan seperti jaket pelampung.

“Kami sering mengingatkan nelayan untuk tidak memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca buruk. Nyawa lebih berharga daripada hasil tangkapan,” tegas Sakio.

Ia juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan lebih bagi nelayan, seperti penyediaan informasi cuaca yang lebih cepat dan akurat serta pelatihan keselamatan di laut.

BACA JUGA: Dusun Desa Bangunharja Raih Proklim Utama Nasional

Insiden perahu terbalik ini terjadi karena kombinasi faktor cuaca ekstrem dan lokasi laut yang jauh dari daratan. Badai kencang yang melanda Pantai Timur Pangandaran menjadi penyebab utama terbaliknya perahu nelayan tersebut. Selain itu, ketiga ABK kemungkinan tidak sempat menyelamatkan diri karena kejadian berlangsung begitu cepat.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan peralatan keselamatan yang memadai bagi nelayan, terutama saat melaut di tengah musim hujan. Dengan meningkatkan kesadaran akan bahaya di laut, diharapkan insiden serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.

Melalui upaya bersama antara pemerintah, relawan SAR, dan masyarakat nelayan, keselamatan di laut dapat lebih terjamin, sehingga para nelayan dapat mencari nafkah dengan lebih tenang dan aman. (KMP/lintaspriangan.com)


Dusun Desa Bangunharja Raih Proklim Utama Nasional

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS.  Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, berhasil meraih penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif masyarakat dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang berkelanjutan.

Penghargaan tersebut diserahkan pada Rabu, 12 Desember 2024, di Plaza Gedung Sate, Bandung.

Dalam acara tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menegaskan bahwa penghargaan Proklim bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim. S

Salah satu pejabat kementerian menyebutkan, peran Desa Bangunharja sangat penting dalam penyelenggaraan penyelamatan lingkungan.

“Desa Bangunharja telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam menjaga lingkungan hidup melalui berbagai inovasi dan kolaborasi yang melibatkan masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, masyarakat Desa Bangunharja telah melaksanakan berbagai program adaptasi untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Langkah-langkah tersebut meliputi pengendalian kekeringan, penanaman pohon untuk memperbaiki tutupan lahan, pengendalian banjir melalui pembangunan saluran air, serta peningkatan ketahanan pangan melalui budidaya tanaman lokal yang tahan cuaca ekstrem.

“Selain itu, warga juga melakukan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan cara patroli rutin dan penyuluhan,” ungkapnya.

Di sisi lain, mereka juga fokus pada mitigasi, yaitu langkah-langkah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Kegiatan mitigasi tersebut mencakup pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), budidaya pertanian organik yang rendah emisi, pengurangan penggunaan pupuk kimia, dan penanaman vegetasi untuk memperbaiki kualitas tanah.

Kepala Desa Bangunharja, dalam sambutannya, menyampaikan rasa bangganya atas penghargaan ini. Ia mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut tidak lepas dari kerja keras masyarakat Desa Bangunharja yang selalu menjaga lingkungan dan berkolaborasi dalam berbagai program yang digagas pemerintah desa.

“Saya sangat mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan warga. Tanpa mereka, semua ini tidak akan tercapai,” ujarnya.

Selain itu, ia juga berterima kasih kepada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis yang telah memberikan pendampingan dan dukungan selama pelaksanaan program ini.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPRKPLH, sangat membantu kami dalam memahami dan mengimplementasikan langkah-langkah pengelolaan lingkungan,” tambahnya.

Penghargaan ini memberikan motivasi bagi masyarakat Desa Bangunharja untuk terus melanjutkan dan memperluas program-program yang telah berjalan.

Mereka berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi dusun dan desa lain untuk ikut terlibat dalam upaya menjaga lingkungan. Seorang tokoh masyarakat mengatakan.

“Penghargaan ini bukan akhir, melainkan awal untuk terus berbuat lebih baik lagi demi lingkungan kita,” kata Carikin.

BACA JUGA: Sekda Ciamis: Perangi Rokok Ilegal!

Carikin juga menjelaskan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan serius yang memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat. Dari cuaca ekstrem hingga ketahanan pangan, dampaknya semakin dirasakan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan upaya yang berkelanjutan, Dusun Desa berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi global dalam menghadapi masalah ini.

“Kita mungkin hanya sebuah dusun kecil, tetapi perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Semoga usaha ini dapat memberi manfaat bagi generasi mendatang,” tutupnya. (Rini/libtaspriangan.com)

Sekda Ciamis: Perangi Rokok Ilegal!

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali menegaskan pentingnya memerangi peredaran rokok ilegal melalui acara sosialisasi yang digelar di Kabupaten Ciamis. Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Ciamis, Andang Firman, menyampaikan pandangan tentang dampak buruk rokok ilegal, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, maupun keberlangsungan industri tembakau nasional.

Menurut Andang, masyarakat perlu menyadari bahaya rokok ilegal yang beredar tanpa pengawasan. Ia menjelaskan bahwa rokok ilegal tidak hanya merugikan negara akibat hilangnya potensi pendapatan cukai, tetapi juga bisa mengancam kesehatan konsumen.

Rokok ilegal sering kali tidak memenuhi standar keamanan karena mengandung bahan berbahaya yang tidak tercatat dalam regulasi resmi.

“Penting untuk memastikan masyarakat tidak mengonsumsi rokok ilegal. Kalau tetap ingin merokok, pilihlah rokok legal yang lebih terjamin,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pemerintah melalui Bea Cukai memiliki peran besar dalam mengawasi dan membatasi peredaran barang ilegal, termasuk produk tembakau.

Dengan dukungan Satpol PP, pemerintah terus berupaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menggunakan produk legal.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras Bea Cukai dan Satpol PP yang selalu bergerak aktif di lapangan,” kata Andang.

Acara ini turut menghadirkan narasumber dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai.

Para narasumber memberikan penjelasan mendalam tentang peraturan cukai serta bahaya barang-barang ilegal. Selain itu, mereka mengajak peserta untuk menyebarkan informasi ini kepada masyarakat luas agar pengetahuan mengenai rokok ilegal semakin tersebar.

Andang juga menyoroti dampak ekonomi dari keberadaan rokok ilegal. Ia menjelaskan bahwa produk ilegal tidak hanya merugikan negara dalam bentuk hilangnya penerimaan cukai, tetapi juga mengancam keberlangsungan industri tembakau resmi.

“Masyarakat perlu memahami bahwa membeli produk legal bukan hanya soal mematuhi aturan, tetapi juga mendukung ekonomi nasional dan keberlanjutan industri,” tuturnya.

Menariknya, acara ini tidak hanya diisi dengan sosialisasi formal, tetapi juga menggunakan pendekatan kreatif. Media seni, seperti pertunjukan dan diskusi interaktif, digunakan untuk menyampaikan pesan kepada peserta. Andang meyakini bahwa metode ini sangat efektif, terutama untuk menjangkau masyarakat yang mungkin kurang tertarik pada sosialisasi konvensional.

“Dengan media seni, edukasi menjadi lebih menarik dan mudah diterima,” tambahnya. Kamis, (12//12/2024).

Di akhir sambutannya, Andang menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Ia juga mengajak semua pihak untuk berkomitmen memberantas rokok ilegal demi menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan ekonomi yang lebih kuat.

“Kami berharap kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua. Mari bersama-sama mendukung pemerintah menciptakan masyarakat yang lebih sehat, ekonomi yang kuat, dan industri yang berkelanjutan,” tutupnya.

Alasan pemerintah terus menggencarkan sosialisasi ini jelas: rokok ilegal memberikan dampak negatif yang signifikan. Dari sisi kesehatan, rokok ilegal tidak diawasi proses produksinya sehingga membahayakan konsumen.

BACA JUGA: Ciamis Lakukan Persiapan Matang untuk MTQH Jabar 2025

Sementara itu, dari sisi ekonomi, potensi pendapatan negara melalui cukai dapat hilang begitu saja, padahal cukai merupakan salah satu sumber utama pembiayaan berbagai program pemerintah.

Lebih jauh lagi, keberadaan rokok ilegal melemahkan industri tembakau legal yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Dengan alasan-alasan tersebut, penggunaan produk tembakau legal menjadi solusi utama untuk mengatasi berbagai permasalahan ini. (Eddy, Rini/lintaspriangan.com)


Ciamis Lakukan Persiapan Matang untuk MTQH Jabar 2025

0

lintspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kabupaten Ciamis menggelar rapat koordinasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) sekaligus pembinaan calon peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) tingkat Provinsi Jawa Barat 2025.

Acara ini berlangsung di Aula Gedung PKK Kabupaten Ciamis pada Kamis (12/12/2024). Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Pj Bupati Ciamis Budi Waluya, Sekretaris Daerah (Sekda) Andang Firma Triyadi, Ketua MUI, Ketua Baznas, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis.

Dalam sambutannya, Andang Firman Triyadi menjelaskan bahwa peserta MTQH tingkat provinsi tahun depan berjumlah 94 orang. Mereka terdiri dari 13 peserta pembinaan, 7 pembina, 54 pengurus LPTQ kabupaten, dan 27 ketua LPTQ kecamatan. Andang menyebutkan bahwa pembinaan akan dilakukan di Pondok Pesantren Cijantung.

“Peserta akan mengikuti pembinaan intensif dengan fokus pada beberapa cabang lomba, seperti Qiraat, Tilawah, MHQ, dan Hadis,” ungkapnya.

Menurut Andang, target Kabupaten Ciamis dalam ajang tersebut adalah masuk 10 besar. Bahkan, ia optimis bahwa dua medali emas bisa diraih oleh peserta asal Ciamis. “Dengan usaha dan doa yang maksimal, saya yakin harapan ini bisa tercapai,” ujar Sekda.

Sementara itu, Pj Bupati Budi Waluya mengapresiasi kerja keras jajaran LPTQ Kabupaten Ciamis yang telah menyukseskan berbagai program pengembangan Tilawatil Qur’an di wilayah Tatar Galuh. Ia menyebutkan bahwa LPTQ telah berhasil menumbuhkan semangat masyarakat, terutama generasi muda, untuk mempelajari dan memahami Al-Qur’an.

“Setiap kompetisi, termasuk MTQH, adalah langkah penting untuk memperkuat pemahaman Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam. Saya berharap Ciamis bisa memperbaiki capaian di tingkat provinsi tahun depan,” kata Budi di hadapan peserta rapat.

Lebih lanjut, Budi berpesan kepada para peserta pembinaan untuk menjaga semangat dan konsentrasi selama masa pelatihan.

“Saya ingin kalian belajar lebih tekun, tetap sabar, dan selalu menjaga kesehatan agar mampu menjalani seluruh rangkaian pembinaan dengan baik,” imbuhnya.

BACA JUGA: Banteng Jawa Kembali ke Cagar Alam Pangandaran

Salah satu peserta pembinaan, Aulia Rahman, mengaku senang bisa terpilih mewakili Kabupaten Ciamis. Ia merasa termotivasi untuk memberikan hasil terbaik dalam ajang MTQH nanti.

“Saya akan berusaha keras untuk membawa nama baik daerah kami,” katanya singkat.

MTQH tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga merupakan sarana untuk memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Dengan persiapan yang matang, diharapkan Kabupaten Ciamis mampu meningkatkan prestasinya dan membawa kebanggaan bagi seluruh warganya di tingkat provinsi. (Sari/lintaspriangan.com)

Banteng Jawa Kembali ke Cagar Alam Pangandaran

lintaspriangan.com. BERITA PANGANDARAN.  Setelah bertahun-tahun tanpa kehadiran Banteng Jawa, Cagar Alam Pangandaran kini menerima empat ekor satwa  pada akhir November 2024.

Banteng-banteng yang didatangkan ini terdiri dari dua betina bernama Uchi dan Bindi, serta dua jantan bernama Senta dan Bejo.

Pelepasan secara simbolis dilakukan pada Rabu (11/12/2024) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di kawasan Savana Banteng Cagar Alam Pangandaran.

Kepala Resort Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kabupaten Pangandaran, Kusnadi, menjelaskan bahwa keempat banteng ini tiba di hari yang berbeda.

“Uchi dan Bindi tiba lebih dulu pada 27 November, sedangkan Senta dan Bejo datang sehari sebelumnya, 26 November 2024. Keempatnya ditempatkan di kandang khusus untuk masa adaptasi,” katanya.

Kusnadi juga menyebutkan bahwa pelepasan ini menjadi momen penting untuk memperkenalkan kembali Banteng Jawa ke habitat alaminya di kawasan Cagar Alam Pangandaran.

Kusnadi memberikan informasi lebih rinci mengenai asal-usul keempat banteng tersebut. Uchi, betina kelahiran 31 Agustus 2011, merupakan yang tertua di antara mereka.

Bindi, betina lain yang lahir pada 23 Juni 2018, adalah yang termuda. Sementara itu, dua jantan, Senta dan Bejo, lahir dengan selisih hanya beberapa minggu pada tahun 2017.

“Semua banteng ini dipilih dengan mempertimbangkan keseimbangan ekosistem serta peluang reproduksi mereka di alam liar,” ujar Kusnadi.

Selain Banteng Jawa, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat juga menghadirkan dua ekor landak jawa dan dua ekor elang brontok. Kusnadi menjelaskan bahwa kehadiran kedua jenis satwa ini merupakan bagian dari upaya memperkaya keanekaragaman hayati di Cagar Alam Pangandaran.

“Dua elang brontok yang dibawa dari Garut ini sudah berpasangan. Meski mirip dengan elang jawa, keduanya adalah spesies berbeda,” jelasnya.

Kusnadi menambahkan bahwa dua landak jawa yang sudah berada di Cagar Alam sejak akhir November juga merupakan pasangan.

Savana Banteng, tempat adaptasi dan pelepasan satwa-satwa ini, telah dipersiapkan secara matang untuk memenuhi kebutuhan habitat alami mereka.

Kusnadi menyebutkan bahwa adaptasi ini memerlukan waktu cukup lama karena habitat asli Banteng Jawa sebelumnya berbeda dengan kondisi di Pangandaran.

“Kami memastikan semua satwa mendapatkan pengawasan ketat selama masa adaptasi ini agar proses pelepasan berjalan lancar,” katanya.

Pelepasan simbolis Banteng Jawa, landak jawa, dan elang brontok berlangsung meriah. Sejumlah pejabat dari KLHK, Balai KSDA Jawa Barat, dan pemerintah daerah turut hadir dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, salah seorang perwakilan KLHK menyampaikan apresiasi terhadap upaya konservasi yang dilakukan di Pangandaran. Ia berharap pelepasan ini tidak hanya meningkatkan keanekaragaman hayati, tetapi juga memberikan manfaat ekologis bagi kawasan Cagar Alam.

Kusnadi juga menjelaskan bahwa selain sebagai upaya pelestarian satwa langka, program ini bertujuan memulihkan ekosistem yang terganggu di kawasan cagar alam.

Banteng Jawa memiliki peran ekologis sebagai pemakan tumbuhan yang membantu menjaga keseimbangan vegetasi.

BACA JUGA: P2KBP3A Ciamis Gelar Sosialisasi Desa Peduli Perempuan Anak

“Dengan hadirnya kembali Banteng Jawa, kita berharap ekosistem Cagar Alam Pangandaran bisa menjadi lebih sehat dan berkelanjutan,” tutup Kusnadi.

Pelepasan ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkenalkan masyarakat luas akan pentingnya konservasi satwa langka. Selain itu, kehadiran satwa-satwa ini diyakini dapat meningkatkan daya tarik wisata edukasi di kawasan Cagar Alam Pangandaran, yang selama ini menjadi salah satu destinasi unggulan di Jawa Barat. (KMP/lintas Priangan.com)

P2KBP3A Ciamis Gelar Sosialisasi Desa Peduli Perempuan Anak

0

intaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Ciamis menggelar sosialisasi bertajuk Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Kegiatan ini diadakan di Gedung Dakwah Islam Kecamatan Banjarsari, Kamis (12/12/2024).

Acara tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk kepala desa dan kader PKK se-Kewadanaan Banjarsari. Dalam kegiatan ini, peserta mendengarkan paparan materi dari sejumlah narasumber yang berkompeten di bidang perlindungan perempuan dan anak.

Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Ciamis, Dian Budiana, menjelaskan bahwa tujuan utama sosialisasi ini adalah mendorong pemerintah desa untuk berkomitmen dalam melindungi perempuan dan anak dari ancaman kekerasan serta pelecehan. Ia mengungkapkan harapannya agar setiap desa dapat melakukan upaya pencegahan yang terstruktur.

“Kami menginginkan adanya langkah nyata dari pemerintah desa untuk melindungi masyarakat, khususnya perempuan dan anak, dari tindakan yang dapat merugikan fisik maupun mental mereka,” kata Dian.

Ia menambahkan, kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan dan anak memerlukan perhatian serius. Menurutnya, kerja sama dari semua pihak sangat dibutuhkan untuk menekan angka kekerasan tersebut.

“Dengan adanya komitmen bersama, kami yakin suasana aman dan nyaman bagi perempuan dan anak dapat tercipta,” jelasnya lebih lanjut.

Salah satu program yang disoroti dalam sosialisasi ini adalah pembentukan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) Desa. Program ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah kekerasan di tingkat desa.

Dian menjelaskan bahwa SAPA Desa akan melibatkan relawan dari masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap isu perlindungan perempuan dan anak. Para relawan ini nantinya akan bekerja sama dengan perangkat desa dalam menangani kasus-kasus yang berpotensi mengancam kesejahteraan masyarakat.

“Relawan SAPA Desa akan menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya pencegahan kekerasan. Mereka juga akan membantu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak,” ungkapnya.

Dian juga menyoroti pentingnya mengintegrasikan program SAPA Desa dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. Menurutnya, melalui program SDGs Desa, regulasi yang mendukung pencegahan kekerasan dapat segera disusun.

“Melalui SDGs, kami berharap setiap desa memiliki indikator pencegahan yang jelas sehingga angka kekerasan dapat ditekan secara maksimal,” katanya.

Ia menambahkan bahwa beberapa program terkait perlindungan perempuan dan anak sebenarnya sudah berjalan, tetapi masih memerlukan penguatan melalui kegiatan di tingkat desa.

“Kami optimistis, dengan sinergi antara pemerintah kecamatan dan desa, masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat ditangani dengan lebih efektif,” tambahnya.

BACA JUGA: Warga Ciamis Antusias Hadiri Sosialisasi DBHCHT

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Dinas P2KBP3A Kabupaten Ciamis berharap kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap isu kekerasan dapat meningkat. Dian juga berharap pemerintah desa dan kecamatan terus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua pihak, khususnya perempuan dan anak.

“Semoga kegiatan ini menjadi awal dari langkah besar kita dalam melindungi hak-hak perempuan dan anak. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mencegah kekerasan dan menciptakan lingkungan yang lebih baik,” pungkasnya.

Acara ini disambut baik oleh para peserta yang hadir. Mereka mengaku mendapatkan wawasan baru dan termotivasi untuk berkontribusi dalam menciptakan desa yang ramah perempuan dan peduli anak. Sosialisasi semacam ini diharapkan dapat rutin diadakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Ciamis. (Revan/lintaspriangan.com)


Warga Ciamis Antusias Hadiri Sosialisasi DBHCHT

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sosialisasi peraturan dan perundang-undangan terkait Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan pemberantasan rokok ilegal di Kabupaten Ciamis berlangsung meriah.

Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui pentas seni calung di Jatisewu, Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku, pada Kamis, (12/12/202024).

Acara ini dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Sekda Ciamis Andang Firman, perwakilan Polres Ciamis, perwakilan Kodim 0613 Ciamis, Kejaksaan Negeri Kabupaten Ciamis, KPPBC Tasikmalaya serta Kasatpol PP Kabupaten Ciamis.

Kehadiran mereka menunjukkan dukungan kuat terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memahami aturan cukai.

Menurut Kasatpol PP Kabupaten Ciamis Uga Yugaswara sosialisasi melalui pentas seni merupakan salah satu strategi untuk menarik minat masyarakat.

“Kami ingin menyampaikan pesan penting ini tentang “Gempur Rokok Ilegal” dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat. Pentas seni adalah salah satu bentuknya,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan serupa telah dilakukan di beberapa lokasi sebelumnya dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Pentas seni dipilih sebagai media sosialisasi karena dianggap efektif dalam menjangkau berbagai kalangan, terutama masyarakat pedesaan dalam pemberantasan rokok ilegal di Kabupaten Ciamis.

Dalam acara ini, pesan-pesan mengenai peraturan cukai dan penggunaan dana DBHCHT disisipkan ke dalam pertunjukan seni, seperti musik tradisional, tarian, dan teater.

Seorang warga setempat, Yudi, mengungkapkan rasa senangnya atas acara tersebut. “Selain menghibur, kami juga mendapatkan informasi yang berguna tentang rokok ilegal,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Ciamis Andang Firman.Ciamis dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap aturan cukai.

“Cukai bukan sekadar pajak, tetapi bagian dari upaya pemerintah untuk mengatur dan mengawasi peredaran barang tertentu demi kepentingan bersama,” jelasnya.

Andang juga mengapresiasi kreativitas tim penyelenggara dalam menyampaikan informasi melalui seni pertunjukan.

Selain menjelaskan aturan tentang cukai, sosialisasi ini juga menyoroti penggunaan dana DBHCHT. Dana tersebut, menurut pemaparan dari perwakilan Pemkab Ciamis, dialokasikan untuk berbagai program seperti pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga pemberdayaan masyarakat.

Dalam sesi tanya jawab, beberapa warga menyampaikan pertanyaan seputar penggunaan DBHCHT. Salah satu peserta, Ibu Siti, bertanya, “Apakah dana ini juga digunakan untuk meningkatkan fasilitas kesehatan di desa kami?” Pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh perwakilan Pemkab, yang menjelaskan bahwa salah satu fokus DBHCHT adalah mendukung program kesehatan, terutama bagi masyarakat kurang mampu.

Acara di Desa Jalatrang merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi yang akan terus dilaksanakan di berbagai wilayah di Kabupaten Ciamis. Dengan pendekatan yang kreatif, pemerintah berharap pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Sebelum acara berakhir, pentas seni ditutup dengan pertunjukan musik daerah yang disambut tepuk tangan meriah.

Dalam kesempatan tersebut, para pejabat juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung program pemerintah, termasuk memahami aturan cukai dan manfaat DBHCHT.

Sementara Kasatpol PP menyampaikan harapannya, kegiatan jangan hanya dijadikan hiburan sesat tapi sebagai edukasi dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA: Tirta Sejuk Rancah: Pilihan Liburan Untuk Keluarga

“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya menghibur, tetapi juga memberi pemahaman dan edukasi tentang bahaya rokok,” kata Uga.

Dengan pendekatan yang interaktif dan menghibur, sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mematuhi peraturan di bidang cukai. Selain itu, pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk menggunakan dana DBHCHT secara transparan dan akuntabel demi kemajuan daerah. (Rini/lintaspriangan.com)


Tirta Sejuk Rancah: Pilihan Liburan Untuk Keluarga

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS.  Bagi masyarakat yang ingin mengisi waktu libur tanpa harus pergi jauh, Kolam Renang Tirta Sejuk Rancah menjadi salah satu pilihan menarik. Terletak di wilayah Ciamis, destinasi ini menawarkan berbagai fasilitas yang cocok untuk dinikmati bersama keluarga atau teman.

Lokasi dan Harga Tiket

Kolam Renang Tirta Sejuk berada di Desa Karanganyar, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis. Tempat ini dikenal sebagai wisata keluarga yang menyajikan suasana nyaman dan fasilitas lengkap. Pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk yang sangat terjangkau, yakni Rp 10.000 per orang pada hari biasa dan Rp 15.000 per orang saat akhir pekan atau hari libur. Dengan harga tersebut, pengunjung sudah bisa menikmati berbagai wahana dan fasilitas yang tersedia.

Fasilitas dan Wahana di Tirta Sejuk

Sebagai destinasi wisata keluarga, Tirta Sejuk menyediakan beragam fasilitas yang memadai. Kolam renang untuk anak-anak dan dewasa menjadi daya tarik utama, dilengkapi dengan prosotan yang membuat kegiatan bermain air semakin seru.

Selain itu, tempat ini juga menawarkan wahana terapi ikan, di mana pengunjung dapat merasakan sensasi relaksasi dari gigitan ikan-ikan kecil yang membersihkan kulit. Ada pula mandi bola yang cocok untuk anak-anak, serta gazebo-gazebo yang bisa digunakan untuk bersantai bersama keluarga.

Fasilitas penunjang seperti mushola, toilet bersih, lahan parkir yang luas, rumah makan, dan kantin juga disediakan untuk memastikan kenyamanan pengunjung. Bagi yang ingin bermain olahraga, terdapat Gor Futsal di area utara kolam renang.

Kelebihan Tirta Sejuk sebagai Destinasi Wisata

Tirta Sejuk tidak hanya menyediakan fasilitas yang lengkap, tetapi juga memberikan suasana yang asri dan nyaman. Tempat ini dirancang agar sesuai untuk semua kalangan, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kebersihan dan kenyamanan di area wisata menjadi salah satu faktor yang membuat pengunjung merasa betah.

Dengan lokasinya yang mudah dijangkau, Tirta Sejuk menjadi pilihan ideal bagi masyarakat yang ingin liburan singkat tanpa harus meninggalkan kota. Tempat ini sering direkomendasikan sebagai destinasi liburan keluarga yang hemat namun tetap menyenangkan.

Keseruan yang Dirangkum dari Pengalaman Pengunjung

Banyak pengunjung yang merasa puas setelah menghabiskan waktu di Tirta Sejuk. Mereka menyebutkan bahwa tempat ini menyediakan berbagai pilihan kolam renang yang bisa digunakan sesuai dengan usia dan kebutuhan. Fasilitas pendukung seperti area bermain anak dan kolam terapi ikan juga mendapatkan apresiasi positif.

Salah satu pengunjung menyatakan bahwa Tirta Sejuk adalah tempat yang nyaman untuk liburan keluarga. Dengan adanya gazebo, mushola, dan kantin di setiap area, pengunjung merasa semua kebutuhan mereka telah terpenuhi selama berada di tempat ini.

Mengapa Tirta Sejuk Layak Dikunjungi?

Bagi yang mencari destinasi wisata yang menyenangkan tanpa perlu perjalanan jauh, Tirta Sejuk Rancah menjadi jawabannya. Harga tiket yang terjangkau, fasilitas lengkap, dan suasana yang nyaman membuat tempat ini menjadi pilihan yang menarik untuk menghabiskan waktu liburan.

Tirta Sejuk juga cocok bagi keluarga yang ingin memberikan pengalaman liburan seru untuk anak-anak. Wahana permainan air, terapi ikan, hingga area bermain anak akan memberikan kesenangan tersendiri bagi mereka.

BACA JUGA: Polres Tasikmalaya Kota Tangkap Sembilan Pelaku Penganiayaan

Dengan segala kelebihan yang ditawarkan, Kolam Renang Tirta Sejuk Rancah patut menjadi destinasi pilihan bagi siapa saja yang ingin menikmati waktu berkualitas bersama keluarga atau teman. Tempat ini membuktikan bahwa liburan tidak harus mahal atau jauh untuk memberikan kebahagiaan.

Segera rencanakan kunjungan ke Tirta Sejuk dan nikmati momen liburan yang tak terlupakan. Tetap nantikan informasi menarik lainnya tentang tempat wisata terbaik di Ciamis dan sekitarnya. (Agus/lintaspriangan.com)

Polres Tasikmalaya Kota Tangkap Sembilan Pelaku Penganiayaan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.  Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota berhasil menangkap sembilan orang yang terlibat dalam kasus penganiayaan dan pengeroyokan terhadap seorang pengendara motor di Jalan Letjen Mashudi, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra, menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap para pelaku masih terus dilakukan untuk mengungkap fakta lebih dalam.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 7 Desember 2024, sekitar pukul 01.00 WIB. Berdasarkan laporan, korban berinisial FMA (29), seorang pria asal Kampung Siluman, sedang dalam perjalanan pulang bersama temannya, AC (20), seorang mahasiswa dari Kelurahan Setiaratu. Saat melintasi kawasan Gunung Kalong, mereka diikuti oleh beberapa sepeda motor.

Sesampainya di Jalan Letjen Mashudi, korban dipepet oleh salah satu motor pelaku. Tanpa peringatan, seorang pelaku memukul kepala korban dengan batu, menyebabkan luka robek yang memerlukan satu jahitan. Sementara itu, AC mengalami pukulan di tangan, dan sepeda motor korban dirusak dengan botol.

Setelah melakukan aksi kekerasan tersebut, para pelaku melarikan diri. Namun, sebuah sepeda motor Honda Sonic hitam milik salah satu pelaku tertinggal di lokasi dan berhasil diamankan warga.

Melihat situasi tersebut, saksi segera menghubungi teman-temannya untuk meminta bantuan dan melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.

Polisi bergerak cepat menindaklanjuti laporan ini. Berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti di lokasi, Satuan Reskrim Polres Tasikmalaya Kota akhirnya mengamankan sembilan orang pelaku.

Dari jumlah tersebut, satu orang diketahui sudah dewasa, sementara delapan lainnya masih berstatus pelajar dari berbagai sekolah di Kota Tasikmalaya, termasuk SMK, SMA, dan MTs.

Para pelaku diketahui berasal dari wilayah Kotabaru, Gobras, dan Ciakar. Untuk mendukung proses penyelidikan, polisi juga mengumpulkan bukti tambahan, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
“Kami akan memproses kasus ini secara hukum dan memastikan semua pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya,” kata AKP Herman Saputra.

Korban, FMA, telah mendapatkan penanganan medis untuk luka yang dideritanya. Sementara itu, temannya, AC, hanya mengalami luka ringan.

Kasus ini kini ditangani secara serius oleh Polsek Cibeureum dan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota.

Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk tidak ragu melaporkan tindakan kriminal yang terjadi di sekitar mereka.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan segera melaporkan hal-hal mencurigakan atau tindak kejahatan,” ujar AKP Herman Saputra.

BACA JUGA: Mahasiswa Tasikmalaya Desak DPRD Klarifikasi Dugaan Money Politic

Kasus ini diduga dipicu oleh motif balas dendam atau pertikaian antar kelompok. Namun, hingga kini polisi masih mendalami motif pasti para pelaku. Fakta bahwa sebagian besar pelaku masih berstatus pelajar menambah keprihatinan terhadap fenomena kenakalan remaja yang berujung pada tindakan kriminal.

Dengan menangani kasus ini secara serius, kepolisian berharap dapat memberikan efek jera kepada pelaku sekaligus mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Masyarakat juga diminta untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama dalam mendidik dan mengawasi perilaku anak-anak muda agar tidak terjerumus pada tindakan yang melanggar hukum. (AA Fauzy/lintaspriangaj.com)


Mahasiswa Tasikmalaya Desak DPRD Klarifikasi Dugaan Money Politic

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Peduli Negeri (Kompeni) mendatangi Kantor DPRD Kota Tasikmalaya pada Rabu (11/12/2024) siang. Kedatangan mereka bertujuan untuk menuntut klarifikasi terkait dugaan keterlibatan sejumlah anggota DPRD dalam praktik money politic pada Pilkada 2024.

Mahasiswa mendesak agar DPRD transparan terhadap dugaan tersebut, setelah beredarnya dokumen berbentuk PDF yang mencantumkan nama-nama anggota DPRD Kota Tasikmalaya.

Dokumen tersebut berisi sekitar 50 halaman, dengan informasi yang menyebut sejumlah anggota DPRD diduga terlibat sebagai pelaku distribusi materi politik hingga ke tingkat TPS melalui koordinator lapangan (korlap).

Koordinator Kompeni, Dion Fahruroji, menjelaskan bahwa audiensi ini dilakukan untuk mengonfirmasi kebenaran data yang beredar. Ia menyayangkan jika dugaan tersebut terbukti benar, mengingat anggota DPRD seharusnya menjaga integritas sebagai perwakilan rakyat.

“Kami sangat menyayangkan jika data itu benar. Anggota DPRD tidak seharusnya terlibat dalam politik uang yang merusak demokrasi,” ungkapnya di hadapan awak media.

Namun, mahasiswa merasa kecewa karena audiensi tersebut tidak dihadiri oleh mayoritas anggota DPRD. Dari seluruh anggota dewan, hanya dua orang yang hadir, sedangkan yang lain tidak memberikan penjelasan mengenai ketidakhadiran mereka.

Menurut Dion, hal ini mencerminkan kurangnya keseriusan DPRD dalam menghadapi isu yang menyangkut kepercayaan publik.

“Kami sangat kecewa. Ini menunjukkan ketidakseriusan DPRD dalam menanggapi persoalan penting seperti ini,” tambahnya.

Kompeni juga mengungkapkan bahwa laporan terkait dugaan ini telah mereka sampaikan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Mereka berharap langkah tersebut dapat mendorong penegakan hukum yang adil dan transparan.

Mahasiswa menegaskan komitmen mereka untuk mengawal proses ini agar praktik money politic tidak merusak demokrasi di Kota Tasikmalaya.

Selain itu, Dion menyoroti bahwa keterlibatan anggota DPRD dalam praktik tersebut hanya akan memperburuk citra mereka di mata masyarakat.

Ia menyampaikan kekhawatirannya bahwa jika dugaan ini benar, kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif akan semakin menurun.

“Sangat disayangkan jika anggota DPRD yang seharusnya menjadi contoh malah terlibat hal seperti ini,” tegas Dion.

Selama audiensi, mahasiswa juga menyampaikan permintaan agar DPRD lebih proaktif dan terbuka dalam memberikan penjelasan.

Mereka berharap DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat mampu menunjukkan integritas dan tanggung jawab terhadap isu ini.

“Kami meminta DPRD menjelaskan semuanya secara terbuka kepada masyarakat,” ujar salah seorang mahasiswa yang turut hadir dalam audiensi tersebut.

Audiensi ini akhirnya ditutup dengan pernyataan bahwa hasil pertemuan akan disampaikan kepada pimpinan DPRD dan ketua fraksi untuk dibahas lebih lanjut.

BACA JUGA: Belasan Tenda Pedagang Hancur Diterjang Angin

Dion menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. “Kami akan jadwalkan ulang audiensi untuk mendapatkan klarifikasi yang lebih jelas. Kami ingin memastikan bahwa praktik ini tidak terjadi lagi di masa depan,” tutupnya.

Dion juga  menjelaskan bahwa money politic adalah ancaman serius bagi demokrasi.

Praktik ini tidak hanya mencederai proses pemilihan yang jujur dan adil, tetapi juga menanamkan budaya politik yang transaksional di masyarakat. Jika dibiarkan, hal ini akan menghambat terciptanya sistem pemerintahan yang sehat dan akuntabel. Oleh karena itu, Kompeni bertekad memastikan Kota Tasikmalaya bebas dari praktik politik uang yang merugikan rakyat,” pungkasnya. (AA Fauzy/lintaspriangan.com)


Belasan Tenda Pedagang Hancur Diterjang Angin

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Belasan tenda pedagang di pusat hiburan rakyat, Lapang Bhakti, Taman Kota Banjar, Jawa Barat, diterjang angin kencang disertai hujan deras pada Rabu (11/12/2024) siang. Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 13.46 WIB itu mengejutkan para pedagang dan pengunjung.

Menurut Asep, seorang pedagang cilok yang berada di lokasi saat kejadian, angin tiba-tiba bertiup sangat kencang. Ia menceritakan bahwa sebelumnya hanya terdengar suara gemuruh, namun tak lama kemudian angin menerbangkan belasan tenda.

“Kejadiannya sangat cepat, saya hanya bisa bengong sambil berteduh,” katanya.

Beberapa pedagang yang tidak berada di lokasi langsung bergegas datang setelah mendapat kabar bahwa tenda tempat mereka berjualan rusak.

Salah satu pedagang, Eka Tirawati, mengaku menerima informasi dari rekannya bahwa angin kencang telah merusak area jualannya.

“Saya tidak tahu persis bagaimana kejadian itu. Ketika sampai, tenda saya sudah berantakan,” ujarnya.

Setelah tiba di lokasi, Eka bersama beberapa pedagang lain mencoba membereskan tenda yang masih bisa diperbaiki. Ia menyebut, beberapa tenda mengalami kerusakan berat, sehingga tidak bisa langsung digunakan.

“Kami langsung memperbaiki apa yang bisa diselamatkan,” tambahnya.

Sementara itu, pengunjung yang sedang berada di lokasi memilih mencari perlindungan. Beberapa dari mereka terpaksa meninggalkan tempat hiburan karena situasi cuaca yang tidak mendukung.

Para pedagang mengaku kejadian ini menjadi kerugian besar bagi mereka. Tenda-tenda yang porak-poranda membuat aktivitas jual beli terhenti. Namun, pada malam harinya, acara hiburan tetap berlangsung meskipun tidak semua pedagang kembali berjualan.

BACA JUGA: Polsek Pangandaran Bagikan Makanan Bergizi ke Siswa SD

Hingga berita ini diturunkan, pemilik CV. Ria Grup selaku penyelenggara acara belum memberikan tanggapan terkait kejadian ini. Belum ada informasi resmi mengenai jumlah kerugian yang dialami pedagang.

Kejadian ini dipicu oleh angin kencang yang tiba-tiba datang sebelum hujan deras mengguyur wilayah Banjar. Cuaca ekstrem ini memang sudah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang sebelumnya mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat disertai angin di beberapa wilayah Jawa Barat.

Para pedagang berharap pihak penyelenggara dapat memberikan solusi untuk mencegah kerugian serupa di masa depan. (Johan/lintaspriangan.com)


Polsek Pangandaran Bagikan Makanan Bergizi ke Siswa SD

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Wajah ceria menghiasi para siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sukahurip, Dusun Bengkekan, Desa Sukahurip, Kabupaten Pangandaran, pada Rabu (11/12/2024).

Mereka menerima paket makanan bergizi gratis yang dibagikan oleh Polsek Pangandaran bersama Polres Pangandaran.

Suasana siang itu menjadi penuh antusiasme saat para siswa dengan senang hati menerima makanan yang diberikan langsung oleh anggota kepolisian.

Kapolsek Pangandaran, AKP Nandang Rokhmana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polres Pangandaran dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI.

“Hari ini kami membagikan makanan bergizi secara gratis kepada para siswa dan siswi,” ujarnya saat ditemui oleh wartawan.

Selain membagikan makanan, kegiatan ini juga mencakup edukasi tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi dan penerapan perilaku hidup sehat.

Kapolsek menjelaskan bahwa anggota kepolisian memberikan penyuluhan singkat kepada siswa tentang cara menjaga kesehatan melalui pola makan yang baik.

“Kami juga memberikan informasi kepada siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui gaya hidup sehat,” tambahnya.

Para siswa terlihat menikmati makanan yang mereka terima. Beberapa dari mereka mengaku senang karena selain mendapatkan makanan bergizi, mereka juga merasa diperhatikan oleh kepolisian.

Salah satu siswa, Aisyah, mengatakan bahwa ia sangat gembira dengan kegiatan tersebut.

“Senang sekali, makanannya enak dan sehat,” katanya sambil tersenyum.

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan pembagian makanan, tetapi juga sesi makan bersama yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara siswa dan anggota kepolisian.

Para guru yang turut hadir mengapresiasi inisiatif ini karena dinilai memberikan dampak positif bagi para siswa. Menurut salah satu guru, kegiatan ini mengajarkan anak-anak tentang pentingnya hidup sehat sekaligus memberikan motivasi kepada mereka untuk menjaga kesehatan sejak dini.

Rencananya, kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara rutin dan bergilir di berbagai sekolah di Kabupaten Pangandaran. Hal ini disampaikan oleh AKP Nandang Rokhmana sebagai bentuk komitmen Polsek Pangandaran dalam mendukung kesehatan dan pendidikan anak-anak.

“Kami ingin kegiatan ini bisa menjadi program berkelanjutan yang dirasakan manfaatnya oleh banyak sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, beberapa orang tua siswa yang mengetahui kegiatan ini merasa bersyukur. Mereka menganggap kegiatan ini membantu anak-anak memahami pentingnya pola makan sehat.

BACA JUGA: Akhir Tahun 2024, Pemkab Ciamis Raih Penghargaan Raksa Prasada Gubernur Jabar

“Kami sangat berterima kasih kepada Polsek Pangandaran karena perhatian seperti ini sangat berarti untuk anak-anak kami,” ungkap salah satu orang tua.

Mengapa kegiatan ini dilakukan? Kapolsek Pangandaran menjelaskan bahwa tujuan utamanya adalah menciptakan generasi muda yang sehat dan cerdas. Program ini dirancang untuk mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak-anak.

“Pendidikan adalah hak setiap anak yang harus dijaga dan didukung oleh semua pihak. Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang kuat dan cerdas,” tutup AKP Nandang Rokhmana. (AA Fauzy/lintaspriangan.com)


Akhir Tahun 2024, Pemkab Ciamis Raih Penghargaan Raksa Prasada Gubernur Jabar

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Diakhir tahun 2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis mendapatkan Penghargaan Gubernur Jawa Barat Bidang Lingkungan Hidup Raksa Prasada.

Penghargaan Raksa Prasada diberikan kepada daerah yang dinilai mampu memperbaiki kualitas lingkungan hidup di wilayahnya.

Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Okta Jabal Nugraha pada rangkaian kegiatan Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional Tahun 2024 di Plaza Gedung Sate, Rabu (11/12/2024).

Diraihnya penghargaan tersebut menjadi bukti keberhasilan Pemkab Ciamis dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan yang berlandaskan metodologi pembangunan berkelanjutan serta mendukung Program Kampung Iklim (Proklim).

Dalam kegiatan itu, Kabupaten Ciamis berhasil membawa pulang tiga kategori penghargaan sekaligus, pertama Penghargaan Pemerintah Daerah Terbaik dalam Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD). Kedua Penghargaan Program Iklim Terbaik yang diberikan kepada 8 kelompok pegiat Proklim dengan kategori Lestari dan Utama.

Ketiga Penghargaan Sekolah Berbudaya Lingkungan Hidup (Adiwiyata) yang diberikan kepada 11 sekolah di Kabupaten Ciamis, yaitu 7 Sekolah Dasar (SD), 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 1 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 2 Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Kepala DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Okta Jabal Nugraha mengungkapkan rasa syukur atas diraihnya penghargaan tersebut. Ia juga sangat mengapresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam upaya pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Ciamis.

“Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada pimpinan yang selalu memberikan bimbingan, arahan, dan motivasi Juga kepada Dinas Pendidikan (Disdik), seluruh stakeholder, dan masyarakat atas kepedulian terhadap lingkungan hidup.

“Alhamdulillah Pemkab Ciamis berhasil menerima penghargaan Raksa Prasada dari Gubernur Jawa Barat tahun 2024,” katanya.

Menurutnya, penghargaan yang diraih tersebut merupakan hasil kerjasama, kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk masyarakat Tatar Galuh Ciamis yang telah memberikan kontribusi dan peran serta dalam menjaga lingkungan,

Untuk itu Okta berharap, penghargaan yang diterima menjadi langkah awal untuk kemajuan pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Ciamis.

“Semoga Kabupaten Ciamis bisa lebih baik lagi untuk merumuskan kebijakan dalam pengelolaan lingkungan hidup yang berkualitas dan berkelanjutan,” harapnya.

BACA JUGA: Pelantikan DPD dan Korcam Tani Merdeka Digelar di Ciamis

Menurutnya, penghargaan yang diterima bukan hanya sebuah prestasi, tetapi juga dorongan untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

“Penghargaan ini menjadikan motivasi dalam kinerja kami dan mendorong peningkatan pelayanan dalam merencanakan serta merumuskan pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan yang lebih baik dan berkualitas,” ungkapnya.

Melalui kerjasama dan sinergitas antara pemerintah, stakeholder, juga masyarakat, Kabupaten Ciamis berkomitmen untuk terus menjaga lingkungan hidup agar tetap lestari dan berkelanjutan dimasa mendatang.

“Dengan penghargaan ini semoga Kabupaten Ciamis bisa lebih baik lagi dalam merumuskan kebijakan pengelolaan lingkungan hidup yang berkualitas dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Pelantikan DPD dan Korcam Tani Merdeka Digelar di Ciamis

0

lintaspriangan.comBERITA CIAMIS. Pengukuhan dan pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Koordinator Kecamatan (Korcam) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ciamis digelar secara meriah di Aula Pertemuan Kantor Dinas Pertanian Ciamis. Ac ara ini dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Dandim 0613, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ciamis, Kapolsek Ciamis, serta para camat dari seluruh kecamatan di Kabupaten Ciamis.

Ketua Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ciamis. H. Ahmad Aos Safil Azis dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat jaringan organisasi tani di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis.

“Kami berharap pengurus baru ini dapat menjadi motor penggerak perubahan di sektor pertanian, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan memajukan inovasi di bidang pertanian,” ujar Ahmad. Rabu (11/12/2025)

Ketua Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ciamis yang baru dilantik, H. Ahmad Aos Safil Azis  menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan petani di Ciamis. Dalam pidato pelantikannya,

“Kami siap membawa organisasi ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, penurunan harga komoditas, dan alih fungsi lahan,” kata, H. Ahmad Aos Safil Azis.

Ahmad juga mengungkapkan bahwa organisasi ini akan fokus pada pemberdayaan petani melalui pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan. Ia berharap seluruh pengurus, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan, dapat bekerja sama secara solid.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Budi, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas pembentukan DPD dan Korcam Tani Merdeka ini. Ia menyatakan.

“Kehadiran organisasi ini menjadi mitra penting bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian,” ucapnya.

Kehadiran tokoh-tokoh penting di acara ini menunjukkan besarnya dukungan terhadap organisasi Tani Merdeka. Dandim 0613, Letkol Inf. Afiid Cahyono, S.Sos., S.H., M.Han, melalui  Kasdim mengungkapkan harapannya agar organisasi ini juga turut menjaga ketahanan pangan di wilayah Ciamis.

“Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Petani memiliki peran strategis dalam menciptakan stabilitas tersebut,” ujarnya.

Ketua MUI Ciamis, KH Saeful Ujun menambahkan dimensi spiritual dalam pidatonya. Ia mengingatkan bahwa bertani bukan hanya pekerjaan, tetapi juga ibadah.

“Petani adalah pejuang yang bekerja untuk memberi makan banyak orang. Ini adalah tugas mulia yang harus dilandasi keikhlasan,” tegasnya.

Selain itu, para camat yang hadir menyampaikan dukungan penuh untuk mendukung program kerja organisasi ini di tingkat kecamatan. Mereka berharap koordinasi antara Tani Merdeka dan pemerintah kecamatan dapat terus ditingkatkan demi kesejahteraan petani.

Pembentukan DPD dan Korcam Tani Merdeka Indonesia di Kabupaten Ciamis bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, sektor pertanian di Ciamis menghadapi berbagai tantangan serius, seperti alih fungsi lahan pertanian menjadi area perumahan, minimnya regenerasi petani muda, dan ketergantungan pada pupuk bersubsidi.

Ketua DPD Tani Merdeka, Ahmad juga  menjelaskan pentingnya peran organisasi ini dalam menjawab berbagai tantangan tersebut.

BACA JUGA: Proyek Bendungan Matenggeng, Fokus Irigasi dan Energi PLTA

“Jika tidak ada perubahan signifikan, sektor pertanian kita akan semakin terpuruk. Kami hadir untuk memastikan bahwa petani tetap menjadi prioritas pembangunan,” katanya.

Pengukuhan ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi pengurus Tani Merdeka Indonesia di Kabupaten Ciamis untuk bekerja bersama pemerintah dan masyarakat demi memajukan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Dengan tantangan yang ada, Tani Merdeka hadir sebagai jawaban untuk memastikan pertanian tetap menjadi fondasi ekonomi daerah. (Sari/lintaspriangan.com)


Proyek Bendungan Matenggeng, Fokus Irigasi dan Energi PLTA

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Proyek Bendungan Matenggeng tengah dirancang sebagai solusi menyeluruh bagi berbagai kebutuhan masyarakat. Mulai dari irigasi untuk pertanian, penyediaan air bersih, pengendalian banjir, hingga menghasilkan energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Selain manfaat teknis, proyek ini juga mengutamakan keberlanjutan sosial dan lingkungan sebagai prioritas utama.

Dalam pertemuan konsultasi masyarakat yang kedua, hadir berbagai pihak terkait. Mulai dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Ciamis, Bappeda Kabupaten Kuningan, hingga perwakilan desa terdampak seperti Kepala Desa Situmandala, Sukasari, Kadupandak, Kaso, dan Karangpaningal. Pertemuan ini juga dihadiri oleh tim teknis dari KRC Corporation JO, Saman Corporation JO, serta PT Intimulya Multikencana.

Pejabat BBWS Citanduy, Dadan Rahmandani, menjelaskan adanya perubahan desain pada tahun 2023 yang berdampak pada kebutuhan lahan dan penggunaan tanah. Ia menyebut bahwa proses pengadaan lahan dilakukan dengan prinsip transparansi.

“Kami memastikan setiap langkah pengadaan tanah berjalan adil dan sesuai peraturan yang berlaku,” ujar Dadan.

Menurut Dadan, proyek ini melibatkan wilayah di tiga kabupaten: Cilacap, Ciamis, dan Kuningan.

Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), lokasi proyek mencakup badan air, sempadan sungai, dan area rawan bencana. Untuk wilayah Ciamis, proyek telah tercantum dalam RTRW 2023–2043 yang mendukung pengembangan sumber daya air. Namun, di Kabupaten Kuningan, lokasi berada di area rawan bencana sehingga membutuhkan rekomendasi teknis sebelum digunakan.

“Kami harus berhati-hati di wilayah rawan bencana untuk menghindari risiko lebih besar,” tambah Dadan.

Dalam aspek hukum, Dadan menyebut bahwa pengadaan tanah mengikuti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum, yang diperkuat oleh Undang-Undang Cipta Kerja. Selain itu, ia menegaskan pentingnya Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2023 yang mengatur penanganan dampak sosial bagi masyarakat terdampak.

Camat Tambaksari, Osep, menambahkan bahwa pendanaan untuk pengadaan lahan telah disiapkan oleh Kementerian Keuangan melalui APBN. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam pengelolaan kawasan hutan yang terdampak.

“Kami ingin memastikan masyarakat terdampak, khususnya di Tambaksari, mendapatkan haknya secara adil dan layak,” tegas Osep.

Pemerintah juga menyusun Rencana Pemukiman Kembali (LARP) bagi warga terdampak. Proses ini mencakup pemberian ganti rugi yang sesuai nilai lahan, relokasi ke tempat baru, dan dukungan untuk keberlanjutan hidup di pemukiman baru.

“Kami tidak hanya memberikan kompensasi, tetapi juga memastikan warga tetap sejahtera di lokasi baru,” jelasnya.

Aspek lingkungan menjadi perhatian utama dalam proyek ini. BBWS Citanduy menegaskan perlunya rekomendasi teknis dari instansi terkait sebelum memulai pekerjaan fisik.

“Proyek ini harus menjadi contoh pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat, tetapi tetap ramah lingkungan,” ujar Dadan.

BACA JUGA: Dinkes Ciamis Berikan Penghargaan Kepada Puskesmas Terbaik Program P2P

Proyek Bendungan Matenggeng memiliki tujuan utama untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan mengatasi tantangan irigasi, air bersih, banjir, dan energi, bendungan ini dirancang untuk mendukung ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, dan keberlanjutan energi.

Lebih jauh lagi, proyek ini menjadi upaya pemerintah dalam menciptakan pembangunan inklusif yang tidak hanya menyejahterakan masyarakat tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan di tengah perubahan iklim yang semakin nyata. (Rini/infopriangan.com)

Pastikan Stok dan Kualitas Banpang, Sekda Ciamis Lakukan Pemeriksaan Kualitas

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Untuk memastikan bantuan pangan yang akan disalurkan sesuai standar, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Dr. Andang Firman Triyadi., didampingi Dandim 0613 Ciamis, Kepala Bulog Ciamis melakukan pemeriksaan kualitas beras dan monitoring Banpang di Gudang Bulog Ciamis, Rabu (11/12/2024).

Pemeriksaan diselenggarakan oleh Perum Bulog Kabupaten Ciamis ini merupakan tindak lanjut dari Surat Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 165/TS.03.03/K/06/2024 yang menugaskan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

Dalam kesempatan itu Andang mengatakan pihaknya, ingin memastikan stok dan kualitas beras yang disalurkan benar benar sesuai standar yang telah ditentukan, sebelum nantinya didistribusikan kepada para penerima manfaat.

“Kami ingin memastikan tidak hanya stok beras yang cukup, tetapi juga kualitas beras yang layak untuk masyarakat,” katanya.

Dijelaskannya, proses pemeriksaan kualitas beras dilakukan secara rinci, mulai dari pengecekan berat, kadar air, hingga kualitas nasi hasil tanak.

“Kami memeriksa per karung secara acak untuk memastikan beratnya sesuai standar juga mengecek kadar air dan tingkat ‘broken’ beras. Alhamdulillah, hasilnya sesuai standar,” jelasnya.

Untuk menyakinkan kualitas beras sesuai standar yang ditentukan, maka dibuatkan juga nasi dari beras bantuan tersebut sebaga acuan apakah beras tersebut layak dikonsumsi atau tidak.

“Kami juga mencoba nasi dan liwet dari beras ini, dan hasilnya cukup baik,” ujarnya.

BACA JUGA: Anggota DPRD Pangandaran Peduli Bocah SD Korban Motor

Selepas melihat pengemasan dan mengecek kualitas beras, Andang juga melepas truk pengiriman beras yang akan disalurkan ke Kecamatan Kawali dan Kecamatan Lumbung.

“Ini merupakan upaya pemerintah untuk masyarakat Kabupaten Ciamis, mudah-mudah dapat diterima dan dimanfaatkan dengan baik oleh para penerima,” ungkapnya.

Untuk tahun 2024, program Banpang ini akan disalurkan kepada 20.269 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), masing-masing mendapatkan 10 kilogram beras.

Setelah kegiatan tersebut Andang beserta rombongan melakukan monitoring ke Desa Karangpawitan Kecamatan Kawali dan menyambangi beberapa rumah masyarakat penerima bantuan beras. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Dinkes Ciamis Berikan Penghargaan Kepada Puskesmas Terbaik Program P2P

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis telah memberikan penghargaan kepada Puskesmas pemenang dalam bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Award Tahun 2024. Hal itu dikatakan Kepala Bidang P2P Dinkes Kabupaten Ciamis, Edis Herdis pada, Selasa (10/12/2024).

Penghargaan tersebut diserahkan Kepala Dinkes Ciamis, dr Yoyo dalam acara Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Deteksi Dini, Preventif dan Respon Penyakit tingkat Kabupaten Ciamis tahun 2024 di Kampung Sampireun Kabupaten Garut, Jumat (05/12/2024) lalu.

Adapun Puskesmas dengan pengelolaan Program PTM Terbaik adalah Puskesmas Cijeungjing. Puskesmas dengan pengelolaan Program P2PM terbaik adalah Puskesmas Cipaku. Puskesmas dengan pengelolaan program kesehatan Lingkungan terbaik adalah Puskesmas Rancah. Puskesmas dengan pengelolaan Program Surveilans terbaik adalah Puskesmas Cigayam dan Puskesmas dengan pengelolaan Program Imunisasi terbaik adalah Puskesmas Rajadesa.

Edis mengatakan, digelarnya rakor untuk mengevaluasi seluruh kinerja program P2P dan pencapaian target serta meminimalisir kendala-kendala yang dihadapi.

“Pencapaian Dinkes merupakan hasil kinerja Puskesmas, maka peserta yang hadir adalah para kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Kabupaten Ciamis,” katanya.

Dijelaskan Edis, setelah dilakukan evaluasi diharapkan terjadi peningkatan kualitas kinerja khususnya program bidang P2P agar lebih meningkatkan kualitas dan dapat berkolaborasi, baik di lintas bidang lingkup Dinkes maupun dengan lintas sektor.

“Semoga rakor tersebut menjadi momentum untuk lebih meningkatkan sinergitas antar lembaga khususnya di tingkat kabupaten, tingkat puskesmas dan seluruh Kepala puskesmas,” ungkapnya.

Edis berharap, para kepala puskesmas memiliki motivasi terhadap pemahaman dan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di puskesmas. Harus siap juga dalam menghadapi berbagai tantangan bidang P2P.

Baca Juga: GPPB Kabupaten Ciamis Berikan Bantuan Seragam Untuk Nindi

“Melalui deteksi dini dan langkah preventif yang baik, kita bisa menekan angka penyebaran penyakit dan memastikan respon cepat saat ada potensi wabah di masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, selama rakor para peserta mendapatkan berbagai penjelasan materi terkait inovasi teknologi dalam deteksi dini penyakit, pentingnya penguatan tenaga kesehatan di daerah, dan peningkatan kualitas layanan kesehatan.

“Sesi diskusi juga diadakan untuk merumuskan rencana aksi yang akan diterapkan di masing-masing wilayah,” ungkapnya .

Edis juga menjelaskan, berdasarkan penilaian selama Triwulan ke-3 tahun 2024 target pencapaian Dinkes Ciamis belum sepenuhnya tercapai dikarenakan kendala Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki belum terpenuhi.

Dinkes Kabupaten Ciamis memiliki standar pelayanan minimal mayoritas maka untuk target-target program yang termasuk ke dalam SPM sudah tercapai meskipun belum maksimal. Edis juga berharap seluruh target bisa tercapai maksimal.

“Alhamdulillah ditingkat provinsi, Dinkes Kabupaten Ciamis mendapat penghargaan penanganan program zoonosis terbaik dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat,” pungkasnya. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Pengurus Perbakin Ciamis 2024-2028 Resmi Dilantik, Ini Harapan Sekum Pengprov Jabar

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Pengurus Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) Kabupaten Ciamis periode 2024-2028 secara resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Sekertaris Umum (Sekum) Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbakin Jawa Barat, Muhammad Nur Hanafi.

Pelantikan yang bertemakan “Melangkah Bersama, Bangun Sinergitas untuk Prestasi Menembak” tersebut digelar di Aula Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Ciamis, Selasa (10/12/2024).

Muhammad Nur Hanafi mengucapkan selamat atas dilantiknya kepengurusan Perbakin Kabupaten Ciamis periode 2024-2028. Ia pun merasa bangga dengan adanya kepengurusan baru Perbakin Kabupaten Ciamis.

“Adanya kepengurusan baru semoga dapat menambah semangat baru dan meningkatkan prestasi Perbakin di Kabupaten Ciamis,” katanya.

Dijelaskannya, Perbakin bukan organisasi yang biasa-biasa saja karena ada hal yang menjadi tanggung jawab bersama. Anggota Perbakin itu dua yang pertama ketua yang sudah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) pengurus pusat. Kedua adalah anggota yang berasal dari club yang ada di Pengurus Cabang (Pengcab) dan mempunyai aturan yang melekat.

“Salah satu aturan yang kita junjung tinggi adalah undang-undang darurat, karena Perbakin merupakan satu-satunya organisasi olahraga warga sipil yang diberikan kewenangan oleh negara untuk memegang senjata api,” jelasnya.

Muhammad Nur juga mengatakan, anggota Perbakin yang telah memenuhi syarat dapat memegang senjata api sampai tujuh dengan kaliber berbeda, itu melekat pada diri masing-masing dan menjadi tanggung jawab sendiri. Atlet menembak dari Perbakin juga memiliki kesempatan untuk bergabung dengan TNI melalui jalur khusus.

Ia juga menyampaikan, Pekan Olahraga Pelajar Nasional 2025 yang akan digelar di Aceh menjadi peluang besar bagi para pelajar untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka. Ia juga menekankan pentingnya pembinaan atlet dilakukan sejak dini.

“Kalau ingin menghasilkan atlet profesional, pembinaan harus kita mulai sejak usia dini. Dengan pembinaan yang terarah, terprogram dan berkelanjutan mereka berpotensi menjadi atlet andal berprestasi baik ditingkat lokal, regional, nasional bahkan level internasional,” ungkapnya.

Ketua KONI Kabupaten Ciamis, Endang Sutrisna sangat mengapresiasi atas dilantiknya kepengurusan Perbakin Kabupaten Ciamis periode 2024-2028. Ia berharap Perbakin Ciamis dengan pengurus barunya dapat menciptakan atlet menembak yang berpotensi dan berprestasi.

“Semoga Perbakin Ciamis lebih maju, lebih berkembang dan lebih berprestasi baik ditingkat regional, nasional maupun Internasional sehingga dapat membawa harum Kabupaten Ciamis khususnya,” harapnya.

Ketua Perbakin Kabupaten Ciamis, Selamet Budi Wibowo, menyatakan kesiapannya membawa Perbakin Ciamis menuju prestasi gemilang. Ia menegaskan pentingnya sinergi dengan KONI Ciamis sebagai payung organisasi olahraga.

Pihaknya juga akan terus menjalin sinergi untuk membangun prestasi. Saat ini ada tujuh klub aktif di bawah Perbakin Ciamis, dan kami akan fokus pada penataan klub untuk menjaring atlet berbakat.

“Semoga saya dapat menjalankan amanah dengan baik. Maka saya mengajak pada rekan rekan untuk kerjasamanya dalam menjalankan organisasi ini untuk kemajuan Perbakin di Kabupaten Ciamis,” katanya.

Budi juga mengatakan, persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) akan menjadi salah satu prioritas. Berbagai program akan dilaksanakan untuk mendukung persiapan menghadapi Porprov.

“Kami akan memastikan persiapan yang matang agar dapat memberikan hasil terbaik di Porprov mendatang,” ujarnya.

Menurutnya, dengan dilantik kepengurusan Perbakin ini, diharapkan dapat membantu melahirkan para atlet muda potensial dan berprestasi serta mampu bersaing di level yang lebih tinggi di semua ajang kompetisi menembak.

“Saya berharap kepada klub-klub di Kabupaten Ciamis dapat memberikan sumbangsih dan bekerja sama agar bisa menciptakan atlet-atlet handal di ajang masa depan,” harapnya.

Dengan komitmen kuat dari pengurus baru, Perbakin Ciamis optimis mampu memberikan kontribusi besar bagi dunia olahraga, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Baca Juga: Jembatan Pilkada, Sindiran Warga atas Janji Politik

Sementara itu mewakili Komandan Kodim (Dandim), Kasdim 0613/Ciamis, Mayor Inf Nirca Zahrudin mengucapkan selamat atas dilantiknya ketua dan kepengurusan Perbakin Kabupaten Ciamis periode 2024-2028.

“Semoga kepengurusan yang baru ini bisa berkiprah memajukan Perbakin khususnya di Kabupaten Ciamis umumnya di Jawa Barat,” ungkapnya.

Kasdim berharap, pengurus yang baru dilantik ini dapat membuat program kerja, mencari solusi, mencari cara untuk bisa berprestasi.

“Kami berharap Kabupaten Ciamis bisa menjadi yang terbaik di Jawa Barat, dan Provinsi Jawa Barat menjadi yang terbaik di Indonesia, mudah-mudahan semuanya bisa mewujudkannya,” ungkapnya.

Pelantikan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara Perbakin dan pihak-pihak terkait dalam mencetak atlet menembak yang berprestasi di Kabupaten Ciamis. (Nank Irawan//lintaspriangan.com)

GPPB Kabupaten Ciamis Berikan Bantuan Seragam Untuk Nindi

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Gerakan Peduli Pendidikan Bangsa (GPPB) Kabupaten Ciamis memberikan bantuan berupa seragam sekolah kepada Nindi Siswi Kelas 3 SDN Bojong Menger 4 Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis yang hampir delapan bulan tidak masuk sekolah.

Ketua GPPB Kabupaten Ciamis, Taofik Budiman mengatakan, pihaknya tergerak untuk membantu Nindi yang hampir delapan bulan tidak masuk sekolah karena harus membantu mencukupi kebutuhan adiknya yang masuk sekolah.

Bantuan yang diberikan berupa seragam sekolah itu langsung diterima Nindi yang didampingi Kepala Sekolah Dasar Negeri 4 Bojong Menger, Rayu, Senin (11/12/2024).

“Kami merasa prihatin dan bangga kepada adek ini yang rela berhenti sekolah untuk membantu mencukupi kebutuhan adiknya,” katanya.

Dijelaskan Taofik, pihaknya juga berencana akan berkolaborasi dengan pihak desa dan sekolah untuk memastikan Nindi tetap dapat mengenyam pendidikan.

“Kami akan terus mendampingi dan mencari solusi agar Nindi bisa fokus belajar. Masa depan anak tidak boleh terhenti hanya karena kondisi ekonomi. Ini bukan hanya tugas sekolah, tetapi tanggung jawab semua pihak,” jelasnya.

Bantuan yang diberikan oleh GPPB diharapkan menjadi awal dari perubahan besar bagi Nindi, Ia pun tidak ingin hanya membantu sesaat. Taofik juga menegaskan pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan yang lebih baik.

“Kami ingin memastikan Nindi dan anak-anak lain di situasi serupa mendapatkan hak mereka atas pendidikan,” ungkapnya.

Taofik pun mengajak masyarakat agar peduli terhadap pendidikan anak-anak di sekitar mereka.

“Jangan biarkan ada anak yang putus sekolah. Jika kita bersama-sama membantu, tidak ada yang mustahil,” katanya.

Taofik juga menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh, Nindi tinggal dengan kakek, nenek tiri dan adiknya. Secara administrasi keluarga kakek Nindi masih terdaftar di Desa Kertabumi.

“Saat ini Pemdes Bojong Mengger dan Kertabumi sedang membereskan semua administrasinya, karena sampai saat ini Nindi belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK),” ucap Taofik.

Menurutnya, sekarang bukan saat nya mencari siapa yang salah dan kenapa itu bisa terjadi, tetapi ini tugas kita bagaimana caranya untuk menyelamatkan anak tersebut untuk tetap bisa bersekolah selayaknya anak-anak yang lain se usianya.

“Nindi dan adiknya bersekolah di sekolah yang sama, sehingga pihak sekolah harus lebih memberikan perhatian khusus untuk ke dua anak adik Kaka ini demi berjalannya dunia pendidikan yang berkualitas dan merata,” jelasnya.

Sementara itu Kepala SDN Bojong Menger 4, Rayu menyampaikan rasa terima kasih kepada GPPB Kabupaten Ciamis atas kepedulian terhadap siswa di sekolahnya.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama untuk Nindi. Kami berharap ini bisa memotivasi dia untuk terus semangat bersekolah dan mengejar cita-citanya,” ujarnya.

BACA JUGA: Miris Siswi SDN 4 Bojongmengger Terancam Putus Sekolah

Dikatakan Rayu, Nindi tinggal bersama kakeknya yang hidup serba kekurangan, paska orang tuanya bercerai sekitar 10 tahun yang lalu, hingga kini Nindi belum pernah ketemu kedua orang tuanya. Menurutnya, sampai saat ini Nindi belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, dikarenakan belum memiliki NIK.

Kakeknya Nindi di Dusun Cisihung
Desa Bojongmengger ini tinggal di rumah kontrakan, sementara masih tercatat sebagai warga Desa Kertabumi. Jadi sampai sekarang Nindi belum memiliki NIK.

“Saya ingin agar pihak terkait dapat membantu dalam pengurusan administrasi kependudukan nya, agar Nindi memiliki NIK dan mendapat bantuan dari pemerintah,” harapnya.

Dengan langkah ini, Nindi diharapkan dapat kembali bersekolah dengan semangat baru dan memiliki harapan untuk masa depannya. GPPB dan sekolah akan terus mendukungnya agar ia tidak kehilangan hak atas pendidikan yang layak. (Nank Irawan/Engkus/lintaspriangan.com)

Miris Siswi SDN 4 Bojongmengger Terancam Putus Sekolah

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Demi adiknya bisa bersekolah, Nindi (11) siswi kelas 3 SDN 4 Bojongmengger, Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis, memutuskan untuk tidak bersekolah.

Sejak orang tuanya bercerai hampir sepuluh tahun lalu, Nindi tinggal bersama kakeknya yang dalam keterbatasan di Dusun Cisihung, Desa Bojongmengger Kecamatan Cijeungjing, sejak saat itu Ia belum pernah bertemu dengan kedua orang tuanya.

Nindi terpaksa harus berhenti sekolah dikarenakan adiknya masuk sekolah. Demi menutupi kebutuhan adiknya itu, Ia lebih memilih berjualan cilok berkeliling daripada mengikuti pembelajaran di sekolah.

Kepala Sekolah Dasar Negeri 4 Bojongmengger, Rayu mengatakan, Nindi Siswi kelas 3 memang beberapa bulan lalu tidak masuk sekolah. Berdasarkan keterangan dari warga sekitar Nindi dibawa Ibu tirinya ke Kota Banjar untuk dimasukan ke pesantren.

“Tapi kenyataannya Nindi di Banjar, Ia sering dilihat teman-temannya berjualan cilok berkeliling,” katanya. Rabu, (11/12/2024).

Rayu juga menjelaskan, sejak awalnya Nindi masuk sekolah ini, yang mendaftarkan bukan kakek atau neneknya melainkan warga sekitar. Ia merasa prihatin dengan keadaannya. Untuk itu Ia bersama para guru berkomitmen untuk membantu agar Nindi tetap bersekolah.

BACA JUGA: Tes Kompetensi PPPK Pangandaran di Tasikmalaya Berakhir

“Kami terus mempertahankan agar Nindi tetap sekolah, namun tetap ketika beberapa bulan tidak masuk sekolah, setiap hari kami menanyakan. Sejujurnya kami tidak bisa masuk ke pihak keluarganya karna tidak ada ditempat,” ungkapnya.

Rayu, para guru dan semua temannya merasa senang karena sejak Senin (09/12/2024), Nindi mulai bersekolah kembali. (Engkus/Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Tes Kompetensi PPPK Pangandaran di Tasikmalaya Berakhir

lintaspriangan.com. BERITA PANGANDARAN.  Tes seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk Kabupaten Pangandaran telah selesai digelar di Kota Tasikmalaya. Kepala Bidang Pengadaan, Pengembangan Kompetensi, dan Informasi BKPSDM Pangandaran, Dodi Solih Hidayat, mengungkapkan bahwa 2.207 peserta telah mengikuti seleksi ini selama tiga hari. Tes dimulai sejak Sabtu, 7 Desember 2024, dan berakhir pada Senin, 9 Desember 2024.

“Tes ini sudah berjalan tiga hari, dan kami mencatat hanya 11 orang yang tidak hadir. Alasannya bermacam-macam, tetapi secara keseluruhan, seleksi berjalan lancar,” ujar Dodi saat diwawancarai pada Selasa, (10/12/2024).

Tes PPPK ini menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT), yang mencakup empat aspek penilaian, yaitu kompetensi teknis, manajerial, sosio-kultural, dan wawancara.

Dodi menjelaskan bahwa selama pelaksanaan, tidak ada kendala berarti yang menghambat jalannya tes.

“Setiap sesi berlangsung sesuai jadwal. Alhamdulillah semuanya lancar, baik dari sisi teknis maupun peserta yang sangat kooperatif,” tambahnya.

Dodi juga mengumumkan bahwa pendaftaran seleksi PPPK gelombang kedua telah dibuka sejak 1 Desember 2024. Proses pendaftaran akan berlangsung hingga 31 Desember 2024, memberikan waktu yang cukup bagi para pelamar untuk mempersiapkan dokumen dan persyaratan lainnya.

“Untuk gelombang kedua ini, waktunya lebih panjang, jadi calon peserta bisa lebih tenang dalam mengurus administrasi. Panitia juga tidak terlalu kewalahan dibanding pendaftaran sebelumnya,” jelas Dodi.

Ia menambahkan bahwa jumlah formasi untuk gelombang kedua tetap sama seperti gelombang pertama, yakni 350 formasi. Rinciannya, 100 formasi diperuntukkan bagi tenaga kesehatan, 195 untuk tenaga pendidikan, dan 55 untuk tenaga teknis.

“Formasi yang tersedia tidak berubah dari tahun 2024 ini. Tes untuk gelombang kedua dijadwalkan akan berlangsung pada tahun 2025,” ungkapnya.

BKPSDM Pangandaran berharap seleksi PPPK ini mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja profesional di lingkungan pemerintahan. Dodi menekankan pentingnya menjaga kualitas seleksi agar hanya kandidat terbaik yang lolos menjadi bagian dari PPPK.

“Kami berupaya memastikan proses seleksi berjalan transparan dan adil, sehingga hasil akhirnya dapat memberikan dampak positif bagi pelayanan publik di Kabupaten Pangandaran,” kata Dodi.

Meski proses seleksi berjalan lancar, Dodi mencatat beberapa tantangan yang dihadapi panitia. Salah satunya adalah ketidakhadiran peserta pada jadwal yang sudah ditentukan.

“Sebanyak 11 orang tidak mengikuti tes kali ini. Beberapa alasan yang kami temui antara lain masalah kesehatan dan kesulitan transportasi. Namun, kami tetap berharap mereka bisa ikut pada kesempatan berikutnya,” terangnya.

Ia juga mengingatkan calon peserta gelombang kedua untuk mempersiapkan diri dengan baik, mengingat persaingan cukup ketat.

“Seleksi ini membutuhkan kesiapan yang matang, baik dari segi mental maupun materi. Jadi, kami sarankan para pelamar segera belajar dan memahami materi yang diujikan,” tambahnya.

Dengan selesainya seleksi gelombang pertama, pemerintah Kabupaten Pangandaran optimis kebutuhan tenaga kerja di sektor kesehatan, pendidikan, dan teknis dapat segera terpenuhi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan publik di berbagai sektor.

Selain itu, proses pendaftaran dan seleksi yang lebih terencana pada gelombang kedua diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

BACA JUGA: Jembatan Pilkada, Sindiran Warga atas Janji Politik

“Kami berharap pelaksanaan gelombang kedua nanti tetap lancar seperti gelombang pertama. Fokus kami adalah menjaga integritas seleksi dan memastikan semua berjalan sesuai aturan,” tutup Dodi.

Dengan pelaksanaan yang terorganisir dan transparan, seleksi PPPK ini menjadi langkah nyata pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas untuk mendukung pembangunan daerah. (KMP/lintaspriangan.com)



Jembatan Pilkada, Sindiran Warga atas Janji Politik

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN.  Sebuah jembatan di Dusun Anggaraksan, Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, kini dikenal dengan sebutan Jembatan Pilkada. Nama ini diberikan oleh warga sebagai bentuk sindiran terhadap janji politik yang berulang kali dilontarkan saat pemilihan kepala daerah, namun tak pernah diwujudkan.

Jembatan ini dibangun pada tahun 2003-2004 dan memiliki panjang 30 meter serta lebar 3,5 meter. Jembatan tersebut membentang di atas Sungai Ciseel, menghubungkan Desa Maruyungsari dengan Desa Karangpawitan. Selain itu, jembatan ini juga menjadi akses penting antara Kecamatan Padaherang dan Mangunjaya. Namun, kondisi jembatan yang masih menggunakan bantalan balok kayu kelapa membuatnya jauh dari kata layak untuk dilewati kendaraan berat.

Waluyo, seorang tokoh masyarakat Dusun Anggaraksan, mengungkapkan bahwa kondisi jembatan sebenarnya sudah memprihatinkan sejak lama. Ia menyebut, pada tahun 2021, bantalan balok kayu jembatan sempat diganti melalui gotong royong warga setempat. Hal ini dilakukan karena pemerintah daerah tak kunjung memberikan perhatian meskipun jembatan tersebut menjadi akses vital bagi warga di dua kecamatan.

“Kami warga terpaksa bergotong royong mengganti bantalan kayu jembatan ini. Kalau tidak, jembatan bisa runtuh kapan saja,” ujar Waluyo saat ditemui. Selasa, (10/12/2024).

Waluyo menjelaskan bahwa julukan Jembatan Pilkada muncul karena infrastruktur ini selalu menjadi bahan janji politik selama masa kampanye. Namun, janji-janji tersebut tak pernah direalisasikan oleh para pemimpin daerah.

Menurut Waluyo, pada Pilkada 2015, para calon kepala daerah menjanjikan pembangunan ulang jembatan ini. Warga pun sempat memiliki harapan besar, tetapi hingga masa jabatan berakhir, tidak ada tindakan nyata yang dilakukan.

“Dulu saat Pilkada 2015, jembatan ini dijanjikan akan dibangun kokoh. Namun, sampai sekarang tidak ada apa-apa,” katanya dengan nada kecewa.

Hal serupa kembali terjadi pada Pilkada 2020. Para kandidat yang berkampanye di wilayah tersebut menjadikan pembangunan jembatan ini sebagai salah satu janji utama. Namun, lagi-lagi, janji itu hanya menjadi angin lalu.

“Sama seperti sebelumnya, saat Pilkada 2020, lagi-lagi jembatan ini dijanjikan akan dibangun. Tapi buktinya nihil,” tambah Waluyo.

Waluyo menyatakan bahwa warga hanya ingin memiliki jembatan yang kokoh dan aman untuk digunakan. Ia berharap janji politik yang terus diulang-ulang ini akhirnya bisa diwujudkan setelah Pilkada berikutnya.

“Kita tidak meminta yang aneh-aneh, hanya jembatan yang layak dan aman. Jembatan ini sangat penting bagi aktivitas sehari-hari warga,” ungkapnya.

Jembatan Pilkada tidak hanya menjadi akses utama antar desa, tetapi juga menjadi jalur alternatif yang strategis bagi masyarakat di Kecamatan Padaherang dan Mangunjaya. Dengan kondisi yang ada saat ini, risiko kecelakaan atau kerusakan pada kendaraan sangat tinggi.

“Kami berharap pemerintah kali ini benar-benar memperhatikan kebutuhan warga. Jangan sampai janji ini hanya jadi bahan kampanye lagi,” ujar Waluyo penuh harap.

Kondisi Jembatan Pilkada mencerminkan bagaimana infrastruktur penting sering kali diabaikan, meskipun sudah berkali-kali dijanjikan. Warga berharap pemerintah daerah maupun provinsi dapat menjadikan pembangunan jembatan ini sebagai prioritas utama.

Sebagai infrastruktur penghubung antar desa dan kecamatan, jembatan ini tidak hanya mempermudah mobilitas warga tetapi juga berpotensi meningkatkan perekonomian daerah. Akses yang memadai akan mendukung aktivitas perdagangan, pendidikan, dan layanan kesehatan.

BACA JUGA: Perumda Galuh Perdana Jalin Kerja Sama dengan 4 BUMD

“Kalau jembatan ini dibangun dengan baik, tentu dampaknya besar untuk perekonomian dan kesejahteraan warga,” kata Waluyo menutup pembicaraan.

Dengan segala harapan yang disampaikan oleh warga, Jembatan Pilkada menjadi simbol perlunya perhatian lebih terhadap infrastruktur daerah. Janji-janji politik seharusnya diwujudkan menjadi tindakan nyata, bukan sekadar janji kosong. Kini, masyarakat menantikan apakah janji pada Pilkada berikutnya akan benar-benar direalisasikan atau kembali menjadi angin segar yang menghilang setelah pemilihan usai. (KMP/lintaspriangan.com)

Perumda Galuh Perdana Jalin Kerja Sama dengan 4 BUMD

0

lintasriangan.com, BERITA CIAMIS. Dalam upaya mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, Perumda Galuh Perdana Kabupaten Ciamis resmi menjalin kerja sama strategis dengan empat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Barat.

Kerja sama tersebut diumumkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Trans Luxury Hotel Bandung pada Selasa (10/12/2024).

BUMD yang terlibat dalam kolaborasi ini meliputi PT Agro Jabar, PT Agronesia, PT Bandung Daya Sentosa, dan PT Bekasi Putra Jaya. Penandatanganan dilakukan bersamaan dengan acara Sinergitas Pembinaan dan Pengelolaan BUMD Se-Provinsi Jawa Barat.

Plt. Direktur Utama Perumda Galuh Perdana, Herdiana, menjelaskan bahwa kerja sama ini memiliki tujuan besar, yakni menciptakan ekosistem bisnis yang produktif, inovatif, dan berdaya saing. Ia juga menyebutkan bahwa kolaborasi ini akan memberikan dampak positif langsung kepada masyarakat, terutama di Kabupaten Ciamis.

“Ini adalah langkah awal yang penting untuk menciptakan dan memperkuat ekosistem bisnis di tingkat daerah,” ujar Herdiana saat diwawancarai usai penandatanganan.

Menurut Herdiana, keberadaan kerja sama ini menjadi momentum strategis bagi pihaknya untuk meningkatkan kinerja bisnis sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ia menekankan bahwa kerja sama ini difokuskan pada sektor pangan dan agribisnis, yang selama ini menjadi sektor unggulan di wilayah tersebut.

“Kami yakin dengan hadirnya kolaborasi ini, ekonomi di Kabupaten Ciamis akan lebih berkembang. Ini juga merupakan solusi bagi tantangan yang selama ini dihadapi di sektor agribisnis,” jelasnya.

Herdiana menambahkan bahwa dalam mengembangkan ekosistem bisnis, keberadaan jaringan bisnis yang luas dan saling terhubung adalah kunci utama. Ia menyebut bahwa pertukaran informasi antara konsumen, distributor, dan produsen menjadi salah satu elemen penting dalam menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan.

“Sejatinya, bisnis membutuhkan interaksi yang terus-menerus. Dengan adanya jaringan bisnis yang kuat, potensi kerja sama menjadi lebih besar,” katanya.

Selain itu, Herdiana mengungkapkan harapannya bahwa kerja sama dengan keempat BUMD tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Tidak hanya untuk perusahaan itu sendiri, tetapi juga bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang ada di Kabupaten Ciamis.

“Kami ingin ekosistem bisnis ini menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk berbagi pengalaman, belajar dari perusahaan besar, serta meningkatkan keterampilan mereka,” ungkap Herdiana.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Perumda Galuh Perdana. Herdiana percaya bahwa kerja sama strategis ini tidak hanya akan memperkuat posisi perusahaan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap langkah ini menjadi awal yang baik untuk menjadikan Perumda Galuh Perdana sebagai penggerak ekonomi daerah yang lebih handal,” pungkasnya.

Herdiana juga menegaskan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perumda Galuh Perdana. Menurutnya, bisnis tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan ekosistem yang kuat.

“Kami percaya, dengan berbagi wawasan dan pengalaman, kita bisa menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi semua pihak,” katanya.

Kerja sama ini juga diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi Perumda Galuh Perdana untuk memanfaatkan teknologi, jaringan pemasaran, serta sumber daya yang dimiliki oleh keempat BUMD tersebut.

Selain itu, acara penandatanganan MoU ini juga menjadi ajang diskusi dan bertukar pengalaman antara para pemimpin BUMD di Jawa Barat. Herdiana menyebut bahwa kegiatan semacam ini sangat penting untuk membangun sinergi yang kokoh antarperusahaan daerah.

“Kami tidak hanya menandatangani kerja sama, tetapi juga belajar dari keberhasilan dan tantangan yang telah dialami oleh BUMD lain,” ujarnya.

BACA JUGA: TNI-Polri dan Warga Gotong Royong Bersihkan Drainase

Dengan terjalinnya kerja sama ini, Herdiana berharap masyarakat Kabupaten Ciamis dapat merasakan dampak positif, baik dalam bentuk peningkatan peluang kerja maupun pengembangan ekonomi secara menyeluruh.

Kerja sama ini menandai komitmen Perumda Galuh Perdana untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Jawa Barat. Kolaborasi dengan PT Agro Jabar, PT Agronesia, PT Bandung Daya Sentosa, dan PT Bekasi Putra Jaya diharapkan menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah bagi Ciamis dan sekitarnya. (Rizky/lintaspriangan.com)

TNI-Polri dan Warga Gotong Royong Bersihkan Drainase

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Dalam upaya mencegah banjir, TNI-Polri bersama Muspika Kecamatan Mangkubumi dan warga setempat bergotong- royong membersihkan saluran drainase pada Selasa (10/12/2024). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan aliran air tetap lancar, mengurangi risiko banjir, serta menciptakan lingkungan yang bersih dan aman.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Joko Sulistiono, melalui Kapolsek Mangkubumi Iptu Jajat Jatnika, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk menghadapi musim hujan. Ia menegaskan, membersihkan selokan yang tersumbat oleh sampah dan lumpur dapat mengurangi potensi genangan air yang membahayakan warga.

“Hari ini kami bersama TNI, Muspika, dan warga membersihkan selokan. Tujuannya agar banjir dapat dicegah, terutama di daerah pinggiran sungai dan saluran drainase,” kata Iptu Jajat Jatnika kepada wartawan.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk anggota TNI, Polri, pemerintah kecamatan, serta masyarakat yang bersemangat berpartisipasi. Iptu Jajat Jatnika mengapresiasi antusiasme warga yang turut mendukung kegiatan bersih-bersih ini.

“Kami berterima kasih kepada TNI dan warga. Dengan bantuan mereka, pekerjaan menjadi lebih cepat selesai, dan kami semakin bersemangat,” ujar Jajat.

Proses pembersihan ini fokus pada saluran drainase yang selama ini terhambat sampah dan lumpur, penyebab utama luapan air saat musim hujan. Warga bekerja bersama-sama untuk memastikan tidak ada hambatan pada aliran air, demi menghindari banjir yang dapat merusak lingkungan.

“Luapan air bisa membahayakan warga sekitar, karena dapat menyebabkan banjir dan genangan air,” tambahnya.

Iptu Jajat Jatnika juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ia menekankan bahwa menjaga kebersihan drainase tidak hanya mencegah banjir, tetapi juga menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.

BACA JUGA::

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menghindari bencana alam, terutama saat musim hujan,” tutupnya.

Kolaborasi antara aparat dan masyarakat sangat penting untuk mengatasi permasalahan lingkungan. Dengan semangat gotong royong, warga Kecamatan Mangkubumi berkomitmen menciptakan wilayah yang bebas banjir dan nyaman untuk dihuni. (AA Fauzy/lintapriangan.com)


Pelaku Pencurian di Kawasen Ditangkap Warga

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Seorang pria berinisial Y, warga Dusun Batukurung, Desa Kawasen, nyaris berhasil melakukan aksi pencurian di salah satu rumah di Dusun Panamun, Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari. Namun, aksinya keburu diketahui oleh pemilik rumah, Eti, sehingga pelaku akhirnya diamankan oleh warga setempat.

Peristiwa ini terjadi pada pukul 11.20 WIB, saat Eti hendak pergi meninggalkan rumah. “Saya sempat melihat pelaku bolak-balik di depan rumah. Ketika saya tanya, dia bilang sedang mencari anjingnya yang hilang,” kata Eti pada awak media. Selasa, (10/12/2024).

Namun, jawaban tersebut membuat Eti curiga. Ia merasa aneh karena di sekitar lingkungannya tidak ada yang memelihara anjing.

Awalnya, Eti tetap berniat keluar rumah. Namun, rasa curiga yang semakin besar membuatnya memutuskan untuk kembali memeriksa kondisi rumah.

“Jendelanya sudah dicongkel. Langsung saja saya berteriak minta tolong ke warga,” jelasnya.

Teriakan Eti langsung memancing perhatian warga sekitar. Mereka berbondong-bondong datang ke lokasi dan berhasil menangkap pelaku.

Menurut warga, pelaku sempat membawa senjata tajam berupa golok yang ditemukan di dekatnya. Hal ini membuat Eti sempat merasa takut ketika melihat pelaku.

“Saya tidak tahu golok itu untuk apa, tapi sepertinya dipakai untuk mencongkel jendela rumah saya,” ujarnya.

Setelah ditangkap, pelaku sempat menjadi sasaran amukan warga yang kesal karena tindakannya dilakukan di siang bolong. Beruntung, aparat keamanan setempat segera tiba di lokasi.

“Untung saja Babinsa datang tepat waktu. Kalau tidak, mungkin warga sudah bertindak lebih jauh,” tutur salah seorang saksi mata.

Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Banjarsari untuk diamankan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Eti merasa lega karena pelaku belum sempat mengambil barang-barang berharga dari rumahnya. “Untungnya, semua barang di rumah saya masih aman. Hanya kaca jendela yang rusak akibat dicongkel,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengaku peristiwa ini membuatnya trauma dan lebih berhati-hati di masa mendatang.

BACA JUGA: Desa Wisata Bangunharja Dikunjungi Kabid Pariwisata

Berdasarkan pantauan di lokasi, kejadian ini menyisakan kerusakan pada bagian jendela rumah Eti. Pelaku Y diduga beraksi karena motif ekonomi, mengingat pencurian dilakukan pada siang hari saat warga umumnya lengah. Kini, kasus ini tengah didalami oleh pihak kepolisian untuk mengungkap lebih jelas motif pelaku.

Warga setempat berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. “Kami semua merasa prihatin. Pencurian seperti ini seharusnya tidak terjadi. Kami juga akan memperketat pengawasan lingkungan agar lebih aman,” ujar salah seorang tokoh masyarakat. (Revan/infopriangan.com)


Desa Wisata Bangunharja Dikunjungi Kabid Pariwisata

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Desa Wisata Bangunharja, yang terletak di Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, mendapat kunjungan istimewa dari Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Dedi Udeng beserta jajarannya pada Selasa, 10 Desember 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan dengan pengelola desa wisata serta memberikan saran dan motivasi untuk pengembangan lebih lanjut.

Rombongan disambut hangat oleh pengelola desa wisata, Dadang Mulyadi Panji, dan Kepala Desa Bangunharja, Carikin, di Centra Kuliner Ciming.

Dalam sambutannya, Kabid Destinasi Dinas Pariwisata menyampaikan apresiasinya terhadap potensi alam Desa Bangunharja yang beragam. Ia menyoroti kawasan hutan, perairan, area pertanian, perikanan, kuliner, dan kriya yang menurutnya memiliki nilai istimewa.

“Potensi ini sangat menawan dan istimewa. Jika dikelola dengan baik dan didukung promosi digital, Desa Wisata Bangunharja bisa menjadi destinasi unggulan. Kami siap membantu mempromosikan desa ini kepada stakeholder seperti BUMN,” ujar Kabid Destinasi.

Ia juga menegaskan pentingnya penggunaan sarana digital untuk memperluas jangkauan promosi dan menarik lebih banyak wisatawan.

Dadang Mulyadi Panji menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan ini. Menurutnya, kehadiran pihak Dinas Pariwisata memberikan motivasi baru bagi pengelola desa wisata untuk terus berkembang.

“Kami sudah memulai beberapa langkah, seperti membangun wahana Fun Tubing di saluran irigasi Bendung Bantar Heulang, menyediakan sarana edukasi di bidang perikanan, olahan ikan, pertanian, dan kriya seperti tas Kamuti,” ungkapnya.

Selain itu, Dadang menambahkan bahwa pihaknya telah berupaya mengembangkan situs cagar budaya Nanggakarya sebagai daya tarik tambahan.

“Kami juga memiliki kuliner yang beragam dan terus berusaha menciptakan pengalaman yang unik bagi pengunjung. Dengan segala keterbatasan, kami melangkah setahap demi setahap untuk menjadikan Desa Wisata Bangunharja Istimewa lebih baik,” jelasnya.

Kepala Desa Bangunharja, Carikin, menambahkan bahwa pihaknya juga telah mempersiapkan generasi muda untuk mendukung pengelolaan desa wisata secara digital.

Ia menjelaskan bahwa melalui program Desa Cerdas, beberapa kader telah dilatih untuk mengelola promosi destinasi, kriya, dan kuliner desa secara daring.

“Kami ingin desa ini dikenal lebih luas, sehingga bisa mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa,” kata Carikin.

Carikin juga menegaskan pentingnya dukungan dan pendampingan dari Dinas Pariwisata untuk mewujudkan visi tersebut. Ia optimis bahwa kerja sama yang terjalin antara pemerintah desa dan Dinas Pariwisata akan membawa dampak signifikan bagi pengembangan desa wisata.

BACA JUGA: Kadin Tasikmalaya Dorong Kerjasama dengan Investor Global

Adapun alasan utama pengembangan Desa Wisata Bangunharja Istimewa, menurut Dinas Pariwisata, adalah untuk meningkatkan potensi ekonomi masyarakat setempat melalui sektor pariwisata. Dengan keberagaman potensi yang dimiliki, desa ini memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan di Kabupaten Ciamis. Namun, tanpa pengelolaan yang baik dan promosi yang efektif, potensi tersebut bisa terabaikan. Oleh karena itu, pengembangan desa wisata ini dilakukan agar tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola, dan masyarakat dapat mendorong kemajuan sebuah desa wisata. Desa Wisata Bangunharja Istimewa diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Ciamis. (Rini/lintaspriangan.com)


Kadin Tasikmalaya Dorong Kerjasama dengan Investor Global

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tasikmalaya menegaskan pentingnya menjalin kerjasama strategis dengan investor internasional untuk mengamankan pasar produk lokal sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Langkah ini dianggap sebagai upaya konkret untuk memperkuat daya saing Tasikmalaya sebagai pusat ekonomi regional.

Baru-baru ini, Kadin Kota Tasikmalaya berhasil menarik perhatian salah satu perusahaan investasi global, JTA International Investment Holding.

Perwakilan dari perusahaan tersebut, Mr. Ali Hadji, menyampaikan komitmennya untuk mendukung Tasikmalaya sebagai salah satu destinasi investasi unggulan di Indonesia.

“Kami melihat potensi luar biasa di Tasikmalaya, khususnya dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya saat menghadiri pertemuan. Senin, (09/12/2024).

Mr. Ali Hadji juga berharap bahwa kerjasama ini akan menjadi awal dari hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan. Menurutnya, potensi Tasikmalaya tidak hanya terletak pada sumber daya alamnya, tetapi juga pada kekayaan budaya dan kemampuan masyarakatnya untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif.

Ketua Kadin Kota Tasikmalaya, Asep Saepulloh, menegaskan bahwa keberhasilan menarik investor internasional merupakan salah satu tugas utama Kadin dalam mempercepat peningkatan perekonomian daerah.

“Dengan dukungan dari investor global, kami yakin sektor-sektor unggulan di Tasikmalaya akan berkembang pesat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Asep menjelaskan bahwa kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan “Tepang Juragan” yang digagas oleh Kadin Kota Tasikmalaya bersama Bank Indonesia. Kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan para pelaku usaha lokal dengan investor potensial, baik dari dalam maupun luar negeri.

Dalam kerjasama yang baru saja ditandatangani, beberapa sektor strategis menjadi fokus utama, termasuk pembangunan fasilitas publik seperti rumah sakit dan hotel.

Menurut Asep, fasilitas ini tidak hanya akan meningkatkan pelayanan publik tetapi juga mendukung sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan Kota Tasikmalaya.

Selain itu, pengembangan destinasi pariwisata juga menjadi prioritas. Kadin berkomitmen untuk mempromosikan destinasi unggulan Tasikmalaya melalui berbagai program pelatihan tenaga kerja di sektor pariwisata. Langkah ini dianggap penting untuk meningkatkan kualitas layanan dan daya tarik wisata di kota yang dikenal sebagai Kota Santri ini.

Di sektor ekonomi kreatif, program pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi salah satu fokus utama kerjasama ini. Produk-produk unggulan seperti kerajinan tangan, busana muslim, dan makanan berbasis agrofood akan diprioritaskan untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.

“Kami ingin memastikan bahwa ekonomi lokal terus tumbuh dan dapat bersaing di pasar regional bahkan global,” kata Asep.

Ia juga menambahkan bahwa kerjasama dengan investor asing tidak hanya membawa modal, tetapi juga teknologi, pengetahuan, dan jaringan internasional yang dibutuhkan untuk mendorong perkembangan ekonomi lokal.

Mr. Ali Hadji turut menyatakan keyakinannya bahwa pengembangan sektor-sektor unggulan ini akan memberikan dampak besar bagi perekonomian Tasikmalaya. Ia menekankan bahwa pihaknya tidak hanya berinvestasi dalam proyek-proyek besar tetapi juga berkomitmen untuk mendukung pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di pasar global.

Kadin Kota Tasikmalaya memandang bahwa ekonomi lokal membutuhkan dorongan dari investasi internasional untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia. Dengan memanfaatkan peluang ini, Tasikmalaya dapat memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi regional dan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

BACA JUGA: Aksi PMII di Banjar, Desak Pemkot dan DPRD Jauhi Korupsi

Melalui berbagai program dan kerjasama strategis, Kadin optimis bahwa Tasikmalaya dapat menjadi contoh sukses bagaimana kolaborasi dengan investor global dapat mengubah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi yang nyata.

“Kami berharap langkah ini tidak hanya memperkuat ekonomi, tetapi juga memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Tasikmalaya,” tutup Asep. (AA Fauzy/infopriangan.com)

Aksi PMII di Banjar, Desak Pemkot dan DPRD Jauhi Korupsi

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi unjuk rasa di kantor Wali Kota dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjar, Jawa Barat. Senin, (09/12/2024).

Aksi ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) dan bertujuan mengingatkan pemerintah serta DPRD untuk menjaga integritas, mengedepankan transparansi, dan menjauhi praktik korupsi.

Koordinator aksi, Roufurohim, menyampaikan bahwa PMII membawa sejumlah tuntutan dalam demonstrasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pejabat pemerintah dan anggota DPRD harus menolak segala bentuk gratifikasi, suap, maupun intervensi yang dapat mengancam independensi mereka.

“Kami ingin seluruh pemangku kebijakan di Kota Banjar bekerja secara bersih dan profesional, tanpa ada pengaruh dari pihak mana pun,” tegasnya.

Selain menyoroti gratifikasi, mahasiswa juga meminta agar pengelolaan anggaran daerah dilakukan secara transparan. Dalam orasinya, Roufurohim menekankan pentingnya keterbukaan, terutama terkait proyek pembangunan infrastruktur. Ia menyebut bahwa selama ini pengelolaan anggaran proyek cenderung tertutup, sehingga menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat.

“Kami meminta Pemerintah Kota Banjar untuk lebih terbuka, khususnya dalam pengelolaan proyek-proyek infrastruktur maupun non-infrastruktur. Masyarakat berhak tahu ke mana anggaran tersebut digunakan,” katanya.

Mahasiswa juga menyoroti pengelolaan anggaran DPRD, termasuk dana reses dan operasional dewan. Mereka menilai transparansi dalam hal ini sangat penting untuk menghindari potensi penyalahgunaan anggaran.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menuntut aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus-kasus korupsi di Kota Banjar. Mereka meminta proses hukum berjalan transparan dan bebas dari intervensi.

Roufurohim menyampaikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap lembaga hukum akan terjaga jika proses penanganan kasus dilakukan secara adil dan terbuka.

“Kami mendesak aparat hukum untuk menyelesaikan semua kasus korupsi yang belum terselesaikan. Masyarakat ingin melihat adanya keadilan,” ujarnya dengan nada tegas.

Salah satu isu yang disorot adalah dugaan penyelewengan anggaran tunjangan rumah dinas dan transportasi di Sekretariat DPRD Banjar. Roufurohim mengungkapkan bahwa PMII sebelumnya telah berdialog dengan Kejaksaan terkait kasus tersebut. Meski begitu, ia menilai perkembangan penyelidikan masih lambat, sehingga pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut.

“Kami tidak akan tinggal diam. PMII akan terus memantau perkembangan dugaan penyelewengan ini sampai tuntas,” tegas Roufurohim.

Setelah menyampaikan aspirasi di depan gedung DPRD, mahasiswa melanjutkan aksinya ke kantor Wali Kota Banjar. Mereka berharap tuntutan yang disampaikan mampu mendorong pemerintah daerah untuk lebih responsif terhadap isu-isu korupsi dan transparansi.

Aksi ini, menurut Roufurohim, merupakan langkah awal untuk menguji sejauh mana pemerintah dan DPRD Kota Banjar merespons kritik serta aspirasi masyarakat, khususnya dari kalangan mahasiswa.

“Kami ingin melihat apakah ada tindak lanjut nyata dari pihak terkait. Jika tidak, kami akan kembali turun ke jalan dengan aksi yang lebih besar,” ujarnya.

PMII menilai bahwa korupsi di Kota Banjar tidak hanya merusak integritas pejabat, tetapi juga menghambat pembangunan daerah. Transparansi dalam pengelolaan anggaran dinilai sangat penting untuk memastikan kesejahteraan masyarakat dan menghindari penyalahgunaan uang negara.

BACA JUGA: HMI Ciamis Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi di Ciamis

Menurut mahasiswa, aksi turun ke jalan dilakukan karena mereka tidak ingin Kota Banjar terus dibayangi oleh persoalan korupsi yang dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Kami bergerak karena kami peduli dengan masa depan Kota Banjar. Korupsi harus dilawan, dan ini adalah langkah kami untuk menjaga daerah ini tetap bersih,” tutup Roufurohim.

Dengan semangat Hari Antikorupsi Sedunia, aksi ini menjadi pengingat pentingnya integritas dan akuntabilitas di semua level pemerintahan. Bagi mahasiswa, perjuangan melawan korupsi adalah tanggung jawab moral untuk menciptakan pemerintahan yang lebih baik. (Johan/lintaspriangan.com)

HMI Ciamis Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi di Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Dalam momentum Hari Anti Korupsi Dunia (Hakordia) pada 9 Desember 2024, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciamis menegaskan komitmennya untuk mendukung pemberantasan korupsi di Kabupaten Ciamis. Ketua Umum HMI Ciamis, Adytya Maulana Aziz, menyampaikan bahwa korupsi adalah masalah serius yang merusak kepercayaan masyarakat dan menjadi penghambat utama pembangunan daerah.

“Korupsi itu ibarat penyakit yang terus menggerogoti masa depan bangsa,” ujar Adytya dalam orasinya di depan para anggota HMI dan masyarakat Ciamis.

Ia menambahkan bahwa pemberantasan korupsi memerlukan peran aktif dari semua pihak, termasuk penegak hukum dan masyarakat.

Dalam pernyataannya, HMI menyoroti pentingnya pelaksanaan undang-undang terkait antikorupsi, seperti Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Undang-undang tersebut, menurut mereka, harus menjadi landasan utama bagi setiap pejabat negara untuk bertindak transparan, jujur, dan bertanggung jawab.

“Masyarakat berhak tahu bagaimana pemerintah bekerja dan bagaimana kasus korupsi ditangani,” kata salah satu anggota HMI, merujuk pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Ia juga menekankan bahwa keterbukaan informasi menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah terjadinya korupsi.

Selain itu, HMI juga mendorong implementasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Mereka percaya bahwa penegakan hukum yang tegas dan adil adalah kunci untuk memberantas korupsi hingga ke akarnya.

Dalam orasi tersebut, HMI menyampaikan empat poin utama yang menjadi fokus mereka dalam pemberantasan korupsi.

Pertama, mereka meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Ciamis segera menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang belum tuntas.

“Kami ingin melihat tindakan nyata dari Kejari, bukan hanya janji-janji belaka,” ujar Adytya.

Kedua, HMI mendesak Kejari untuk lebih terbuka dalam menangani kasus korupsi. Transparansi dianggap sebagai cara untuk memastikan masyarakat dapat ikut mengawasi proses hukum yang berjalan.

Ketiga, HMI mengecam segala bentuk tindak pidana korupsi yang terjadi di Kabupaten Ciamis. Mereka menyebut korupsi sebagai pengkhianatan terhadap amanah rakyat.

Terakhir, HMI menyatakan dukungan mereka kepada Kejari dalam menyelesaikan kasus-kasus besar.

“Kami percaya sinergi antara masyarakat dan penegak hukum adalah kunci untuk menciptakan pemerintahan yang bersih,” ungkap salah satu pengurus HMI.

Menanggapi aksi dan pernyataan HMI, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Ciamis, Herris Priyadi, mengapresiasi dukungan yang diberikan. Herris menyebut aksi ini menjadi dorongan bagi Kejari untuk bekerja lebih optimal dalam menuntaskan kasus-kasus korupsi.

“Kami sampaikan apresiasi kepada teman-teman HMI Ciamis. Aksi ini merupakan bentuk dukungan kepada kami agar bisa tegak lurus dalam menangani perkara tindak pidana korupsi,” tegas Herris.

Herris menambahkan bahwa dukungan masyarakat sangat membantu dalam berbagai kasus yang ditangani oleh Kejari. Ia mengungkapkan bahwa salah satu kasus besar yang baru saja diselesaikan adalah dugaan korupsi penyimpangan dana fasilitas bergulir dari BLU P3H KLHK terhadap PT Rona Niaga Raya, dengan kerugian negara mencapai Rp 56 miliar.

“Alhamdulillah, di pembuktian pertama tingkat pertama, kami berhasil memenangkan kasus ini,” kata Herris.

Selain itu, Herris menyebutkan bahwa Kejari Ciamis saat ini tengah fokus pada dua kasus besar lainnya, yaitu pembangunan SMK 1 Cijeungjing dan revitalisasi Situ Lengkong Panjalu. Ia menjelaskan bahwa proses pengumpulan alat bukti dan pemeriksaan saksi sedang berlangsung.

“Dukungan dari HMI menjadi motivasi bagi kami untuk menyelesaikan perkara ini,” tambahnya.

BACA JUGA: LSM GMBI dan Komitmen Menjaga Stabilitas Daerah

Melalui momentum Hakordia ini, HMI Cabang Ciamis berharap pemberantasan korupsi dapat menjadi gerakan bersama yang konsisten. Mereka percaya bahwa dengan kerja sama antara masyarakat dan penegak hukum, Kabupaten Ciamis dapat menjadi contoh daerah yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi.

“Korupsi bukan hanya masalah uang, tetapi masalah moral dan masa depan kita,” tutup Adytya, mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan berintegritas. (Eddy lintaspriangan.com)