lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Festival Sastra Langgam Tasikmalaya 2026 dijadwalkan mencapai puncaknya pada Rabu, 21 Oktober 2026, dengan rangkaian kegiatan khusus untuk mengapresiasi perjalanan kreatif sastrawan Sunda Godi Suwarna. Acara berlangsung di Langgam Coffee and Book, kawasan PDK, Kota Tasikmalaya, mulai pukul 15.30 hingga 21.00 WIB.
Puncak Festival Sastra Langgam Tasikmalaya tersebut menghadirkan parade pembacaan sajak, musikalisasi puisi, dan diskusi buku 70 Tahun Godi Suwarna: Ringkang Sang Pangarang. Kegiatan ini menjadi penutup festival yang diselenggarakan Langgam Pustaka Indonesia selama tiga hari, 19–21 Oktober 2026.
Festival Sastra Langgam Tasikmalaya Hadirkan Parade Sajak Godi Suwarna
Berdasarkan jadwal resmi penyelenggara, kegiatan pada hari terakhir festival dimulai dengan parade pembacaan sajak karya Godi Suwarna pada pukul 15.30–17.30 WIB.
Parade tersebut dijadwalkan melibatkan sejumlah penyair dan pelaku sastra dari Tasikmalaya serta Ciamis.
Nama-nama yang tercantum sebagai pengisi acara antara lain Toni Lesmana, Wida, Devi, Jessica Purboyo, Orok Kapas, Pongkir Wijaya, Dede Iya, Fitri Najayanti, Rika Johara, Inggri Dwi Rahesi, Yana S. Atmawiharja, Tatang Pahat, Bode Riswandi, dan Ashmansyah Timutiah.
Godi Suwarna juga dijadwalkan ikut dalam kegiatan pembacaan sajak tersebut.
Melalui parade ini, karya-karya Godi akan dibacakan secara bergantian sebagai bagian dari penghormatan terhadap perjalanan kepengarangannya dalam kesusastraan Sunda.
Setelah pembacaan sajak, festival dilanjutkan dengan pertunjukan musikalisasi puisi oleh kelompok 7K yang digawangi Topan dan Dani Ebell.
Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 18.30–19.00 WIB dengan menggabungkan pembacaan puisi dan unsur musik.
Penyelenggara juga menyiapkan sesi perbincangan mengenai perjalanan kepengarangan Godi Suwarna sebagai kegiatan penutup festival.
Buku 70 Tahun Godi Suwarna Jadi Agenda Penutup
Sesi terakhir Festival Sastra Langgam Tasikmalaya berlangsung pukul 19.00–21.00 WIB melalui diskusi buku 70 Tahun Godi Suwarna: Ringkang Sang Pangarang.
Buku tersebut menghimpun 20 kisah yang ditulis sejumlah seniman dan budayawan Sunda mengenai sosok Godi Suwarna.
Tulisan-tulisan di dalamnya memuat pengalaman serta cerita para penulis yang pernah berhubungan atau berjumpa dengan Godi dalam perjalanan kesenian dan kebudayaan.
Nunu Nazarudin Azhar dijadwalkan hadir sebagai pemantik diskusi. Ia juga menjadi salah satu penulis yang menyumbangkan kisah dalam buku tersebut.
Godi Suwarna dikenal sebagai sastrawan yang menulis puisi dan prosa berbahasa Sunda sejak 1976.
Sejumlah karyanya memperoleh penghargaan sastra, termasuk Blues Kere Lauk yang meraih Hadiah Sastra Rancage pada 1993, Serat Sarwasatwa pada 1996, serta novel Sandekala pada 2008.
Sebelum agenda penghormatan kepada Godi, Festival Sastra Langgam 2026 telah menjadwalkan dua sesi bincang buku.
Pada 19 Oktober, festival dibuka dengan pembahasan cetakan terbaru Batu yang Dililit Ari karya Mufidz At-thoriq, menghadirkan Alexandreia Indri Wibawa dan Azis Fahrul Roji.
Sementara itu, agenda 20 Oktober diisi pembahasan kumpulan puisi Remang Jalan ke Surau karya Acep Zam-Zam Noor, dengan Bode Riswandi sebagai pembicara.
Seluruh rangkaian Festival Sastra Langgam 2026 terbuka untuk masyarakat tanpa biaya masuk. Pengunjung diminta mengisi formulir registrasi pada setiap sesi kegiatan.
Acara berlangsung di Langgam Coffee and Book, Ruko Bening Regency, Jalan Cikunten Indah Blok D3, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.
Hingga Rabu pagi, kegiatan puncak masih berstatus agenda terjadwal. Kehadiran seluruh pengisi acara dan pelaksanaan setiap sesi belum dapat dinyatakan sebagai kegiatan yang sudah berlangsung. (NS/AS)




