llintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Sore itu, di tengah keramaian Alun-alun Ciamis, Emi tak menyangka urusan pajak yang biasanya memakan waktu kini bisa selesai hanya dalam hitungan menit.
Di sela aktivitas warga yang menikmati ruang publik, sebuah booth sederhana berdiri di sudut alun-alun.
Bukan sekadar layanan biasa, di sanalah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Ciamis menghadirkan cara baru membayar pajak lebih cepat, lebih mudah, dan tanpa antre panjang. Emi, warga Kedungpanjang, awalnya hanya lewat. Namun rasa penasaran membawanya mendekat.
Ia selama ini terbiasa menunda pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) karena harus menunggu Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) atau meluangkan waktu datang ke kantor.
Namun, kali ini berbeda petugas cukup meminta Nomor Objek Pajak (NOP). Dalam hitungan menit, pembayaran selesai melalui QRIS di ponselnya.
“Lebih praktis, tidak perlu ke kantor. Tinggal datang ke alun-alun, langsung bisa bayar,” katanya, Sabtu (02/05/2026).
Apa yang dialami Emi menjadi gambaran perubahan yang tengah didorong Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Melalui booth layanan digital di ruang publik, Bapenda tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga perlahan mengubah kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi.
Kepala Bapenda Ciamis, Aef Saefuloh, menyebut pendekatan ini sebagai bagian dari upaya mendekatkan layanan sekaligus memperkenalkan sistem pembayaran nontunai.
“Kami ingin masyarakat merasakan langsung kemudahan layanan digital. Dari situ, kepercayaan dan kebiasaan baru akan terbentuk,” jelasnya.
Kini, warga tidak lagi bergantung pada dokumen fisik. Cukup dengan NOP, pembayaran bisa dilakukan melalui berbagai kanal digital, mulai dari aplikasi perbankan hingga QRIS.
Di balik kemudahan itu, ada tujuan yang lebih besar. Digitalisasi menjadi langkah strategis dalam memastikan setiap transaksi tercatat secara transparan dan langsung masuk ke kas daerah.
Dengan jumlah wajib pajak yang mencapai lebih dari 1,3 juta, perubahan kecil dalam cara membayar pajak bisa membawa dampak besar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Baca Juga : DPRD Ciamis Desak KDM Atasi Krisis Air Ciamis Selatan Jangan Sekedar Pencitraan
Di Alun-alun Ciamis, cerita seperti Emi mungkin terlihat sederhana. Namun dari situlah perubahan dimulai dari rasa penasaran, menjadi kemudahan, lalu berubah menjadi kebiasaan baru.
Di tengah geliat ruang publik, Ciamis sedang menulis cerita baru tentang pelayanan membayar pajak kini tak lagi rumit, melainkan bagian dari aktivitas sehari-hari yang mudah dan cepat. (NID)
