lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Akhir pekan pada Minggu, 2 Agustus 2026, dapat menjadi waktu untuk menguji napas di Gunung Galunggung. Namun, wisatawan yang baru pertama kali datang akan langsung berhadapan dengan pilihan yang sedikit menjebak: tangga biru berjumlah 510 atau tangga kuning dengan 620 anak tangga?
Dilihat dari jumlahnya, tangga biru seolah menjadi jalan termudah. Seratus sepuluh pijakan lebih sedikit tentu terdengar lebih bersahabat. Namun, bagi pemula, sedikit belum tentu ringan. Dalam urusan tangga, angka kadang pandai berdandan.
Perum Perhutani mengonfirmasi bahwa akses menuju bibir Kawah Galunggung memang terdiri atas dua pilihan. Tangga kuning memiliki 620 anak tangga, sedangkan tangga biru berjumlah 510 anak tangga. Keduanya membawa wisatawan menuju panorama kawah yang terbentuk setelah erupsi besar Galunggung pada 1982.
Pemula Lebih Aman Memilih Tangga Kuning
Unggahan terbaru akun pengelola Galunggung pada Januari 2026 menyebut tangga biru terasa lebih menguras napas karena kemiringannya relatif curam. Sebaliknya, tangga kuning memiliki pijakan lebih banyak, tetapi jalurnya cenderung lebih landai.
Gambaran serupa ditemukan dalam sejumlah laporan perjalanan. Tangga kuning disebut memiliki panjang sekitar 315 meter, sementara jalur biru sekitar 250 meter. Dengan jalur lebih pendek tetapi menuju ketinggian yang sama, tangga biru menawarkan perjalanan yang lebih langsung dan menantang.
Karena itu, tangga kuning lebih masuk akal bagi pemula, wisatawan yang datang bersama anak, atau pengunjung yang jarang berolahraga. Jumlah pijakannya memang lebih banyak, tetapi ritme pendakian dapat diatur lebih perlahan.
Tangga biru lebih cocok bagi pengunjung yang kondisi fisiknya cukup baik, ingin segera mencapai bibir kawah, dan tidak keberatan menghadapi tanjakan yang terasa lebih tajam.
Meski demikian, terdapat publikasi daring yang memberikan keterangan berlawanan mengenai tingkat kemiringan kedua jalur. Pengunjung sebaiknya tetap menanyakan kondisi aktual kepada petugas karena permukaan tangga, cuaca, lumut, kabut, ataupun perbaikan jalur dapat memengaruhi tingkat kesulitan pada hari kunjungan.
Pilihan paling menarik sebenarnya bukan harus naik dan turun melalui jalur yang sama. Pengunjung dapat mempertimbangkan naik melalui tangga kuning, kemudian turun melalui tangga biru apabila kedua akses sedang dibuka dan petugas menyatakan aman. Dengan cara itu, dua wajah Galunggung dapat dinikmati dalam satu perjalanan.
Jangan Menganggapnya Sekadar Wisata Foto
Galunggung memang bukan pendakian panjang dengan jalur tanah berjam-jam. Kendaraan dapat membawa pengunjung cukup dekat dengan area tangga. Namun, menaiki ratusan pijakan secara terus-menerus tetap membutuhkan tenaga, terutama bagi orang yang jarang melakukan aktivitas fisik.
Datanglah dengan alas kaki yang tidak licin, pakaian yang mudah menyerap keringat, air minum, dan beban bawaan secukupnya. Jangan terpancing mengikuti kecepatan rombongan lain. Berhenti beberapa kali bukan kekalahan; yang penting sampai ke atas tanpa membuat lutut mengajukan surat pengunduran diri.
Perhutani juga menyebut tersedia jasa ojek bagi pengunjung yang tidak ingin menempuh seluruh anak tangga. Informasi yang dipublikasikan pada 2024 mencantumkan tarif ojek dari area tangga kuning Rp20.000 dan tangga biru Rp25.000. Tarif tersebut berpotensi berubah sehingga perlu dikonfirmasi kembali di lokasi.
Dalam publikasi yang sama, tiket masuk Kawah Galunggung tercantum Rp15.000 per orang, dengan jam operasional pukul 07.00–21.00 WIB pada hari kerja dan hingga pukul 23.00 WIB pada akhir pekan. Karena informasi itu bukan pembaruan 2026, calon pengunjung perlu mengecek kembali harga, jam buka, cuaca, serta kondisi akses sebelum berangkat.
Setibanya di bibir kawah, rasa lelah dibayar dengan hamparan kawah hijau, udara pegunungan, area berkemah, serta panorama Tasikmalaya dari ketinggian. Kawasan Galunggung juga menawarkan air terjun, pemandian air panas, camping ground, dan lintasan sepeda gunung.
Jadi, mana yang sebaiknya dipilih pemula? Ambil tangga kuning 620 anak tangga dan jalani perlahan. Tangga biru memang lebih singkat, tetapi bukan berarti lebih santai. Di Galunggung, jalan paling pendek boleh jadi justru yang paling cepat membuat napas kehilangan tata krama. (NS/AS)
