lintaspriangan.com,BERITA VOLI. Timnas voli putri Indonesia menghadapi Filipina pada pertandingan terakhir putaran pertama SEA V Cup 2026, Minggu, 2 Agustus 2026. Pertandingan di Dong Anh Gymnasium, Hanoi, Vietnam, dijadwalkan mulai pukul 16.00 WIB.
Laga ini menjadi kesempatan terakhir bagi Garuda Pertiwi untuk membawa pulang kemenangan dari putaran pertama. Indonesia dan Filipina sama-sama belum pernah menang dalam dua pertandingan, sehingga duel sore ini akan menentukan siapa yang terhindar dari posisi terbawah.
Kesempatan Terakhir Indonesia
Indonesia memulai SEA V Cup 2026 dengan kekalahan 1-3 dari Thailand, Jumat, 31 Juli 2026. Garuda Pertiwi sempat memberikan perlawanan sengit, terutama ketika merebut set kedua dengan skor dramatis 34-32.
Namun, Thailand mampu menjaga ketenangan dan memenangi pertandingan dengan skor 25-21, 32-34, 25-21, dan 25-19. Indonesia pulang dari pertandingan pembuka tanpa poin, tetapi menunjukkan bahwa mereka mampu memaksa salah satu kekuatan utama Asia Tenggara bekerja keras.
Perlawanan serupa kembali diperlihatkan saat menghadapi tuan rumah Vietnam, Sabtu, 1 Agustus 2026. Indonesia merebut set pertama dengan skor 25-20, sebelum Vietnam membalikkan keadaan dan memenangi tiga set berikutnya dengan skor 25-15, 25-19, dan 25-20.
Kekalahan tersebut membuat Indonesia belum mencatat kemenangan setelah dua pertandingan. Meski demikian, Garuda Pertiwi telah mampu merebut masing-masing satu set dari Thailand dan Vietnam.
Catatan itu memperlihatkan persoalan Indonesia bukan terletak pada kemampuan memberikan perlawanan. Tantangannya justru menjaga konsistensi permainan dari awal hingga akhir set.
Menghadapi Filipina, Indonesia tidak boleh kembali kehilangan momentum setelah memulai pertandingan dengan baik. Penerimaan bola pertama, ketepatan servis, serta penyelesaian serangan pada angka-angka kritis akan sangat menentukan.
Filipina Bukan Lawan Ringan
Filipina datang dengan catatan serupa: dua pertandingan, dua kekalahan. Namun, hasil tersebut tidak berarti mereka dapat dipandang sebelah mata.
Pada pertandingan pertama, Filipina mampu merebut satu set sebelum kalah 1-3 dari Vietnam. Mereka menyerah dengan skor 23-25, 25-20, 22-25, dan 21-25.
Filipina kemudian memberikan perlawanan lebih keras kepada Thailand. Mereka memaksa pertandingan berlangsung hingga lima set sebelum akhirnya kalah 2-3 dengan skor 17-25, 25-19, 15-25, 25-18, dan 10-15.
Hasil tersebut menjadi peringatan bagi Indonesia. Filipina memiliki daya juang kuat dan mampu bangkit setelah tertinggal. Mereka juga datang dengan motivasi yang sama besarnya untuk meraih kemenangan pertama.
Indonesia harus bermain agresif sejak servis pertama, tetapi tetap sabar ketika reli berlangsung panjang. Filipina tidak boleh dibiarkan menemukan ritme, terlebih setelah mereka memperlihatkan kemampuan bertahan menghadapi Thailand.
Pertandingan sore ini memang tidak menentukan gelar juara putaran pertama. Namun, kemenangan tetap penting untuk menjaga kepercayaan diri sebelum Indonesia melanjutkan perjuangan pada putaran kedua di Chiang Mai, Thailand.
Dua kekalahan sudah cukup menjadi pelajaran. Pukul 16.00 WIB nanti, Garuda Pertiwi harus mengubah perlawanan menjadi kemenangan. (NS/AS)
