BI Tasikmalaya Ajak Disabilitas Cinta Bangga Paham Rupiah

lintaspriangan.comBERITA TASIKMALAYA. Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya terus memperluas literasi rupiah kepada berbagai lapisan masyarakat. Kali ini, edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah atau CBP Rupiah menyasar kaum disabilitas melalui kegiatan inklusif di GCC Dadaha, Kota Tasikmalaya, Minggu, 14 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dikemas melalui nonton bareng film dokumenter karya penyandang disabilitas. Puluhan peserta dari komunitas tunanetra, tunarungu, tunadaksa, dan disabilitas intelektual hadir mengikuti edukasi langsung mengenai pentingnya mengenal, merawat, dan menggunakan rupiah secara benar.

Rupiah Simbol Kedaulatan Negara

Unit Pengelola Rupiah Perwakilan BI Tasikmalaya, Jenal Arifin, mengatakan rupiah bukan sekadar alat transaksi. Lebih dari itu, rupiah merupakan simbol kedaulatan negara yang harus dipahami dan dijaga oleh seluruh warga negara.

Menurut Jenal, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh edukasi mengenai rupiah. Karena itu, Bank Indonesia hadir dengan metode yang lebih inklusif agar pesan literasi dapat diterima dengan mudah oleh seluruh peserta.

“Teman-teman disabilitas punya hak yang sama untuk mengenal, mencintai, dan merawat rupiah. Karena itu kami hadir dengan metode inklusif agar pesan sampai dan bisa dipraktikkan,” ujar Jenal saat membuka kegiatan, Minggu, 14 Juni 2026.

Dalam sesi literasi tersebut, BI Tasikmalaya memperkenalkan tiga pilar utama CBP Rupiah. Pertama, Cinta Rupiah, yang diwujudkan dengan merawat uang fisik secara baik, tidak melipat, mencoret, meremas, atau merusak uang.

Kedua, Bangga Rupiah, yaitu menanamkan pemahaman bahwa rupiah merupakan satu-satunya alat pembayaran yang sah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ketiga, Paham Rupiah, yakni kemampuan mengenali ciri keaslian uang serta menggunakan rupiah secara bijak.

Untuk mengenali keaslian uang, peserta juga diperkenalkan metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Metode ini disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami dan bisa langsung dipraktikkan oleh peserta.

Kenalkan Blind Code pada Uang Kertas

Agar materi lebih mudah diterima, BI Tasikmalaya menggunakan sejumlah alat peraga khusus. Untuk peserta tunanetra, misalnya, BI memperkenalkan fitur blind code berupa garis timbul yang terdapat di sisi kanan dan kiri uang kertas.

Melalui fitur tersebut, peserta diajak meraba langsung perbedaan tekstur pada setiap nominal uang. Dengan begitu, penyandang tunanetra dapat mengenali pecahan uang kertas tanpa harus melihat secara langsung.

Penyampaian materi juga dibantu dengan bahasa isyarat dan pendampingan khusus. Cara ini dilakukan agar peserta tunarungu, tunadaksa, maupun disabilitas intelektual tetap dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman.

Jenal menegaskan, BI Tasikmalaya berkomitmen menjadikan edukasi CBP Rupiah Inklusif sebagai agenda berkelanjutan. Ke depan, kegiatan serupa akan menyasar Sekolah Luar Biasa, panti sosial, dan komunitas disabilitas lainnya di wilayah Priangan Timur.

Menurutnya, literasi rupiah harus menjangkau semua kalangan. Tidak boleh ada warga yang tertinggal dalam memahami dan menjaga rupiah sebagai identitas bangsa.

“Melalui sentuhan, suara, dan visual, BI membuktikan edukasi rupiah bisa menjangkau semua. Karena mencintai rupiah adalah hak dan kewajiban setiap anak bangsa, termasuk penyandang disabilitas,” pungkasnya. (DH/AS)

PRIANGAN TIMUR

Tiga Kajari Priangan Timur Berganti, Siap Beraksi?

lintaspriangan.com, BERITA PRIANGAN. Pucuk pimpinan kejaksaan negeri di tiga wilayah...

Memasuki Puncak Kemarau, Ini 12 Kecamatan Kabupaten Tasikmalaya Paling Rawan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kabupaten Tasikmalaya memasuki periode yang menentukan. Badan...

Pengukuran Lahan PDAM di Mandalare Banjar Diprotes, SPP Soroti Prosedur dan Status Lahan

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Rencana pembangunan fasilitas penampungan air milik...

Peringkat Sentimen Negatif Enam Pemda di Priangan Timur, Siapa Teratas?

lintaspriangan.com, BERITA PRIANGAN. Enam pemerintah daerah, 166 konten bernada...

Dua Film Indonesia Baru Tayang di Bioskop Tasikmalaya Hari Ini

lintaspriangan.com, HIBURAN. Dua film Indonesia terbaru resmi meramaikan bioskop...

JAWA BARAT

Sekolah Rakyat Cirebon Resmi Beroperasi, 540 Anak dari Empat Daerah Mulai Tempati Asrama

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Program Sekolah Rakyat Cirebon resmi memasuki...

127.206 Mahasiswa PTS Nonaktif, Alarm Serius Jabar-Banten

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Sebanyak 127.206 mahasiswa PTS nonaktif masih...

Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabar Hari Ini, Mana Saja?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Hujan lebat dan angin kencang di Jabar...

9 Indikasi Korupsi Kabupaten Karawang Paling Telanjang, Belum Ada yang Digelandang?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Barang tidak pernah dikirim, tetapi dana BOS tetap...

Pemprov Setop Tambang Kapur, Bagaimana Nasib 95 Industri Pengolahan?

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Hingga Rabu (29/7/2026), penghentian sementara produksi dan...

Tiga Bulan Warga Bogor Jadi Sandera di Somalia, Siapa Bertanggung Jawab?

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Komisi I DPR RI pada Rabu (29/7/2026)...

Pilkades Sumedang Tak Sepenuhnya Digital, 337 TPS Tetap Manual

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Pilkades Sumedang 2026 mulai memasuki babak digital....

32 Angkot Listrik Bandara Husein Masih Tunggu Lampu Hijau

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Sebanyak 32 angkot listrik Bandara Husein disiapkan...

Olahraga

Popular Categories