UMB Tasikmalaya: Kampus Muda yang Menolak Biasa-Biasa Saja

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.  Di sebuah sudut Kota Tasikmalaya, kampus yang bahkan belum genap dua tahun berdiri itu sedang memikirkan sesuatu yang jauh melampaui usianya.

Bukan sekadar ruang kelas. Bukan sekadar ijazah. Tapi masa depan.

Nama kampus itu: UMB Tasikmalaya—Universitas Mayasari Bakti. Lahir pada 22 Juni 2023 dari penggabungan dua institusi, kampus ini membawa warisan lama dalam tubuh yang masih muda.

- Advertisement -

Akreditasinya memang masih di level “Baik”, publikasinya belum ramai, dan namanya belum sepenuhnya menguasai panggung nasional.

Tapi justru di situlah letak ceritanya. UMB Tasikmalaya tidak sedang mencoba terlihat besar. Ia sedang berusaha menjadi relevan dengan tuntutan zaman.

Dan di balik arah baru itu, berdiri seorang rektor yang tidak terlalu tertarik pada langkah biasa: Dr. Yusuf Abdullah, S.E., M.M.


Ketika UMB Tasikmalaya Melirik AI Campus

Kalau Anda berbincang dengan Yusuf Abdullah, satu hal akan terasa cepat: ia tidak sedang menyusun mimpi kecil.

Istilah “AI Campus” ia ucapkan dengan tenang, tapi arahnya jelas. Ia ingin UMB Tasikmalaya tidak hanya mengajarkan teknologi, tapi hidup di dalamnya. Sistem pembelajaran yang bisa menyesuaikan kemampuan mahasiswa, layanan akademik yang tidak berbelit, hingga cara kampus membaca potensi mahasiswa sejak awal.

Di luar negeri, arah ini sudah mulai menjadi arus utama. Massachusetts Institute of Technology membangun Schwarzman College of Computing untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan ke lintas disiplin. Stanford University mengembangkan AI bukan hanya sebagai riset, tapi sebagai bagian dari cara belajar.

UMB Tasikmalaya tidak ingin hanya melihat dari jauh.

Dengan menjadi mitra Telkom dan Institut Teknologi Bandung, kampus ini seperti mempercepat langkahnya sendiri. Untuk ukuran kampus yang masih muda, ini bukan langkah aman. Tapi mungkin memang bukan itu yang dicari.


Kuliah Gratis: Cara UMB Tasikmalaya Mengumpulkan Energi Terbaik

Di banyak kampus, prestasi sering berhenti di seremoni. Piagam diberikan, foto diambil, lalu selesai.

UMB Tasikmalaya memilih jalan yang berbeda.

Mahasiswa berprestasi tidak hanya diapresiasi, tapi diberi ruang nyata: kuliah gratis.

Sekilas terdengar sederhana. Tapi sebenarnya ini strategi yang sangat efektif.

UMB Tasikmalaya tampaknya paham satu hal penting: kualitas kampus tidak hanya dibentuk oleh fasilitas, tapi oleh siapa yang belajar di dalamnya. Ketika ruang-ruang kelas diisi oleh mereka yang sudah terbiasa berjuang dan menang, maka suasana akademik ikut berubah.

Secara otomatis standar naik tanpa harus banyak pengumuman. Dan perlahan, nama kampus ikut terangkat bersama kualitas mahasiswanya.


Bilingual: Supaya Lulusan UMB Tasikmalaya Tidak Kecil di Dunia Besar

Ada kegelisahan yang cukup jujur di balik visi berikutnya. Terlalu banyak lulusan yang pintar, tapi kehilangan suara ketika masuk ke ruang yang lebih luas. Dan UMB Tasikmalaya tidak ingin itu terjadi.

Mahasiswa tingkat akhir didorong untuk benar-benar menguasai dua bahasa. Bukan sekadar lulus mata kuliah, tapi terbiasa berpikir dan berkomunikasi.

Karena hari ini, dunia kerja tidak lagi dibatasi oleh wilayah. Rapat bisa lintas negara. Peluang datang dari arah yang tidak terduga. Dan dalam situasi seperti itu, bahasa bukan lagi nilai tambah. Ia adalah tiket masuk.

UMB Tasikmalaya ingin lulusannya tidak hanya siap bekerja, tapi cukup percaya diri untuk berdiri di mana pun.


Bukan Sekadar Lulus

Bagian ini mungkin yang paling terasa. UMB Tasikmalaya tidak ingin mahasiswanya berhenti di skripsi.

Yusuf Abdullah tampaknya tidak terlalu tertarik pada lulusan yang baru siap setelah wisuda. Ia ingin mahasiswa yang, bahkan sebelum toga dikenakan, sudah punya sesuatu di tangan.

Mungkin keterampilan, pengalaman, bahkan kalau bisa, penghasilan. Karena dunia di luar kampus tidak pernah menunggu.

UMB Tasikmalaya mencoba menggeser cara pandang lama: dari sekadar menyelesaikan studi, menjadi benar-benar siap hidup. Pendekatan ini sejalan dengan identitas yang mereka bangun sebagai kampus socio technopreneur, tempat di mana mahasiswa tidak hanya belajar mencari kerja, tapi juga belajar menciptakan peluang.


Universitas Mayasari Bakti Tasikmalaya dalam Sebuah Taruhan Besar

Tentu saja, semua ini tidak akan mudah. UMB Tasikmalaya masih muda. Jalannya masih panjang. Banyak hal masih harus dibuktikan.

Tapi satu hal sudah terlihat jelas: arah.

Dan dalam banyak cerita besar, arah sering kali lebih menentukan daripada posisi awal. UMB Tasikmalaya mungkin belum besar hari ini. Tapi ia sudah tahu ingin menjadi apa.

Kini tinggal satu hal yang selalu menjadi penentu dalam setiap visi besar: konsistensi. Karena pada akhirnya, waktu tidak pernah terkesan oleh rencana. Ia hanya percaya pada bukti.

Dan di sanalah, nama Dr. Yusuf Abdullah akan benar-benar diuji, bukan dari apa yang ia ucapkan, tapi dari apa yang berhasil ia wujudkan.

Kalau semua ini benar-benar dijalankan dengan konsisten, waktulah yang akan bekerja diam-diam.

Dan saat itu tiba, UMB Tasikmalaya tidak lagi dikenang sebagai kampus muda yang sedang mencoba.

Ia akan disebut sebagai kampus yang berani memulai lebih dulu, saat yang lain masih sibuk berpikir. (AS)

PRIANGAN TIMUR

Aksi Solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya, Ketua MUI Ajak Kota Santri Bergerak

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ajakan aksi solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya...

Tiang WiFi Roboh Timpa Kabel Listrik di Ciamis, Tiga Pekerja Tersengat

LintasPriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemasangan tiang jaringan internet di...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

Jadwal PSS Sleman vs PSGC Ciamis Berubah, Kick-off Jam Berapa?

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Jadwal PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

JAWA BARAT

Atlet Muaythai Kota Cirebon Dilaporkan Raih Emas Perdana Porprov Jabar 2026

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Muaythai Kota Cirebon dilaporkan menyumbangkan medali...

Nasib Pedagang Bundaran Cibiru Usai 48 Bangunan Ditertibkan, Boleh Jualan tetapi Tanpa Relokasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Penertiban 48 bangunan di kawasan Bundaran...

Banjir dan Longsor Jawa Barat: 197 Kejadian Tercatat hingga November 2026

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Ancaman banjir dan longsor Jawa Barat...

Hujan Es di Kuningan Terjang Luragung, Angin Kencang Rusak Sejumlah Bangunan

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Hujan es di Kuningan disertai angin...

Video Viral Puskesmas Bantarujeg, Bupati Majalengka Datangi Pasien dan Siapkan Evaluasi

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Video viral Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengka,...

Berulangnya Insiden Gas Pindo Deli Karawang, Sejauh Mana Pengawasan Keselamatan Industri?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Insiden paparan bahan kimia di PT...

BMKG Perbarui Peringatan Cuaca Cianjur, Pasirkuda Masuk Wilayah Waspada Hujan

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Pemulihan Pascabencana Kuningan, Delapan Rumah Rusak Berat dan Dua Keluarga Mengungsi

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Pemulihan pascabencana Kuningan menjadi perhatian setelah...

Olahraga

Kategori Populer