Tragedi Piala Sudirman 2025, Gagal ke Final

lintaspriangan.com, OPINI. Followers saya selalu ada yang minta, “Bang, tolong tulis Piala Sudirman, dong!” Mungkin saya sudah lama tak menulis itu, karena hasilnya bisa ditebak. Begitu nonton, malah kalah. Sedih…wak. Walau pun sudah larut, kopi liberika selalu setia menemani, mari kita kupas kegagalan tim Piala Sudirman kita ke final setelah dikandaskan Korea Selatan 2-3.

Laga dimulai. Ganda campuran turun lebih dulu. Dejan Ferdinansyah dan Siti Fadia Silva Ramadhanti, dua insan yang dipersatukan takdir dan PBSI, berdiri menghadapi pasangan Korea Selatan, Seo Seung Jae dan Chae Yu Jung, dua makhluk raket dari planet juara dunia. Dalam tempo yang bahkan lebih cepat dari naskah sinetron stripping, Dejan dan Fadia kehilangan set pertama 10-21. Mereka mencoba bangkit, tapi seperti mencoba menyelamatkan nasi goreng dari wajan terbalik, semuanya terlambat. Set kedua 15-21. Satu poin untuk Korea. Indonesia merintih. Net menangis.

Namun langit belum sepenuhnya gelap. Tiba-tiba, muncullah pemuda bernama Alwi Farhan. Baru 19 tahun. Lawannya, Cho Geonyeop, pendekar Korea yang tampak seperti karakter utama anime olahraga. Set pertama, Alwi kalah 16-21. Orang-orang mulai berpikir untuk mematikan TV. Tapi kemudian, di gim kedua dan ketiga, Alwi bangkit bagai pahlawan dari kitab Mahabarata. Ia mencincang Cho tanpa ampun. 21-8, 21-8. Dua kali angka yang sama, seperti tanda ilahi. Satu-satu. Indonesia kembali berdiri. Bangsa ini mencium secercah cahaya.

- Advertisement -

Namun sebagaimana hidup, di balik terang selalu ada kegelapan. Putri Kusuma Wardani harus menghadapi An Se Young. Sebuah duel yang tidak imbang sejak shuttlecock pertama. An Se Young bermain seperti dewi badminton yang turun langsung dari langit Korea. Putri berusaha, oh sungguh dia berusaha. Tapi apa daya, tangannya manusia biasa. 18-21, 12-21. Seperti menonton seseorang memanjat gunung pakai sandal jepit. Skor menjadi 1-2. Hati para pendukung berkeping-keping, disapu angin musim semi Xiamen.

Tapi drama belum selesai. Masuklah duo legendaris, Bagas Maulana dan Muhammad Shohibul Fikri. Mereka adalah pasangan lama, pendekar veteran, yang dipanggil kembali dari gua pertapaan untuk satu misi terakhir. Lawannya: Kim Won Ho dan Seo Seung Jae. Ya, dia lagi. Seo seakan punya ilmu kloning. Tapi Bagas/Fikri bukan sembarang pendekar. Dalam pertarungan tiga set yang membuat jantung semua orang berdetak seperti genderang perang, mereka menang: 21-18, 13-21, 25-23. Angka terakhir bahkan lebih dramatis daripada hasil pemilu. Kedudukan imbang 2-2. Seisi Indonesia bersorak. Saya cari-cari di kursi penonton, kok tak kelihatan, Nohran, ya..ups.

Tibalah saat klimaks. Partai penentu, ganda putri. Fadia kembali, kali ini menggandeng Amalia Cahaya Pratiwi. Lawan mereka, Baek Ha Na dan Lee So Hee. Petarung-petarung dingin dari negeri di mana badminton sudah seperti agama kedua. Set pertama, Fadia/Tiwi dihantam habis-habisan. 10-21. Tapi di set kedua, mereka membalikkan keadaan. Smash, dropshot, netting, semua dikeluarkan. Mereka menang 21-18. Jutaan rakyat percaya, keajaiban sedang terjadi.

Lalu set ketiga dimulai. Ini bukan sekadar pertandingan. Ini adalah duel eksistensial, pertarungan antara harapan dan kenyataan, antara nasi goreng telur dan kenyataan kehabisan kecap. Tapi pada akhirnya, stamina tak bisa dibohongi. 15-21. Indonesia kalah. Lagi.

Tirai ditutup. Shuttlecock terakhir jatuh di sisi yang salah. Sejak kemenangan terakhir Indonesia pada tahun 1989, sejarah belum mau berpihak lagi.

Kita tidak kalah karena tidak bisa. Kita kalah karena Piala Sudirman mungkin sedang main tarik ulur, seperti cinta lama yang sulit dipinang kembali. Tapi jangan takut. Seperti pendekar silat yang jatuh dari tebing tapi tidak mati, Indonesia akan bangkit. Ketika itu terjadi, shuttlecock pun akan bergetar ketakutan.

Penulis: Rosadi Jamani

[abiba_quick_ads id="38307"]

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Santri Ciamis Didorong Gerakkan Ekonomi, Dukungan Konkret Apa yang Disiapkan?

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Santri Ciamis diajak ikut menggerakkan ekonomi...

Pajak Garut Tembus 81,1 Persen, PBB Masih Tertahan di 60,9 Persen

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Penerimaan pajak Garut mencapai Rp141,20 miliar...

Ciamis Bidik Juara Umum Porsadin Jabar 2026, 28 Peserta Turun di 14 Lomba

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kabupaten Ciamis membidik gelar juara umum...

PEPATAH MANIS Ciamis Hadirkan 58 Layanan di Sukamantri, Warga Bisa Urus Dokumen hingga Beli Pangan Murah

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis menghadirkan 58 jenis...

Hari Santri 2026 Pangandaran, PCNU dan Pemkab Rencanakan Upacara Bersama serta Berbagai Perlombaan

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten...

JAWA BARAT

Tangisan Anak Surili di Tengah Karhutla Ciremai, Petugas Selamatkan Primata Langka

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Di tengah kebakaran hutan dan...

Perizinan Dapur MBG di Depok, Data PBG dan Pengawasan SPPG Perlu Dibuka

lintaspriangan.com, BERITA DEPOK. DEPOK — Perizinan bangunan dapur program...

BMKG Peringatkan Banjir Rob Jawa Barat hingga Awal November 2026, Ini Wilayah yang Berpotensi Terdampak

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Motor Trail di Lahan Kosong Bekasi Bikin Heboh, Siapa Pemilik Sebenarnya?

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Deretan sepeda motor trail yang terparkir...

103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan, Orang Tua Menanti Kepastian Penyebabnya

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kekhawatiran menyelimuti keluarga siswa SMP Negeri...

BPKH Bahas Dana Haji di Bandung, Kelolaan Capai Rp185,72 Triliun

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) membahas...

Angkot Bandung Diusulkan Tanpa Setoran, Sopir Didorong Jadi Pemilik Kendaraan Sendiri

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan...

Wakil Bupati Indramayu Ditahan, Terungkap Dugaan Rekayasa Tunjangan DPRD Rp18,79 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. BANDUNG – Wakil Bupati Indramayu ditahan...

Olahraga

Kategori Populer