Santri Tarbiyatul Ummah Tasikmalaya Ditempa Jadi Pemilih Cerdas

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. “Mengapa dalam setiap pemilu sering terjadi bagi-bagi uang atau suap-menyuap? Apakah tidak ada hukum yang melarangnya?”

Pertanyaan itu meluncur dari salah seorang peserta saat 42 siswa SMA Tarbiyatul Ummah Tasikmalaya mengikuti Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula, Minggu (6/9/2026).

Pertanyaannya sederhana, tetapi menohok tepat ke salah satu persoalan besar dalam demokrasi di negeri ini: politik uang.

- Advertisement -

Di ruang belajar itu, para santri tidak sekadar duduk dan mendengarkan. Mereka membawa kegelisahan sendiri. Ada yang mempertanyakan apa sebetulnya peran partai politik. Ada pula yang bertanya, bolehkah seseorang memilih golput ketika tidak menemukan calon yang dianggap baik? Lalu, bagaimana cara mencari informasi tentang seorang calon?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat kegiatan bertema “Kenapa Suaramu Penting? Cerdas Memilih untuk Pemula” itu terasa hidup. Demokrasi tidak lagi dibicarakan sebagai teori, tetapi sebagai persoalan yang kelak mereka hadapi sendiri di balik bilik suara.

Tarbiyatul Ummah Tasikmalaya Belajar Memilih dengan Pertimbangan

Kegiatan yang berlangsung di Pesantren Tarbiyatul Ummah, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, itu menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang berbeda.

Narasumber pertama adalah Yuni Widyawati, S.IP., M.IP., dosen sekaligus penulis buku. Narasumber kedua, Abdul Kholis, merupakan aktivis Al-Badar Institute.

Yuni mengawali pembahasan dari angka 17. Angka yang tampak biasa, tetapi menjadi salah satu penanda penting dalam kehidupan seorang warga negara. Pada usia itu, seseorang mulai memperoleh hak pilih.

Namun, memiliki hak pilih tidak berarti boleh asal memilih.

Sebelum menentukan pilihan, pemilih pemula perlu mencari informasi yang cukup mengenai calon. Rekam jejaknya dapat diperiksa melalui pemberitaan, media sosial, maupun keterangan masyarakat yang mengenalnya.

Dengan bekal tersebut, pilihan tidak hanya ditentukan oleh popularitas, penampilan, atau janji yang ramai terdengar ketika masa kampanye tiba.

Abdul kemudian membawa pembahasan lebih dalam. Menurutnya, pengetahuan politik saja belum cukup. Pemilih juga membutuhkan kesadaran.

Kesadaran itu mencakup pemahaman terhadap hak, kewajiban, serta akibat dari pilihan yang dijatuhkan. Sebab, pilihan politik tidak selesai ketika surat suara dimasukkan ke kotak. Dampaknya dapat dirasakan selama bertahun-tahun.

Untuk menilai calon pemimpin, Abdul menawarkan tiga ukuran. Pertama, etikabilitas atau kualitas moral. Kedua, intelektualitas yang tercermin dari pengetahuan dan keluasan wawasan. Ketiga, kapabilitas atau kemampuan menjalankan tanggung jawab.

Satu suara mungkin tampak kecil di antara jutaan pemilih. Namun, kumpulan suara itulah yang menentukan siapa yang akan memegang kekuasaan, mengelola pemerintahan, dan mengambil keputusan bagi masyarakat.

Pemilu 2029 Masih Jauh, Mengapa Belajar dari Sekarang?

Pemilu berikutnya baru akan digelar pada 2029. Meski demikian, prosesnya tidak dimulai ketika gambar calon mulai memenuhi pinggir jalan.

Sebagai wakil pemerintah, H. Ajat Sudrajat, S.Sos., M.H.I., menjelaskan panjangnya persiapan pemilu saat menyampaikan sambutan pembuka.

Menurut Ajat, pemilu bukan sekadar satu hari pencoblosan. Di belakangnya terdapat rangkaian tahapan yang disiapkan bertahun-tahun, termasuk kebutuhan anggaran yang dapat dirancang melalui skema multiyears.

Sebagai ilustrasi, ia memberikan contoh: apabila suatu daerah membutuhkan anggaran pemilu Rp70 miliar, sebesar 30 persen dapat mulai diproyeksikan pada 2027, kemudian 30 persen pada 2028, dan sisanya 40 persen pada tahun pelaksanaan.

Jika tahapan dan anggarannya dipersiapkan jauh hari, pengetahuan pemilih pun tidak seharusnya dibangun secara mendadak.

Pendidikan politik justru perlu diberikan ketika suasana politik masih tenang. Saat itulah pemilih dapat belajar menimbang calon secara jernih, bukan ketika sudah berada di tengah riuh kampanye dan banjir janji.

Pimpinan Yayasan Tarbiyatul Ummah, Drs. H. Otong Koswara, M.Si., memandang pendidikan politik bagi generasi muda sebagai alasan untuk tetap optimistis terhadap masa depan demokrasi Indonesia.

Menurutnya, perjalanan demokrasi tidak selalu lurus. Ada masa ketika demokrasi tumbuh menuju kemapanan. Namun, ada pula fase ketika kekuasaan mengalami penyimpangan, melahirkan gejolak, kemudian bergerak menuju keseimbangan baru.

Peluang untuk memperbaiki demokrasi akan selalu terbuka apabila generasi muda dibekali pengetahuan, kesadaran, dan keberanian berpikir kritis.

Sepuluh Pertanyaan Membuat Ruang Diskusi Hidup

Antusiasme peserta semakin terlihat ketika sesi diskusi dibuka. Lima pertanyaan ditampung dalam setiap sesi. Total, terdapat 10 pertanyaan dari para santri Tarbiyatul Ummah Tasikmalaya.

Jumlah itu bukan sekadar angka. Pertanyaan yang muncul menunjukkan bahwa peserta mulai menghubungkan materi dengan persoalan politik yang mereka lihat dan dengar dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan mereka merambah ke persoalan yang lebih pelik: kawin-mawin antara kepentingan politik, ambisi kekuasaan, dan praktik bagi-bagi uang.

Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Bakesbangpol Provinsi Jawa Barat, Ruliadi, S.E., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pemilih pemula merupakan salah satu kelompok paling strategis untuk mendapatkan pendidikan politik.

Bakesbangpol Jawa Barat akan terus mendorong agar kegiatan serupa semakin banyak dilaksanakan dan mampu menjangkau lebih luas kalangan pemilih muda.

Ketua Pelaksana, Diki Samani, mengatakan kegiatan tersebut terlaksana berkat dukungan KPU Provinsi Jawa Barat, Bakesbangpol Provinsi Jawa Barat, dan Bakesbangpol Kota Tasikmalaya.

Ia berharap pendidikan politik bagi pemilih pemula tidak berhenti pada satu kegiatan. Masih banyak generasi muda yang perlu dibekali pengetahuan sebelum menghadapi pilihan politik yang sesungguhnya.

Pemilu 2029 memang masih tiga tahun lagi. Namun, bagi para santri Tarbiyatul Ummah Tasikmalaya, proses menjadi pemilih cerdas telah dimulai dari langkah paling mendasar: berani bertanya sebelum menentukan pilihan. (AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

PEPATAH MANIS Ciamis Hadirkan 58 Layanan di Sukamantri, Warga Bisa Urus Dokumen hingga Beli Pangan Murah

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis menghadirkan 58 jenis...

Hari Santri 2026 Pangandaran, PCNU dan Pemkab Rencanakan Upacara Bersama serta Berbagai Perlombaan

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten...

Upacara Hari Jadi Pangandaran ke-14 Digelar 24 Oktober di Lapangan Parigi, Ini Rangkaian Acaranya

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pemerintah Kabupaten Pangandaran menjadwalkan upacara Hari...

Pangandaran Fest 2026 Berlangsung hingga 24 Oktober, Puluhan Stan UMKM Disiapkan

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pangandaran Fest 2026 dijadwalkan berlangsung hingga...

Musabaqah Hari Santri 2026 Kota Tasikmalaya Jadi Ajang Pengembangan Kemampuan Santri

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar Musabaqah Hari...

JAWA BARAT

BMKG Peringatkan Banjir Rob Jawa Barat hingga Awal November 2026, Ini Wilayah yang Berpotensi Terdampak

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Motor Trail di Lahan Kosong Bekasi Bikin Heboh, Siapa Pemilik Sebenarnya?

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Deretan sepeda motor trail yang terparkir...

103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan, Orang Tua Menanti Kepastian Penyebabnya

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kekhawatiran menyelimuti keluarga siswa SMP Negeri...

BPKH Bahas Dana Haji di Bandung, Kelolaan Capai Rp185,72 Triliun

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) membahas...

Angkot Bandung Diusulkan Tanpa Setoran, Sopir Didorong Jadi Pemilik Kendaraan Sendiri

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan...

Wakil Bupati Indramayu Ditahan, Terungkap Dugaan Rekayasa Tunjangan DPRD Rp18,79 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. BANDUNG – Wakil Bupati Indramayu ditahan...

Pinjaman Pemprov Jabar Tak Direstui Kemendagri, Pemborong Pekerjaan 2026 Siap-Siap Gigit Jari

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Rencana pinjaman Pemprov Jabar sebesar Rp3,4...

Insentif Rp100 Ribu Sebulan, Ribuan Guru PAUD Indramayu Menanti

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Ribuan guru Pendidikan Anak Usia Dini...

Olahraga

Kategori Populer