Beranda blog Halaman 276

Tukang Cukur Bacrit

0

lintaspriangan.com, INSPIRATIF. Tukang cukur yang satu ini dikenal bacrit, alias banyak cerita. Siapapun yang akan jadi pengguna jasanya, harus siap mendengar ocehannya. Dia selalu menyapa hangat setiap konsumen yang datang. Dan, itu tadi, tak pernah berhenti bicara sepanjang menjalankan tugasnya sebagai tukang cukur. Mungkin maksud dia beramah-tamah pada konsumen, bahasa kerennya hospitality. Meski kadang, justru malah membuat pelanggannya merasa tidak nyaman.

Begitu pula pagi ini. Ketika seorang Ustadz datang untuk potong rambut, ia langsung sambut dengan hangat. “Assalamu’alaikum, Ustadz. Waah rambutnya sudah panjang. Mau potong pendek? atau cukup dirapikan saja?”

“Jangan terlalu pendek,” jawab Ustadz singkat, seraya melempar senyum ke arah tukang cukur.

Tanpa ba-bi-bu, si tukang cukur langsung memulai tugasnya. Dan seperti biasa, mulutnya tak berhenti bicara. Kali ini, mungkin karena yang datang seorang ustadz, topik yang ia bahas tentu harus sesuai dengan karakter konsumen. Jadi, dia bicara tentang Tuhan.

“Saya itu, kadang masih belum yakin, kalau Tuhan itu ada,” ujar Si Tukang Cukur, memancing pembicaraan.

“Kenapa bisa belum yakin?” tanya Ustadz.

“Begini, Stadz. Kan katanya Tuhan itu Maha Baik, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha apalagi ya, intinya kalau Dia mau, tidak ada yang tidak bisa. Pasti Dia mah bisa segala,” ujar Si Tukang Cukur.

Tanpa menunggu respon Ustadz, dia langsung melanjutkan obrolannya.

“Tapi anehnya, di dunia ini banyak sekali orang melarat, orang kesulitan, orang sakit, bahkan orang jahat. Aneh, kan? Kalau memang Tuhan ada, masa yang begituan dibiarkan. Apalagi kalau baca koran atau media online, sepertinya yang banyak terjadi di dunia ini hal buruk, bukan hal yang membahagiakan. Kalau ada yang Maha Baik, harusnya banyak kebaikan. Kalau ada yang Maha Pengasih dan Penyayang, kenapa banyak orang kesulitan,” dan bla.. bla.. bla…

Seabrek argumen terus diungkapkan Si Tukang Cukur. Bicaranya mirip peluru yang keluar dari SM5, senapan mesin buatan Pindad yang mampu memuntahkan sekitar 500 butir peluru dalam satu menit. Sepertinya dia sama sekali tidak memberikan kesempatan Ustadz untuk menyela pembicaraan. Hingga rambut Ustadz selesai dirapikan.

Alhamdulillah,” gumam Ustadz, seraya beranjak dari kursi potong rambut.

“Bagaimana menurut Ustadz tentang pendapat saya tadi?” tanya Si Tukang Cukur.

Sebelum menjawap, Ustadz tersenyum. Tangan kanannya setengah merangkul pundak Si Tukang Cukur. Ia mengarahkan tubuh tukang cukur itu ke arah jendela kaca. Lalu, ia menunjuk ke arah orang gila yang kebetulan terlihat sedang tiduran di trotoar seberang jalan. Tubuhnya kerempeng, badan dan pakaiannya kumal, berambut gondrong dan kotor.

“Kalau saya lihat orang gila di seberang sana, saya yakin di daerah dekat sini tidak ada tukang cukur. Karena ternyata di dekat sini ada orang berambut gondrong,” terang Ustadz.

Si Tukang Cukur terlihat berfikir sejenak. Ia mencoba mencerna apa maksud Ustadz.

“Ohh, jadi Ustadz tidak percaya ada tukang cukur di daerah sini karena ada yang gondrong? Mirip saya tidak yakin ada Tuhan yang Maha Penyayang karena banyak orang kesulitan. Begitu, Stadz?”

Ustadz mengangguk pelan.

“Wahh tidak bisa disamain dong, Stadz. Kan ini saya ada, saya tukang cukur terkenal di daerah ini. Orang di seberang sana kebetulan orang gila. Buktinya, Ustadz baru saja ketemu tukang cukur,” jawab Si Tukang Cukur.

“Itu masalahnya. Saya bisa bertemu tukang cukur, karena saya mencari, saya datang, saya membutuhkan tukang cukur. Orang di seberang sana tidak. Bahkan kalau kita paksa untuk masuk ke ruangan ini pun, belum tentu dia mau. Assalamu’alaikum,” jelas Ustadz, seraya tersenyum dan berpamitan. (Lintas Priangan).

Nekat! Kades di Ciamis Ini Terindikasi Menahan Anggaran Sekitar Setengah Milyar

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Nekat! Ya, sepertinya itu kata yang pantas ditujukan kepada salah seorang kepala desa alias kades di Ciamis. Bagaimana tidak, anggaran Dana Desa yang harusnya diproyeksikan untuk beberapa kegiatan di tahun 2024 lalu, sampai berita ini ditulis (Selasa, 07/01/2025), tak jelas kemana larinya. Yang pasti, dana tersebut sudah tidak berada di rekening pemerintah desa.

“Ya, dana tersebut sudah tidak berada di rekening pemerintah desa, sudah diambil. Nilainya sebesar Rp. 464 juta,” terang Mumu, salah seorang perwakilan warga yang turut mempertanyakan kemana larinya dana tersebut.

Gara-gara kades di Ciamis ini terindikasi menahan sebagian dana desa, beberapa program pembangunan di desa tersebut tak bisa direalisasikan. Padahal seharusnya, dana tersebut digunakan untuk beberapa pembangunan fisik dan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) selama beberapa bulan.

Kepala desa di Ciamis ini terbilang memang terbilang nekat. Faktanya, ia sama sekali tidak menampik adanya anggaran yang tidak jelas sebesar Rp. 464 juta. Bahkan, secara tidak langsung, ia mengakui telah menahan atau bahkan menggunakan dana tersebut untuk keperluan lain. Hal ini setidaknya tergambar jelas dari pernyataan dia, yang mengatakan dia siap mengganti dana tersebut dengan menjual aset pribadinya.

“Saya sedang berusaha mengembalikan dana tersebut. Bahkan saat ini saya sedang berencana menjual aset pribadi seperti kendaraan dan sawah, agar bisa memenuhi kewajiban kepada masyarakat,” paparnya di hadapan warga desa, sebagaimana dilansir media online info priangan.

Tentunya, pengembalian dana oleh kades di Ciamis tersebut belum tentu menyelesaikan semua masalah yang sudah terjadi. Setidaknya, begitu pendapat dari salah seorang peminat masalah sosial dari Albadar Institute, Diki Sam Ani.

“Mengembalikan tentu sudah kewajiban. Ini berarti, uang memang dia pakai. Tapi belum tentu juga masalahnya tiba-tiba selesai karena diganti,” terang Diki.

Masih menurut Diki, andai semua masalah penyalahggunaan anggaran bisa selesai dengan cara diganti seperti yang sekarang tengah dialami kades di Ciamis, banyak kasus serupa akan selesai tanpa harus diproses oleh penegak hukum.

Namun demikian, masih menurut Diki, ada baiknya masyarakat juga tidak mengambil tindakan sendiri-sendiri. Ada lembaga-lembaga yang sudah punya tugas untuk menangani seperti ini.

Peristiwa kades di Ciamis yang terindikasi menahan anggaran Dana Desa ini terjadi di Desa Cicapar, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis.

“Ya, serahkan kepada BPD misalnya, atau minta bantuan anggota DPRD, atau konsultasi ke Dinas Pemberdayaan Desa. Intinya diselesaikan dengan kepala dingin,” pungkas Diki. (Lintas Priangan)

Rp. 7 Milyar Lebih, Anggaran Perjalanan Dinas Kota Tasikmalaya

lintaspriangan.com, TAJUK LINTAS. Total anggaran Perjalanan Dinas Kota Tasikmalaya sepanjang tahun 2024 mencapai angka Rp. 7,5 milyar lebih. Angka ini diperoleh dari hasil rekapitulasi semua paket bernama “Belanja Perjalanan Dinas” yang tertera pada menu “Pencatatan Swakelola” dalam aplikasi SPSE Kota Tasikmalaya. Rekapitulasi ini dilakukan oleh redaksi Lintas Priangan per tanggal 07/01/2025.

Anggaran Perjalanan Dinas Kota Tasikmalaya sejumlah Rp. 7,5 milyar lebih itu merupakan penjumlahan dari semua nilai total realisasi pada setiap paket, bukan akumulasi nilai pagu. Angka ini sangat menarik perhatian redaksi, dan setidaknya melahirkan tiga pertanyaan di bawah ini:

Pertanyaan pertama. Jika angka hasil rekapitulasi pada aplikasi SPSE tersebut valid, berarti kegiatan perjalanan dinas Kota Tasikmalaya sepanjang tahun 2024 menghabiskan anggaran di atas RP. 7,5 milyar. Sekedar merasionalisasi saja, andai angka tersebut dibagi ke dalam jumlah hari dalam setahun, yakni 365 hari, itu artinya setiap hari Pemerintah Kota Tasikmalaya mengeluarkan anggaran perjalanan dinas lebih dari Rp. 20 juta! Ini pun kalau kita hitung hari Sabtu dan Minggu. Kalau hanya menghitung hari kerja, tentu angkanya jauh lebih besar. Pertanyaannya kemudian adalah, logis dan akuntabel kah jika rata-rata anggaran perjalanan dinas mencapai lebih dari Rp. 20.0000.000/hari?

Tentu jawabannya, bisa ya, bisa juga tidak, tergantung realisasi yang sebenarnya seperti apa. Dalam hal ini, mungkin hanya Alloh SWT dan pihak Pemerintah Kota Tasikmalaya yang tahu persis. Tapi, untuk pengetahuan bersama, karena uang perjalanan dinas itu bukan uang pribadi, Redaksi akan mencoba menggali informasi ini ke dinas terkait, untuk kemudian jadi bahan berita di Lintas Priangan.

Lalu pertanyaan kedua. Sementara menurut kacamata subjektif dari redaksi, angka ini cukup fantastis. Terlebih jika dikaitkan dengan indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang diraih Kota Tasikmalaya pada tahun 2024. Sebagaimana pernah diberitakan di Lintas Priangan sebelumnya, indeks SPBE Kota Tasikmalaya bahkan berada di atas rata-rata indeks semua daerah di Jawa Barat. Predikat indeks SPBE Kota Tasikmalaya adalah “Sangat Baik”. Asumsinya, ketika Pemerintah Kota Tasikmalaya sudah dianggap mengadopsi sistem elektronik, seharusnya biaya manual seperti perjalanan dinas dan belanja kertas bisa ditekan, karena banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan secara digital. Jadi, apakah anggaran perjalanan dinas Kota Tasikmalaya sekitar Rp. 7,5 milyar ini sudah termasuk ditekan? Atau sama sekali seperti tidak ada hubungannya dengan capaian indeks SPBE? Kita akan gali dengan wawancara pihak-pihak terkait yang kompeten, termasuk dengan narasumber dari lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Pertanyaan terakhir, yang ketiga. Ini berkaitan dengan benefit. Kira-kira, bagaimana cara mengukur benefit atau manfaat dari keluarnya uang sebesar itu? Adakah manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat ketika anggaran perjalanan dinas Kota Tasikmalaya mencapai angka Rp. 7.5 milyar? Atau setidaknya, manfaat untuk lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya? Jangan sampai, anggaran sebesar itu habis, tapi benefitnya tidak jelas dan sulit diukur. Lintas Priangan juga akan menggali sisi ini, tentu dengan narasumber yang kompeten di bidangnya.

So, seperti apa jawaban dari tiga pertanayan di atas, simak terus berita terbaru Lintas Priangan. (Lintas Priangan)

Keren! Gagal Panen di Garut, Petani Dapat Asuransi

0

lintaspriangan.com, BERITA PEMKAB GARUT. Pemerintah sudah selayaknya hadir di tengah kesulitan warganya. Begitu kira-kira yang ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Garut, saat memberikan klaim asuransi kepada para petani yang mengalami gagal panen di Garut. Klaim asuransi untuk petani gagal panen ini diserahkan langsung oleh Pj Bupati Garut, Barnas Adjidin, secara simbolis bersamaan dengan kegiatan apel gabungan, di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Senin (06/01/2025).

“Ini upaya pemerintah daerah, khususnya untuk membantu petani yang gagal panen di Garut,” terang Haeruman, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, sebagaimana dilansir website resmi Pemerintah Kabupaten Garut.

Klaim asuransi yang berbentuk uang pengganti diberikan kepada empat kelompok tani yang mengalami gagal panen di Garut. Keempat kelompok tani (poktan) tersebut antara lain; Poktan Barokah Tani dari Sukakarya, Torogong Kidul. Lalu Poktan Asih Saluyu dari Sukalilah, Cibatu. Poktan Sukamulya, dari Desa Sukamulya, Kecamatan Pangatikan. Dan yang terakhir, Poktan Harapan Mukti, Sindangsuka, Cibatu.

Masing-masing kelompok tani menerima uang klaim asuransi sebagai penggantian gagal panen di Garut dalam jumlah nominal yang berbeda, bergantung pada berapa luas lahan yang mereka garap. Barokah Tani menerima sekitar Rp. 23,64 juta, Asih Saluyu menerima Rp. 16,8 juta, Sukamulya menerima Rp. 6 juta, dan Harapan Mukti Rp. 24,18 juta.

Masih menurut Haeruman, klaim asuransi tahun ini diberikan kepada kelompok tani yang mengalami gagal panen di Garut dengan total luas lahan sekitar 11,8 hektar. Menurutnya, ke depannya Pemerintah Kabupaten Garut menargetkan setidaknya 8000 hektar lahan kelompok tani yang akan di-cover oleh asuransi.

Dalam pelaksanaannya, program asuransi gagal panen di Garut ini menggandeng Perusahaan Asuransi Jasindo. Premi yang dibayarkan relatif terjangkau, hanya sebesar Rp. 36.000/hektar/musim. Dengan membayar premi sebesar itu, Pemerintah Kabupaten Garut berhak mengklaim asuransi sebesar Rp. 36 juta per hektar.

Tahun 2024, setidaknya 92 kelompok tani sudah diikutsertakan dalam program asuransi gagal panen di Garut. Diharapkan, pada tahun 2025 semakin banyak kelompok tani dan lahan yang diasuransikan, sehingga dapat terjaga dari resiko besar gagal panen, termasuk yang disebabkan oleh bencana alam. (Lintas Priangan)

Makan Gratis di Pangandaran, Kata Gibran: “Makanannya Enak, Lauknya Banyak!”

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. MBG alias Makan Bergizi Gratis yang merupakan program usungan Presiden Prabowo, dimulai hari ini, Senin (06/01/2025), di berbagai daerah di wilayah nusantara, tak terkecuali di Kabupaten Pangandaran. Ribuan paket makan gratis di Pangandaran siang tadi didistribusikan ke beberapa sekolah dasar.

Dapur pengolahan makan gratis di Pangandaran berlokasi di dekat Koramil 2502 Cijulang. Sejak pagi, di lokasi tersebut sudah tampak kesibukan. Dari mulai pengolahan bahan mentah, memasak, hingga mengemas dan siap didistribusikan.

Di hari pertama makan gratis di Pangandaran ini, tak kurang dari 3000 paket makan siang disebarkan di tiga desa di Kecamatan Cijulang. Salah satu sekolah yang mendapat kiriman adalah SD Negeri 1 Margacinta. Tentunya, kedatangan ribuan paket makan bergizi itu disambut dengan suka cita oleh guru, siswa bahkan warga di sekitar sekolah tersebut.

“Saya sangat bersyukur ada program ini. Benar-benar sangat membantu anak-anak, khususnya dalam hal asupan gizi. Mereka bisa menikmati asupan yang sehat dengan porsi yang seimbang. Ini sangat dibutuhkan oleh mereka,” terang Siti Rohmah, Kepala SD Negeri 1 Margacinta, sebagaimana dilansir media online Info Priangan.

Tak bisa ditutupi, ibu kepala sekolah terlihat sekali haru bisa melihat anak-anak didiknya dapat makan siang yang bukan saja layak, tapi juga enak. Ia sangat berharap, program makanan bergizi ini tidak berlaku temporer, tapi bisa berlangsung seterusnya.

Sementara itu, hadir juga di lokasi kegaitan Dandim 0625/Pangandaran, Letkol Inf. Indra Mardiyanto Subroto. Ia beserta jajaran Kodim 0625 turut terjung ke lapangan di hari pertama pelaksanaan makan gratis di Pangandaran. Tak hanya memantau, ia juga berpesan agar semua pihak, baik yang menyiapkan makanan maupun anak-anak yang mengonsumsi makanan, sama-sama menjaga higienitas.

“Banyak pihak yang dilibatkan dalam program ini. Dan semuanya harus sama-sama menjaga higienitas. Selain makanan, kualitas air yang digunakan juga kita jaga bersama,” terang Letkol Inf. Indra.

Di luar pagar sekolah, beberapa warga tampak turut menyaksikan pelaksanaan program makan gratis di Pangandaran. Banyak di antara mereka yang mengaku bahagia, karena anak didik di SD Negeri 1 Margacinta yang notabene keluarga mereka, mendapatkan makanan bergizi, gratis pula.

“Sejujurnya, anak-anak kami tidak terlalu sering mendapat asupan makanan seperti ini. Dalam arti yang bergizi, dalam jumlah yang sangat cukup, dan rasanya. Yang istimewa, ini gratis. Terima kasih Pak Prabowo,” ujar salah seorang warga.

Terlebih lagi bagi siswa-siswi SD Negeri 1 Margacinta, sebagai penerima paket makan gratis di Pangandaran. Mereka terlihat sangat bahagia dan bersemangat.

“Saya senang sekali. Makanannya enak, lauknya juga banyak!” terang Gibran, salah seorang siswa SD Negeri 1 Margacinta. (Lintas Priangan)

Untuk Dua Hal Ini, Brigjen Pol Rustam Mansyur Datang ke Garut

0

lintaspriangan.com, BERITA PEMKAB GARUT. Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri RI (Irjen Kemendagri RI), Brigjen Pol Rustam Mansyur, Jumat kemarin (03/01/2025) mengunjungi Kabupaten Garut. Kedatangannya langsung disambut Pj. Bupati Garut, Barnas Adjidin, di Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul.

Tak hanya disambut Pj. Bupati Garut, kunjungan Brigjen Pol Rustam Mansyur juga turut dihadiri oleh seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan para camat se-Kabupaten Garut. Pada kesempatan tersebut, setidaknya ada dua hal pokok yang disampaikan Brigjenpol Rustam Mansyur di hadapan jajaran Pemerintah Kabupaten Garut.

Menurut Brigjen Pol Rustam Mansyur, kunjungannya ke Kabupaten Garut merupakan tindak lanjut dari instruksi yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri sebelumnya, untuk melakukan review dan evaluasi di beberapa wilayah, dan salah satunya adalah Kabupaten Garut. Adapun materi review dan evaluasinya adalah adalah terkait dua hal, yakni Pelayanan Publik dan Perizinan Investasi.

“Tentu di dalamnya kita berharap ada penyampaian tentang keterbukaan, kemudahan, kemudian transparansi dan sebagainya. Mudah-mudahan pertemuan kita hari ini mempunyai dampak atau manfaat, sehingga kami datang ke Garut ini insha Allah tidak sia-sia,” ujar Brigjen Pol Rustam Mansyur, sebagaimana dikutip oleh Hanafi dalam website resmi Pemerintah Kabupaten Garut.

Menurut Brigjen Pol Rustam Mansyur, pelayanan publik dan perizinan investasi yang dikelola secara profesional dan transparan, pada akhirnya dapat menjadi faktor pendorong meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Garut.

Menanggapi arahan yang disampaikan oleh Brigjen Pol Rustam Mansyur, Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2024, Kabupaten Garut meraih 132 penghargaan. Dari jumlah tersebut, 20 diantaranya merupakan penghargaan tingkat nasional. Angka ini diharapkan memberikan gambaran, bagaimana kualitas kinerja Pemerintah Kabupaten Garut, yang tentu saja banyak berkaitan dengan arahan yang disampaikan oleh Brigjen Pol Rustam Mansyur, yakni mengenai Pelayanan Publik dan Perizinan Investasi.

Di hadapan Brigjen Pol Rustam Mansyur, Nurdin Yana juga memastikan, jajaran pemerintahan yang hadir di ruangan tersebut merupakan skuad layanan publik. Dan kepada jajarannya, Nurdin Yana juga mengajak untuk menjaga sekaligus terus meningkatkan kualitas layanan publik, sebagaimana arahan yang disampaikan oleh Brigjen Pol Rustam Mansyur. (Lintas Priangan)

Indeks SPBE di Priangan Timur Masih di Bawah Rata-Rata

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau Indeks SPBE di Priangan Timur masih berada di bawah rata-rata. Berdasarkan data SPBE terbaru tahun 2024, dari 27 daerah di Jawa Barat, rata-rata indeks SPBE-nya adalah 3,89. Sementara dari enam pemerintah daerah yang ada di wilayah Priangan Timur, yakni Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran, lima diantaranya mendapat nilai di bawah rata-rata indeks SPBE daerah se-Jawa Barat. Jika dirata-ratakan, indeks SPBE keenam daerah di Priangan Timur baru mencapai 3,73.

Hanya satu daerah di Priangan Timur yang indeksnya di atas rata-rata, yakni Kota Tasikmalaya. Itupun dengan selisih yang sangat tipis, hanya sekitar 0,06. Sebagaimana disebutkan di atas, rata-rata indeks SPBE pemerintah daerah di Jawa Barat adalah 3,89. Dan Kota Tasikmalaya, berhasil meraih indeks sebesar 3,96. Sementara lima daerah lainnya, memang mengalami kenaikan indeks SPBE, namun jika dibandingkan dengan rata-rata indeks SPBE semua daerah di Jawa Barat, kelima daerah tersebut masih berada di bawah rata-rata.

Data indeks SPBE di Priangan Timur ini berdasarkan lampiran Keputusan Menpan-RB Nomor 663 Tahun 2024, yang terbit pada 31 Desember 2024 lalu. Dari data tersebut dapat diketahui, indeks dari setiap lembaga pemerintah, termasuk pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Jika diurut berdasarkan indeks SPBE di Priangan Timur, posisi kedua setelah Kota Tasikmalaya diraih oleh Kabupaten Garut dengan nilai 3,89. Lalu urutan ketiga adalah Kabupaten Tasikmalaya dengan nilai 3,76. Disusul oleh Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran, dengan raihan indeks masing-masing (3,65), (3,58) dan (3,56).

Predikat indeks SPBE ini dibagi ke dalam empat kategori. Yang pertama “Memuaskan”, dengan rentang indeks dari 4.2 – 5.0. Kedua, predikat “Sangat Baik”, rentangnya antara 3,5 < 4,2. Lalu yang ketiga “Baik”, dengan rentang antara 2,6 < 3,5. Selanjutnya predikat “Cukup”, ada pada rentang 1,8 – < 2,6. Dan terakhir predikat “Kurang”, ketika nilainya di bawah 1.8. Berdasarkan rentang predikat tersebut, meskipun mayoritas indeks SPBE di Priangan Timur masih di bawah rata-rata, tapi semuanya sudah berada pada predikat “Sangat Baik”.

Jika dikomparasikan dengan data Indeks SPBE di Priangan Timur pada tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya adalah daerah yang mengalami kenaikan indeks paling tinggi, yakni sebesar 0,73. Sementara daerah yang hampir tidak mengalami kenaikan adalah Kabupaten Pangandaran. Pada tahun 2023 indeks SPBE Kabupaten Pangandaran sebetulnya relatif sudah di atas indeks daerah lain di Priangan Timur, yakni 3,53. Sayangnya, pada tahun 2024, Kabupaten Pangandaran hanya mengalami kenaikan yang sangat kecil, yakni 0,03, menjadi 3,56.

Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau SPBE ini memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong terciptanya pemerintahan digital. Diasumsikan, digitalisasi dapat melahirkan sistem pemerintahan yang tidak hanya efisien dan responsif, tapi juga transparan dan akuntabel. Demi terwujudnya digitalisasi ini, pemerintah pusat telah menerbitkan payung hukumnya sejak enam tahun lalu, dalam bentuk Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018.

Tentu saja, semoga kenaikan angka-angka pada indeks tersebut di atas bukan sekedar urusan angka belaka, tetapi berdampak pada manfaat nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. (Lintas Priangan)

Syarat dan Cara Mendaftar untuk Menjadi Mitra Makan Bergizi Gratis

0

lintaspriangan.com BERITA NASIONAL Badan Gizi Nasional (BGN) membuka kesempatan bagi berbagai pihak yang berminat untuk bergabung sebagai mitra dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat yang kurang mampu.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi mitra program ini. Salah satu persyaratan utama adalah memiliki legalitas atau status hukum yang jelas.

“Mitra wajib memiliki status hukum yang sah, seperti berbadan hukum atau memiliki rekomendasi resmi dari lembaga terpercaya,” kata Dadan, seperti yang dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (5/1/2025).

Kedua, calon mitra diharapkan dapat memberikan kontribusi secara konsisten, baik dalam bentuk pendanaan, dukungan fasilitas maupun sumber daya manusia.

Ketiga, pihak yang mendaftar harus memiliki misi yang sejalan dengan BGN yaitu menciptakan masyarakat sehat melalui gizi yang optimal.

“Keempat, lokasi dan kelompok sasaran yang terencana. Calon mitra perlu memberikan informasi rinci mengenai area operasional dan komunitas yang akan menerima manfaat dari program ini seperti sekolah atau panti sosial,” kata Dadan.

Dadan juga menegaskan bahwa calon mitra yang ingin mendaftar dapat melakukannya melalui situs web resmi BGN di mitra.bgn.go.id.

“Silakan masuk menggunakan email baru yang didaftarkan melalui website kami. Di sana, semua informasi yang dibutuhkan akan tersedia, termasuk panduan teknis dan formulir pendaftaran,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa program MBG terbuka bagi seluruh elemen masyarakat yang ingin berkontribusi, mulai dari pelaku usaha, pemerintah daerah hingga komunitas lokal. “BGN menyambut ide-ide inovatif dari mitra untuk memperluas jangkauan program ke seluruh wilayah Indonesia,” tambahnya.

Kronologi Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang Km 97, Berikut Penyebabnya

0

lintaspriangan.com BERITA NASIONAL. Kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan terjadi di Tol Cipularang pada Minggu (5/1/2025) pagi. Jasa Marga menyebutkan bahwa kecelakaan di Tol Cipularang KM 97 disebabkan oleh truk yang tidak kuat menanjak dan melaju mundur. 

“Berdasarkan informasi dari petugas di lapangan, diduga truk tersebut tidak kuat menanjak dan melaju mundur, sehingga menabrak kendaraan lainnya,” ujar Panji Satriya, Kepala Departemen Pemasaran dan Komunikasi Jasa Marga, dalam keterangannya yang dikutip CNNIndonesia, Minggu (5/1/2025).

Jasa Marga menyatakan bahwa kecelakaan ini melibatkan enam kendaraan, terdiri dari satu truk, dua bus dan tiga minibus.

Kecelakaan ini diketahui tidak mengakibatkan korban jiwa, namun ada dua korban luka, yakni Masdi (57) yang merupakan kondektur bus Primajasa dan Omah Rohmah (62) yang merupakan penumpang bus tersebut. 

Keduanya telah dievakuasi ke Rumah Sakit Abdul Rodjak Purwakarta untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sesaat setelah kejadian, Satuan Tugas (Satgas) Jasa Marga Siaga dari Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT), yang mengelola Ruas Tol Cipularang, bersama Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) dan Kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas.

Sejak pukul 10.05 WIB, seluruh kendaraan yang terlibat kecelakaan telah berhasil dievakuasi ke bahu jalan tol dan seluruh lajur ke arah Bandung sudah dapat dilalui kendaraan.

“Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi arah dan waktu perjalanan guna menghindari kepadatan. Antisipasi perubahan cuaca dan pastikan kendaraan dalam kondisi prima,” tutup Panji.

Gadis Cantik Asal Tasik Ini Hilang. Bantu Cari, Yuk!

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Informasi orang hilang ini di-share oleh salah seorang advokat senior Kota Tasikmalaya, Dani Safari Effendi, S.H., pada hari Minggu (05/01/2025), sekitar pukul 16.45. Adapun nama lengkap orang hilang tersebut adalah Nayla Salsabila. Gadis cantik asal Tasik ini tercatat berdomisili di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya di Kampung Cidua, RT 002, RW 005, Desa Kaputihan, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya.

Nayla Salsabila dinyatakan hilang oleh keluarganya. Berdasarkan informasi yang diterima redaksi Lintas Priangan, gadis cantik asal Tasik ini dikabarkan meninggalkan rumahnya pada hari ini, Minggu (05/01/2025), sekitar jam 05.00 pagi tadi.

Dalam selebaran informasi orang hilang tersebut juga tertera ciri-ciri Nayla Salsabila, antara lain; ia adalah gadis bermata sipit yang baru berusia 16 tahun. Nayla Salsabila memiliki tinggi badan sekitar 150 cm. Ia berkulit putih, dengan rambut sebahu yang berwarna hitam.

Masih berdasarkan selebaran informasi orang hilang tersebut, disebutkan bahwa saat meninggalkan rumah, gadis cantik asal Tasik ini memakai sendal jepit berwarna kuning. Baju yang Nayla kenakan adalah baju jenis kemeja lengan panjang berwarna biru, dan celana training berwarna hitam.

Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi latar belakang apa yang membuat Nayla Salsabila pergi meninggalkan rumahnya. Selain membuat laporan ke Polres Tasikmalaya, pihak keluarga juga meminta bantuan warga untuk memberi informasi jika kebetulan melihat keberadaan Nayla Salsabila.

“Ya, silahkan disebar ya. Kita bantu sama-sama. Kalau kebetulan ada yang melihat Nayla Salsabila, mohon segera hubungi nomor yang tertera pada selebaran informasi orang hilang tersebut, atau bisa juga langsung menghubungi nomor call center 110 Polres Tasikmalaya,” terang Dani Safari.

Selain melalui call center Polres Tasikmalaya, siapa tahu ada warga yang kebetulan melihat keberadaan Nayla Salsabila, juga dapat menghubungi nomor telepon genggam 085-280-700-622, atas nama Bahrul Ulum.

Semoga Nayla Salsabila dapat cepat ditemukan, kembali ke tengah-tengah keluarganya, tentunya dalam keadaan sehat walafiat, selamat, tak kurang apapun seperti sebelumnya. Aamiin. (Lintas Priangan)