lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Masyarakat dan pengunjung Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, diminta menjauhi kawah aktif dalam radius 2 kilometer menyusul erupsi yang dilaporkan terjadi pada Senin, 26 Oktober 2026. Pembatasan juga mencakup sektor tertentu di bagian utara kawah hingga jarak 3,5 kilometer, berdasarkan rekomendasi yang dikutip dari laporan aktivitas gunung api.
Rekomendasi tersebut menjadi perhatian utama bagi warga, wisatawan, dan pihak yang beraktivitas di sekitar gunung. Informasi mengenai batas aman perlu merujuk pada ketentuan resmi yang berlaku, bukan hanya pada tinggi kolom abu yang terlihat saat erupsi.
Pembatasan Berlaku di Sekitar Kawah Aktif
Laporan yang dikutip dalam pemberitaan menyebutkan Gunung Ibu masih berada pada Level II atau Waspada. Dalam rekomendasi yang diberitakan, masyarakat dan pengunjung diminta tidak memasuki radius 2 kilometer dari kawah aktif serta sektor perluasan sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara.
Pembatasan tersebut perlu diperhatikan oleh pengunjung yang hendak mendekati kawasan gunung. Masyarakat juga perlu mengikuti arahan petugas dan pemerintah daerah, terutama apabila terdapat perubahan rekomendasi seiring perkembangan aktivitas vulkanik.
Erupsi Gunung Ibu pada pagi hari itu dilaporkan menghasilkan kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal teramati mengarah ke barat laut.
Meski demikian, arah kolom abu yang teramati tidak cukup untuk memastikan wilayah mana yang mengalami hujan abu. Informasi mengenai dampak di permukiman dan aktivitas warga memerlukan laporan lapangan atau pembaruan resmi.
Pemantauan Aktivitas dan Informasi Keselamatan
Masyarakat perlu memantau perkembangan aktivitas Gunung Ibu melalui kanal resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta informasi pemerintah daerah. Status aktivitas dan radius pembatasan harus diperiksa kembali sebelum dijadikan pedoman operasional, karena rekomendasi dapat berubah mengikuti kondisi gunung.
Apabila terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan perlu mengikuti arahan petugas mengenai penggunaan masker dan pelindung mata. Warga juga sebaiknya tidak menyebarkan foto, video, atau kabar tentang erupsi tanpa memastikan waktu, lokasi, dan sumber informasinya.
Informasi mengenai erupsi Gunung Ibu perlu disampaikan dengan membedakan kejadian yang telah dilaporkan, rekomendasi keselamatan, dan dampak yang sudah dikonfirmasi. Hingga ada data pendukung, tidak dapat disimpulkan bahwa seluruh wilayah Halmahera Barat terdampak abu vulkanik atau berada dalam tingkat bahaya yang sama.
Bagi masyarakat sekitar, informasi yang paling penting adalah mengikuti radius pembatasan resmi dan memperhatikan pembaruan dari petugas. Keselamatan harus menjadi acuan utama dalam menentukan aktivitas di sekitar kawah aktif. (NS/AS)






