Pancasila Jadi Kompas Demokrasi untuk Semua Elemen Bangsa

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H. Aslim, S.H., M.Si., menegaskan bahwa Pancasila harus senantiasa menjadi kompas demokrasi bagi seluruh elemen bangsa. Pesan itu ia sampaikan menjelang momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2025.

Menurutnya, Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga penuntun arah bagi kehidupan demokrasi di Indonesia. “Demokrasi kita berbeda dengan demokrasi di banyak negara lain. Demokrasi kita bukan hanya soal suara terbanyak, melainkan harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila,” ujar Aslim saat ditemui di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (30/9).


Demokrasi Pancasila Bukan Sekadar Suara Mayoritas

Aslim menjelaskan bahwa dalam sistem demokrasi di beberapa negara, suara terbanyak sering dianggap sebagai keputusan mutlak. “Di negara lain, prinsip mayoritas adalah hukum yang tertinggi. Tapi di Indonesia, keputusan tidak bisa diambil begitu saja hanya karena didukung banyak suara. Semua keputusan harus selaras dengan nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Ia mencontohkan sila keempat Pancasila yang berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”. Pada butir kesembilan sila ini ditegaskan bahwa keputusan harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat martabat manusia, mengutamakan persatuan, serta berlandaskan nilai kebenaran dan keadilan.

“Jadi, kalau ada keputusan yang bertentangan dengan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial, maka itu tidak bisa dijalankan, meskipun mayoritas setuju,” tegasnya.


Pelajaran dari Demokrasi Liberal

Aslim menyinggung contoh dari sejarah Amerika Serikat pada awal abad ke-20. Saat itu, pemerintah memberlakukan Prohibition (1920–1933), yaitu pelarangan total peredaran minuman beralkohol. Kebijakan itu bertujuan menekan angka kriminalitas dan pengangguran pemuda.

Namun, pelarangan justru memunculkan masalah baru, seperti peredaran gelap (bootlegging), kejahatan terorganisir, dan meningkatnya protes publik. Akibat tekanan aksi massa yang besar dan meluas, kebijakan tersebut akhirnya dibatalkan pada 1933.

“Contoh ini menunjukkan bagaimana demokrasi liberal bisa berubah haluan karena tekanan mayoritas suara. Di Indonesia, hal semacam itu tidak bisa serta-merta terjadi. Pancasila memastikan bahwa demokrasi kita tidak boleh lepas dari nilai moral, etika, dan kepentingan bersama bangsa,” ujar Aslim.


Musyawarah dan Tanggung Jawab Bersama

Ketua DPRD juga menyoroti peran musyawarah dalam demokrasi Pancasila. Ia mengatakan, meski dalam praktik politik modern sering digunakan mekanisme voting, namun voting di Indonesia tetap berada dalam bingkai musyawarah mufakat.

“Butir keenam sila keempat menyebutkan, keputusan yang diambil harus diterima dan dilaksanakan dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab. Jadi sehebat apa pun perdebatan, ketika sudah ada keputusan bersama, semua pihak harus menanggung jawab yang sama,” jelasnya.

Aslim mencontohkan semangat kebersamaan para pendiri bangsa dalam sidang BPUPKI I. “Mereka berdebat keras soal bentuk negara dan dasar negara. Tetapi setelah diputuskan bersama, semuanya kompak menghadapi ancaman dari luar, tidak terpecah meski sebelumnya berbeda pandangan. Itu teladan nyata bagaimana musyawarah dan tanggung jawab dijalankan dalam demokrasi Pancasila,” tambahnya.


Pesan untuk Momentum Hari Kesaktian Pancasila

Aslim mengingatkan bahwa di tengah riuhnya perbedaan pendapat politik saat ini, Pancasila harus tetap dijadikan kompas demokrasi oleh semua elemen bangsa.

“Perbedaan itu wajar, bahkan sehat dalam demokrasi. Tapi jangan sampai perbedaan menghancurkan persatuan. Pancasila mengajarkan kita bahwa demokrasi harus selalu ditempatkan dalam bingkai persatuan dan kepentingan bersama,” tegasnya.

Menurutnya, Hari Kesaktian Pancasila bukan hanya peringatan sejarah atas kegagalan upaya mengganti ideologi bangsa, tetapi juga pengingat bagi generasi sekarang agar tidak melupakan arah demokrasi Indonesia.

“Kalau kita menjadikan Pancasila sebagai kompas, demokrasi Indonesia akan tetap kokoh. Tapi kalau Pancasila diabaikan, demokrasi kita bisa terombang-ambing oleh kepentingan sesaat,” pungkasnya. (AA)

Berita lainnya:

Atmé Coffee Tasikmalaya: Muat 400 Orang, Nugas & Nongkrong Dijamin Nyaman!

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sore di Jalan Merdeka, Kota Tasikmalaya, pelan-pelan berubah jadi ramai. Motor berdatangan, obrolan mulai pecah di sudut-sudut...

2 Jam Kebakaran di Tasikmalaya: Gang Sempit Seberang Matahari Mall Dibuat Membara

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Peristiwa kebakaran di Tasikmalaya terjadi di kawasan permukiman padat, tepatnya di Gang Babakan Payung, Kelurahan Yudanegara, Kota...

Polisi Tasikmalaya Tangkap 6 Pengedar, Sita 2.571 Pil Obat Keras

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tasikmalaya mengungkap lima kasus peredaran obat keras selama periode Januari hingga...

Terbaru

Tak Hanya Ditertibkan, PKL Sekitar PA Ciamis Diberi Opsi Lapak Usaha

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Penataan pedagang kaki lima (PKL) di...

Atmé Coffee Tasikmalaya: Muat 400 Orang, Nugas & Nongkrong Dijamin Nyaman!

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sore di Jalan Merdeka, Kota Tasikmalaya, pelan-pelan...

2 Jam Kebakaran di Tasikmalaya: Gang Sempit Seberang Matahari Mall Dibuat Membara

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Peristiwa kebakaran di Tasikmalaya terjadi di kawasan...

Wali Kota Ngotot Cairkan Hibah Rp100 Juta per RW di Bekasi

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Program Rp100 Juta per RW di Bekasi kembali...

10 Fakta di Balik Konflik UNMA: dari Aksi Mahasiswa Hingga Diambil-Alih

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Konflik UNMA di Universitas Majalengka memasuki...

Ini Susunan Pemain Persib vs Arema Malam Ini: Lumayan Bikin Deg-degan!

lintaspriangan.com. BERITA OLAHRAGA. Laga panas Liga 1 antara Persib Bandung...

Literasi Ciamis Melejit, Digitalisasi Perpustakaan dan Peran Bunda Literasi Kian Diperkuat

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Transformasi layanan perpustakaan berbasis digital dan...

Tagana Muda Ciamis dan Tasikmalaya Ditempa, Siaga Hadapi Ancaman Bencana Priangan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Ancaman bencana di wilayah Priangan mendorong...

Polisi Tasikmalaya Tangkap 6 Pengedar, Sita 2.571 Pil Obat Keras

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tasikmalaya...

Polsek Sukaraja Perketat Pengamanan Bank BJB, Jamin Keamanan Nasabah

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polsek Sukaraja meningkatkan pengamanan di objek...

Priangan Timur

Atmé Coffee Tasikmalaya: Muat 400 Orang, Nugas & Nongkrong Dijamin Nyaman!

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sore di Jalan Merdeka, Kota Tasikmalaya, pelan-pelan...

2 Jam Kebakaran di Tasikmalaya: Gang Sempit Seberang Matahari Mall Dibuat Membara

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Peristiwa kebakaran di Tasikmalaya terjadi di kawasan...

Tagana Muda Ciamis dan Tasikmalaya Ditempa, Siaga Hadapi Ancaman Bencana Priangan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Ancaman bencana di wilayah Priangan mendorong...

Polisi Tasikmalaya Tangkap 6 Pengedar, Sita 2.571 Pil Obat Keras

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tasikmalaya...

Polsek Sukaraja Perketat Pengamanan Bank BJB, Jamin Keamanan Nasabah

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polsek Sukaraja meningkatkan pengamanan di objek...

Polsek Cikatomas Gencarkan Patroli 24 Jam, Titik Rawan Disisir

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polsek Cikatomas meningkatkan patroli siang dan...

Jelang Libur Panjang, Polsek Bantarkalong Sisir Wisata Religi Pamijahan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Mengantisipasi lonjakan pengunjung saat libur panjang,...

Polisi Sisihkan Gaji untuk Santri, Aipda Arif Bagikan Kitab dan Al-Qur’an di Tanjungjaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Tak hanya menjaga keamanan, Bhabinkamtibmas Polsek...

Perspektif

Popular Categories